Hujan Deras, Cempaka dan Kemuning Kebanjiran

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Banjarbaru- Diguyur hujan deras sepanjang hari membuat warga Kecamatan Cempaka dan Kelurahan Kemuning Kota Banjarbaru yang berhuni di pinggir-pinggir sungai cemas. Benar saja, setelah dua jam berlalu air bah pun mulai meluap dari sungai-sungai yang memang setiap tahun langganan banjir.

“Tadi air bah sempat masuk ke dalam rumah warga yang rumahnya di pinggir-pinggir sungai. Namun syukurnya kejadian itu tidak bertahan lama dan saat ini kondisinya kembali normal,” ujar Camat Cempaka Dedy Hariyadi kepada Linkalimantan.com, Senin 7 Maret 2022.

Begitu hujan turun sangat lebat katanya lebih jauh, dirinya ditemani aparat kecamatan dan kelurahan setempat langsung memantau ke lapangan. Beberapa titik-titik yang biasa terkena banjir menjadi sasaran.

“Kami juga sempat memantau kondisi embung yang ada. Begitu air yang tertampung embun meluap kami pun memantau ke sungai-sungai yang padat penduduk. Benar saja tak begitu lama sungai yang ada tak mampu lagi menampung datangnya air dan meluap hingga memasuki rumah warga,” terangnya.

Baca Juga  Tayang 8 September 2022, Inilah Sinopsis Film Mendarat Darurat

Sementara itu, kondisi yang sama juga terjadi di bantaran Sungai Kemuning di Keluarah Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. di sana warga yang berhuni di bantaran sungai sibuk menyelamatkan barang-barang agar tidak terkena genangan air.

“Tadi sempat naik sekitar 20 cm dan masuk rumah, tapi Alhamdulillah cuma 20 menitan saja,” ungkap Icha, warga yang berhuni di bantaran Sungai Kemuning kepada Linkalimantan.com, Senin 7 Maret 2022.

Dikatakannya, sudah menjadi kebiasaan jika setiap kali turun hujan lebat lebih dari dua jam air sungai akan meluap. Selanjutnya memasuki rumah-rumah warga di sekitar.

Namun ironis, entah karena dianggap biasa namun pastinya menurut Icha menghadapi luapan air tersebut warga hanya bisa bergotong royong sesame warga yang kebanjiran. Sementara aparat pemerintahan utamanya dari pihak Kecamatan Banjarbaru Selatan tak terlihat meski hanya sekadar berkunjung. (Wahyu/BBAM)