Link, Banjarbaru– Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) PTAM Intan Banjar, perkuat pengamanan jaringan distribusi air. Utamanya, jaringan pipa yang melintas di kawasan lahan gambut.
Saat ini kawasan yang menjadi perhatian adalah Jalan Gubernur Syarkawi. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah jaringan pipa PTAM Intan Banjar yang melintasi lahan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan pemantauan terhadap titik api menjadi bagian dari langkah pengamanan jaringan distribusi. Petugas dikerahkan untuk mengawasi titik-titik api yang berada di sekitar maupun mulai mendekati jalur pipa.
“Petugas kami tugaskan untuk memantau titik-titik api yang mendekati jalur pipa milik PTAM Intan Banjar,” pungkasnyaMahyuni.
Pemantauan dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan yang dapat mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan. Pasalnya, kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda karena api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan tanah dan berpotensi mendekati jaringan pipa.
PTAM Intan Banjar juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dalam menangani titik api yang berada di sekitar jalur pipa. Sebelumnya, kolaborasi serupa dilakukan di kawasan Gambut untuk pemadaman dan pembasahan lahan yang berpotensi mengancam jaringan distribusi.
Menghadapi ancaman karhutla tahun ini, PTAM Intan Banjar menyiagakan sekitar 30 personel setiap hari secara bergiliran untuk mengamankan sarana dan prasarana perusahaan.
Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya melibatkan petugas teknis. Karyawan dari berbagai bagian, termasuk pejabat struktural, juga mendapat jadwal bergiliran untuk berjaga di posko karhutla.
Kepala Bagian Sekretariat, Teknologi Informasi (TI), dan Pengolahan Data PTAM Intan Banjar, M. Aulia Rahman, S.Kom., mengatakan dirinya turut mendapat jadwal siaga bersama karyawan lainnya.
“Kebetulan Kamis malam ini, malam Jumat ya. Kami ikut siaga di posko Karhutla. Kemudian Sabtu malam lagi jadwal kami,” ungkap Rahman.
Menurut Rahman, sistem piket tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama di lingkungan PTAM Intan Banjar. Dengan pola bergiliran, pengamanan aset perusahaan dapat dilakukan secara bersama dan tidak hanya mengandalkan petugas teknis.
Di lapangan, PTAM Intan Banjar terus berkoordinasi dengan petugas penanganan karhutla. Apabila ditemukan titik api yang berpotensi mengancam fasilitas perusahaan, pemadaman diprioritaskan pada area di sekitar jaringan distribusi untuk mencegah api menjalar hingga merusak pipa.
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, sebelumnya menyampaikan sekitar 30 personel diturunkan setiap hari untuk mengantisipasi ancaman karhutla terhadap sarana dan prasarana perusahaan.
Hingga kini, jaringan dan utilitas PTAM Intan Banjar masih dapat diamankan. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena titik api sewaktu-waktu dapat mendekati jalur jaringan distribusi.
Pengamanan jaringan menjadi penting karena kerusakan pipa tidak hanya berdampak terhadap aset perusahaan, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.
Karena itu, PTAM Intan Banjar terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi di lapangan agar jaringan distribusi tetap terlindungi sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan dapat berjalan dengan baik. (*)







