Link, Banjarbaru – Permainan padel menggunakan raket tanpa senar dengan permukaan padat berlubang, serta bola yang mirip dengan bola tenis. Dinding kaca atau tembok di sekeliling lapangan menjadi bagian dari permainan, karena bola boleh memantul sebelum dikembalikan ke lawan.
Cara bermain padel relatif mudah dipelajari, bahkan bagi pemula yang belum terbiasa dengan olahraga raket. Servis dilakukan secara underhand, reli cenderung lebih panjang, dan permainan berlangsung cepat namun tetap santai.
Karakter permainan yang tidak terlalu menguras tenaga, tetapi tetap aktif dan menyenangkan, membuat padel cepat diterima berbagai kalangan. Faktor inilah yang menjadi pintu masuk popularitas padel di Indonesia sepanjang 2025.
Dari Olahraga Rekreasi ke Gaya Hidup Urban
Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat, padel mengalami pergeseran makna. Olahraga ini tidak lagi sekedar aktivitas fisik, melainkan mulai melekat pada gaya hidup masyarakat perkotaan.
Padel kerap dimainkan sebagai aktivitas selepas jam kerja atau pengisi waktu akhir pekan. Kehadirannya menawarkan kombinasi antara olahraga, hiburan, dan kebersamaan dalam satu aktivitas.
Nuansa santai, inklusif, dan modern membuat padel identik dengan gaya hidup aktif. Citra tersebut memperkuat posisinya sebagai bagian dari dinamika lifestyle urban.
Maraknya Pembangunan Lapangan Padel
Meningkatnya minat masyarakat mendorong maraknya pembangunan lapangan padel di berbagai wilayah. Fasilitas padel mulai bermunculan, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di daerah penyangga.
Lapangan padel umumnya dibangun dengan konsep modern dan multifungsi. Selain sebagai sarana olahraga, area ini juga dirancang sebagai ruang berkumpul dan bersosialisasi.
Pembangunan lapangan yang semakin masif memperluas akses masyarakat terhadap olahraga padel. Kondisi ini membuat padel semakin mudah dijangkau dan tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa padel berkembang seiring kebutuhan masyarakat akan ruang olahraga yang praktis dan berbasis komunitas. Perkembangan ini juga mencerminkan perubahan gaya hidup urban yang semakin mengutamakan aktivitas sosial dan kebugaran.
Peran Komunitas dan Media Sosial
Pertumbuhan padel tidak terlepas dari peran komunitas yang aktif menggelar latihan bersama dan agenda rutin. Komunitas menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus sarana memperkenalkan padel kepada pemain baru.
Media sosial turut mempercepat penyebaran tren padel. Unggahan aktivitas bermain, suasana lapangan, dan momen kebersamaan pemain mendorong rasa penasaran masyarakat untuk ikut mencoba.
Kombinasi komunitas yang solid dan eksposur digital membuat padel berkembang secara organik di berbagai kalangan. Perkembangan tersebut berlangsung konsisten dan memperkuat posisi padel sebagai olahraga yang semakin diminati.
Turnamen, Ekosistem, dan Peluang Ekonomi
Selain bersifat rekreatif, padel mulai menunjukkan perkembangan di sisi kompetitif. Sejumlah turnamen lokal digelar sebagai ajang silaturahmi sekaligus uji kemampuan pemain.
Perkembangan tersebut membentuk ekosistem padel yang lebih luas, mulai dari pengelola lapangan, pelatih, hingga penyedia perlengkapan olahraga. Padel membuka peluang ekonomi baru di sektor olahraga dan gaya hidup.
Meski belum menjadi cabang olahraga arus utama, pertumbuhan ekosistem padel terus menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan padel sebagai olahraga sekaligus gaya hidup baru masyarakat. (rri.co.id).

