Link, Banjarbaru – Awal tahun 2026 dihebohkan dengan munculnya gejala superflu di Indonesia, khususnya di Kalimantan selatan tercatat ada 18 kasus superflu. Meski, belum terdeteksi di Banjarbaru, gejala superflu ini tetap harus diwaspadai.
Melalui, Dokter dari RSD Idaman Banjarbaru, dr Nevi Novianty Rachman mengatakan, superflu berbeda dengan flu biasa pada umumnya. Misalnya, superflu disebabkan oleh virus influenza, sementara flu biasa disebabkan oleh berbagai jenis virus.
“Superflu biasanya lebih parah dan bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko tinggi,” katanya.
Kelompok berisiko tinggi yang rentan terpapar superflu antara lain anak-anak balita, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis dan orang dengan sistem imun lemah.
dr Nevi mengingatkan gejala superflu yang perlu diwaspadai. Seperti demam tinggi, batuk kering, sariawan, kelelahan ekstrem, sakit kepala dan nyeri otot.
“Jika gejala tidak membaik dalam 3-4 hari atau muncul gejala seperti kesulitan bernapas, dada terasa berat, atau nyeri dada, segera ke dokter,” tegasnya.
Walau demikian, dr Nevi memastikan bahwa orang yang terpapar superflu dapat ditangani lebih awal di rumah. Seperti istirahat cukup, minum banyak cairan dan mengonsumsi obat pereda gejala seperti paracetamol dan ibuprofen.
“Gunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain,” cetusnya.l
Sementara itu, dr Nevi memastikan superflu dapat dicegah sedini mungkin. Seperti vaksinasi influenza tahunan dan cuci tangan sering dengan sabun.
“Hindari kontak dekat dengan orang sakit dan jaga kebersihan lingkungan,” demikian dr Nevi. (wahyu)

