Satpol PP Amankan 12 Orang Gepeng di Halaman Masjid Agung Al Karomah

Facebook
Twitter
LinkedIn
12 gepeng dirazia satpol pp banjar

Link, Banjarbaru – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjar jaring 12 orang Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di wilayah Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar pada, Jumat (5/8/2022).

 

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum) Satpol PP Kabupaten Banjar, Yusi Ansyari Nihe, melalui Gusti Hendra Alfian Noor Yadi selaku Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Penindakan mengatakan, 12 orang Gepeng tersebut terjaring saat melakukan operasi mengemisnya di halaman gerbang Masjid Al Karomah Martapura.

 

“Seperti biasa, dalam melakukan kegiatan rutin untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar nomor 10/2007 yang mengatur tentang ketertiban sosial. Kami menurunkan sebanyak dua regu Tim Unit Reaksi Cepat (URC), dan mengamankan sebanyak 12 orang Gepeng yang diantaranya membawa anak-anak sebanyak 4 orang saat melakukan aksinya,” ujarnya.

 

Selanjutnya, papar Gusti Hendra Alfian Noor Yadi lebih jauh, Satpol PP Kabupaten Banjar akan melakukan pendataan terhadap 12 orang Gepeng tersebut.

Baca Juga  RSD Idaman Banjarbaru Beri Kemudahan Lewat Pelayanan Homecare

 

“Setelah kami melakukan pendataan, selanjutnya akan kami serahkan ke bidang produk hukum untuk melakukan pembinaan dan tindakan,” ucapnya.

 

Berdasarkan keterangan dan data yang diperoleh Satpol PP Kabupaten Banjar, lanjut Gusti Hendra Alfian Noor Yadi menjelaskan, belasan Gepeng yang berhasil di amankan tersebut berasal dari Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

 

“Berdasarkan pengakuan mereka, kegiatan mengemis di tempat-tempat ibadah tersebut mereka lakukan hanya saban Jumat. Rata-rata Gepeng yang terjaring saat ini orang baru,” bebernya.

 

Saat ditanya salah satu wartawan apakah maraknya aktivitas Gepeng yang beroperasi di wilayah Kecamatan Martapura, khususnya di depan gerbang halaman Masjid Agung Al Karomah Martapura merupakan sebuah sindikat?

 

Gusti Hendra Alfian Noor Yadi pun memastikan, mereka beroperasi atas keinginan sendiri. “Berdasarkan pantauan kami di lapangan, belum ada indikasi sindikat, karena mereka berdiri sendiri,” tegasnya.(Zai/BBAM)