Hajar Aswad Batu Surga Yang Kini Berwana Hitam

Facebook
Twitter
LinkedIn
berdesakan untuk bisa mencium batu surga

HAJAR aswad (al-Ḥajaru al-Aswad) merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga, dan yang pertama kali menemukannya adalah Nabi Ismail dan yang meletakkannya adalah nabi Ibrahim.

Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh Jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma yang unik dan ini merupakan aroma wangi  alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya, dan pada saat ini batu  tersebut ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya.

Adapun mencium batu surga ini merupakan sunah Nabi Muhmmad SAW. Karena dia selalu menciumnya setiap saat tawaf. Para Jamaah Haji bertarung untuk dapat mencium Hajar Aswad, jika tidak dapat menciumnya, mereka akan menunjuknya dengan jari telunjuk tangan kanan mereka.

Seperti dilansir dari www.detik.com, ketika umat Islam melakukan thawaf saat ibadah haji, umat Islam disunnahkan mencium Hajar Aswad atau mengangkat tangan (istilam) ke arahnya.

Menurut buku Tapak Sejarah Seputar Mekah-Madinah karya Muslim H. Nasution, disebutkan bahwa di hari kiamat, batu tersebut akan memberikan kesaksian terhadap orang-orang yang melakukan istilam terhadapnya. Maka dari itu, bagi orang yang mencium ataupun mengangkat Hajar Aswad, maka orang tersebut akan diberi syafaat di hari kiamat.

Baca Juga  Pria Pukul Wanita di Bus Diamankan Polisi

Meskipun dinilai istimewa bagi yang dapat menciumnya, tapi perlu diingat ya bahwa hukum mencium batu ini adalah sunnah. Sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk berdesak-desakan mencium Hajar Aswad saat melakukan ibadah haji.

Sebagaimana riwayat Umar Bin Khattab ketika mencium Hajar Aswad, bahwa dirinya menciumnya semata karena dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Artinya: “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR Muslim).

Keberadaan Hajar Aswad merupakan sebuah bentuk pesan keimanan kepada Allah oleh Nabi Ibrahim. Pesannya bahwa manusia tidak hanya melakukan taklif, tetapi dapat pula menyanggupinya.

Pesan ini berkaitan dengan perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk meninggikan bangunan Ka’bah. Nabi Ibrahim menyanggupinya dengan berdiri di atas batu tersebut. Nabi Ibrahim menyelesaikan peninggian bangunan Ka’bah dengan cara memindah-mindahkan batu tersebut untuk dinaikinya.(spy/net)