Beranda blog Halaman 1336

PTM Diberlakukan, Penjualan Seragam Sekolah di Banjarbaru Meningkat

0

Link, Banjarbaru – Penjualan atribut dan seragam sekolah di Kota Banjarbaru, mengalami peningkatan sejak pembelajaran tatap muka (PTM) diberlakukan.

Peningkatan penjualan tersebut dirasakan pada penjual pakaian di pasar Bauntung di Jl. RO Ulin, Loktabat Selatan, Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Salah satu penjual pakaian di Pasar Bauntung Banjarbaru Dewi mengatakan, penjualan sudah kembali normal bahkan ada peningkatan permintaan.

“Mungkin karena aktivitas masyarakat sudah kembali normal seperti aktivitas di sekolah-sekolah,” tuturnya kepada linkalimantan.com Sabtu (21/5/2022).

Menurutnya, peningkatan ini terjadi juga karena sekolah-sekolah telah melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah kurang lebih dua tahun belajar secara online.

“Yang sangat laku seperti baju seragam putih SD, SMP, SMA,” ucapnya.

Masih kata Dewi, stok barang seperti seragam sekolah sudah di restok banyak mengingat saat ini mendekati kenaikan kelas.

“Omset meningkat sekitar 30 persen. Bahkan barang dagangan seperti baju sekolah sudah saya stok banyak,” lanjutnya.

Berbeda dengan Dewi, seorang penjual seragam sekolah Lisnawati, justru mengaku penjualannya akhir ini biasa-biasa saja.

“Penjualan akhir-akhir ini biasa aja sih mbak. Seharinya ada aja yang beli tapi nggak banyak,” jelasnya.

Lisnawati menambahkan, semenjak adanya Covid-19 tahun lalu sangat berpengaruh ke jualannya, pasalnya sekolah libur sehingga seragam sekolah dan perlengkapan yang ia jual tidak laku.

“Tahun lalu kami hampir gulung tikar karena benar-benar nggak ada yang beli, jadi pemasukan nggak ada. Alhamdulillah sekarang melandai pelan-pelan kami mulai bangkit,” pungkasnya. (Ita/BBAM)

Jalan Panjang Kota Banjarbaru Menjadi Ibukota Provinsi (4)

0

Banjarbaru Is Banjarbaru, Sebuah Konsep Baru Walikota Rudy Resnawan,

Pelantikan Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat Wali kota Kota Banjarbaru oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid di Jakarta, 27 April 1999, menandakan resminya alih status Banjarbaru dari Kota Administratif menjadi Kotamadya (kota)

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Berhasilnya Banjarbaru memperoleh status kota setelah menyandang status kota administratif terlama di Indonesia, 23 tahun, sungguh merupakan momen Banjarbaru memasuki era baru.

Ketika Banjarmasin berkembang begitu pesat, yang kepadatan dan berbagai dampaknya dirasakan kurang menyamankan, urgensi Banjarbaru sebagai ibu kota Kalimantan Selatan memang perlu diseriusi.

Ahkmad Fakhrulli yang berhasil “menggoalkan” Banjarbaru menjadi kotamadia, ternyata menjadi wali kota Banjarbaru hanya sekitar setahun. Sebab, DPRD Banjarbaru yang dibentuk semasa jabatan Fakhrulli melalui pemilihan demokratis pertama, memilih Rudy Resnawan menjadi wali kota pertama Banjarbaru, 12 April 2000. Dan era baru Banjarbaru baru dimulai.

Sekalipun gerak pembangunan “sesungguhnya” dimulai ketika Rudy menjabat walikota, gagasannya sudah dicanangkan seiring dengan umur Banjarbaru. Artinya, setiap walikota, aparat, dan masyarakat telah “berperan” sesuai visi dan kiprahnya masing-masing. Bahwa, Banjarbaru tampak ke permukaan begitu-begitu saja dalam umurnya hampir setengah abad, itu soal lain. Tapi, sejak statusnya berubah menjadi kota, pengenjotannya terlihat lebih serius dan kencang.

Bahkan, dalam rekaman sejarah, pengembangan dan “perjuangan” status Banjarbaru sebenarnya bukanlah sekedar menjadikannya sebagai kotamadia. Bukan pula “hanya” sebagai ibukota Kalimantan Selatan, tetapi ibukota Kalimantan sesuai dengan kondisi obyektif tahun 1950-an ketika Kalimantan belum terbagi menjadi empat provinsi.
Tepatnya, baik perjuangan status maupun pengembangan kota berjalan bersamaan. Suatu “modal” bagi pembangunan Banjarbaru ke depan. Setidaknya, bercermin rekaman historis, kalau kita mampu memaknai, dengan titik berangkat awal millenium III dengan memompakan pride (kebanggaan) bagi seluruh warga adalah titik berangkat sebuah harap masa depan Banjarbaru.

Tapi, kenyataan berbicara lain. Banjarbaru akan membangun dirinya, Banjarbaru is Banjarbaru. Konsep itulah yang kini tengah digulirkan.

Artinya, masyarakat dibawa ke ranah proporsional, membangun Banjarbaru tanpa dikaitkan dengan kepindahan ibukota Kalimantan Selatan. Sejarah telah memampang, kalau “dongeng” itu tetap ditayangkan, pembangunan Banjarbaru akan jalan di tempat. Soal kepindahan ibukota, bukanlah hal terlalu penting. Kalau perlu tolak. Sekarang bangun dulu Banjarbaru.(bersambung)

Kades dan Masyarakat Desa Pekauman Dalam Gotong Royong Bersihkan Sungai

0

Link, Martapura – Musim tanam padi sebentar lagi dimulai. Selain mempersiapkan bibit dalam lahan pertanian, para petani juga tak lupa mempersiapkan kelancaran saluran yang ada. Sebagaimana yang dilakukan para petani Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Cuaca baru saja reda dari guyuran hujan yang turun sejak waktu subuh. Beberapa pria muda dan tua tampak berkumpul di pinggiran sungai kecil yang membelah perkampungan Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur. Berpakaian layaknya sedang beraktivitas di sawah para pria itu tampak dilengkapi dengan arit dan golok.

Sendau gurau sesekali terdengar dari obrolan mereka. Hingga tak lama kemudian datanglah seorang pria yang ternyata bernama Khairi dan disambut dengan ramah. Wajar karena Khairi merupakan lurah di desa yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani.

“Kalau sudah ngumpul semua mari kita mulai bergotong royong,” ujar Khairi yang diamini puluhan warga tersebut.

Tak berselang lama mereka pun langsung menceburkan diri ke aliran sungai yang tak lagi lebar dan dalam.

“Hari ini kami bergotong royong membersihkan aliran sungai. Tujuannya agar sungai berfungsi dengan baik. Kalau kondisinya dibiarkan seperti ini dikhawatirkan keluar masuk air melalui sungai ini tak lancar,” jelas Khairi.

Khairi benar. Karena kondisi sungai saat ini dipenuhi rumput dan sampah. Jika tidak dibersihkan dipastikan aliran air terganggu.

Menurut dia, gotong royong membersihkan sungai dilakukan setiap tahun. Terutama menjelang musim tanam padi.

“Kegiatannya dilakukan secara swadaya. Tidak pernah meminta bantuan kepada pemerintah. Ke depan jika memungkinkan kami akan membuat proposal bantuan agar normalisasi bisa dilakukan dan sungai bisa berfungsi secara maksimal,” katanya. (spy)

Di Banjarbaru, Penyakit Mulut dan Kuku Belum Ditemui

0
Di Banjarbaru, Penyakit Mulut dan Kuku Belum Ditemui

Link, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), memastikan wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Banjarbaru belum ditemui hingga saat ini.

Hal tersebut disampaikan Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesmavet, DKP3 Kota Banjarbaru, drh Ratna Kusdewanti saat ditemui di kantornya pada, Jum’at (20/5/2022).

Ia mengatakan, semenjak diinstruksikan Kepala Dinas Perkebunan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya langsung menuju ke lapangan melakukan identifikasi ke pedagang-pedagang besar hewan ternak sapi di Kota Banjarbaru bersama Balai Veteriner Banjarbaru.

“Alhamdulillah dari hasil lapangan, tidak ditemukan PMK di Banjarbaru, karena pedagang di Banjarbaru masih memakai stok lama,” tuturnya.

Masih kata drh Ratna, di Banjarbaru beberapa waktu lalu kedatangan 40 sampai 50 ekor sapi. Setelah ditelusuri sapi tersebut hanya transit di Banjarbaru karena dikirim ke Kotabaru untuk mengurus Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Jadi yang datang disini itu hanya numpang karantina selama dua hari, selanjutnya diangkut ke Kotabaru,” ucapnya.

Drh Ratna berujar, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke peternak. Kemudian melakukan penelusuran di beberapa peternak sapi yang ada di Banjarbaru khususnya di daerah Gunung Kupang.

“Alhamdulillah dari hasil penelusuran stok Sapi untuk Idul Adha di Banjarbaru masih aman, di Cempaka kurang lebih ada 300 sampai 500 sapi,” ujarnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Produksi Peternakan, Bina Usaha dan PHP, drh KT Wulan R menyampaikan, guna mengantisipasi penularan dari luar pihaknya menutup lalu lintas ternak pengambilan hewan ternak dari Jawa Timur dan Aceh.

“Kalau provinsi lain masih bisa, dengan syarat dari pelabuhan asal langsung ke Banjarmasin. Tidak boleh transit,” tuturnya.

Drh Wulan menegaskan, stok ternak dari luar Kalsel hanya diperbolehkan dari NTT khusus Pulau Sumbawa, Bali, dan Sulawesi.

“Kalau dari luar maka akan di karantina selama 14 hari dari daerah asal, kemudian dikirim ke wilayah tujuan, lalu daerah tujuan melakukan instalasi oleh Balai Karantina. Itu harus ada hasil lab dari pemeriksaan,” pungkasnya.

Drh Wulan menyebutkan, pencegahan dan pengendalian PMK meliputi pemeriksaan fisik ternak, pemberian vitamin, desinfeksi atau penyemprotan kandang baik pada kandang peternak maupun kandang kandang penampungan hewan yang tersebar di wilayah Banjarbaru.

Drh Wulan menambahkan, tidak hanya sapi yang patut diwaspadai seperti kambing, domba, kerbau dan babi juga bisa terserang wabah PMK.

“Hewan ternak yang berkuku belah. Apabila hewan ternak yang teridentifikasi PMK maka akan langsung dipotong di tempat agar tidak menyebar,” ujarnya. (Ita/BBAM)

Peternak Sapi di Banjarbaru Was-was Wabah PMK

0

Link, Banjarbaru – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan tampaknya membuat panik sejumlah peternak. Hal itu dirasakan pula oleh peternak sapi di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

“Waswas sudah pasti. Tapi beruntungnya ditempat kami aman sudah melakukan pencegahan, jika ditemukan gejala maka secepatnya kami laporkan ke dinas terkait,” tutur peternak sapi Peguyuban Tani sekaligus Ketua RT.01 Wiji saat ditemui, Kamis (19/5/2022).

Menurut Wiji, hingga saat ini dari 21 ekor jumlah populasi sapi ditempatnya belum ada yang terpapar PMK.

“Alhamdulillah tidak ada, dan semoga tidak sampai terjadi, kami sudah melakukan beberapa pencegahan seperti kebersihan kandang mesti dijaga, jangan sampai dijadikan tempat bersarang penyakit” ucapnya

Selain itu kata Wiji, untuk mencegah PMK sapi ditempatnya diberi vitamin, nutrisi dan selalu ada sosialisasi serta pengecekan kesehatan dari Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Selalu ada dari Dinas terkait datang melakukan sosialisasi dan pengecekan kesehatan sapi disini,” tutupnya. (Ita)

Hari Jadi Kabupaten Banjar Direncanakan Meriah dan Khidmat

0

Link, Martapura – Setelah dua tahun dilaksanakan dengan sangat sederhana, pelaksanaan peringatan hari jadi Kabupaten Banjar ke 72 pada 14 Agustus 2022 mendatang direncanakan pelaksanaannya lebih meriah dan khidmat.

Hal itu terungkap pada rapat persiapan kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Banjar ke 72, di  Aula Mini Barakat Lantai I, Kantor Bupati Banjar, Martapura. Jumat (20/5/2022) pagi.

Sekda Banjar HM Hilman yang memimpin rapat mengatakan salah satu agenda kegiatan dalam rangka Harjad Kabupaten Banjar dan Hari Proklamasi Kemerdekaan tahun 2022 kali ini adalah penyelenggaraan kegiatan Expo.

Menurut Hilman Expo tahun ini diharapkan menjadi meriah dan khidmat karena sudah mengalami vacum beberapa tahun, dan tidak bisa menggelar kegiatan dengan pengumpulan orang banyak.

“Karena tahun ini pemerintah sudah mulai melonggarkan untuk pelaksanaan kegiatan, semoga rangkaian kegiatan Perayaan Harjad dan Hari Kemerdekaan tahun ini bisa mengobati kerinduan yang dirasakan masyarakat,“ ungkapnya.

Dalam rapat tersebut juga membahas rangkaian kegiatan yang akan memeriahkan perayaan seperti mengadakan lomba-lomba dan festival kebudayaan dan juga nantinya akan  melibatkan para pelaku UMKM dalam Expo.

Rapat persiapan Harjad Banjar dan Hari Proklamasi ini juga di ikuti oleh para asisten, staf ahli serta stake holder dan perangkat daerah lingkup Pemkab Banjar.(spy)

Jalan Panjang Kota Banjarbaru Menjadi Ibukota Provinsi (3)

0

Dibekali Jaringan Luas, Fakhrulli Berhasil Mewujudkan Kotamadya Banjarbaru

Sebagai “Dubes” (Kepala Perwakilan) Pemda Kalsel di Jakarta, Fakhrulli selalu memonitor perkembangan Banjarbaru. Ketika tanpa diduga dipercaya (menurut pengakuannya) sebagai wali kota, bekalnya dirasa cukup. (Sebagai catatan: Akhmad Fakhrulli, sesuai “berita” yang beredar di masyarakat, tidak disebut-sebut sebagai calon wali kota).

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Jaringan persahabatannya semasa bertugas di Jakarta, dimanfaatkan maksimal. Ia melakukan lobi-lobi intensif. Kantor Depdagri sampai Gedung DPR, menjadi sasarannya dalam memperjuangkan status Banjarbaru. Bersamaan dengan itu, apa yang dilakukan para wali kota terdahulu “dipelajari” saksama, tokoh masyarakat diajak berunding, dan komitmen pejabat Pemda Kalsel diperoleh: Banjarbaru akan diperjuangkan all-out menjadi kotamadia.

Alhasil, 11 anggota Komisi II DPR RI pada tanggal 27 Februari 1999, melakukan kunjungan kerja meninjau kesiapan Banjarbaru dalam rangka menyahuti usulan peningkatan status Banjarbaru, dalam rangkaian proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pembentukan Kotamadia Banjarbaru.

Begitu disyahkan undang-undang tentang Banjarbaru menjadi Daerah Tingkat II, UU RI nomor 9 Tahun 1999, bukan kebanggaan yang ia tonjolkan, tetapi rasa syukur. Selangkah perjuangan telah dilalui dengan baik, katanya.

Keberhasilan perjuangan adalah rangkaian hasil usaha dan upaya banyak pihak. Kini saatnya Banjarbaru “dikembalikan” pada rencana awal ketika dirancang.

Tokoh-tokoh penuntut kotamadia Banjarbaru, ulama, tokoh masyarakat, kalangan muda, orang-orang kampus, dan seluruh komponen masyarakat dipadukan dalam rangkaian renungan dan bersyukur ria, bukan berpesta ria di mana-mana.

Di masjid, surau, dan musholla se-antero Banjarbaru dilakukan salat syukur. Dalam pertemuan seusai salat syukur di kediaman wali kota, dengan rendah hati Fakhrulli berujar:

Berhasilnya Banjarbaru sebagai kotamadia bukanlah karena saya. Tetapi, karena pian-pian. Inilah hasil perjuangan panjang kita semua. Inilah hadiah buat pian-pian.

Kepada semua pihak yang telah mencurahkan pikiran dan tenaga dalam perjuangan Banjarbaru, terutama pada wali kota terdahulu, penghargaan dipersembahkan setinggi-tingginya. Sebab, untaian perjuangan panjang itulah yang akhirnya menjadikan Banjarbaru sebagai kotamadia.

Kini saatnya, siapa saja “kita”, untuk kembali menyatukan tekad dan semangat dalam mengisi Banjarbaru era kotamadia.

Pembangunan Banjarbaru ke depan adalah: dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dalam pelaksanaannya bahu-membahu dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. Orientasi masyarakat itulah yang menjadi visi pembangunan Banjarbaru.

Bermodalkan hal itu, tampaknya tidaklah perlu gamang menatap masa depan Banjarbaru. Sebab, Banjarbaru diberkahi sumberdaya manusia (SDM) sangat menjanjikan. Namun kesemua itu terletak dari bagaimana warga Banjarbaru “menyadari” agar Banjarbaru tidak lagi “dibodohi” bayang-bayang kepindahan ibu kota Kalimantan Selatan hingga lupa membangun kotanya. (bersambung)

Sseeeetttt….Ada Markus di Perkara KONI Banjarbaru

0
Perkara KONI, Cabor Ramai-Ramai Kembalikan Dana Hibah
Kepala Kejari Banjarbaru Hadiyanto

Link, Banjarbaru – Perkara dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru, ternyata banyak pihak yang terlibat. Bukan hanya kalangan birokrasi dan politikus saja yang terkuak dalam pendalaman materi yang dilakukan Kejari Banjarbaru, ternyata prosesnya melibatkan makelar kasus (markus).

Demikian disampaikan Kepala Kejari Banjarbaru Hadiyanto, kepada Linkalimantan.com, Jumat 20 Mei 2022.

“Ada beberapa nama yang disebutkan sejumlah saksi. Mereka berperan sebagai penghubung maupun loby agar tidak terlibat dalam perkara KONI Banjarbaru ini. Datanya juga sudah termasuk dalam ekspose ke KPK beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Modusnya kerjanya ujarnya lebih jauh, dari pengakuan sejumlah saksi ada Markus yang menawarkan jasa, tetapi ada juga saksi-saksi yang dengan sengaja meminta kepada pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan masalahnya.

“Mereka yang  menggunakan jasa Markus itu sebagian besar para ketua cabor. Ada yang minta agar jangan sampai datang ke kantor kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan. Ada juga yang ingin agar masalahnya selesai tidak sampai jadi tersangka. Macam-macamlah,” ungkapnya.

Kendati identitas para Markus tersebut sangat jelas disebutkan sejumlah saksi ujarnya lebih jauh, kejari Banjarbaru belum ingin mengembangkan perkara tersebut. Karena target yang harus diselesaikan dalam tiga bulan kedepan adalah menyelesaikan perkara dugaan korupsi dana hibah Rp6,7 M KONI Banjarbaru.

“Markus itu nanti hal lain yang pasti juga akan kami jadikan perkara,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Banjarbaru selama dua pekan terakhir ini fokus melakukan pendalaman materi perkara KONI Banjarbaru, yang sempat dinilai publik tidak ada kejelasannya.

Mendapatkan supervisi KPK RI, para penyidik Kejari Banjarbaru yang langsung dikomandoi Kajari Banjarbaru Hadiyanto, telah melakukan sejumlah ekspose dan memanggil kembali para saksi. Pemanggilan saksi-saksi yang ternyata didomina para pimpinan cabor tersebut akan terus belangsung hingga dua atau tiga pekan ke depan.(spy)

DPRD Kota Banjarbaru Sudah Sepakati Calon Sekwan?

0
DPRD Kota Banjarbaru Sudah Sepakati Calon Sekwan?

Link, Banjarbaru – Rumor tak nyaman belakangan berhembus di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Banjarbaru. Berhembus rumor jika lelang jabatan sekretaris DPRD Kota Banjarbaru dilaksanakan hanya sedakar memenuhi syarat admistrasi saja.

“Dari awal siapa yang akan menjadi Sekretaris Dewan di DPRD Kota Banjarbaru sudah bisa ditebak. Dari awal penjaringan sudah bisa dipridiksi,” ujar sumber di lingkungan Pemko Banjarbaru.

Lagian sebutnya, jabatan Sekretaris Dewan DPRD Kota Banjarbaru tersebut tergantung persetujuan kalangan dewan itu sendiri.

“Pendeknya dari para kandidat yang ada siapa yang akan dilantik sebagai sekretaris dewan adalah siapa yang mendapatkan rekomendasi dari mereka. Infonya yang sudah mengantongi rekomendasi adalah Ibu Arna,” ungkapnya.

Rumor tersebut saat di konfirmasi, Nafsiani Samandi, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru dengan tegas menyangkal rumor tersebut.

“Itu isu diluaran saja. Macam-macam desas desus yang berkembang di luaran. Ada yang menyebut Ibu Arna ada juga yang menegaskan Pak Nizam. Semuanya itu hanya isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya Nafsiani kepada Linkalimantan.com, Kamis (19/5/2022).

Ditegaskannya, pemilihan sekwan itu  tergantung kepada kepala daerah.

“Kami hanya menyampaikan rekomendasi pimpinan dewan dan saran dari fraksi-fraksi, siapa yang diusulkan sebagai calon sekwan. Saat ini pihak DPRD Kota Banjarbaru sudah mengusulkan nama untuk dijadikan Sekwan Banjarbaru,” ujarnya.

Untuk diketahui, proses lelang jabatan pejabat tinggi pratama, saat ini sudah sampai pada tiga besar. Termasuk jabatan pada Sekretaris Dewan (Sekwan) yang sudah didapatkan tiga nama kandidat calon sekwan. Tiga nama tersebut yakni adalah  A.syarif Nizam, Arnawaty Sufati, dan, Gugus Sugairto.

Diketahui saat ini ada 8 Pejabat Tinggi Pratama yang melakukan lelang jabatan. jabatan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.

Selanjutnya ada, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah (BPPRD), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan. Termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, dan yang terakhir ada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. (Wahyu/BBAM)

Pemko Banjarbaru Segera Tertibkan Scooter Elektrik

0
Pemko Banjarbaru Segera Tertibkan Scooter Elektrik
Pemko Banjarbaru Segera Tertibkan Scooter Elektrik

Link, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru segera tertibkan dan akan mengeluarkan aturan untuk penyedia jasa dan pengguna wahana scooter atau skuter listrik, lantaran banyaknya pengunjung yang dikhawatirkan membuat jalanan kurang tertata.

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono mengatakan, hal tersebut dilakukan agar pengguna skuter listrik tersebut tidak keluar ke jalan raya dan juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami akan menertibatkan skuter listrik tesebut, agar bisa tertata, kawasan yang semestinya dan sesuai dengan rutenya supaya terhindar terjadinya macet, kecelakaan dan hal lainnya,” tuturnya, Rabu (18/5/2022).

Wartono melanjutkan, semakin hari semakin banyak pengguna saat menyewa skuter listrik tersebut pun ada yang mengendarai hingga keluar jalan Ahmad Yani.

“Tidak sedikit yang meresahkan pengendara jalan lainnya, sebab pengguna skuter kadang beriringan sehingga menutup jalan,” lanjutnya.

Wartono menegaskan, Pemerintah Kota Banjarbaru secepat mungkin menata dan mentertibkan dengan membuatkan rencana rute khusus untuk skuter listrik ini agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Dalam aturan sebenarnya tidak boleh kecepatan lebih dari 6 kilometer per jam, tetapi kita lihat masyarakat karena skuter itu bisa maksimal 30 km per jam jadi kadang mereka bisa lepas hingga diatas 20 km per jam dan ini sangat membahayakan,” pungkasnya.

Adapun Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2020, tentang kendaraan tertentu dengan menggunakan penggerak motor listrik. (Ita/BBAM)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

BPS Bersama PLN Martapura Bahas Pelaksanaan Sensus Ekonomi dan Penguatan Integrasi Data Lintas Sektor

0
Link, Martapura - Dukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta penguatan integrasi data lintas sektor, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar dan PLN Unit Layanan...

Perkuat Sinergi Pembangunan Ekonomi, KADIN Lakukan Audiensi dengan Bupati Banjar

0
Link, Martapura - Perkuat sinergi pembangunan ekonomi, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, bertempat di...
Bupati Tulungagung

KPK Tetapkan Bupati Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

0
Link, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030 berinisial GSW sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan...