Sabtu, April 20, 2024

BPPW: Revitalisasi Sekumpul Sesuai Perencanaan

Link, Martapura – Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pastikan proyek revitalisasi Penataan Kawasan Sekumpul tahap I senilai Rp32,12 Miliar sudah sesuai perencanaan.

Perihal tersebut langsung diungkapkan Noor Dewi Sari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Permukiman Wilayah Kalsel kepada sejumlah awak media pada, Rabu (8/6/2022).

“Selaku pelaksana, Balai sudah mengerjakan sesuai dengan perencanaan yang disampaikan pemerintah pusat, RAB, dan apa yang sudah tertuang dalam kontrak. Dari estetika pun kami menilai sudah sesuai dengan perencanaan Penataan Kawasan Sekumpul,” ujarnya.

Kendati demikian, PPK Kawasan Permukiman Wilayah Kalsel yang kerap disapa Bu Dewi ini juga mengakui setelah masa pekerjaan selesai, dan memasuki tahap pemeliharaan ada didapati beberapa kerusakan. Utamanya di pedestrian jalan.

“Namun tidak semua di pedestrian jalan mengalami kerusakan, hanya ada dibeberapa spot saja. Kami, BPPW Kalsel selaku pihak pelaksana pun masih melakukan perbaikan,” katanya.

Ditanya apakah bahan yang digunakan pada pedestarian jalan sudah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi, seperti pemasangan paving block yang bergelombang, tidak simetris, tanpa disemen, hingga mengalami keretakan, serta tactile paving sebagai ubin penuntun tunanetra berbahan karet yang kini banyak terlepas dan hilang?

Pejabat  BPPW Kalsel ini pun menegaskan pengerjaan dan bahan sudah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasinya.

“Pemasangan paving block sudah sesuai dengan perencanaan, yakni menggunakan paving block K400, dengan metode pengerjaan menaruh batu apu sebelum meletakan paving block tanpa disemen. Begitupun untuk pemasangan tactile paving berbahan karet rubber,” ucapnya.

Kerena aktivitas warga di kiri kanan Jalan Sekumpul cukup tinggi, lanjut Dewi menjelaskan, terlebih di kiri kanan jalan Sekumpul banyak didapati kios-kios, perkantoran, rumah sakit, dan lain sebagainya, sehingga mengakibatkan paving block yang sudah terpasang mengalami kerusakan. Hingga membuat tactile paving terlepas.

Baca Juga  Pemkab Banjar Gelar Diskusi Program P3DN

“Seperti pedestarian jalan yang berada di depan depan kios, Alfamart, Indomaret, dan Rumah Sakit. Akibat dilindas kendaraan bermotor, khusunya yang melebihi tonase paving block rusak, begitupun untuk tactile paving juga terlepas. Padahal pedestarian jalan tersebut diperuntukkan pejalan kaki,” katanya.

Terlebih, papar Dewi lebih, jauh, dalam perencanaannya, untuk pedestarian jalan sudah dibuatkan beberapa pola atau titik agar tidak dilewati kendaraan bertonase lebih.

“Adanya permasalahan ini menjadi masukkan kita bersama untuk perencanaan kedepannya. Terlebih, kita hampir 7 kali sudah melakukan perbaikan, dan kami bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus melakukan diskusi untuk mencari metode lainnya dalam menanggulangi permasalahan ini agar tidak terjadi kerusakan lagi, sampai serah terima tahap pertama nantinya,” bebernya.

Salah satunya upayanya, mungkin Pemkab Banjar akan lebih mengedukasi warga lagi agar tidak memarkirkan kendaraannya di atas pedestarian jalan.

“Kami dari Balai, dan kontraktor berkomitmen bertanggungjawab atas kerusakan ini. Karena itu kami tidak akan tinggal diam, dan selalu melakukan rapat hingga terjun ke lapangan untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pengerjaan segmen I Penataan Kawasan Sekumpul berakhir pada 31 Desember 2021 lalu, dan dilakukan penambahan waktu pengerjaan hingga 31 Maret 2022. Namun, dapat diselesaikan pada 20 Maret 2022 lalu.(zai/BBAM)

spot_img
spot_img
spot_img

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img