Kamis, Revitalisasi Kawasan Sekumpul Dikunjungi DPR RI

Facebook
Twitter
LinkedIn
hasil revitalisasi

Link, Martapura – Proyek revitalisasi kawasan religi Sekumpul Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan bukan hanya mendapatkan perhatian warga saja. Lebih dari itu DPR RI Komisi V juga tak kalah besar perhatiannya pada proyek yang belakangan disorot sebagai proyek amburadul.

Lebih dari sekadar perhatian, bahkan komisi yang mempunyai tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, termasuk APBN ini secara khusus telah menjadwalkan kunjungan ke Kabupaten Banjar untuk melihat langsung hasil proyek tahap satu tersebut.

Kepastian tersebut tertuang dalam jadwal acara kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI. Yakni dalam rangka peninjauan infrastuktur dan transportasi ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 16 – 18 Juni 2022.

Disebutkan dalam lembar jadwal agenda, perjalanan dan peninjauan Proyek Revitalisasi Kawasan Religi Sekumpul Martapura akan dilakukan Kamis, 16 Juni 2022. Acara dikoordinasikan oleh Itjen dan Ditjen Cipta Karya PUPR, Ditjen Darat, serta Pemda dan Pemprov.

Menanggapi rencana kedatangan tersebut , aktivis senior Ir Anang Rosadi Adenansi yang pertama kali mengungkap dugaan ketidakberesan proyek tersebut mengatakan dirinya sudah diberitahu akan rencana tersebut.

Ir Anang Rosadi Adenansi

“Pekan kemarin saya sudah diberitahukan rencana tersebut. Tentu kita sambut baik kedatangan mereka untuk melihat secara langsung ke lapangan,” ujarnya kepada Linkalimantan.com.

Kembali ke substansi proyek revitalisasi kawasan religi Sekumpul Martapura, Anang mengingatkan jangan pernah ada agenda politik dalam kegiatan pembangunan di sana.

“Ingat ya, itu kawasan religius yang sangat kita semua hormati. Jauh-jauh hari Abah Guru selagi hidup menekankan ‘jangan wilayah ku dibawa-bawa ke politik’” ujarnya melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Lebih jauh, mantan anggota DPRD Kalsel ini secara gamblang menyebut angka anggaran pada proyek tersebut sebesar Rp32 milyard untuk pekerjaan tahap pertama dari total rencana anggaran Rp200 milyard sudah membutakan mata dan telinga.

“Ironis karena sumber dayanya dari hutang yang berbunga. Sudah begitu ehhh ada oknum-oknum partai yang mau melakukan kapitalisasi untuk menggiring opini seolah2 ini perjuangan mereka. Konyolkan ini,” ujarnya dengan suara lantang.

Baca Juga  Proyek Penataan Wilayah Sekumpul Dievaluasi

Silahkan paparnya lebih jauh, kalau ingin membantu kawasan itu tetapi adab harus dikedepankan.

“Jangan seperti buaya buntung yang lapar. Hantam kromo asal kenyang oknum2nya. Sementara pekerjaannya diwarnai dengan keterlambatan, denda pelaksanaan, tidak terlalu memahami maksud dan tujuan antara fungsi trotoar dan fungsi jalan,” katanya.

Lebih parah lagi tudingnya tajam, ketika masyarakat menyoal hasil pekerjaannya lalu pihak yang terkait mencar-mencari alasan untuk pembenaran.

“Menyalahkan mobil, menyalahkan masyarakat dan menegaskan pekerjaan itu tidak salah dengan berlindung pada RAB dengan design. Itu semua bukanlah tindakan bijak. Bagi saya, pekerjaan ini sangat terang benderang. Dimana  pekerjaannya dan rancangannya amburadul,” katanya.

Tak cukup sampai disitu, tokoh yang dikenal sangat kritis ini menuding, para pihak terkait sudah menjilat ludah sendiri dengan pernyataannya.

“Pernyataan yang disampaikan oleh Balai Wilayah Prasarana dan Permukiman yang diwakili Bu Dewi bahwa paving tidak ada RAB untuk disemen. Hanya diletakan saja dengan abu batu..Loee ini kenapa perbaikannya disemen?” tanyanya.

Lalu tambahnya lagi, dikatakan kualitas dari paving adalah beton K400 ini juga tidak lazim. Karena untuk kode K400 artinya adalah kekuatan tekan 400kg/m2 dan kualitas kode K 400 atau K300 itu adalah buatan olahan pabrik.

bak kontrol“Belum lagi jarak bak kontrol yang jauhnya hampir 30m, itu juga perencanaan yang tidak lazim. Bagaimana seandainya mampet orang masuk gorong-gorong paling tidak separonya. Bisa-bisa koit pekerjanya,” katanya.

Jadi menurut saya katanya lagi, perencanaannya memang amburadul. Karenanya jangan menutupi kebohongan dengan dusta yang baru. “Kita harus ikuti pesan ulama besar kharismatik Abah Guru Sekumpul jangan wilayah beliau dijadikan bemper untuk oknum-oknum,” ujarnya tanpa menyebut identitas oknum yang dimaksud.(spy)