Senin, Maret 4, 2024

Dampak El Nino Musim Tanam Mundur

Link, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran menyebut dampak fenomena alam El Nino membuat musim tanam Indonesia mundur. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi, salah satunya dengan percepatan tanam.

“Kemarin itu Desember Alhamdulillah dapat 1,5 juta hektare (lahan yang sudah ditanam). Itu sudah di atas standar, artinya panen di April itu aman,” kata Andi usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Dari panen tersebut, diperkirakan akan menyentuh angka sampai 3,5 juta ton. Oleh karena itu ia memastikan stok pangan atau panen akan aman karena kebutuhan per bulan hanya 2,5 juta ton.

Andi pun menyebut pihaknya akan terus meningkatkan percepatan tanam. Kementan target 1,7 juta hektar lahan memasuki proses tanam.

“Februari kita kejar terus juga. Intinya kalau ingin aman pangan tiga bulan ke depan tidak boleh tanam di bawah 1 juta (hektare) per bulan,” ujarnya.

Baca Juga  Program YESS Tingkatkan Partisifasi Petani Milenial

“Dulu yang terjadi waktu El Nino tanam itu hanya 500 ribu hektare. Separuh saja yang berhasil.”

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan tanam padi di Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Rabu (3/1/2024). Presiden mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan para petani melakukan proses tanam padi pada awal bulan Januari 2024.

“Di Desember kita tanam 1,4 juta (hektare), di Januari 1,7 juta hektare, kemudian di Februari 1,4 juta hektare. Sehingga kita harapkan ada peningkatan produksi beras kita di masa panen di bulan Maret-April yang akan datang,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga memastikan saat ini pembelian pupuk untuk petani telah dipermudah dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan untuk menghadapi masa panen, pemerintah melalui Pupuk Indonesia juga telah mempersiapkan 1,7 juta ton pupuk.

BERITA POPULER