Beranda blog Halaman 204

Perumda PBB: Pedagang PPS Tidak Akan Digusur

0

Link, Martapura –  Akhirnya pengelolaan aset bangunan Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura senilai Rp300 Miliar lebih dari PT Sinar Harapan Jaya (SHJ) diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

Seremonial serahterima aset bangunan PPS Martapura yang berdiri di atas lahan seluas 80.000 Meter persegi dilaksanakan di teras kantor Sekretariat Daerah (Setda) ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari Bupati Kabupaten Banjar, PT SHJ, dan Kejari Kabupaten Banjar pada 7 Juli 2025 kemarin.

Dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Setda Kabupaten Banjar, Rachmad Ferdiansyah mengatakan, pengelolaan 187 unit aset bangunan PPS Martapura sudah diserahkan ke Pemkab Banjar. Namun untuk Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang diserahkan baru sebanyak 75 bidang.

“Sedangkan untuk dua unit aset bangunan PPS Martapura yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) belum berproses. Kemungkinan akan diselesaikan melalui fasilitasi Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kabupaten Banjar,” ujarnya pada Rabu (9/7/2025).

Ferdiansyah juga memastikan, terkait aset bangunan PPS Martapura yang rata-rata berpolemik karena dipindahtangankan terus berproses penyelesaian melalui Tim Terpadu Kejari Kabupaten Banjar yang terdiri dari Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Intelijen, dan Datun secara kekeluargaan.

“Kejaksaan sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pedagang, tapi kebanyakan tidak dapat ditemui. Terkait perihal tersebut Kejaksaan yang lebih mengetahui, intinya saat ini masih proses pengumpulan data yang difasilitasi Kejari Kabupaten Banjar,” katanya.

Meski sertifikat HGB belum diserahkan semuanya. Namun Ferdiansyah mengungkapkan, untuk pengelolaan 187 unit bangunan PPS Martapura akan segera diserahkan ke Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kabupaten Banjar dalam waktu dekat ini sebelum dijadikan sebagai penyertaan modal.

“Karena asetnya sudah diserahterimakan ke Pemkab Banjar, dalam bulan ini juga pengelolaannya akan diserahkan ke Perumda PBB Kabupaten Banjar. Secara pengelolaan sudah bisa dilakukan Perumda meski sertifikatnya belum diserahkan semuanya,” beber Ferdiansyah.

Ia juga memaparkan, hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti hasil Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menginstruksikan agar segera melakukan serah terima bangunan PPS Martapura, dan melaksanakan rapat internal.

“Artinya kita harus mengoptimalkan pendapatan, karena itu pengelolaanya langsung kita serahkan ke Perumda Pasar sebelum dijadikan sebagai penyertaan modal untuk selanjutnya,” ucapnya.

Meski pengelolaan aset PPS Martapura beralih ke Perumda PBB Kabupaten Banjar. Ferdiansyah memastikan tidak akan ada penggusuran terhadap pedagang yang sebelumnya memanfaatkan bangunan tersebut.

“Pedagang sebelumnya tetap dapat berjualan disana. Artinya kontraknya diserahkan dengan Perumda Pasar tidak lagi dengan PT SHJ. Hal itu juga sudah kami sampaikan ke para pedagang saat melakukan sosialisasi beberapa waktu lalu. Intinya tidak ada penggusuran, dan selanjutnya pedagang akan mengantongi surat izin untuk berdagang dari Perumda Pasar,” ungkap Ferdiansyah yang berharap tidak ada lagi permasalahan lainnya.(zainuddin/BBAM)

Imbas Overtourism, Bali Jadi Pulau Terpadat Kedua di Dunia

0
Imbas Overtourism, Bali Jadi Pulau Terpadat Kedua di Dunia
Foto: Bloomberg via Getty Images/Bloomberg

Link, Banjarbaru – Pulau Bali terkenal dengan magnet pariwisatanya. Sayangnya, keindahan pulau itu menghadapi kenyataan pahit yang disebabkan oleh sektor pawrisiata.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Visual Capitalist, yang dilansir South China Morning Post, Bali kini menyandang predikat sebagai pulau terpadat kedua di dunia, setelah Pulau Jawa. Lantaran fenomena ini penduduk asli di Bali merasa terhimpit oleh arus wisatawan yang berlebihan atau overtourism.

Ada lebih dari 60.000 pengunjung setiap hari datang ke pulau Dewata tersebut. Dengan luas wilayah sekitar 5.780 kilometer persegi, Bali dihuni oleh sekitar 4,2 juta penduduk. Angka ini menghasilkan kepadatan luar biasa, mencapai 731 jiwa per kilometer persegi.

Kepadatan penduduk Bali yang tinggi ini menciptakan tekanan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari ketersediaan ruang hidup, kapasitas infrastruktur yang ada, hingga kualitas lingkungan yang kian tergerus. Berbagai faktor sosial, ekonomi, dan geografis turut berperan dalam membentuk kondisi kepadatan yang semakin kompleks.

Tahun lalu, pulau yang paling populer di kalangan turis ini dikunjungi lebih dari 6,3 juta orang asing. Bali juga dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia pada tahun 2025 dalam sebuah studi oleh agen perjalanan Travelbag.

Kendati popularitas ini merupakan anugerah bagi separuh perekonomian di Bali, kondisi ini juga menjadi musibah bagi penduduk setempat, yang merasa kualitas hidup mereka terdampak buruk oleh pariwisata yang berlebihan.

“Kami tidak mengatakan bahwa Bali mengalami overtourism. Jika kita melihat data jumlah kamar yang tersedia, apalagi jumlah wisatawan di tempat wisata, Bali masih dapat menampung kunjungan wisatawan. Satu-satunya kendala adalah di jalan, sehingga tidak terjadi kemacetan lalu lintas,” kata Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Bali.

Namun, ia mengakui bahwa pihak berwenang perlu mengelola lonjakan jumlah pengunjung dengan lebih baik selama periode puncak liburan seperti Natal dan Idul Fitri.

“Bali harus selalu siap, karena sebagai destinasi wisata, dunia tidak akan menunggu. Bali harus siap setiap saat, apa pun acaranya. Namun, ketika ada hari istimewa, Anda harus lebih siap lagi,” paparmya.

sumber : cnbcindonesia.com

Sekolah Rakyat Hadir Untuk Memuliakan Anak-anak Keluarga Miskin

0
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025)./Foto Wandi/InfoPublik

Link, Jakarta – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh, menegaskan tiga kata kunci utama yang menjadi landasan filosofis program Sekolah Rakyat, yaitu memuliakan, menjangkau yang tak terjangkau, dan memungkinkan yang tak mungkin dari anak-anak keluarga miskin.

Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungannya ke lokasi simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025).

“Sekolah Rakyat tidak hanya soal akses pendidikan, tetapi juga memuliakan siswa-siswi dari keluarga miskin. Anak-anak ini bukan hanya diberi kesempatan sekolah, tapi juga dimuliakan dalam prosesnya,” ujar Muhammad Nuh di hadapan para awak media.

Menurut mantan Menteri Pendidikan tersebut, banyak anak yang secara geografis dekat dengan sekolah, tetapi tetap tidak mampu mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi dan sosial. Biaya personal seperti transportasi, seragam, hingga makan, menjadi hambatan besar yang tidak tertangani oleh program sekolah gratis reguler.

“Biaya sekolah memang gratis, tapi biaya personal tidak. Di sinilah Sekolah Rakyat hadir menjangkau mereka yang selama ini tak terjangkau oleh sistem,” jelasnya.

Nuh juga menyoroti pentingnya menciptakan jalur lanjutan bagi siswa Sekolah Rakyat. Ia menyinggung program seperti KIP Kuliah, sebagai kelanjutan dari Bidikmisi, yang memberi peluang bagi lulusan sekolah menengah dari keluarga miskin untuk mengakses pendidikan tinggi.

“Sekolah Rakyat ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan. Kita ingin anak-anak yang awalnya dianggap tak punya masa depan, justru melompat lebih tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nuh juga menyampaikan usulan penting agar program Sekolah Rakyat memiliki payung hukum yang kuat dalam bentuk pengaturan khusus dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang saat ini sedang dalam proses pembahasan.

“Kita tidak ingin Sekolah Rakyat berhenti hanya sampai masa Presiden Prabowo saja. Ini harus berlanjut, lestari, dan menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional kita. Harus ada acuan hukum di UU Sisdiknas,” tegasnya.

Muhammad Nuh mengaku bersyukur karena banyak pihak telah menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini. Beberapa sekolah unggulan bahkan turut membantu dalam perancangan model pendidikan Sekolah Rakyat secara cuma-cuma.

“Yang menggembirakan adalah banyak sekali yang tertarik dan membantu secara cuma-cuma. Ada Taruna Nusantara, JT Arsha, dan banyak lainnya. Ini bentuk nyata gotong royong untuk pendidikan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Muhammad Nuh menekankan bahwa Sekolah Rakyat masih dalam tahap awal, dan pihaknya sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat, akademisi, dan praktisi pendidikan untuk terus menyempurnakan model ini.

“Bismillah, ini awal yang baik. Sekolah Rakyat adalah eksperimen sosial besar yang kita harapkan bisa menjadi wajah baru pendidikan yang adil, setara, dan memuliakan,” pungkasnya.

sumber : infopublik.id

BMKG: Kemarau Basah 2025, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

0
BMKG: Kemarau Basah 2025, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
Tangkapan layar monitor Ocean Forecast System BMKG untuk memantau pergerakan cuaca di lautan. (BMKG)

Link, Jakarta – Meski secara kalender sudah memasuki pertengahan tahun, hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia, bahkan dengan intensitas yang tergolong lebat hingga ekstrem. Fenomena ini dikenal sebagai kemarau basah, dan masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, yang dikutip Rabu (9/7/2025). Ia menjelaskan bahwa anomali curah hujan yang terjadi sejak Mei 2025 diprediksi akan terus berlanjut hingga Oktober.

“Melemahnya Monsun Australia dan suhu muka laut yang tetap hangat di selatan Indonesia menyebabkan curah hujan di atas normal. Ini memperpanjang periode hujan di musim kemarau,” jelas Dwikorita.

Curah Hujan Tinggi

Fenomena ini bukan hanya soal perubahan pola cuaca, tapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. BMKG mencatat hujan ekstrem yang terjadi pada awal Juli, khususnya di wilayah Bogor, Mataram, Sulawesi Selatan, dan Jabodetabek, telah memicu banjir, banjir bandang, longsor, hingga pohon tumbang.

Intensitas hujan tercatat lebih dari 100 mm per hari. Di kawasan Puncak, bahkan mencapai 150 mm per hari. Banjir dan genangan juga mengganggu aktivitas masyarakat di Tangerang dan Jakarta Timur, serta menyebabkan kemacetan dan kerusakan infrastruktur.

Operasi Modifikasi Cuaca Diaktifkan

Sebagai bentuk respons cepat terhadap ancaman cuaca ekstrem, BMKG bersama BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta kini tengah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, yang berlangsung hingga 11 Juli 2025. Tujuannya adalah untuk mengurangi intensitas hujan dan meminimalkan potensi bencana.

BMKG juga terus memantau dinamika atmosfer dan menyesuaikan operasi di lapangan sesuai perkembangan cuaca. Langkah ini menjadi salah satu strategi antisipasi terhadap potensi gangguan transportasi, gangguan listrik, dan keselamatan warga akibat cuaca buruk yang tak kunjung mereda.

Kemarau Bergeser, Waspada Tetap Dijaga

BMKG mengonfirmasi bahwa hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 30 persen wilayah Indonesia yang benar-benar memasuki musim kemarau. Biasanya, angka ini berada di kisaran 60–65 persen. Sisanya masih mengalami hujan, terutama wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Disebutkan, cuaca ekstrem masih akan terus mengintai, terutama selama pekan kedua Juli. Potensi hujan lebat dan angin kencang akan bergeser ke Indonesia bagian tengah dan timur, seiring dengan dinamika atmosfer tropis yang masih aktif.

Imbauan BMKG: Pantau Informasi dan Siaga Mandiri

Menghadapi kemarau basah ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Warga diharapkan:

1. Selalu memantau info cuaca melalui aplikasi InfoBMKG, situs www.bmkg.go.id, media sosial resmi BMKG, dan call center 196.

2. Waspada terhadap kemungkinan banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi.

3. Menjaga keselamatan dengan menghindari aktivitas luar ruang saat cuaca buruk, dan mewaspadai potensi petir serta angin kencang.

Musim kemarau tahun ini bukan berarti kering dan aman dari hujan. Justru masyarakat perlu lebih waspada karena curah hujan di atas normal masih bisa berdampak luas.

sumber : infopublik.id

Satgas Kopdes Merah Putih: Akan Ada Klinik dan Apotek Desa di 103 Lokasi Mock-Up Kopdes Merah Putih

0
Foto: Humas Kementerian Koperasi

Link, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih mengungkapkan bahwa di 103 lokasi Mock-Up Kopdes/Kel Merah Putih akan ada klinik dan apotek desa.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) membutuhkan data by name by address calon klinik yang kemudian bisa diintegrasikan dengan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Sesuai tugas dalam Inpres 9/2025, kami telah menyusun konsep model bisnis untuk gerai klinik desa dan apotek desa. Untuk itu, dibutuhkan masukan dari Kementerian Kesehatan,” kata Koordinator Ketua Pelaksana Harian Kopdes/Kel Merah Putih, Ferry Juliantono dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (9/7/2025).

Ferry menambahkan, pihaknya menemukan beberapa isu di lapangan, terutama berkaitan dengan integrasi Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dengan klinik desa. “Kita akan urai bagaimana proses bisnis serta hubungan kerjasamanya,” katanya.

Selain itu, Ferry juga memaparkan beberapa temuan lain di lapangan yang bisa menjadi catatan bagi Kemenkes. Diantaranya, ketersediaan tenaga kesehatan untuk operasionalisasi klinik dan apotek desa, seperti dokter, perawat apoteker, dan bidan.

Hal lainnya, menyangkut tentang surat ijin apotek, apoteker, dan klinik, hingga regulasi untuk penjualan dan penentuan harga obat murah bagi masyarakat. Tak ketinggalan, bagaimana integrasi klinik dan apotek desa dengan layanan BPJS.

“Kiranya Juknis pengelolaan klinik dan apotek desa dapat segera terbit sebagai panduan Kopdes/Kel Merah Putih dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, untuk mendekatkan layanan kesehatan dan obat murah bahi masyarakat desa, diperlukan standar minimal layanan kesehatan yang ada di klinik desa.

“Sehingga, saya mendampingi tim dari Kemenkop ingin mendiskusikan lebih lanjut mengenai gerai apotek dan klinik di level teknis. Sehingga, dapat diimplementasikan di Kopdes Merah Putih dengan pilotinh di 103 Mock-Up yang tersebar di setiap provinsi,” ujar Ferry.

sumber : infopublik.id

Imbas OTT di Sumut, KPK Buka Peluang Telusuri Seluruh Proyek

0
Imbas OTT di Sumut, KPK Buka Peluang Telusuri Seluruh Proyek
Jubir KPK Budi Prasetyo saat memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta (Foto: Dokumentasi/RRI/Chairul Umam)

Link, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk menelusuri seluruh proyek di Sumatra Utara (Sumut). Hal tersebut imbas Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terkait dugaan korupsi proyek pembangunan jalan.

“Semua peluang tentu terbuka untuk kemudian ditelusuri oleh KPK. Namun, kita masih fokus terkait dengan perkara di PUPR, Pemprov Sumut dan PJN Wilayah 1 Sumut,” kata Jubir KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya dikutip, Kamis (3/7/2025).

KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pengusutan kasus yang sama juga dilakukan di Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumut.

Komisi antirasuah telah menetapkan lima orang tersangka, salah satunya Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting. Penetapan tersangka dilakukan usai OTT  yang digelar Kamis akhir Juni lalu.

Tersangka lainnya yakni Rasuli Efendi Siregar (Kepala UPTD Gunung Tua/PPK), dan Heliyanto (PPK Satker PJN I Sumut). Dua tersangka dari swasta yaitu Akhirun Efendi Siregar (Dirut PT DNG) dan Rayhan Dulasmi Pilang (Dirut PT RN).

sumber : rri.co.id

Selalu Bayar Tepat Waktu, Dua Pelanggan PTAM Intan Banjar Dapat Reward 

0

Link, Banjarbaru – Rutin membayar tagihan setiap awal bulan, Kevin dan Syamsuri pelanggan PTAM Intan Banjar dapat reward mesin cuci.

Kevin mengaku tak menyangka bisa membawa pulang mesin cuci. Ia rutin membayar tagihan air setiap awal bulan, dengan rata-rata biaya sekitar Rp300 ribu per bulan.

“Saya memang selalu bayar di awal bulan dan tidak pernah terlambat. Ini bentuk tanggung jawab sebagai pelanggan,” ujar Kevin, Rabu (9/7/2025).

Kevin menyambut baik adanya program apresiasi dari PTAM Intan Banjar. Ia berharap inisiatif ini terus berlanjut dan bisa memberikan semangat bagi pelanggan lainnya untuk disiplin membayar tagihan.

Pelanggan lainnya, Syamsuri, mengaku sudah 15 tahun menjadi pelanggan setia PTAM Intan Banjar. Meski memiliki sumur pribadi, ia tetap memilih menggunakan layanan air bersih dari PTAM.

“Tarif PTAM lebih terjangkau dan pasokannya stabil. Saat debit kecil pun kami tetap mendapat aliran,” ujar pensiunan ini.

Ia mengapresiasi pelayanan PTAM yang informatif, terutama saat terjadi perbaikan atau gangguan. Informasi yang diberikan memudahkan pelanggan untuk bersiap, seperti menampung air sebagai cadangan.

“Pemberitahuan yang cepat sangat membantu. Jadi kami bisa bersiap kalau aliran air harus dihentikan sementara,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan, PTAM Intan Banjar secara rutin mengadakan undian bulanan. Sebanyak 20 pelanggan beruntung setiap bulan mendapatkan pembebasan tagihan.

Tak hanya itu, bagi pelanggan yang disiplin membayar tagihan paling lambat tanggal 10 setiap bulan, secara otomatis akan masuk dalam daftar undian apresiasi. Di penghujung tahun, hadiah utama seperti mesin cuci juga disediakan bagi pelanggan yang konsisten.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen PTAM Intan Banjar dalam membangun hubungan baik dengan pelanggan dan mendorong budaya tertib bayar di masyarakat. (wahyu)

Chelsea Pastikan Tempat di Final Piala Dunia Antarklub 2025, Kalahkan Fluminense dengan Skor 2-0

0
Chelsea Pastikan Tempat di Final Piala Dunia Antarklub 2025, Kalahkan Fluminense dengan Skor 2-0
Selebrasi Joao Pedro dkk. dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 antara Fluminense vs Chelsea, Rabu (9/7/2025). (c) AP Photo/Adam Hunger

Link, Jakarta – Chelsea pastikan tempat di final Piala Dunia Antarklub 2025 usai mengalahkan Fluminense, dengan skor meyakinkan 2-0 di MetLife Stadium, New Jersey, Rabu (9/7/2025) dini hari WIB.

Joao Pedro tampil sebagai bintang lapangan. Penyerang muda yang baru diboyong dari Brighton itu langsung unjuk gigi dengan mencetak dua gol dalam debutnya sebagai starter untuk The Blues.

Kemenangan ini membawa Chelsea melaju ke partai puncak, di mana mereka akan menantikan lawan tangguh antara PSG atau Real Madrid. Final dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini, kembali di MetLife Stadium.

Jalannya Pertandingan

Chelsea langsung tancap gas sejak awal laga dengan intensitas tinggi. Peluang pertama datang dari Marc Cucurella yang nyaris mencetak gol lewat sundulan, namun Fabio tampil sigap dengan penyelamatan refleks.

Tekanan Chelsea terus berlanjut saat Tosin Adarabioyo menyambut bola mati kiriman Enzo Fernandez. Sundulan kerasnya meleset tipis di sisi gawang dan membuat bangku cadangan The Blues menahan napas kecewa.

Gol pertama akhirnya tercipta lewat aksi brilian Joao Pedro di menit ke-18. Tanpa banyak pikir, ia menyambar bola liar dari luar kotak penalti dan menembaknya ke pojok atas, membuat Fabio tak berkutik.

Fluminense mencoba membalas dan sempat mendapatkan peluang melalui Hercules yang lolos ke kotak penalti. Sayangnya, sepakan sang pemain diblok secara heroik oleh Cucurella yang tampil solid sepanjang babak pertama.

Klimaks terjadi saat wasit menunjuk titik putih karena dugaan handball dari Trevoh Chalobah. Namun harapan Fluminense pupus setelah VAR membatalkan penalti tersebut, membuat pemain dan suporter tuan rumah terlihat frustrasi.

Jelang jeda, Chelsea hampir menambah gol lewat dua peluang beruntun dari Pedro Neto dan Nkunku. Sayangnya, dua peluang emas itu belum cukup untuk menambah skor bagi tim asal London.

Selepas turun minum, Chelsea tetap tampil agresif dengan variasi serangan yang merepotkan pertahanan Fluminense. Moises Caicedo membuka babak kedua dengan tembakan keras dari luar kotak, namun bola hanya melayang tipis di atas mistar.

Marc Cucurella kembali mendapat peluang emas setelah menerima umpan pendek dari Fernandez. Tapi finishing-nya tak sempurna, bola meleset di sisi kanan gawang Fluminense.

Gol kedua Chelsea hadir di menit ke-56, lagi-lagi lewat Joao Pedro. Ia melakukan solo run dari sisi kanan dan melepaskan tembakan yang membentur tiang sebelum bersarang ke dalam gawang—sebuah gol yang menunjukkan kualitas dan ketenangannya.

Skor 2-0 membuat Chelsea makin percaya diri dalam menguasai jalannya pertandingan. Joao Pedro pun tampil gemilang dan menjadi pusat perhatian berkat brace-nya di laga semifinal ini.

Chelsea tak berhenti menekan meski unggul dua gol. Christopher Nkunku sempat punya peluang di kotak penalti, lalu disusul aksi individu Nicolas Jackson yang nyaris menambah gol ketiga.

Fluminense sempat mengancam di masa injury time lewat sundulan Keno dari jarak dekat. Tapi peluang itu meleset dari target, membuat asa mereka benar-benar pupus hingga peluit panjang berbunyi.

Susunan Pemain

Fluminense: Fabio; Ignacio, Thiago Silva, Thiago Santos (Keno 54′); Guga, Hercules (Canobbio 70′), Bernal (Lima 70′), Rene; Nonato (Soteldo 66′); Arias, Cano (Everaldo 54′).

Pelatih: Renato Gaucho.

Chelsea: Sanchez; Gusto (James 68′), Chalobah, Adarabioyo, Cucurella; Caicedo; Palmer, Fernandez (Andrey Santos 86′); Nkunku (Dewsbury-Hall 86′), Joao Pedro (Jackson 60′), Neto (Madueke 68′).

Pelatih: Maresca.

Dua JH Kalsel Masih Tertinggal di Arab Saudi

0
Dua JH asal Kalsel
Hingga fase pemulangan JH Embarkasi Banjarmasin berakhir, dua JH masih berada di Arab Saudi.

Link, Banjarbaru – Meski fase pemulangan Jemaah haji (JH) Embarkasi Banjarmasin berakhir, namun dua JH belum bisa dipulangkan. Karena 1 jemaah masih belum ditemukan sementara 1 jemaah lainnya sedang dirawat di RS Arab Saudi.

Dua JH Kalsel yang belum bisa dipulangkan dan masih berada di Arab Saudi yakni pertama Hasbullah Ihsan (73 th) Kloter 7 dari Banjarbaru belum bisa dipulangkan karena dinyatakan hilang dan kedua Kapsariah Salim (58 th) Kloter 7 dari Banjarbaru belum bisa dipulangkan karena masih sakit dan dirawat di RS Arab Saudi.

Hasbullah Ihsan yang beralamat di Jl. Sidodadi 2 Rt. 6 Loktabat Selatan Banjarbaru memiliki riwayat Dimensia atau gangguan ingatan dinyatakan hilang sejak meninggalkan hotel 709 di Mekah, Selasa 17 Juni 2025 pukul 03.00 Waktu Arab Saudi. Semenjak dilaporkan hilang  sampai dengan saat ini pencarian Hasbullah masih terus dilakukan oleh pihak Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam)  PPIH Arab Saudi bekerjasama dengan KKHI, KJRI, Konsultan Haji di Jedah, Otoritas Keamanan Arab Saudi, Imigrasi Syumaisy serta pihak Syarikah dan pihak terkait lainnya.

Selain Hasbullah, sebelumnya ada dua JH Indonesia yang juga dinyatakan hilang yaitu Nurimah (80 th) Kloter 19 dari Embarkasi Pelambang hilang sejak 28 Mei dan Sukardi (67 th) Kloter 79 dari Embarkasi Surabaya hilang sejak 29 Mei keduanya juga memiliki riwayat Dimensia dan masih belum ditemukan juga sampai dengan sekarang. PPIH Arab Saudi menyatakan, proses pencarian tidak memiliki batas waktu. Dengan demikian, ketiga orang itu akan terus dicari hingga ditemukan keberadaannya. Walaupun musim haji 1446 H/2025 M usai. Proses pencarian akan diwakilkan melalui Konsulat Jenderal (Konjen) RI.

Selanjutnya Kapsariah Salim saat ini masih dirawat di RS Arab Saudi King Fahad Madinah, beliau dirawat sejak tanggal 20 Juni 2025 akibat sakit pneumonia efusi pleura dekstra (penumpukan cairan di rongga pleura kanan) dengan desaturasi (penurunan kadar oksigen dalam darah) + low intake.  (spy)

Kloter BDJ 13 Akhiri Fase Pemulangan JH Embarkasi Banjarmasin

0
Kloter 13 BDJ
Kedatangan Kloter 13 BDJ menjadi penutup fase pemulangan JH asal Kalsel.

Link, Banjarbaru – Purna sudah proses pemulangan Jemaah haji (JH) kelompok terbang (Kloter) Embarkasi Banjarmasin di musim haji 2025. Menyusul kedatangan jemaah dan petugas haji Kloter BDJ 13 Selasa (08/07/2025) malam di Aula Jeddah Asrama Haji Debarkasi Banjarmasin.

Pulang dengan jumlah 423 orang, jemaah dan petugas haji Kloter BDJ 13 yang terdiri dari Provinsi Kalimantan Selatan asal Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru serta dari Provinsi Kalimantan Tengah asal Kabupaten Barito Selatan menjadi Kloter terakhir fase pemulangan Debarkasi Banjarmasin yang telah berlangsung sejak 15 Juni 2025 lalu.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin HM Tambrin mengucapkan selamat datang – Dhuyufurrahman tamu- tamu Allah, jemaah dan petugas haji Kloter BDJ 13 yang merupakan kloter sapujagat Embarkasi-Debarkasi Banjarmasin.

“Semoga semuanya mendapatkan haji yang mabrur dan umrah yang makbul, marhaban ahlan wa sahlan selamat datang di Debarkasi Banjarmasin,” ujarnya.

Jumlah jemaah dan petugas haji Kloter BDJ 13 terang Tambrin, diberangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin sebanyak 428 dan jumlah jemaah dan petugas haji Kloter BDJ 13 yang pulang  berjumlah 424. “Berkurang karena Tanazul/ pulang duluan ke Kloter lainnya,” terangnya.

Atas Nama PPIH Embarkasi/Debarkasi Banjarmasin kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Kalimantan Selatan dan Bupati/ Walikota yang telah memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh jemaah haji mulai dari keberangkatan hingga kepulangan jemaah haji ke daerah masing-masing.    “Dan malam ini sudah disiapkan jamuan Soto Banjar dan Sate Banjar,” ujarnya.

Dengan kedatangan jemaah dan Petugas haji Kloter 13 terangnya, maka jumlah jemaah dan petugas haji yang sudah tiba di tanah air seluruhnya berjumlah 5.489 orang dari jumlah total yang diberangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin sebanyak 5.502 jemaah dan petugas haji. Sedangkan jumlah jemaah yang wafat pertanggal 08 Juli 2025  berjumlah 13 orang.

Fase pemulangan jemaah dan petugas haji Debarkasi Banjarmasin terbagi dalam dua gelombang, gelombang pertama dimulai sejak sejak 15 Juni 2025 lalu jemaah dan petugas haji dipulangkan dari Mekah melalui Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah dari Kloter 1 s.d Kloter 6.

Selanjutnya fase pemulangan gelombang kedua dimulai tanggal 26 Juni s.d  8 Juli 2025 dari Kloter 7 s.d Kloter 13, jemaah dan petugas haji dipulangkan dari Madinah melalu Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. (spy)