Link, Martapura – Guna membangkitkan kesadaran bersama untuk terus melestarikan seni dan budaya lokal di tengah gempuran budaya asing yang kian masif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar Festival Budaya Banjar (FBB) Tahun 2026 di halaman Kantor Kecamatan Martapura, Selasa (13/10/2026).
Dimotori oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, festival yang berlangsung selama tiga hari, yakni 13–15 Oktober 2026, tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar.
Festival Budaya Banjar secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyie.
“Dalam pelaksanaan Festival Budaya Banjar tahun ini, tiga perlombaan, yakni Festival Sinoman Hadrah, Festival Rudat, dan Festival Musik Panting, statusnya menjadi tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurut Said Idrus, peningkatan level tersebut dilakukan dengan harapan cakupan wilayah peserta menjadi lebih luas sehingga upaya pelestarian budaya dapat menjangkau seluruh penjuru Kalimantan Selatan.
“Untuk Festival Maulid Habsyi, tetap dilaksanakan di tingkat Kabupaten Banjar karena tingginya antusiasme dan partisipasi peserta lokal,” katanya.
Said Idrus juga menyampaikan hal istimewa lainnya, yakni penyelenggaraan Festival Budaya Banjar yang berkolaborasi dengan pagelaran seni dan budaya dari program nasional Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi pelestari budaya telah berjalan sejak tingkat sekolah dasar dan menengah.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, berharap Festival Budaya Banjar dapat membangkitkan kesadaran bersama untuk terus melestarikan seni dan budaya lokal di tengah gempuran budaya asing yang kian masif.
“Ada empat kategori utama di tingkat provinsi dan kabupaten, yakni Festival Sinoman Hadrah yang diikuti enam grup, Festival Maulid Habsyi yang diikuti 23 grup, Festival Rudat yang diikuti 16 grup, serta Festival Musik Panting yang diikuti enam grup,” rincinya.
Selain perlombaan, kemeriahan acara juga diisi dengan pergelaran seni dan budaya dari program nasional GSMS yang melibatkan tujuh sekolah menengah pertama (SMP) dan satu sekolah luar biasa (SLB).







