BerandaHeadlineInovasi Disdukcapil Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Menuju Banjarbaru EMAS

Inovasi Disdukcapil Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Menuju Banjarbaru EMAS

‘Hingga 2026, jumlah penduduk Banjarbaru tercatat sebanyak 293.332 jiwa dengan cakupan kepemilikan e-KTP mencapai 99,68 persen dan akta kelahiran sebesar 98,92 persen,

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Tingginya cakupan ini memastikan akurasi data sebagai dasar penyaluran program pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga layanan pendidikan dan kesehatan guna mendukung terwujudnya visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) yang diusung Hj Erna Lisa Halaby bersama Wartono sejak masa pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 silam.

Mengawali tahun pertama kepemimpinannya sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby – Wartono telah menanamkan semangat kebersamaan, berdaya juang, dan berdaya saing kepada seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) melalui visi-misinya, tak terkecuali pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru.

Menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan Kota Banjarbaru EMAS, Disdukcapil terus berbenah, dan menciptakan berbagai inovasi guna memastikan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarkat agar memperoleh hak identitasnya secara sah dan terlindungi.

Pada 20 April 2026, Kota Banjarbaru sudah berusia ke-27. Disdukcapil Kota Banjarbaru tidak hanya hadir sebagai penyelenggara layanan adminduk, tapi juga sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan publik modern, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Pelayanan dokumen adminduk memang bukan pelayanan dasar, tetapi dokumen adminduk menjadi dasar pelayanan untuk masyarakat agar dapat mengakses pelayanan publik lainnya. Setiap hari ada ratusan masyarakat berurusan dengan layanan adminduk dengan berbagai kebutuhan, mulai dari perekaman data KTP elektronik, pengurusan akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, hingga pembaruan data kependudukan,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Banjarbaru, Gugus Sugiarto ditemui pekan kemarin.

Mendukung terwujudnya Banjarbaru EMAS dalam misi Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Menuju Pelayanan Publik yang Cepat, Tepat, Responsif, dan Transparan, berbagai inovasi dan tranformasi terus dilakukan Disdukcapil Banjarbaru guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Transformasi pelayanan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, cepat, transparan, dan efisien.

Bahkan berupaya mengubah pola pelayanan konvensional menjadi pelayanan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, sebagai upaya mendukung arah pembangunan daerah yang berfokus pada kemudahan layanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan, yakni layanan berbasis digital melalui aplikasi Disdukcapil Banjarbaru Mobile.

Aplikasi ini hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengajukan berbagai layanan seperti pembuatan KTP elektronik, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan bagi non muslim, kartu keluarga, serta pembaruan data kependudukan secara online.

Berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2026, jumlah penduduk Kota Banjarbaru tercatat sebanyak 293.332 jiwa, yang terdiri dari 147.053 laki-laki dan 146.2789 perempuan, dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 95.966 yang terdiri dari 76.808 Kepala Keluarga berjenis kelamin laki-laki dan 19.158 Kepala Keluarga berjenis kelamin perempuan.

Keakuratan data ini menjadi dasar dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari perencanaan pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penyaluran bantuan sosial. Karena itu, Disdukcapil terus melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Inovasi pelayanan adminduk yang terintegrasi menjadi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap warga memiliki akses yang sama terhadap layanan administrasi kependudukan. Inovasi yang dilakukan pun tidak hanya meningkatkan jangkauan layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Beberapa inovasi Disdukcapil yang telah diterapkan dan berdampak baik pada citra kemudahan mengurus layanan adminduk diantaranya :

PELAYANAN JEBOL SISKAMLING

Jemput Bola Sistem Perekaman Keliling, dengan mendatangi lokasi yang telah ditentukan untuk melakukan perekaman KTP el bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman, diutamakan di Kelurahan-Kelurahan secara bergiliran.

PELAYANAN LAPAT OSD

Layanan Cepat Orang Tua, Sakit Dan Disabilitas serta ODGJ, pelayanan ini dilakukan langsung di tempat tinggal atau fasilitas kesehatan dimana pemohon berada, untuk diberikan dokumen kependudukannya secara cepat dan tepat agar dapat digunakan sebagai dasar untuk dapat mengakses layanan publik lainnya misalnya kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah.

BACA JUGA :  Dapat Bawang Gratis, Masyarakat Serbu Pasar Murah Subsidi Banjarbaru

PELAYANAN HARI SABTU/MINGGU

Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Hari Libur Yakni Sabtu/ Minggu, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus dokumen di hari kerja, bahkan anak sekolah yang sudah memasuki usia 16-17 tahun dapat melakukan perekaman data KTP di layanan ini, agar tetap mendapatkan pelayanan secara optimal.

APLIKASI DISDUKCAPIL BANJARBARU MOBILE

Inovasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan hanya dari rumah, tidak perlu datang lagi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google playstore “DUKCAPIL BANJARBARU MOBILE” ataupun http://dukcapilonline.banjarbarukota.go.id untuk versi mobile – IOS.

BINTANG EMPAT

Bidanku Datang Akte Ku Dapat, merupakan inovasi integrasi layanan administrasi kependudukan yang ditujukan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil yang melahirkan melalui bidan perseorangan atau klinik bidan. Melalui inovasi ini, setiap bidan yang membantu proses persalinan dapat langsung memfasilitasi penerbitan akta kelahiran bagi bayi yang dilahirkan, sehingga dokumen kependudukan dapat diterbitkan dengan cepat dan tepat waktu.

LAPAT ENAK NIKMAT

Inovasi integrasi layanan administrasi kependudukan berupa Akta Kelahiran dan Akta Kematian, kerjasama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru dengan Rumah Sakit Umum Daerah Idaman dan beberapa Rumah Sakit Swasta di Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

KIA GOES TO SCHOOL

KIA (Kartu Identitas Anak) Datang Ke Sekolah, adalah layanan penerbitan KIA secara kolektif dengan mendatangi sekolah-sekolah dimana untuk Kota Banjarbaru sendiri memprioritaskan pembuatan KIA bagi anak-anak TK menjelang SD/ MI sampai dengan SMP/ MTS dan SMA/ MA.

KTP-EL KU DATANG KE SEKOLAH

Pelayanan administrasi kependudukan perekaman data KTP elektronik bagi pelajar sekolah menengah atas baik SMA Negeri, Swasta, maupun Madrasah Aliyah, yang dilakukan oleh Disdukcapil Kota Banjarbaru dengan mendatangi sekolah – sekolah tersebut di wilayah Kota Banjarbaru.

GENERASI EMAS

Gerakan Edukasi dan Registrasi Identitas Anak yang Dilahirkan di Puskesmas untuk Masa Depan Sejahtera, merupakan gerakan integrasi layanan antara Disdukcapil dengan fasilitas kesehatan milik pemerintah yaitu Puskesmas, untuk melakukan edukasi dan registrasi identitas anak sejak lahir secara cepat, mudah, dan gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan publik serta menjamin terpenuhinya hak anak atas identitas hukum.

Menjadi kunci dalam transformasi pelayanan publik, layanan berbasis digital yang memungkinkan masyarakat mengakses pelayanan dengan lebih mudah, cepat, dan fleksibel yang telah diimplementasikan Disdukcapil, tentunya sejalan dengan Permendagri Nomor 2 tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring.

Selain proses pelayanan menjadi lebih transparan dan akuntabel. Melalui digitalisasi, setiap tahapan dapat dipantau dengan jelas, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, sekaligus menegaskan komitmen Disdukcapil dalam mendukung terwujudnya pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi informasi.

Tampilan layanan berbasis digital yang sederhana juga bertujuan untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat dalam penggunaanya. Cukup melalui telepon genggam sudah dapat mengurus dokumen kependudukan dimana saja, dan hal ini tentunya memberikan kemudahan yang signifikan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses untuk datang langsung ke kantor pelayanan.

Kehadiran aplikasi Disdukcapil Banjarbaru Mobile juga memberikan dampak besar dalam meningkatkan efisiensi pelayanan. Proses pengajuan menjadi lebih cepat, antrean di kantor dapat diminimalisir, serta transparansi pelayanan dapat lebih terjaga karena setiap tahapan dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat.

Pengembangan layanan digital terus dilakukan agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan administrasi kependudukan dapat semakin dekat, mudah, dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga Kota Banjarbaru.

Di tengah berbagai tantangan, Disdukcapil Banjarbaru tetap mampu menunjukkan capaian kinerja yang membanggakan.

BACA JUGA :  Raffi dan Nagita Blusukan Hingga Makan Soto Banjar Bersama ELH 

Cakupan kepemilikan KTP Elektronik (e-KTP) dan akta kelahiran terus mengalami peningkatan sebagai indikator utama keberhasilan pelayanan administrasi kependudukan sekaligus wujud pemenuhan hak dasar masyarakat.

Adapun capaian per 15 April Tahun 2026 adalah sebagai berikut :

-Cakupan kepemilikan e-KTP : 99,68 %

-Cakupan kepemilikan akta kelahiran : 98,92 %

Tingginya capaian tersebut menunjukkan hampir seluruh penduduk Kota Banjarbaru telah memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah secara hukum.

Keberhasilan pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya diukur dari capaian indikator kinerja, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan.

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Tahun 2026, Disdukcapil Kota Banjarbaru memperoleh nilai sebesar 89,29 yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan berada dalam kategori Sangat Baik dimana terdapat 3 (tiga) unsur layanan dengan nilai tertinggi yaitu Biaya/ Tarif Sistem dengan nilai 3,88, Penanganan Pengaduan, Sasaran dan Masukan dengan nilai 3,83 serta Mekanisme dan Prosedur mendapatkan nilai yaitu 3,54, yang semuanya masuk kategori penilaian Sangat Baik.

Sementara itu, 3 (tiga) unsur pelayanan yang termasuk dalam unsur terendah dan menjadi prioritas perbaikan adalah Kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan mendapatkan nilai terendah yaitu 3,44.

Selanjutnya Kompetensi/ Kemampuan Petugas dalam Pelayanan yang mendapatkan nilai 3,46 sebagai nilai terendah kedua. Nilai terendah ketiga yaitu Kualitas Sarana dan Prasarana mendapatkan nilai 3,49. Namun seluruh unsur tersebut masih dalam kategori Baik.

Capaian ini menjadi indikator bahwa berbagai upaya perbaikan, inovasi pelayanan, serta penerapan sistem berbasis digital telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, hasil ini juga menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan penyempurnaan layanan secara berkelanjutan, sehingga ke depan kualitas pelayanan dapat semakin meningkat dan mampu menjawab harapan masyarakat secara lebih optimal.

Capaian Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)per Triwulan Tahun 2025 s.d

Triwulan I Tahun 2026No Periode Nilai SKM Mutu Pelayanan Kategori Kinerja

1 Triwulan I 2025 88,92 A Sangat Baik

2 Triwulan II 2025 89,01 A Sangat Baik

3 Triwulan III 2025 89,03 A Sangat Baik

4 Triwulan IV 2025 89,07 A Sangat Baik

5 Triwulan I 2026 89,29 A Sangat Baik

Dibalik berbagai capaian yang telah diraih, tentunya ada berbagai tantangan yang harus dihadapi di lapangan, seperti kebijakan efisiensi anggaran, keterbatasan sumber daya manusia, serta tingkat literasi digital masyarakat yang masih belum merata.

Kendati demikian, tantangan tersebut dinilai Disdukcapil tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi panggilan untuk terus berbenah dan berinovasi.

Disdukcapil menyadari, perjalanan pelayanan administrasi kependudukan tidak terlepas dari berbagai tantangan di lapangan, sehingga perlu mengambil langkah-langkah strategis dengan mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital sebagai solusi atas keterbatasan anggaran dan SDM, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik.

Selain itu, penguatan kolaborasi dengan perangkat wilayah seperti kelurahan dan RT terus didorong sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif.

Guna mendorong peningkatan literasi digital, kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan Disdukcapil, sehingga layanan berbasis teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan merata, baik melalui tatap muka maupun media sosial.

Begitu juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, juga menjadi fokus kegiatan, baik melalui pelatihan internal maupun penguatan budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan.

Sehingga, keterbatasan yang ada dapat diimbangi dengan kualitas pelayanan yang tetap terjaga. “Dengan semangat melayani dan komitmen untuk terus memberikan yang terbaik,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi dan pengabdian, Disdukcapil Kota Banjarbaru siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Kami berkomitmen untuk terus bertransformasi menghadirkan layanan yang lebih dekat, inklusif, dan berbasis digital. Bagi kami, setiap dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, melainkan wujud hadirnya negara dalam kehidupan setiap warga,” pungkasnya.(zainuddin/link)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -

BERITA LAINNYA