Rabu, April 24, 2024

Warga Sebut Embung Cempaka Tidak Berfungsi

Link, Banjarbaru – Banjir yang terjadi Senin 4 Juli 2022 lalu, selain mengejutkan warga Kota Banjarbaru  juga meninggalkan kesan negatif dalam penanganan yang dilakukan Pemko Banjarbaru. Baik pada saat masyarakat dilanda musibah banjir maupun upaya persiapan pemerintah dalam mengantisipasinya. Terutama dalam pemeliharaan Embung Cempaka yang terkesan minim.

Hj. Hainah salah satu warga Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru mengatakan, bahwa ditempatnya ini sudah menjadi langganan terkena musibah tersebut.

“Tempat saya ini, satu jam saja hujan lebat turun maka rumah saya pasti kebanjiran. Yang kemarin itu parah. Empat jam hujan lebat yang terjadi dari pukul 07.00 hingga 11.00 Wita, ketinggian air kurang lebih satu meter setengah,” ungkapnya kepada Linkalimantan.com di kediamannya Kamis (7/7).

Dibeberkannya, musibah banjir yang kerap terjadi di daerah itu, disebabkan oleh aliran sungai yang ada di belakang rumahnya.

“Karena sungai yang ada, tidak pernah dikeruk selama kurang lebih 10 tahun. Akibatnya sungainya dangkal, ditambah lagi tidak adanya pembuatan siring pada sungai,” bebernya.

Begitu juga dengan keberadaan embung yang ada di Kecamatan Cempaka, Hainah dengan tegas menyebut embung itu tidak ada fungsinya.

Baca Juga  Mariati, Nenek Penjual Jamu Tradisional di Cempaka

“Itu kalau banjir terjadi, air di sana malah lebih lambat surutnya. Saya tidak tau juga mengapa begitu, saya berharap agar pemerintah bisa memikirkan masalah kami ini, kalau tidak setiap hujan turun maka kami kebanjiran terus. Parahnya lagi akibat masalah itu kami meras sangat kesusahan untuk melakukan aktivitas,” ujarnya dingin.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh warga sekitar Muhidin mengatakan, banjir yang kerap terjadi juga dikarenakan jarang dilakukan pembersihan semak belukar di sepanjang jalur sungai.

“Semenjak dibangun pada tahun 2018 yang lalu embung itu dibersihkan hanya sekali saja sepengetahuan saya, itupun sudah lama,” akunya kepada linkalimantan.com saat dilokasi embung Kamis (7/7).

Dirinya juga menyebutkan, penyebab lainnya iyalah sempit dan dangkalnya aliran sungai dibagian pintu dan pembuangannya.

“Padahal, kalau sungai itu dilakukan pembesaran dan pengerukan pastinya air tersebut lancar mengalirnya, sehingga tidak membuat banjir,” sebutnya sembari memancing.

Muhidin mengharapkan pemerintah setempat bisa lebih memperdulikan daerah Cempaka.

“Kami menginginkan penyiringan dan pembersihan sungai di daerah ini, seperti Sungai Kemuning. Sehingga wilayah kami tidak kumuh dan tidak lagi terjadi banjir lagi,” harapnya.(oetaya/BBAM)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img