Jalan Poros Desa Mataraman Rusak Parah

Facebook
Twitter
LinkedIn
rusak parah, jalan poros tak diperbaiki

Link, MARTAPURA – Kondisi jalan poros yang menghubungankan Desa Mangkawat – Mataraman rusak parah. Kondisi tersebut bermula dari terjangan banjir 14 Januari 2020 dan sampai saat ini belum diperbaiki.

 

Pasca jembatan penghubung antar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Ahmad Yani Km 55 ambruk akibat diterjang banjir pada 14 Januari 2020 lalu. Sejumlah ruas jalan poros desa pun difungsikan sebagai jalur alternatif. Jalan Poros Desa Mangkalawat – Mataraman hingga kini tak kunjung diperbaiki.

 

“Sebelumnya kondisi jalan tersebut mulus, dan enak dilewati. Sekarang sudah tidak ada lagi aspalnya,” ujar Sarmadi selaku Kades Gunung Ulin pada 7 September 2022 kemarin.

 

Dijelaskannya, kondisi Jalan Poros Desa Mangkalawat – Mataraman pasca difungsikan sebagai jalur alternatif hingga kini tak ada perbaikan.

 

“Mengingat, pasca arus lalu lintas dialihkan ke jalan poros desa tersebut, semua angkutan dengan kapasitas tonase lebih juga melintasi ruas jalan tersebut,” katanya.

 

Jelas sebutnya, masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut.

 

“Setiap hari masyarakat menggunakan ruas jalan itu. Karena memang fungsinya menghubungkan beberapa desa. Diantaranya Desa Gunung Ulin, Gunung Mas, dan Desa Tanah Abang Kecamatan Mataraman,” sebutnya.

Baca Juga  Oktober Tersangka KONI Dilimpahkan ke PN

 

Akibat difungsikan sebagai jalur alternatif, papar Sarmadi lebih jauh, jalan poros desa dengan panjang kurang lebih 7 Km tersebut hancur.

 

“Kerusakan terjadi sepanjang 3 Km dari perempatan Jalan Koridor Hendratna dengan Jalan Desa Sungai Ulin menuju Desa Gunung Mas. Dari Desa Gunung Mas menuju Desa Tanah Abang kerusakan terjadi kurang lebih 4 Km. Janjinya 2022 ini akan dilakukan perbaikan. Nyatanya nol,” ucapnya.

 

Perihal tersebut diucapkan Sarmadi dikarenakan saat menagih janji ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP), ternyata tidak ada anggarannya.

 

“Hingga saat ini masih rusak dan belum dilakukan perbaikan. Saat kita melakukan koordinasi dengan Dinas PUPRP kurang lebih tiga bulan yang lalu, ternyata anggaran hilang. Padahal, dimasa Kepemimpinan Ahmad Solhan selaku Kepala Dinasnya perbaikan jalan tersebut sudah dianggarkan,” bebernya.

 

Agar kondisi ruas jalan tetap dapat dilewati, pihak desa bersama masyarakat melakukan pengurukan batu split secara swadaya.(zainuddin/BBAM)