Sabtu, Maret 2, 2024

Siring Ambruk, Akademisi ULM Sebut Harus Diteliti

Link, Kalimantan.com – Ambruknya siring di sekitaran Perumahan Citra Graha Gunung Kupang, Cempaka, Kota Banjarbaru disarankan untuk ditelisik.

Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menyarankan siring yang diduga ambruk akibat tidak dapat menahan voleme air yang tinggi untuk diteliti sebab musababnya.

M Akbar, Ketua Parodi Arsitektur ULMMenurut Dr.Eng. Akbar Rahman, jika dilihat dari gambar dan penjelasan oleh saksi  mata, kondisi turap roboh akibat tekanan arus air yang tidak mampu ditahan sisi bawah turap.

“Tanah dasar pondasi tergerus, sehingga pijakan pondasi tidak ada lagi makanya ambruk,” ungkapnya kepada Linkalimantan.com Selasa 28 Februari 2023.

Namun meski begitu beber alumni S2  Universitas Diponegoro, Semarang ini, jika bangunan tersebut masih baru, maka tetap harus dilakukan perbaikan oleh pihak yang bersangkutan.

“Karena masih ada masa pemeliharaan. Dan ini masih bisa diperbaiki,” beber akademisi jebolah S3 Saga University Jepang.

Kemudian jelas Ketua Program Studi Arsitektur ini, menjelaskan, seharusnya sebelum melakukan pekerjaan para kontraktor maupun dinas bersangkutan wajib ada kajian untuk ketahanan bangunan tersebut.

“Tetapi permasalahan yang ada inikan  sudah terjadi. Tinggal nanti kedepannya, apabila pekerjaan itu diperbaiki, maka para kontraktor dan pihak bersangkuta wajib memperhatikan kekuatan tanah dan dasar sebagai landasan pondasi. Kemudian juga harus memperhatikan kuatnya arus air maksimal ketika curah hujan tinggi, jangan sembarangan,” jelasnya.

Baca Juga  Dikonfirmasi Galian C, “Vokalis” DPRD Kota Banjarbaru Bungkam

Akibat persoalan yang ada itu, dirinya mengusulka dalam pekerjaan  sebaiknya semua turap Siring atau struktur berupa dinding yang dibuat untuk menahan pergeseran lateral tanah disepanjang daerah aliran sungai wajib dilakukan pengcekan.

“Ini penting, agar apabila ada bagian dasar tanah pondasi yang hanyut keran dibawa air bisa dilakukan perkuatan,” usulnya.

Sementara itu untuk memastikan adan atau tidaknya kesalah di fase perencanaan dan konstruksi ini terang Akbar yang juga Dosen ULM itu, wajib dilakukan pengecekan dan penelitiannya tetutama pada pengkajian.

“Intinya harus di kaji dan dilakukan penelitian terlebih dahulu. Apakah pada saat pembanguan itu sebelumnya sudah ada kajian, lalu jika ada sejauh manakah  kajian dilakuka mereka dengan itu maka  aspek perencanaan pekerjaan konstruksi Sorong yang direncanakan dapat diketahui,” sahutnya.

Kalau itu sudah dilakukan maka akan ada  pencocokan terhadap apa yang dikerjakan di lapangan.

*Karena ini juga bisa dilakukan pengecekan detail konstruksi  yang direncanakan hingga pencocokan terhadap apa yang dikerjakan di lapangan,” tandasnya. (oetaya/BBAM)

BERITA POPULER