Beranda blog Halaman 175

Jalur Jalan Desa Remo – Peramasan Dibuka

0
Jalur Jalan Desa Remo  

Link, Martapura – Warga Desa Remo Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar kini tak lagi harus berlama-lama di jalan jika ingin ke Kecamatan Peramasan. Hal itu menyusul telah dibukanya akses baru jalur  jalan Desa Remo  – Peramasan sepanjang 6,2 kilometer dengan lebar badan jalan 6 meter.

Supriyadi, Kepala Desa Remo mengungkapkan jalan yang dimaksud adalah jalan poros Desa Remo RT 02 dan RT 03, Kecamatan Paramasan. Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut menggunakan anggaran Rp 999.288.000 dari APBD Kabupaten Banjar

“Alhamdulillah sekarang masyarakat Desa Remo bisa memanfaatkan jalan ini, hanya sekitar 45 menit menuju kecamatan, selama ini harus melalui Rantau – Kandangan dengan perjalanan 2 hingga 3 jam,” ucap Supriadi.

Disebutkannya, rehabilitas jalan poros yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Banjar tersebut  mencakup pembukaan dan pembentukan badan jalan serta perkerasan menggunakan timbunan setempat dengan proses pembangunan dijadwalkan selesai dalam 120 hari kalender.

Dengan selesainya jalan ini, masyarakat Desa Remo yang sebelumnya harus menempuh perjalanan 2 hingga 3 jam melewati dua kabupaten yakni Tapin dan Hulu Sungai Selatan untuk menuju kantor Kecamatan Paramasan, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Banjar atas realisasi pembangunan jalan ini. Akses kami kini jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Supriyadi.

Desa Remo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Proyek jalur Jalan Desa Remo  – Peramasan  ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. (yan)

Triathlon Seri 3 2025 Kalsel Diikuti Atlet dari 20 Provinsi se Indonesia 

0

Link, Banjarbaru – Ratusan atlet dari 20 Provinsi Se Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Triathlon Seri 3 Tahun 2025 Kalimantan Selatan di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru 25-27 Juli 2025.

Pelepasan dan pengibaran bendera langsung dilakukan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili oleh Sekda Provinsi M. Syarifuddin.

Ia mengapresiasi penunjukan Kalsel sebagai tuan rumah dan menilai ini menjadi peluang strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, budaya lokal, sekaligus mendongkrak prestasi atlet daerah.

“Kita berharap, dengan adanya Kejurnas ini, atlet-atlet triathlon Kalsel semakin terpacu dan mendapatkan pengalaman dari ajang nasional yang kompetitif,” kata Sekda, Jumat (25/7/2025) pagi.

Sementara itu, Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan, Budiono, menyampaikan bahwa Kejurnas seri ketiga ini menjadi bagian penting dari evaluasi atlet menuju PON maupun kejuaraan internasional.

“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan dipercaya FTI Pusat menjadi tuan rumah. Event ini luar biasa karena diikuti atlet-atlet nasional, bahkan beberapa di antaranya baru pulang dari event internasional di Malaysia dan langsung melanjutkan ke Banjarbaru,” ujar Budiono yang juga sebagai Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel.

Dalam Kejurnas ini, terdapat sejumlah kategori yang dipertandingkan, mulai dari kelas elite putra-putri, junior, hingga youth (usia dini). Kalsel sendiri menurunkan banyak atlet muda, bahkan beberapa di antaranya tampil menonjol dan mulai masuk dalam peringkat lima hingga sepuluh besar nasional.

Salah satu peserta muda dari Kalsel yang mencuri perhatian adalah Nikeysah Alya Dewina Anwar, siswi kelas 6 SDN 4 Komet Banjarbaru yang berhasil finish di posisi ke-6 kelas youth. Meski baru tiga hari berlatih sepeda, Nikeysah berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu sesuai target dan finish dengan baik di kelompok youth.

Sang ayah sekaligus pelatih, Anwar Azwir, mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan performa anaknya. “Dulu dia bertanding di kelompok umur 11–12 tahun, sekarang naik ke kategori youth 16 tahun dan bisa bersaing. Performanya meningkat pesat,” ujarnya.

Anwar juga menyambut positif peran Kalsel sebagai tuan rumah seri ketiga Kejurnas ini. “Ini sangat baik untuk perkembangan atlet lokal. Mereka bisa mendapat pengalaman bertanding dengan lawan-lawan kuat, sekaligus belajar lebih banyak secara langsung,” tambahnya.

Dengan keberhasilan pelaksanaan Kejurnas Triathlon Seri 3 ini, Kalimantan Selatan tidak hanya membuktikan kesiapan sebagai tuan rumah event nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi atletik yang menjanjikan, khususnya dari usia dini hingga tingkat elite nasional. (tri)

Pemprov Matangkan Aruh Ganal Harjad ke 75 Kalsel

0

Link, Banjarbaru- Aruh Ganal atau pesta rakyat tengah dimatangkan konsepnya oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin saat memimpin rapat persiapan Hari Jadi (Harjad) ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Rg. Rapat Aberani Sulaiman Lt. 3 Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru pada Kamis (24/7/2025) siang.

Pada rapat yang dipimpin Sekdaprov , tampak hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, Drs. H. Heriansyah dan Kepala Dispora Kalsel, M. Fitri Hernadi (Ketua Pelaksana Harjad Provinsi Kalsel ke-75) serta jajaran Tenaga Ahli Gubernur dan Pimpinan SKPD Kalsel.

Membahas terkait timeline atau kalender event Harjad Provinsi Kalsel ke-75 digelar mulai sejak bulan Juli dan Agustus. Di bulan Juli, terdapat sejumlah rangkaian kegiatan yaitu Golf bersama Gubernur Kalsel, Grand Opening Tahura Sultan Adam Site of Kalsel Park, Kejurnas Triathlon Seri-3, Banua Duatlon Challenge 3, Kalimantan Fire and Rescue Challenge 2025 dan sebagainya.

Kemudian, Karasmin Banua Seribu Sungai, Gowes Harjad ke-75 Kalsel, Pagelaran Wayang Gong, Lomba Kreativitas Pemuda (Vokal Solo dan Film), Archery Open #4. Di bulan Agustus yaitu Festival Budaya Pasar Terapung, Gerak Jalan Harjad dan HUT RI, Pembukaan Kalsel Expo dan BUM Desa Expo Kalsel, Puncak Harjad Kalsel ke-75 (14 Agustus), Fun Walk (Jalan Sehat) dan Launching Identitas Kependudukan Digital Merangkul serta Pilah Sampah dapat Sembako.

“Hari ini kita rapat semua panitia dalam persiapan Harjad Provinsi Kalimantan Selatan ke-75. Dan masing-masing seksi pelaksana melaporkan kesiapannya, Alhamdulillah sudah disampaikan semua dan semoga, Harjad Provinsi Kalsel akan menjadi meriah serta ada pesta rakyat nanti,” sampai Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin seusai rapat.

Dalam pesta rakyat, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin menjelaskan bahwa akan ada menyediakan makanan-makanan khas Banjar, tentunya disuguhkan kepada seluruh masyarakat Banua.

Kemudian sesuai arahan dari Gubernur Kalsel, M. Syarifuddin menekankan bahwa setiap tenda yang dibangun jangan sampai menutup jalan. Di hari puncak, menurutnya sebuah perayaan rakyat Kalsel sebagaimana nanti banyak menikmati suguhan acara, baik itu pertunjukan seni tradisional, bazar makanan lokal maupun sajian yang ditampilkan oleh seluruh SKPD terkait.

“Selain itu, ada juga menghadirkan arena untuk pertunjukan rakyat seperti balogo, bagasing, reog dan sebagainya. Bahkan, malamnya ada Wayang Kulit serta pertunjukan kuntau kolosal. Jadi benar-benar pesta rakyat,” ungkap M. Syarifuddin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harjad Provinsi Kalsel ke-75, M. Fitri Hernadi menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah melaksanakan rapat besar dengan sejumlah instansi terkait. Dimulai membahas tentang Kalender Event, Festival Budaya Pasar Terapung hingga Kalsel Expo.

“Dari kalender event ini, kita buka lagi mengenai seksi-seksi yang terlibat. Mulai dari Kalsel Expo, Festival Pasar Terapung dan BUMDes Expo, Alhamdulillah walau ini merupakan event pertama digelar di Banjarbaru, khususnya kawasan Kantor Gubernur Kalsel. Kita berharap dapat saling membantu seluruh stakeholder,” tegasnya.

Fitri Hernadi berharap adanya kolaborasi bersama sejumlah mitra kerja pemerintah dengan pihak swasta dapat meramaikan kegiatan Harjad Provinsi Kalsel ke-75 ini. Mulai dari menggaet para media dan influencer.

Dalam kesempatan itu, Fitri Hernadi menerangkan bahwa pihaknya telah menyediakan transportasi publik untuk membawa masyarakat ke tempat acara tersebut. Mulai dari simpang empat Banjarbaru dan kawasan Murdjani akan menjadi titik penjemputan warga sekitar yang ingin hadir langsung ke pesta rakyat tersebut.

“Pesan Bapak Gubernur mengenai kegiatan adalah Aruh Ganal, bagaimana masyarakat juga merasakan dan berbagai inovasi dari Pemprov Kalsel yang dikembangkan, serta Kabupaten/Kota untuk mendukung kemajuan Banua,” pungkasnya. (tri)

Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Final Piala AFF U-23 2025

0
Timnas Indonesia U-23  Lolos ke Final Piala AFF U-23 2025
Timnas Indonesia U-23 merayakan gol Jens Raven ke gawang Timnas Thailand U-23, Jumat (25/7/2025) (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Timnas Indonesia U-23 memastikan diri lolos ke final Piala AFF U-23 2025. Kepastian ini didapatkan setelah Skuad Garuda mengalahkan Thailand di semifinal melalui adu penalti.

Timnas Thailand U-23 unggul terlebih dahulu di laga ini berkat gol dari Yotsakorn Burapha di menit ke-60. Namun Timnas Indonesia U-23 mampu menyamakan kedudukan berkat gol Jens Raven. Di babak adu penalti, Indonesia menang 7-6 atas Thailand.

Berkat kemenangan ini, Timnas U-23 sudah ditunggu oleh Timnas Vietnam di final Piala AFF U-23 2025.

Jalannya Pertandingan

Bermain di depan ribuan pendukung sendiri, Timnas Indonesia U-23 mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Gerald Vanenburg itu mendominasi penguasaan bola dan membombardir pertahanan Thailand.

Peluang berbahaya pertama Indonesia datang dari sepakat Dony Tri Pamungkas yang menyambut umpan Rahmat Arjuna, namun sayang tembakannya masih melebar dari gawang Thailand.

Tidak lama berselang, Thailand mengancam melalui sundulan Pattarapon Suksakit, namun beruntung bola hanya mengenai tiang gawang Indonesia.

Peluang berbahaya Indonesia lainnya lahir dari sundulan Jens Raven. Namun apes, bola juga mengenai tiang gawang Thailand.

Di akhir babak pertama, Skuad Garuda punya peluang emas setelah Rahmat Arjuna berduel satu lawan satu dengan Sorawat Phosaman, namun sayang sang kiper berhasil menggagalkan peluang berbahaya itu. Skor 0-0 menutup jalannya babak pertama.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan jadi sengit. Kedua tim menggenjot permainan mereka dan melakukan jual beli serangan sejak awal babak kedua.

Di menit ke-60, Thailand justru membuka keunggulan atas Indonesia. Memanfaatkan skema serangan balik, Seksan Ratree melepaskan umpan terobosan yang terukur kepada Yotsakon Burapha, dan sang striker tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Indonesia. Skor 0-1 untuk keunggulan Thailand.

Berada dalam posisi tertinggal, Timnas Indonesia U-23 mencoba untuk meningkatkan intensitas serangan mereka. Skuad Garuda berulang kali mencoba menyerang untuk menyamakan kedudukan, meski Thailand juga memberikan perlawanan yang sengit.

Di menit ke-83, usaha Timnas Indonesia U-23 untuk menyamakan kedudukan berbuah manis. Jens Raven mencatatkan namanya di papan skor setelah sundulan sang striker memanfaatkan sepak pojok Rayhan Hannan sukses dikonversi menjadi gol. Skor kembali sama kuat 1-1.

Usai gol tersebut, pertandingan berjalan intens. Kedua tim sama-sama mencoba untuk mencetak tambahan gol, dan tensi pertandingan semakin panas.

Namun hingga babak kedua berakhir, skor 1-1 bertahan dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Di babak tambahan waktu pertama, Timnas Indonesia U-23 tampil lebih dominan. Garuda Muda mendominasi penguasaan bola atas Thailand.

Peluang emas didapatkan skuad Garuda setelah umpan terobosan Ferarri yang diterima Hokky Caraka di kotak penalti. Namun sayang sang striker diganggu oleh bek Thailand, sehingga bola bisa diamankan oleh kiper Thailand. Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan waktu pertama berakhir.

Di babak tambahan waktu kedua, situasi berubah. Thailand justru tampil menekan dan membuat Skuad Garuda keteteran.

Serangan bertubi-tubi Thailand benar-benar merepotkan Indonesia. Adriansyah sempat dipaksa membuat penyelamatan ganda untuk menghalau peluang berbahaya Thailand. Skor 1-1 tetap bertahan hingga babak tambahan kedua berakhir, dan laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Thailand mendapatkan kesempatan untuk menendang dahulu. Tendangan pertama Thailand yang dieksekusi sang kapten, Pitchitchai terlalu keras dan mengenai mistar gawang. Sementara penendang pertama Indonesia, Kadek Arel juga eksekusi penaltinya bisa dibaca kiper Thailand, namun bola cukup keras sehingga bola masuk ke gawang.

Eksekutor ketiga Timnas Indonesia, Robi Darwis berhasil dipatahkan oleh Sorawat. Sementara eksekutor kedelapan Thailand, Yotsakorn juga gagal mengeksekusi penalti. Eksekusi Buffon di akhir pertandingan masuk dan Indonesia menang 7-6.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-23: Muhammad Ardiansyah; Kadek Arel Priyatna, Kakang Rudianto, Dony Tri Pamungkas, Achmad Maulana Syarif; Roby Darwis, Rahmat Arjuna Reski; Dominikus Dion Oktawian, Muhammad Rayhan Hannan, Frengky Deaner Missa; Jens Raven

Pelatih: Gerald Vanenburg

Timnas Thailand U-23: Sorawat Phosaman; Seksan Ratree, Pattarapon Suksakit, Sittha Boonlha, Phon-Ek Maneekorn; Sphon Noiwong, Pichitchai Sienkrathok, Siraphop Wandee; Yotsakon Burapha, Chaiyaphon Otton, Phantamit Praphanth

Pelatih: Twatchai Damrong-Ongtrakul

Komisi I DPRD Baru Tahu Dian Marliana Kembali Jabat Kadinsos

0
Komisi I DPRD Kabupaten Banjar
Komisi 1 DPRD Banjar menerima aduan penolakan pengembalian Dian Marliana dari pegawai di lingkungan Dinsos P3AP2KB.

Link, Martapura – Proses pengembalian Dian Marliana sebagai pejabat definitif Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar usai dibebastugaskan, tanpa sepengetahuan Komisi I DPRD Kabupaten Banjar.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Amiruddin setelah mendapat informasi terkait pengembalian Dian Marliana sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) kembali mendapat penolakan pegawai di lingkungan Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar pada Rabu (23/7/2025).

“Pemberitahuan Surat Keputusan (SK) bupati memang saya tidak mengetahui, makanya akan kami kaji lagi, dan memang SK pengembalian merupakan kewenangan Bupati Kabupaten Banjar selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” ujarnya Rabu (23/7/2025).

Kendati demikian, lanjut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Banjar ini lebih jauh, terkait adanya penolakan pengembalian Dian Marliana sebagai Kadinsos dari para pegawai di lingkungan kerjanya juga harus menjadi bahan pertimbangan.

“Memang terkait protes teman-teman di Dinsos atas pengembalian Dian Marliana sebelumnya secara prinsip sudah kita lakukan upaya sesuai aturan yang berlaku hingga dibebastugaskan atau non job. Tapi kalau keputusan bupati mengembalikan Dian Marliana sesuai aturan yang berlaku tentu tidak menjadi persoalan,” katanya.

Amiruddin juga mengakui dirinya sudah menerima aduan terkait penolakan pengembalian Dian Marliana dari pegawai di lingkungan Dinsos P3AP2KB. Namun masih belum menerima informasi terkait komplain kawan-kawan di Dinsos dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar sebagai mitra kerjanya.

“Memang saya menerima laporan terkait aduan tersebut meski laporan secara resminya belum kita terima. Tapi kalau berpolemik lagi kita harus menindaklanjutinya melalui rapat gabungan bersama mitra kerja,” akunya.

Ia juga memastikan akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut jika sudah menerima aduan atau polemik yang terjadi di masyarakat sesuai kewenangan Komisi I DPRD Kabupaten Banjar.

“Jadi kami akan melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPRD selaku mitra kerja Dinsos untuk menggelar rapat gabungan,” tutupnya.(zainuddin)

Susun Ulang Orientasi Pendidikan Agama, Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta

0
peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta
Kementerian Agama meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Linkalimantan.com – Upaya menyusun ulang orientasi pendidikan keagamaan di Indonesia terus dilakukan.  Terbaru Kementerian Agama meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

“Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis sejak dini, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” ungkap Menag Nasaruddin dalam peluncuran yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (24/7/2025)..

Kurikulum Berbasis Cinta paparnya lebih lanjut, merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, KBC lahir dari kegelisahan terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terus berulang. Ia meyakini pendidikan adalah pintu masuk untuk perubahan sosial yang lebih mendalam dan tahan lama.

“Kita bermaksud menciptakan suatu hegemoni sosial yang lebih elegan, yang lebih harmoni, dengan menekankan aspek titik temu, bukan perbedaan. Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tidak sadar menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” tegasnya Menag.

Pada tahap awal, Kementerian Agama telah menyusun panduan Kurikulum Cinta dan menyerahkannya secara simbolis kepada sejumlah guru. Panduan tersebut akan menjadi acuan dasar bagi para pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam proses belajar mengajar, tidak hanya dalam pelajaran agama, tetapi juga lintas mata pelajaran.

“Nanti ada buku pintarnya untuk setiap guru. Kurikulum ini akan membuat anak-anak kita akrab satu sama lain tanpa harus menanggalkan keyakinan mereka. Mereka tetap beragama, tapi bisa saling menghargai,” ujar Menag.

Langkah selanjutnya, Kementerian Agama akan melakukan sosialisasi bagi para guru agar mampu memahami dan mengimplementasikan KBC secara efektif. Penyesuaian juga akan dilakukan pada metode pembelajaran, materi ajar, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Guru tidak lagi hanya mengajarkan kognisi, tetapi juga membentuk karakter melalui pendekatan kasih sayang dan empati.

Kurikulum ini diyakini berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Selain membentuk generasi yang toleran dan berkepribadian inklusif, KBC juga diharapkan membentuk kebiasaan sosial yang lebih sehat—baik dalam relasi sosial maupun dalam kepedulian terhadap lingkungan.

“Teologi ini harus bisa melahirkan logos yang hebat, lalu menjadi habit yang istimewa. Kalau ini terwujud, warna-warna perbedaan tidak akan tampak norak. Kita disatukan oleh satu ikatan primordial: cinta,” pungkasnya. (spy)

Ditolak Warga, RS Pelita Insani Sepakat Geser Koordinat IPAL

0
RS Pelita Insani
Rencana pembangunan unit kedua IPAL baru milik RS Pelita Insani dilaksanakan tanpa sosialisasi dan koordinasi dengan warga

Link, Martapura – Protes warga RT 04, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura terhadap Rumah Sakit (RS) Pelita Insani berkaitan dengan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru milik selesai. Hal itu menyusul kesepakatan antara warga dengan manajemen RS Pelita Insani.

Diketahui, sikap penolakan warga terhadap rencana pembangunan IPAL tersebut dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya, rencana pembangunan IPAL hanya berjarak sekitar 1,5 meter saja dari rumah-rumah warga. Rencana pembangunan unit kedua IPAL baru milik RS Pelita Insani juga dilaksanakan tanpa sosialisasi dan koordinasi dengan warga hingga kelurahan, ditambah keberadaan IPAL unit pertama dinilai sudah mencemari air sumur warga dan tidak mampu lagi menampung limbah.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar mengadakan pertemuan bersama warga dan dihadiri Direktur RS Pelita Insani, dr. H Gabril Taufiq Basri, Lurah Jawa, Hatthayerin, serta perwakilan dari vendor, yakni Rahmat selaku Contractor Name (CNM) Manager teknis Detail Engineering Design (DED) PT Inovasi Indonesia. Kamis (24/7/2025).

“Alhamdulillah berdasarkan pertemuan hari ini sudah ada kesepakatan, salah satunya terkait koordinat rencana pembangunan IPAL. Besok pukul 09.00 Wita kami bersama warga akan langsung meninjau lokasi untuk koordinatnya,” ujar Hendra Mahyudi selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (Kabid PPKLH) pada DPRKPLH Kabupaten Banjar.

Ditanya mengapa DPRKPLH Kabupaten Banjar tidak melakukan sosialisasi kepada warga sebelum dilaksanakannya pembangunan IPAL RS Pelita Insani yang hanya berjarak kurang lebih 1,5 meter dari rumah warga?

Hendra mengatakan, sosialisasi tersebut harusnya dilaksanakan RS yang akan melakukan pembangunan bukan DPRKPLH Kabupaten Banjar. “Karena itu bukan punya kami. Tapi pada intinya hasil rapat sudah menghasilkan kesepakatan bersama warga,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa DPRKPLH Kabupaten Banjar akan selalu melakukan pengawasan agar baku mutu limbah yang dikeluarkan IPAL sesuai ketetapan pemerintah. “Minimal dua kali dalam satu tahun, dan RS diwajibkan melakukan pelaporan,” katanya.

Sementara itu, Direktur RS Pelita Insani, dr H Gabril Taufiq Basri menjelaskan, pada pertemuan kali kedua ini respon warga sangat bagus setelah mendapat penjelasan secara teknis dari perwakilan vendor terkait teknologi baru yang diterapkan, yakni kedap air, suara, dan bau, hingga dijamin tidak akan ada rembesan limbah.

“Saya kira masyarakat dapat menerima. Begitu juga terkait letak rencana pembangunan IPAL yang mendapat penolakan warga, kita sepakat untuk menggesernya dan besok pukul 09.00 wita dibawah koordinasi DPRKPLH kita bersama warga disaksikan kelurahan, TNI, Polri akan menentukan koordinat IPAL yang jaraknya sesuai kriteria,” ungkapnya.

dr H Gabril juga membantah jika RS Pelita dikatakan kurang melakukan sosialisasi dan koordinasi, melainkan hanya berbeda pandangan saja. “Kalau menurut warga masih kurang kita siap perbaiki lagi,” tuturnya.

Terlebih, lanjut dr H Gabril, dalam proses pembangunan IPAL RS Pelita Insani hanya bersentuhan dengan DPRKPLH Kabupaten Banjar. “Tapi karena ini kearifan lokal, saya kira suatu usulan yang baik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (zainuddin)

Kursi Jabatan Sekda Banjar Dikosongkan, M Hilman Staf Ahli

0
M Hilman
Pengambilan sumpah janji jabatan Mokhamad Hilman sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan dilakukan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie

Link, Martapura – Akhirnya Bupati Banjar H Saidi Mansur mengosongkan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Menyusul dirotasinya M Hilman hari ini dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kabupaten Banjar. Jumat (25/7/2025).

Pengambilan sumpah janji jabatan M Hilman sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan langsung dilakukan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie bertempat ruang kelas A Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya pelantikan hari ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kedepannya lebih baik lagi, dan apa yang dicita-citakan pak Mokhamad Hilman tercapai,” ujarnya.

Said Idrus juga membenarkan pelantikan hari berdasarkan hasil rekomendasi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

“Karena bupati ada acara di lain, sehingga saya yang berhadir dan melaksanakan pelantikan hari ini. Karena hari ini Jumat mudah-mudahan semua berkahnya,” tuturnya.

Mendampingi Wakil Bupati, Kepala BKPSDM Kabupaten Banjar, Dr Erny Wahdini membenarkan, bahwa proses pelantikan Mokhamad Hilman sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kabupaten Banjar sudah mendapatkan persetujuan dari Kemendagri.

“Jadi yang direkomendasikan baru satu, mudah-mudahan sisanya segera menyusul. Karena pak Hilman sudah lebih dahulu mengikuti evaluasi yang dilaksanakan Tim Panitia Seleksi (Pansel) berdasarkan izin Kemendagri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ucapnya.

Jadi nanti, lanjut Dr Erny lebih jauh, akan ada lagi pergeseran-pergeseran untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT). Namun kapan waktunya masih belum dapat dipastikan. “Karena untuk evaluasi yang dilaksanakan Tim Pansel banyak indikatornya, seperti masa jabatan sudah 5 tahun,” katanya.

Untuk mengisi kekosongan kursi jabatan Sekda Kabupaten Banjar, papar Dr Erny lebih jauh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akan mengajukan usulan Penjabat (Pj) Sekda ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).

“Karena harus mendapatkan izin gubernur dahulu baru muncul sejumlah nama-namanya,” tutupnya. (zainuddin)

Peneliti Sebut 90 Persen TPS3R di Indonesia Mangkrak

0
Peneliti Sebut 90 Persen TPS 3R di Indonesia Mangkrak
Peneliti sekaligus Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Reni Suwarso kepada wartawan di acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (24/7/2025). (Foto: RRI/Aditya Prabowo)

Link, Jakarta – Universitas Indonesia menyatakan hampir 90 persen Tempat Pengelolaan Sampah dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) (TPS3R) di Indonesia mangkrak. Hal ini disampaikan Peneliti sekaligus Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), Reni Suwarso.

“Hampir semua TPS3R yang dibangun oleh pemerintah dan diserahterimakan kepada desa habis itu stop, tidak ada dana operasional. Memang pelatihannya ada, manajemennya, operatornya ada pelatihan, tapi setelah itu stop,” kata Reni Suwarso kepada wartawan di acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (24/7/2025) sebagaimana dilandir dari rri.co.id.

Lebih lanjut, Reni mengatakan data tersebut tertuang dalam studi yang dilakukan Indri Kurnia yang berjudul Development Policy and Management of 3R TPS in Indonesia. Berdasarkan  data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup masih terdapat 5,8 juta ton/tahun sampah yang tidak terkelola.

“Namun, data tersebut hanya berasal dari 374 dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 2023. Dalam Laporan Evaluasi Pelaksanaan TPS3R Tahun Anggaran (TA) 2015-2022 disebutkan bahwa dari 922 lokasi TPS3R, hanya 538 lokasi yang berfungsi dan 384 lokasi yang tidak berfungsi,” ucap Reni.

Selain itu, Reni menyebut, para pekerja di TPS3R bersifat sukarelawan. Namun, para petugas ini diharuskan bekerja dari Senin hingga Jumat dari pukul 05.00 pagi hingga 16.00 sore.

“Mereka (pemerintah) berharap bahwa orang itu sukarela bekerja di TPS. Kalau kita sukarela ya berarti sekali-sekali datang, tapi kalau dia mesti datang dari jam 5 pagi sampai 4 sore dari Senin sampai Jumat, siapa yang mau sukarela?,” ucap Reni.

Reni juga menemukan petugas operator sampah di TPS3R tidak mendapatkan gaji atau upah dari Pemerintah. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak ada di struktur desa.

“Di dalam peraturan pemerintah itu dana desa tidak bisa digunakan untuk membayar gaji para operator. Kenapa? Karena operator sampah itu tidak termasuk sebagai struktur pemerintahan desa,” kata Reni.

Reni menyebutkan dua faktor tersebut yang menyebabkan banyak petugas tidak mau bekerja di TPS3R. Akibatnya, TPS3R mangkrak dan sampah tidak terurus dan berujung dibuang ke sungai.

Prediksi Indonesia U-23 vs Thailand U-23 di Piala AFF 2025

0
Prediksi Indonesia U-23 vs Thailand U-23 di Piala AFF 2025
Bek Timnas Indonesia U-23, Kakang Rudianto, berduel lawan pemain Malaysia U-23, Senin (21/07/2025). (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Laga pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs Thailand U-23 pada babak semifinal Piala AFF U-23 2025 akan dimainkan Jumat 25 Juli 2025 mulai mulai pukul 20.00 WIB di Stadion Gelora Bung Karno dan akan disiarkan secara langsung di Indosiar, SCTV, dan Vidio.

Pertemuan ini seolah menjadi ulangan dari edisi 2023, ketika Garuda Muda menyingkirkan Thailand di fase yang sama dengan kemenangan meyakinkan 3-1. Kini, misi untuk kembali melaju ke partai puncak dua edisi beruntun menjadi motivasi utama bagi pasukan muda Indonesia.

Namun, jalan menuju final dipastikan tidak akan semudah dua tahun lalu. Meski tampil perkasa dengan kemenangan 8-0 atas Brunei di laga pembuka grup, performa tim asuhan Gerald Vanenburg masih menyisakan tanda tanya.

Sebab, pada dua laga berikutnya hanya menghasilkan satu kemenangan tipis atas Filipina dan hasil imbang kontra Malaysia. Penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah terbesar, mengingat banyak peluang emas gagal dikonversi menjadi gol.

Thailand sendiri datang dengan masalah yang tak kalah krusial. Tim besutan Thawatchai Damrong-Ongtrakul tampil kurang tajam di laga terakhir fase grup melawan Myanmar. Meski tampil dominan, mereka gagal mencetak gol dan harus puas dengan hasil imbang.

Perkiraan Susunan Pemain

Indonesia U23 (4-3-3): Cahya Supriadi; Dony Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Alfharezi Buffon; Robi Darwis, Toni Firmansyah, Rayhan Hannan; Rahmat Arjuna, Jens Raven, Victor Dethan.

Pelatih: Gerald Vanenburg.

Thailand U23 (4-2-3-1): Phosaman Sorawat; Kittiphat Kullapa, Pattarapon Suksakit, Ichitchai Sienkrthok, Saphon Noiwong; Sittha Bonnlha, Seksan Ratree; Saelao Chawanwit, Songkhramsamut Namphueng, Phanthamit Praphanth; Yotsakorn Burapha.

Pelatih: Thawatchai Damrong-Ongtrakul.