Bulan Rajab, Diantara Waktu yang Dirindukan Warga Banjar

Facebook
Twitter
LinkedIn
Tahun Ketiga Haul Abah Guru Sekumpul Dilaksanakan di Kampung Masing-Masing

Sejak 17 tahun lalu, menjelang datangnya bulan Rajab masyarakat Banjar pada umumnya dan masyarakat Cempaka, Kota Banjarbaru khususnya, turut sibuk mempersiapkan ritual keagamaan haul besar-besaran. Ya, karena di bulan Rajab tepatnya 5 Rajab, menjadi puncak ritual haul Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah ‘Abdul Ghani atau yang biasa disapa Abah Guru Sekumpul .

Safariyansyah, Link

17 Tahun lalu tepatnya 10 Agustus 2005 bertepatan pada 5 Rajab 1426, ummat muslim di belahan bumi Kalimantan duka mendalam. Karena di bulan mulia itu, ulama besar yang begitu dicintai berpulang.

17 tahun sudah peristiwa itu terjadi dan sudah 17 kali juga masyarakat Banjar sudah memperingati hari wafat sang ulama mulia. Sayang sudah tiga tahun ini haul yang melibatkan masyarakat umum secara terpusat di Komplek Ar Raudah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar tak dilaksanakan seiring mewabahnya Covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi momok.

Ritual haul akbar memang untuk sementara tidak dilaksanakan, sebagai gantinya masyarakat menggelar haul di kampung masing-masing. Tak terkecuali di wilayah Kota Martapura dan Kota Banjarbaru. hampir setiap hari secara bergilir haul Tuan Guru Sekumpul dilaksanakan.

“Bagi masyarakat Kertak Baru, Cempaka sudah tiga tahun ini haul dilaksanakan di kampung saja. Baru kemarin, TK Al Qur’an Sulamul Ridwan Cempaka menggelar haul. Alhamdulillah di sekolahan yang baru selesai dibangun itu padat dihadiri jamaah,” ungkap Supian, warga yang juga pengurus TK Al Qur’an Sulamul Ridwan Cempaka.

Menurut Supian, selain lembaga-lembaga keagaaman, tidak sedikit masyarakat secara pribadi yang turut melaksanakan ritual serupa.

Baca Juga  Developer Perumahan Rentan Langgar Aturan

Sementara di kawasan Sekumpul, Martapura Kota hampir setiap hari ritual dilaksanakan. Dari rumah satu ke rumah lainnya. Untaian syair-syair Smtudduror atau lazim disebut Maulud Hamsyi mengalun begitu indahnya melalui pengeras suara yang terhubung dengan lokasi ritual.

Lebih dari itu, sebagian jamaah yang hadir berasal dari luar daerah Kabupaten Banjar.

“Sudah menjadi rutinitas bagi kami pulang ke Martapura setiap waktu haul. Walau sudah tiga tahun ini tidak ada haul akbar, namun kami tetap ke sini untuk mengikuti haulan di tempat keluarga,” ujar Ita yang warga Kalteng ini.

Ita adalah salah satu dari masyarakat luar daerah yang berdatangan dari luar daerah ke Sekumpul. Ada beberapa rombongan yang menggunakan angkutan bus masuk ke wilayah Sekumpul. Biasa mereka menginap satu atau dua malam di penginapan tak jauh dari Mushala Ar Raudah, Sekumpul. Melaksanakan ziarah dan menghadiri haul di rumah kerabat menjadi agenda utama mereka.

“Hampir sepekan ini gelombang penziarah datang memadati kawasan Mushala Ar’Raudah. Padahal kawasan utama masih belum dibuka untuk umum tak mengurangi antusias warga untuk datang berziarah, meski ritual ziarah dilaksanakan di luar mushola,” ungkap warga setempat.

Begitulah, masyarakat Banjar memuliakan bulan Rajab. Jika sebelumnya di bulan ini kelompok kelompok masyarakat menggelar ritual peringatan Isra Mi’raj saja, kini mereka menambah kemulian Rajab dengan ritual Haul Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah ‘Abdul Ghani atau yang biasa disapa Abah Guru Sekumpul.***

seni bela diri kuntau

Foto: Kuntau

Ini adalah seni bela diri tradisional masyarakat suku Banjar yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan yang

Read More »