Beranda blog Halaman 187

Manuver Taktikal Gerald Vanenburg Bantu Timnas Indonesia U-23 Membalikan Keadaan

0
Manuver Taktikal Gerald Vanenburg Bantu Timnas Indonesia U-23 Membalikan Keadaan
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Menghadapi Thailand U-23, Timnas Indonesia U-23 berhasil membalikkan keadaan berkat strategi tak terduga dari sang pelatih, Gerald Vanenburg. Perubahan besar yang dilakukan sang juru taktik menjadi titik balik kebangkitan Garuda Muda.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/07/2025), menyajikan duel ketat di semifinal Piala AFF U-23 2025. Thailand memberikan perlawanan sengit meski harus bertahan dalam tekanan serangan Indonesia.

Meski penguasaan bola dikuasai Indonesia, Thailand sempat unggul lebih dulu lewat gol dari Yotsakorn Burapha. Namun, Indonesia mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Jens Raven yang mengubah jalannya laga.

Laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti, di mana Indonesia menang 7-6. Kemenangan ini memperpanjang napas Garuda Muda untuk tampil di final dan membuka peluang meraih gelar juara.

Thailand membuka keunggulan pada menit ke-60 lewat skema serangan balik yang efektif. Situasi itu memaksa Gerald Vanenburg untuk segera melakukan perubahan dalam taktik permainan.

Pada menit ke-77, Vanenburg mengambil keputusan mengejutkan dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Achmad Maulana, Dominikus Dion, dan Rahmat Arjuna ditarik keluar.

Rahmat Arjuna menjadi nama yang mengejutkan dicadangkan, mengingat kontribusinya cukup merepotkan pertahanan lawan. Ia digantikan Brandon Scheunemann, sementara Maulana digantikan Alfharezzi Buffon dan Dion digantikan Muhammad Ferarri.

Vanenburg ternyata melakukan pendekatan berbeda setelah memasukkan tiga pemain tersebut. Muhammad Ferarri dipasang sebagai tandem Jens Raven di lini depan, sebuah pergeseran posisi yang terbilang tidak lazim.

Brandon Scheunemann diplot di lini tengah sebagai jangkar utama, sedangkan Buffon mengisi pos fullback kanan. Taktik ini langsung memengaruhi keseimbangan pertahanan Thailand.

Kehadiran Ferarri di lini serang berhasil membuat pertahanan Gajah Perang kehilangan fokus. Hal ini menciptakan celah yang dimanfaatkan Raven untuk mencetak gol penyama lewat sundulan kepala di menit ke-84 dari situasi sepak pojok.

Ferrari saat itu menarik perhatian dua pemain lawan sekaligus. Ini menciptakan ruang bagi Raven untuk mencari posisi menyambut bola umpan Rayhan Hannan.

Alfharezzi Buffon sejatinya sempat menjadi starter di awal turnamen, namun performa yang belum stabil membuatnya dicadangkan. Pada laga kontra Thailand, ia masuk ke lapangan dari bangku cadangan untuk menggantikan Achmad Maulana.

Meski tidak banyak membantu di lini serang, Buffon tampil lebih tenang dan fokus menjaga sisi pertahanan. Ia mencatatkan dua momen krusial untuk menghentikan peluang berbahaya dari Thailand.

Salah satu intersepsinya terjadi saat lawan nyaris mencetak gol ke gawang kosong, dan satu tekel bersih lainnya menyelamatkan Indonesia dari situasi satu lawan satu. Selain itu, eksekusi penaltinya di babak tos-tosan turut menyegel kemenangan Garuda Muda.

MABIMS Tunjuk Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026

0
Mabims 2025

Link,Jakarta –  Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah muzakarah sekaligus bimbingan teknis hisab rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura)  pada 2026.

Mengutif laman resmi Kementerian Agama RI, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, yang hadir sebagai delegasi Indonesia di Muzakarah Falak Peringkat MABIMS 2025 yang digelar di Malaysia, mengatakan bahwa pertemuan tersebut menyepakati 8 resolusi.

“Delapan resolusi yang disepakati bukan hanya rekomendasi teknis, tetapi komitmen kolektif untuk memperkuat standar ilmiah dan syariat dalam penetapan kalender hijriah,” ujarnya usai mengikuti forum yang berlangsung 22–25 Juli 2025 itu.

Arsad menjelaskan, salah satu poin utama adalah kesepakatan untuk tetap menggunakan Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS, yaitu ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan jarak lengkung 6,4 derajat, sebagai acuan bersama. Bahkan, kriteria ini diusulkan sebagai kandidat standar global dalam penyusunan takwim hijriah dunia.

Forum juga merekomendasikan agar MyRukyah Hilal Kebangsaan (MyRHK) dijadikan basis data bersama bagi seluruh anggota MABIMS. “Dengan platform ini, data rukyat dari masing-masing negara dapat dikompilasi secara sistematis dan transparan untuk saling diverifikasi,” jelasnya.

Menurut Arsad, resolusi lainnya mencakup pembolehan penggunaan teknologi pengimejan dalam mengonfirmasi kenampakan hilal. Namun, penerapannya harus tetap memenuhi prinsip kehati-hatian dan mengikuti kriteria imkanur rukyat yang berlaku.

Forum juga mendorong penelitian lanjutan terkait pendekatan toposentrik dan geosentrik dalam pengukuran elongasi hilal. “Hal ini akan meningkatkan akurasi hisab sehingga lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Arsad.

Selain aspek teknis, Arsad menilai resolusi ini membuka peluang kolaborasi lebih luas, mulai dari pelatihan, seminar, hingga pengembangan riset antarnegara. “Ini langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya ahli falak di negara MABIMS sekaligus mempersempit jarak perbedaan penetapan awal bulan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, Indonesia siap mengemban amanah sebagai tuan rumah muzakarah falak dan bimbingan teknis hisab rukyat pada 2026. “Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam integrasi hisab dan rukyat. Ini momentum berbagi praktik baik kepada sesama anggota MABIMS,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah, Ismail Fahmi, menjelaskan lebih detail aspek teknis dari resolusi yang dihasilkan. Salah satu poin penting, kata dia, adalah optimalisasi pemanfaatan MyRukyah Hilal Kebangsaan sebagai pusat pengumpulan data hilal regional.

“Dengan sistem ini, titik rukyat di berbagai negara akan terhubung dalam satu jaringan database. Hasil pengamatan bisa diakses dan dibandingkan, sehingga memperkuat akurasi verifikasi ilmiah,” ungkapnya.

Ismail juga mengungkapkan perlunya kajian mendalam mengenai teknik pengimejan hilal, terutama pada kondisi di bawah kriteria imkanur rukyat. “Resolusi ini membuka peluang riset lanjutan, misalnya bagaimana pengimejan dapat membantu mendeteksi hilal yang sangat tipis tanpa menyalahi prinsip rukyat syar’i,” jelasnya.

Selain itu, ia menyebut pengukuran elongasi hilal dengan pendekatan toposentrik dan geosentrik akan menjadi bahan penelitian bersama. “Perbedaan kedua pendekatan ini cukup signifikan pada hasil hisab. Kajian bersama akan membantu menyempurnakan metode yang digunakan,” imbuhnya.

Ismail menambahkan, resolusi juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi ahli falak melalui kerja sama lintas negara. “Bukan hanya pertukaran data, tapi juga bimbingan teknis, workshop, dan standardisasi metode perhitungan. Ini akan mengurangi disparitas pengetahuan antarnegara MABIMS,” katanya.

Ia berharap hasil muzakarah ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan ilmu falak yang lebih modern namun tetap berpijak pada syariat. “Dengan sinergi ini, kita bisa mengelola perbedaan penetapan awal bulan secara lebih ilmiah, arif, dan harmonis,” pungkasnya. (spy)

Mantan Sekda Banjar Mokhamad Hilman Siap Jalankan Amanah

0
Mantan Sekda Banjar
Mantan Sekda Banjar Banjar Mokhamad Hilman saat diambil sumpah janji jabatannya sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kabupaten Banjar.

Link, Martapura –  PNS merupakan abdi negara dan masyarakat yang siap ditempatkan dimana saja. Dalam pemerintahan ada Tour of Duty (TOD) dan Tour of Area (TOA). Demikian disebutkan mantan Sekda Banjar Mokhamad Hilman usai diambil sumpah janji jabatannya sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kabupaten Banjar.

“Mutasi atau pergeseran jabatan merupakan hal yang wajar di dalam pemerintahan. Hari ini saya dimutasi dari sebelumnya menjabat Sekda dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kabupaten Banjar. Jadi pergeseran di dalam Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu adalah hal yang lumrah seperti apa yang disampaikan Wakil Bupati dalam proses pengambilan sumpah janji jabatan,” ujarnya pada Jumat (25/7/2025).

Semua itu, lanjut Mokhamad Hilman ada masanya, dan dirinya menjabat sebagai Sekda Kabupaten Banjar sudah selama lima tahun. “Berdasarkan peraturan dan ketentuan jadi memang sudah saatnya. Karena kita itu ada Tour of Duty (TOD) dan Tour of Area (TOA),” ucapnya.

Mokhamad Hilman juga memaparkan, PNS merupakan abdi negara dan masyarakat yang siap ditempatkan dimana saja.

“Artinya sesuai awal dilantik dan diambil sumpah sebagai aparatur negara. Semoga amanah yang diberikan membawa keberkahan bagi kita semua dan memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah dan masyarakat.  Jadi sebagai abdi saya siap untuk menjalankan tugas,” ucap mantan Sekda Banjar tersenyum.

Diketahui Bupati Banjar H Saidi Mansur telah mengosongkan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Menyusul dirotasinya M Hilman hari ini dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kabupaten Banjar, Jumat (25/7/2025).

Pengambilan sumpah janji jabatan M Hilman sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan langsung dilakukan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie bertempat ruang kelas A Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya pelantikan hari ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kedepannya lebih baik lagi, dan apa yang dicita-citakan pak Mokhamad Hilman tercapai,” ujarnya. (zainuddin)

Jalur Jalan Desa Remo – Peramasan Dibuka

0
Jalur Jalan Desa Remo  

Link, Martapura – Warga Desa Remo Kecamatan Peramasan, Kabupaten Banjar kini tak lagi harus berlama-lama di jalan jika ingin ke Kecamatan Peramasan. Hal itu menyusul telah dibukanya akses baru jalur  jalan Desa Remo  – Peramasan sepanjang 6,2 kilometer dengan lebar badan jalan 6 meter.

Supriyadi, Kepala Desa Remo mengungkapkan jalan yang dimaksud adalah jalan poros Desa Remo RT 02 dan RT 03, Kecamatan Paramasan. Pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut menggunakan anggaran Rp 999.288.000 dari APBD Kabupaten Banjar

“Alhamdulillah sekarang masyarakat Desa Remo bisa memanfaatkan jalan ini, hanya sekitar 45 menit menuju kecamatan, selama ini harus melalui Rantau – Kandangan dengan perjalanan 2 hingga 3 jam,” ucap Supriadi.

Disebutkannya, rehabilitas jalan poros yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Banjar tersebut  mencakup pembukaan dan pembentukan badan jalan serta perkerasan menggunakan timbunan setempat dengan proses pembangunan dijadwalkan selesai dalam 120 hari kalender.

Dengan selesainya jalan ini, masyarakat Desa Remo yang sebelumnya harus menempuh perjalanan 2 hingga 3 jam melewati dua kabupaten yakni Tapin dan Hulu Sungai Selatan untuk menuju kantor Kecamatan Paramasan, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Banjar atas realisasi pembangunan jalan ini. Akses kami kini jauh lebih mudah dan cepat,” ujar Supriyadi.

Desa Remo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Proyek jalur Jalan Desa Remo  – Peramasan  ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. (yan)

Triathlon Seri 3 2025 Kalsel Diikuti Atlet dari 20 Provinsi se Indonesia 

0

Link, Banjarbaru – Ratusan atlet dari 20 Provinsi Se Indonesia mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Triathlon Seri 3 Tahun 2025 Kalimantan Selatan di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru 25-27 Juli 2025.

Pelepasan dan pengibaran bendera langsung dilakukan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili oleh Sekda Provinsi M. Syarifuddin.

Ia mengapresiasi penunjukan Kalsel sebagai tuan rumah dan menilai ini menjadi peluang strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, budaya lokal, sekaligus mendongkrak prestasi atlet daerah.

“Kita berharap, dengan adanya Kejurnas ini, atlet-atlet triathlon Kalsel semakin terpacu dan mendapatkan pengalaman dari ajang nasional yang kompetitif,” kata Sekda, Jumat (25/7/2025) pagi.

Sementara itu, Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan, Budiono, menyampaikan bahwa Kejurnas seri ketiga ini menjadi bagian penting dari evaluasi atlet menuju PON maupun kejuaraan internasional.

“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan dipercaya FTI Pusat menjadi tuan rumah. Event ini luar biasa karena diikuti atlet-atlet nasional, bahkan beberapa di antaranya baru pulang dari event internasional di Malaysia dan langsung melanjutkan ke Banjarbaru,” ujar Budiono yang juga sebagai Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel.

Dalam Kejurnas ini, terdapat sejumlah kategori yang dipertandingkan, mulai dari kelas elite putra-putri, junior, hingga youth (usia dini). Kalsel sendiri menurunkan banyak atlet muda, bahkan beberapa di antaranya tampil menonjol dan mulai masuk dalam peringkat lima hingga sepuluh besar nasional.

Salah satu peserta muda dari Kalsel yang mencuri perhatian adalah Nikeysah Alya Dewina Anwar, siswi kelas 6 SDN 4 Komet Banjarbaru yang berhasil finish di posisi ke-6 kelas youth. Meski baru tiga hari berlatih sepeda, Nikeysah berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu sesuai target dan finish dengan baik di kelompok youth.

Sang ayah sekaligus pelatih, Anwar Azwir, mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan performa anaknya. “Dulu dia bertanding di kelompok umur 11–12 tahun, sekarang naik ke kategori youth 16 tahun dan bisa bersaing. Performanya meningkat pesat,” ujarnya.

Anwar juga menyambut positif peran Kalsel sebagai tuan rumah seri ketiga Kejurnas ini. “Ini sangat baik untuk perkembangan atlet lokal. Mereka bisa mendapat pengalaman bertanding dengan lawan-lawan kuat, sekaligus belajar lebih banyak secara langsung,” tambahnya.

Dengan keberhasilan pelaksanaan Kejurnas Triathlon Seri 3 ini, Kalimantan Selatan tidak hanya membuktikan kesiapan sebagai tuan rumah event nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi atletik yang menjanjikan, khususnya dari usia dini hingga tingkat elite nasional. (tri)

Pemprov Matangkan Aruh Ganal Harjad ke 75 Kalsel

0

Link, Banjarbaru- Aruh Ganal atau pesta rakyat tengah dimatangkan konsepnya oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin saat memimpin rapat persiapan Hari Jadi (Harjad) ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Rg. Rapat Aberani Sulaiman Lt. 3 Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru pada Kamis (24/7/2025) siang.

Pada rapat yang dipimpin Sekdaprov , tampak hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel, Drs. H. Heriansyah dan Kepala Dispora Kalsel, M. Fitri Hernadi (Ketua Pelaksana Harjad Provinsi Kalsel ke-75) serta jajaran Tenaga Ahli Gubernur dan Pimpinan SKPD Kalsel.

Membahas terkait timeline atau kalender event Harjad Provinsi Kalsel ke-75 digelar mulai sejak bulan Juli dan Agustus. Di bulan Juli, terdapat sejumlah rangkaian kegiatan yaitu Golf bersama Gubernur Kalsel, Grand Opening Tahura Sultan Adam Site of Kalsel Park, Kejurnas Triathlon Seri-3, Banua Duatlon Challenge 3, Kalimantan Fire and Rescue Challenge 2025 dan sebagainya.

Kemudian, Karasmin Banua Seribu Sungai, Gowes Harjad ke-75 Kalsel, Pagelaran Wayang Gong, Lomba Kreativitas Pemuda (Vokal Solo dan Film), Archery Open #4. Di bulan Agustus yaitu Festival Budaya Pasar Terapung, Gerak Jalan Harjad dan HUT RI, Pembukaan Kalsel Expo dan BUM Desa Expo Kalsel, Puncak Harjad Kalsel ke-75 (14 Agustus), Fun Walk (Jalan Sehat) dan Launching Identitas Kependudukan Digital Merangkul serta Pilah Sampah dapat Sembako.

“Hari ini kita rapat semua panitia dalam persiapan Harjad Provinsi Kalimantan Selatan ke-75. Dan masing-masing seksi pelaksana melaporkan kesiapannya, Alhamdulillah sudah disampaikan semua dan semoga, Harjad Provinsi Kalsel akan menjadi meriah serta ada pesta rakyat nanti,” sampai Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin seusai rapat.

Dalam pesta rakyat, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin menjelaskan bahwa akan ada menyediakan makanan-makanan khas Banjar, tentunya disuguhkan kepada seluruh masyarakat Banua.

Kemudian sesuai arahan dari Gubernur Kalsel, M. Syarifuddin menekankan bahwa setiap tenda yang dibangun jangan sampai menutup jalan. Di hari puncak, menurutnya sebuah perayaan rakyat Kalsel sebagaimana nanti banyak menikmati suguhan acara, baik itu pertunjukan seni tradisional, bazar makanan lokal maupun sajian yang ditampilkan oleh seluruh SKPD terkait.

“Selain itu, ada juga menghadirkan arena untuk pertunjukan rakyat seperti balogo, bagasing, reog dan sebagainya. Bahkan, malamnya ada Wayang Kulit serta pertunjukan kuntau kolosal. Jadi benar-benar pesta rakyat,” ungkap M. Syarifuddin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harjad Provinsi Kalsel ke-75, M. Fitri Hernadi menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah melaksanakan rapat besar dengan sejumlah instansi terkait. Dimulai membahas tentang Kalender Event, Festival Budaya Pasar Terapung hingga Kalsel Expo.

“Dari kalender event ini, kita buka lagi mengenai seksi-seksi yang terlibat. Mulai dari Kalsel Expo, Festival Pasar Terapung dan BUMDes Expo, Alhamdulillah walau ini merupakan event pertama digelar di Banjarbaru, khususnya kawasan Kantor Gubernur Kalsel. Kita berharap dapat saling membantu seluruh stakeholder,” tegasnya.

Fitri Hernadi berharap adanya kolaborasi bersama sejumlah mitra kerja pemerintah dengan pihak swasta dapat meramaikan kegiatan Harjad Provinsi Kalsel ke-75 ini. Mulai dari menggaet para media dan influencer.

Dalam kesempatan itu, Fitri Hernadi menerangkan bahwa pihaknya telah menyediakan transportasi publik untuk membawa masyarakat ke tempat acara tersebut. Mulai dari simpang empat Banjarbaru dan kawasan Murdjani akan menjadi titik penjemputan warga sekitar yang ingin hadir langsung ke pesta rakyat tersebut.

“Pesan Bapak Gubernur mengenai kegiatan adalah Aruh Ganal, bagaimana masyarakat juga merasakan dan berbagai inovasi dari Pemprov Kalsel yang dikembangkan, serta Kabupaten/Kota untuk mendukung kemajuan Banua,” pungkasnya. (tri)

Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Final Piala AFF U-23 2025

0
Timnas Indonesia U-23  Lolos ke Final Piala AFF U-23 2025
Timnas Indonesia U-23 merayakan gol Jens Raven ke gawang Timnas Thailand U-23, Jumat (25/7/2025) (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Timnas Indonesia U-23 memastikan diri lolos ke final Piala AFF U-23 2025. Kepastian ini didapatkan setelah Skuad Garuda mengalahkan Thailand di semifinal melalui adu penalti.

Timnas Thailand U-23 unggul terlebih dahulu di laga ini berkat gol dari Yotsakorn Burapha di menit ke-60. Namun Timnas Indonesia U-23 mampu menyamakan kedudukan berkat gol Jens Raven. Di babak adu penalti, Indonesia menang 7-6 atas Thailand.

Berkat kemenangan ini, Timnas U-23 sudah ditunggu oleh Timnas Vietnam di final Piala AFF U-23 2025.

Jalannya Pertandingan

Bermain di depan ribuan pendukung sendiri, Timnas Indonesia U-23 mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Gerald Vanenburg itu mendominasi penguasaan bola dan membombardir pertahanan Thailand.

Peluang berbahaya pertama Indonesia datang dari sepakat Dony Tri Pamungkas yang menyambut umpan Rahmat Arjuna, namun sayang tembakannya masih melebar dari gawang Thailand.

Tidak lama berselang, Thailand mengancam melalui sundulan Pattarapon Suksakit, namun beruntung bola hanya mengenai tiang gawang Indonesia.

Peluang berbahaya Indonesia lainnya lahir dari sundulan Jens Raven. Namun apes, bola juga mengenai tiang gawang Thailand.

Di akhir babak pertama, Skuad Garuda punya peluang emas setelah Rahmat Arjuna berduel satu lawan satu dengan Sorawat Phosaman, namun sayang sang kiper berhasil menggagalkan peluang berbahaya itu. Skor 0-0 menutup jalannya babak pertama.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan jadi sengit. Kedua tim menggenjot permainan mereka dan melakukan jual beli serangan sejak awal babak kedua.

Di menit ke-60, Thailand justru membuka keunggulan atas Indonesia. Memanfaatkan skema serangan balik, Seksan Ratree melepaskan umpan terobosan yang terukur kepada Yotsakon Burapha, dan sang striker tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang Indonesia. Skor 0-1 untuk keunggulan Thailand.

Berada dalam posisi tertinggal, Timnas Indonesia U-23 mencoba untuk meningkatkan intensitas serangan mereka. Skuad Garuda berulang kali mencoba menyerang untuk menyamakan kedudukan, meski Thailand juga memberikan perlawanan yang sengit.

Di menit ke-83, usaha Timnas Indonesia U-23 untuk menyamakan kedudukan berbuah manis. Jens Raven mencatatkan namanya di papan skor setelah sundulan sang striker memanfaatkan sepak pojok Rayhan Hannan sukses dikonversi menjadi gol. Skor kembali sama kuat 1-1.

Usai gol tersebut, pertandingan berjalan intens. Kedua tim sama-sama mencoba untuk mencetak tambahan gol, dan tensi pertandingan semakin panas.

Namun hingga babak kedua berakhir, skor 1-1 bertahan dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Di babak tambahan waktu pertama, Timnas Indonesia U-23 tampil lebih dominan. Garuda Muda mendominasi penguasaan bola atas Thailand.

Peluang emas didapatkan skuad Garuda setelah umpan terobosan Ferarri yang diterima Hokky Caraka di kotak penalti. Namun sayang sang striker diganggu oleh bek Thailand, sehingga bola bisa diamankan oleh kiper Thailand. Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan waktu pertama berakhir.

Di babak tambahan waktu kedua, situasi berubah. Thailand justru tampil menekan dan membuat Skuad Garuda keteteran.

Serangan bertubi-tubi Thailand benar-benar merepotkan Indonesia. Adriansyah sempat dipaksa membuat penyelamatan ganda untuk menghalau peluang berbahaya Thailand. Skor 1-1 tetap bertahan hingga babak tambahan kedua berakhir, dan laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, Thailand mendapatkan kesempatan untuk menendang dahulu. Tendangan pertama Thailand yang dieksekusi sang kapten, Pitchitchai terlalu keras dan mengenai mistar gawang. Sementara penendang pertama Indonesia, Kadek Arel juga eksekusi penaltinya bisa dibaca kiper Thailand, namun bola cukup keras sehingga bola masuk ke gawang.

Eksekutor ketiga Timnas Indonesia, Robi Darwis berhasil dipatahkan oleh Sorawat. Sementara eksekutor kedelapan Thailand, Yotsakorn juga gagal mengeksekusi penalti. Eksekusi Buffon di akhir pertandingan masuk dan Indonesia menang 7-6.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-23: Muhammad Ardiansyah; Kadek Arel Priyatna, Kakang Rudianto, Dony Tri Pamungkas, Achmad Maulana Syarif; Roby Darwis, Rahmat Arjuna Reski; Dominikus Dion Oktawian, Muhammad Rayhan Hannan, Frengky Deaner Missa; Jens Raven

Pelatih: Gerald Vanenburg

Timnas Thailand U-23: Sorawat Phosaman; Seksan Ratree, Pattarapon Suksakit, Sittha Boonlha, Phon-Ek Maneekorn; Sphon Noiwong, Pichitchai Sienkrathok, Siraphop Wandee; Yotsakon Burapha, Chaiyaphon Otton, Phantamit Praphanth

Pelatih: Twatchai Damrong-Ongtrakul

Komisi I DPRD Baru Tahu Dian Marliana Kembali Jabat Kadinsos

0
Komisi I DPRD Kabupaten Banjar
Komisi 1 DPRD Banjar menerima aduan penolakan pengembalian Dian Marliana dari pegawai di lingkungan Dinsos P3AP2KB.

Link, Martapura – Proses pengembalian Dian Marliana sebagai pejabat definitif Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar usai dibebastugaskan, tanpa sepengetahuan Komisi I DPRD Kabupaten Banjar.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Amiruddin setelah mendapat informasi terkait pengembalian Dian Marliana sebagai Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) kembali mendapat penolakan pegawai di lingkungan Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar pada Rabu (23/7/2025).

“Pemberitahuan Surat Keputusan (SK) bupati memang saya tidak mengetahui, makanya akan kami kaji lagi, dan memang SK pengembalian merupakan kewenangan Bupati Kabupaten Banjar selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” ujarnya Rabu (23/7/2025).

Kendati demikian, lanjut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Banjar ini lebih jauh, terkait adanya penolakan pengembalian Dian Marliana sebagai Kadinsos dari para pegawai di lingkungan kerjanya juga harus menjadi bahan pertimbangan.

“Memang terkait protes teman-teman di Dinsos atas pengembalian Dian Marliana sebelumnya secara prinsip sudah kita lakukan upaya sesuai aturan yang berlaku hingga dibebastugaskan atau non job. Tapi kalau keputusan bupati mengembalikan Dian Marliana sesuai aturan yang berlaku tentu tidak menjadi persoalan,” katanya.

Amiruddin juga mengakui dirinya sudah menerima aduan terkait penolakan pengembalian Dian Marliana dari pegawai di lingkungan Dinsos P3AP2KB. Namun masih belum menerima informasi terkait komplain kawan-kawan di Dinsos dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar sebagai mitra kerjanya.

“Memang saya menerima laporan terkait aduan tersebut meski laporan secara resminya belum kita terima. Tapi kalau berpolemik lagi kita harus menindaklanjutinya melalui rapat gabungan bersama mitra kerja,” akunya.

Ia juga memastikan akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut jika sudah menerima aduan atau polemik yang terjadi di masyarakat sesuai kewenangan Komisi I DPRD Kabupaten Banjar.

“Jadi kami akan melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPRD selaku mitra kerja Dinsos untuk menggelar rapat gabungan,” tutupnya.(zainuddin)

Susun Ulang Orientasi Pendidikan Agama, Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta

0
peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta
Kementerian Agama meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Linkalimantan.com – Upaya menyusun ulang orientasi pendidikan keagamaan di Indonesia terus dilakukan.  Terbaru Kementerian Agama meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

“Kurikulum ini tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta, kebersamaan, dan tanggung jawab ekologis sejak dini, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” ungkap Menag Nasaruddin dalam peluncuran yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis (24/7/2025)..

Kurikulum Berbasis Cinta paparnya lebih lanjut, merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, KBC lahir dari kegelisahan terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terus berulang. Ia meyakini pendidikan adalah pintu masuk untuk perubahan sosial yang lebih mendalam dan tahan lama.

“Kita bermaksud menciptakan suatu hegemoni sosial yang lebih elegan, yang lebih harmoni, dengan menekankan aspek titik temu, bukan perbedaan. Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tidak sadar menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” tegasnya Menag.

Pada tahap awal, Kementerian Agama telah menyusun panduan Kurikulum Cinta dan menyerahkannya secara simbolis kepada sejumlah guru. Panduan tersebut akan menjadi acuan dasar bagi para pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam proses belajar mengajar, tidak hanya dalam pelajaran agama, tetapi juga lintas mata pelajaran.

“Nanti ada buku pintarnya untuk setiap guru. Kurikulum ini akan membuat anak-anak kita akrab satu sama lain tanpa harus menanggalkan keyakinan mereka. Mereka tetap beragama, tapi bisa saling menghargai,” ujar Menag.

Langkah selanjutnya, Kementerian Agama akan melakukan sosialisasi bagi para guru agar mampu memahami dan mengimplementasikan KBC secara efektif. Penyesuaian juga akan dilakukan pada metode pembelajaran, materi ajar, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Guru tidak lagi hanya mengajarkan kognisi, tetapi juga membentuk karakter melalui pendekatan kasih sayang dan empati.

Kurikulum ini diyakini berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Selain membentuk generasi yang toleran dan berkepribadian inklusif, KBC juga diharapkan membentuk kebiasaan sosial yang lebih sehat—baik dalam relasi sosial maupun dalam kepedulian terhadap lingkungan.

“Teologi ini harus bisa melahirkan logos yang hebat, lalu menjadi habit yang istimewa. Kalau ini terwujud, warna-warna perbedaan tidak akan tampak norak. Kita disatukan oleh satu ikatan primordial: cinta,” pungkasnya. (spy)

Ditolak Warga, RS Pelita Insani Sepakat Geser Koordinat IPAL

0
RS Pelita Insani
Rencana pembangunan unit kedua IPAL baru milik RS Pelita Insani dilaksanakan tanpa sosialisasi dan koordinasi dengan warga

Link, Martapura – Protes warga RT 04, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura terhadap Rumah Sakit (RS) Pelita Insani berkaitan dengan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru milik selesai. Hal itu menyusul kesepakatan antara warga dengan manajemen RS Pelita Insani.

Diketahui, sikap penolakan warga terhadap rencana pembangunan IPAL tersebut dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya, rencana pembangunan IPAL hanya berjarak sekitar 1,5 meter saja dari rumah-rumah warga. Rencana pembangunan unit kedua IPAL baru milik RS Pelita Insani juga dilaksanakan tanpa sosialisasi dan koordinasi dengan warga hingga kelurahan, ditambah keberadaan IPAL unit pertama dinilai sudah mencemari air sumur warga dan tidak mampu lagi menampung limbah.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar mengadakan pertemuan bersama warga dan dihadiri Direktur RS Pelita Insani, dr. H Gabril Taufiq Basri, Lurah Jawa, Hatthayerin, serta perwakilan dari vendor, yakni Rahmat selaku Contractor Name (CNM) Manager teknis Detail Engineering Design (DED) PT Inovasi Indonesia. Kamis (24/7/2025).

“Alhamdulillah berdasarkan pertemuan hari ini sudah ada kesepakatan, salah satunya terkait koordinat rencana pembangunan IPAL. Besok pukul 09.00 Wita kami bersama warga akan langsung meninjau lokasi untuk koordinatnya,” ujar Hendra Mahyudi selaku Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (Kabid PPKLH) pada DPRKPLH Kabupaten Banjar.

Ditanya mengapa DPRKPLH Kabupaten Banjar tidak melakukan sosialisasi kepada warga sebelum dilaksanakannya pembangunan IPAL RS Pelita Insani yang hanya berjarak kurang lebih 1,5 meter dari rumah warga?

Hendra mengatakan, sosialisasi tersebut harusnya dilaksanakan RS yang akan melakukan pembangunan bukan DPRKPLH Kabupaten Banjar. “Karena itu bukan punya kami. Tapi pada intinya hasil rapat sudah menghasilkan kesepakatan bersama warga,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa DPRKPLH Kabupaten Banjar akan selalu melakukan pengawasan agar baku mutu limbah yang dikeluarkan IPAL sesuai ketetapan pemerintah. “Minimal dua kali dalam satu tahun, dan RS diwajibkan melakukan pelaporan,” katanya.

Sementara itu, Direktur RS Pelita Insani, dr H Gabril Taufiq Basri menjelaskan, pada pertemuan kali kedua ini respon warga sangat bagus setelah mendapat penjelasan secara teknis dari perwakilan vendor terkait teknologi baru yang diterapkan, yakni kedap air, suara, dan bau, hingga dijamin tidak akan ada rembesan limbah.

“Saya kira masyarakat dapat menerima. Begitu juga terkait letak rencana pembangunan IPAL yang mendapat penolakan warga, kita sepakat untuk menggesernya dan besok pukul 09.00 wita dibawah koordinasi DPRKPLH kita bersama warga disaksikan kelurahan, TNI, Polri akan menentukan koordinat IPAL yang jaraknya sesuai kriteria,” ungkapnya.

dr H Gabril juga membantah jika RS Pelita dikatakan kurang melakukan sosialisasi dan koordinasi, melainkan hanya berbeda pandangan saja. “Kalau menurut warga masih kurang kita siap perbaiki lagi,” tuturnya.

Terlebih, lanjut dr H Gabril, dalam proses pembangunan IPAL RS Pelita Insani hanya bersentuhan dengan DPRKPLH Kabupaten Banjar. “Tapi karena ini kearifan lokal, saya kira suatu usulan yang baik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (zainuddin)