Selasa, September 26, 2023
Google search engine
BerandaHeadlineJembatan Sungai Jingah-Sungai Bilu Direncanakan 2024

Jembatan Sungai Jingah-Sungai Bilu Direncanakan 2024

Link, Banjarmasin – Pemko Banjarmasin kembali mempersiapkan pembangunan satu unit jembatan yang menghubungkan Sungai Jingah dengan Sungai Bilu.

Pemerintah Kota (Pemko), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, memaparkan rencana pembangunan jembatan tersebut di hadapan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin.

Menurut Ketua Komisi III, Hilyah Aulia, pertemuan dengan agenda expose pembangunan Jembatan Sungai Jingah-Sungai Bilu ini merupakan langkah awal yang mesti dilakukan. Tujuannya, agar diketahui sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan.

“Terutama hal yang paling bersinggungan dengan masyarakat, yakni lahan yang akan digunakan,” ucapnya.

Hilyah Aulia menyebutkan, pembangunan jembatan sepanjang 90 meter yang menghubungkan Jalan Sungai Jingah dengan Jalan Sungai Bilu ini, merupakan program prioritas yang akan dilaksanakan mulai tahun 2024 hingga 2025 mendatang.

“Diprediksi memerlukan anggaran sebesar Rp96 miliar untuk fisik jembatan. Sedangkan pembebasan lahan sekitar Rp55 miliar,” paparnya sebagaimana dilansir https://klikkalimantan.com/, Jumat 31 Maret 2023.

Disebutnnya, disampaikan agar proses penganggarannya menggunakan tahun jamak, dan pembangunannya menggunakan dana sharing pusat.

“Meski hanya perhitungan awal, bisa saja menjadi beban keuangan daerah, jika hal ini tidak dilakukan,” katanya.

Harapan yang sama juga dilontarkan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Dedy Hamdani, yang menyebutkan, tujuan pembangunan ini untuk memecahkan kemacetan di kawasan tersebut.

“Ada 2 hal yang berdampak dari pembangunan jembatan ini. Pertama, memecah kemacetan di kawasan itu. Kedua, memperpendek jarak tempuh keduanya. Artinya, akses ke jalan Sungai Jingah atau sebaliknya tidak perlu memutar jauh,” katanya.

Sejauh ini, sambung Dedy, pihaknya masih melakukan pendataan lahan yang nantinya terdampak pembangunan jembatan, proses perhitungannya dilakukan oleh Tim Apresial.

“Kita juga sepakat dengan anggota Dewan, soal lahan harus clear dulu, baru proses pembangunannya. Sehingga tidak ada  masalah di kemudian hari. Saat ini kita masih melakukan pendataan lahan yang akan kita bebaskan,” pungkasnya. (spy)

BERITA LAINNYA

TERPOPULER