BerandaBencanaEnam Relawan Karhutla di Banjar Tumbang, Bupati Pastikan Biaya Pengobatan Gratis

Enam Relawan Karhutla di Banjar Tumbang, Bupati Pastikan Biaya Pengobatan Gratis

Link, Martapura – Aktif melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar api tidak merambat ke permukiman warga sejak status Siaga ditetapkan pada 15 Juli hingga dinaikkan menjadi Tanggap Darurat pada 9 Oktober, enam relawan tumbang saat menjalankan tugas pada Jumat (16/10/2026).

Lima relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan Bumi Selamat Rescue (BUSER) 690 Banjar dan satu relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar tiba-tiba mengalami sesak napas saat melakukan pemadaman karhutla di Desa Bincau, Kecamatan Martapura. Mereka langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat menjenguk keenam relawan di RSUD Ratu Zalecha Martapura pada pukul 19.00 WITA, Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akan menggratiskan biaya perawatan dan pengobatan keenam relawan yang mengalami sesak napas hingga pingsan saat memadamkan karhutla di Desa Bincau.

BACA JUGA :  Bupati Banjar Minta ASN Tingkatkan Semangat dan KInerja

“Semangat dan kepedulian para relawan patut kita apresiasi karena keterlibatan mereka sangat berarti dalam upaya melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla. Namun, keselamatan diri juga harus menjadi perhatian utama. Mereka harus tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menjalankan tugas dan tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.

Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Wasis Nugraha, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Agus Siswanto, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar Muhammad Faisal, Saidi menekankan bahwa pemadaman karhutla harus memperhatikan kondisi fisik petugas, paparan asap, serta berbagai risiko yang dapat mengganggu kesehatan.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Siapkan Penanganan 68 RTLH

“Apabila mengalami kelelahan atau gangguan pernapasan, petugas diharapkan segera menghentikan aktivitas dan meminta pertolongan medis. Keselamatan petugas dan relawan merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla. Upaya memadamkan api harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap orang-orang yang berada di garis depan,” katanya.

Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang dan memastikan komitmen Pemkab Banjar untuk menggratiskan layanan kesehatan bagi petugas dan relawan yang terlibat dalam pemadaman karhutla.

“Karena kesehatan juga merupakan hal yang penting bagi mereka,” tuturnya.

Adapun enam petugas yang mengalami gangguan pernapasan tersebut terdiri atas lima relawan BUSER 690 Banjar, yakni Hasanudin, M. Hasan, M. Rizky, Aditya, dan Yosi Rahman, serta Aulia Rizky dari BPBD Kabupaten Banjar. (znd/link)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BACA JUGA