Beranda blog Halaman 449

Venezuela vs Brasil: Skor Akhir 1-1

0
selebrasi Venezuela vs Brasil
Selebrasi Telasco Segovia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Venezuela vs Brasil, Jumat (15/11/2024). (c) AP Photo/Ariana Cubillos

Linkalimantan.com – Laga Timnas Venezuela vs Brasil dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmobel berakhir dengan hasil 1-1. Pertandingan penuh gengsi tersebut digelar di Estadio Monumental de Maturin, Jumat (15/11/2024) pagi WIB.

Brasil mampu unggul lebih dulu berkat gol Raphinha di akhir babak pertama. Venezuela menyamakan skor lewat aksi Telasco Segovia di awal babak kedua.

Brasil mendapat peluang emas untuk mencetak gol kedua. Sayang, eksekusi penalti plus tembakan rebound Vinicius Junior gagal menghasilkan gol.

Berkat hasil ini, Venezuela kini menduduki peringkat tujuh klasemen dengan poin 12 dari 11 laga. Sementara itu, Brasil menempati posisi ketiga dengan poin 17.

Jalannya Pertandingan Timnas Venezuela vs Brasil

Brasil mendominasi jalannya permainan sejak awal babak pertama. Namun, Selecao baru bisa membuka keunggulan di menit ke-43 lewat eksekusi free kick cantik Raphinha.

Babak kedua baru berjalan semenit, Venezuela sukses menyamakan skor menjadi 1-1. Segovia yang baru masuk melepas tembakan jarak jauh yang tak bisa dibendung Ederson.

Menit ke-59, Brasil mendapat penalti usai Vinicius dilanggar Rafael Romo di kotak terlarang. Sayang, Vinicius gagal menuntaskan penalti tersebut menjadi gol.

Tembakan penalti Vinicius mampu dibendung Romo. Lalu, tembakan rebound dari pemain Real Madrid tersebut masih melebar dari sasaran.

Jelang akhir laga, Venezuela harus bermain dengan 10 orang setelah Alexander Gonzalez diganjar kartu merah karena menyikut Vinicius. Tak ada gol tambahan hingga laga usai. Skor 1-1 menjadi hasil akhir laga ini.

Susunan Pemain Timnas Venezuela vs Brasil
Venezuela: Romo; Aramburu, Angel, Ramirez, Navarro; Herrera (Casseres 15′), Martinez (Rincon 69′); Bello (Gonzalez 80′), Savarino, Murillo (Segovia 46′); Rondon (Cadiz 81′).
Pelatih: Batista.

Brasil: Ederson; Vanderson, Marquinhos, Gabriel, Abner (Estevao 90+2′); Gerson, Guimaraes (Martinelli 82′); Savinho (Luiz Henrique 68′), Raphinha, Vinicius; Jesus (Paqueta 68′).
Pelatih: Dorival Junior. (spy)

 

Mengurai Keruwetan Dalam Kehidupan

0
kehidupan

Bismillahirrahmanirrahim
Manusia hanya menyelaraskan kehidupan alam semesta. Manusia  tak bisa mengatur kehidupan. Sebaliknya setiap saat alam semesta memberikan keruwetan bagi manusia. Bagi manusia waras, keruwetan menjadikan dirinya terus berjalan untuk mengapai tujuan.

Safariyansyah, Budayawan Spiritualis
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Keruwetan selalu menjadi bagian dari setiap insan yang ada di muka bumi ini. Sebagian dari mereka memilih untuk menghindarinya (meskipun tidak mungkin terbebas dari keruwetan), sebagian lagi justru menjadikannya sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas spiritualnya. Apa pun latar belakang agamanya.

Ngaji Dialog di Beranda Kediaman Birokrat Spiritualis DR Mada Teruna  terlalu indah untuk diungkapkan dengan kalimat. Ada saja materi bertajuk keseharian yang menjadi bahasan utama. Seperti halnya keruwetan hidup yang menjadi materi tulisan saya kali ini.

Keruwetan muncul siapa yang mengadakan? Simple, kami bersepakat hal itu disediakan alam semesta yang harus disikapi manusia. Dalam kontek manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah di muka bumi, bukankah keruwetan menjadi salah satu yang harus dikelola.

Kebiasaan, dalam kehidupan sosial masyarakat kita terkondisi dengan dua keadaan.  Yakni zona nyaman dan zona tantangan dengan masing-masing alibinya.

“Saya tidak ingin ikut-ikutan urusan politik” ini salah satu kalimat lazim yang kerap kali diungkapkan banyak orang. Alasannya jelas tidak ingin mempersulit hidupnya alias berada di zona nyaman. Namun dalam praktiknya tidak sedikit pula dari mereka dalam keseharian membicarakan apa yang diikrarkannya tersebut. Ujung-ujung justru mereka ini pusing sendiri tanpa tahu sebabnya.

Aneh kan? Begitulah alam semesta. Manusia tidak akan bisa mengaturnya dan lepas dari yang namanya keruwetan. Karena didalamnya ada energy dahsyat, baik positif maupun sebaliknya. Bagi manusia waras hal ini justru menjadi tantangan untuk mengurainya dan mengelola.

Namanya juga mengurai, ujungnya ada klaster-klaster di dalamnya. Gampangnya ada sampah yang dipenuhi energy negatif dan sari dengan energy positifnya. Pun demikian, sampah pun masih bisa dikelola untuk menjadikan manfaat (kalau ada).

Semua itu tentu saja melalui proses yang tidak sederhana. Dibutuhkan bimbingan dan kecerdasan spiritual. Sebagaimana Alquran membimbing ummat Nabi Muhammad dalam menjalani kehidupan singkat di dunia yang tidak abadi ini.

Ada ungkapan orang bijak,
DARI PROBLEM MENGHASILKAN KATA KATA , DARI KATA-KATA MEMBUAHKAN PERBUATAN. PERBUATAN AKAN MEMBUAHKAN KEBIASAAN. KEBIASAAN ITU AKAN MEMBUAHKAN KARAKTER. KARAKTER MEMBUAHKAN PERUBAHAN.

AFWAN
WASSALAM

Reses Anggota DPRD Banjarbaru Akan Ada Tim Pendamping

0

Link, Banjarbaru – Pada 14-19 November, 30 anggota DPRD Kota Banjarbaru yang dilantik pada 9 Oktober lalu akan melaksanakan reses pertama.

Mendukung kegiatan para wakil rakyat menemui konstituennya, Sekretaris DPRD Kota Banjarbaru, Arnawaty Supiatin mengatakan, sekretariat telat menyiapkan menyiapkan tim pendamping yang ditugaskan untuk memonitor reses.

“Kami membentuk tim pendamping dengan tugas melakukan monitoring terhadap reses yang dilaksanakan anggota dewan sehingga semua prosesnya berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Arnawaty, Kamis (14/11/2024).

Menurutnya, keberadaan tim pendamping akan mengawasi pelaksaan reses para anggota dewan. Dengan begitu diharapkan dapat menjadi pemecah masalah jika pada pelaksnaan reses terjadi persoalan teknis dan segera diambil tindakan.

“Tim pendamping akan mengawasi staf sekretariat yang mendampingi anggota dewan sehingga jika ada masalah selama pelaksanaan reses maka bisa diambil tindakan untuk mengatasi persoalan,” kata Arnawaty.

Selain tim pendamping, kata Arnawaty, pihaknya juga menyiapkan buku panduan reses yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan penjaringan aspirasi wakil rakyat terhadap warga atau konstituen di daerah pemilihannya. (wahyu)

Kerja Sama Dengan LSP, PUPR Kalsel Laksanakan Sertifikasi Tenaga Ahli Konstruksi

0
sertifikasi tenaga ahli konstruksi

Link, Banjarbaru- Upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga ahli konstruksi di Kalimantan Selatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Bina Konstruksi mengadakan sertifikasi tenaga kerja Konstruksi kualifikasi ahli di Aula Kantor Banjarbaru.

Kerjasama antara Dinas PUPR Kalsel dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo dan LSP Gataki diikuti 27 peserta dalam sertifikasi bidang teknik sipil dan manajemen.

Plh Kadis PUPR Kalsel, Andri Fadli melalui Kabid Bina Konstruksi, Mustajab mengatakan pentingnya kegiatan sertifikasi ini sebagai langkah lanjutan dari program sebelumnya.

“Dengan 27 peserta yang mengikuti sertifikasi, program ini mencakup berbagai jabatan kerja dalam konstruksi seperti bangunan gedung, jalan, jembatan, K3, dan manajemen konstruksi,” kata Mustajab diruang kerjanya, Banjarbaru, Kamis (14/11/2024).

Ia mengatakan kegiatan sertifikasi ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan sebuah kewajiban yang diatur dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Melalui peraturan pelaksanaan yang mengatur mengenai sertifikasi, baik badan usaha maupun pekerja konstruksi harus memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

“Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan akan terjadi peningkatan jumlah tenaga ahli konstruksi yang berkualitas di Kalsel,” ungkapnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan standar industri konstruksi dan keselamatan kerja. Sertifikasi yang diperoleh oleh peserta akan menjadi modal utama dalam mendukung kemampuan dan legalitas kerja mereka di sektor konstruksi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kerjasama antara Dinas PUPR Kalsel dengan LSP Astekindo dan LSP Gataki dalam pelaksanaan sertifikasi ini merupakan langkah positif dalam mendukung pengembangan SDM konstruksi di daerah tersebut.

“Melalui proses asesmen yang melibatkan uji tulis online, paparan materi, serta tanya jawab dengan asesor, peserta diharapkan dapat membuktikan kompetensi mereka baik dalam teknik sipil maupun manajemen konstruksi,” kata Admin Astekindo Konstruksi Mandiri Provinsi Kalimantan Selatan, Henyda.

Henyda mengatakan dengan terbitnya Sertifikat Keahlian Konstruksi (SKK) setelah program sertifikasi ini, para tenaga kerja konstruksi di Kalsel dapat memperoleh legalitas yang dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi mereka.

“SKK ini juga akan memberikan kepercayaan dan keunggulan kompetitif bagi tenaga ahli konstruksi dalam menjalani karir profesional mereka,” ujarnya.

Ia mengimbau bagi para tenaga kerja konstruksi yang memiliki keahlian namun belum memiliki SKK agar segera mengikuti uji sertifikasi.

“Karena sertifikasi ini sangat penting dalam meningkatkan kredibilitas dan kemampuan kerja,” tukasnya. (tri)

 

Rakor Optimalisasi Lahan dan Tumpang Sisip Wujudkan Ketahanan Pangan di Banua

0

Link, Banjarbaru – Mewujudkan ketahanan pangan di Banua, perlu adanya kesamaan persepsi, dan keteguhan komitmen, untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Optimalisasi Lahan dan Tumpang Sisip dalam program perluasan area tanaman Provinsi Kalimantan Selatan, yang dipimpin Plh Gubernur Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar di Banjarbaru, Kamis (14/11/2024).

Dalam sambutan yang dibacakannya, Roy menekankan komitmen bersama, untuk memajukan sektor perkebunan di Kalsel yang dihadapkan pada kebutuhan untuk terus berinovasi, dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.

Menurut Roy, mengingat semakin terbatasnya lahan produktif, maka penerapan strategi optimasi lahan dan metode tumpang sisip, menjadi salah satu langkah konkret yang harus direalisasikan. Tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di Banua.

“Program perluasan area tanaman atau p.a.t ini, adalah upaya yang kita lakukan untuk memastikan, bahwa Kalsel akan terus menjadi lumbung pangan nasional, dan pemasok komoditas perkebunan yang signifikan,” kata Roy.

Selanjutnya, Roy menyebut dengan pemanfaatan lahan secara maksimal, melalui pendekatan tumpang sisip, dapat mengisi lahan perkebunan dengan berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti jagung, kacang-kacangan, dan tanaman hortikultura lainnya. Hal ini tentu juga akan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat, terutama di sekitar lahan perkebunan yang dikelola.

Dalam menjalankan program ini, Pihaknya akan mengedepankan prinsip kolaborasi antara pemerintah, perusahaan perkebunan, dan masyarakat lokal. Oleh karena itu, koordinasi dan sinkronisasi menjadi hal yang krusial, terutama terkait penyediaan bibit, teknik penanaman, serta monitoring hasil produksi.

“Kita juga akan memastikan agar setiap tahapan program ini berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ucap Roy. (tri)

Diikuti Kafilah Kalsel Porsadinas ke VI Bukan Hanya Sekedar Ajang Kompetisi

0

Link, Banjarbaru – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Nasional (Porsadinas) VI yang dilaksanakan di Provinsi Lampung, diikuti juga oleh para Kafilah dari Kalimantan Selatan. Mendukung para Kafilah, Plh Gubernur Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso melepas langsung keberangkatan Kafilah di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kamis (14/11/2024).

“Selamat dan sukses saya sampaikan kepada anak-anakku, yang telah terpilih untuk menjadi Kafilah Kalsel yang akan berjuang membawa nama baik baik Banua di tingkat nasional,” ujar Adi.

Keikutsertaan Kafilah Kalsel dalam ajang ini, bukan hanya sekadar untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian dan penghargaan kepada agama, masyarakat, serta untuk Banua Kalsel Babussalam.

Ia mengingatkan kepada kafilah bahwa daerah mempercayakan sebagai generasi penerus yang akan membawa semangat dan kebanggaan bagi masyarakat Banua, dalam setiap langkah, diminta untuk menanamkan niat yang tulus, semangat pantang menyerah, dan akhlak yang terpuji.

“Ajang Porsadinas ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga wadah untuk mempererat ukhuwah islamiyah, dan memperkokoh tali persaudaraan antar-diniyah di seluruh Indonesia, jadilah teladan dalam sikap dan akhlak yang baik, agar semua yang kalian lakukan, menjadi inspirasi bagi masyarakat dan generasi muda lainnya di Kalsel,” pesannya. (tri)

Penanganan Pascabencana Perlu Koordinasi Yang Baik

0

Link, Banjarbaru – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengikuti Sosialisasi Penanganan Pascabencana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024, di Aula Intan 1 Hotel Grand Qin Banjarbaru, Kamis (14/11/2024) pagi.

Kegiatan yang bertujuan memulihkan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dalam mencapai kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dibuka Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Suria Fadliansyah. Menghadirkan narasumber Plt Kalak BPBD Banjar Agus Siswanto dan dari Dinas Sosial P3AP2KB Banjar Roni Tuska.

Kalak BPBD Provinsi Kalsel Suria Fadliansyah menyampaikan, dalam pelaksanaan penanganan pascabencana, diperlukan koordinasi yang baik antara tiga yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“Diperlukan sinergitas yang baik dalam rangka membangun sistem yang baik agar penanganan bencana di wilayah Kalimantan Selatan dapat terlaksana dengan sebaik mungkin, kemudian menjadi indikator utama di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi adalah BPBD mampu membuat Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Pascabencana,” ucapnya.

Suria berharap, adanya komitmen dari semua peserta, sehingga paparan dari para narasumber yang disampaikan dapat dilaksanakan dengan baik dalam penanggulangan pascabencana di wilayah masing-masing, sehingga mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat yang berada di wilayah bencana.

Sementara itu Plt Kalak BPBD Banjar Agus Siswanto menjelaskan, point yang paling penting dalam sosialisasi penanganan pascabencana adalah menyamakan persepsi mengenai penanganan pascabencana yang ada di wilayah Kabupaten Banjar.

“Dalam sesi tanya jawab tadi ada hal-hal yang luput dari perhatian kita seperti banjir tahun 2021 ternyata masih ada kajian yang belum dituntaskan sampai 2024. Ini menjadi masukan bahwa untuk ke depan kajian kebutuhan pascabencana atau jitupasna harus lebih intensif untuk menggerakkan seluruh stakeholder lingkup Pemkab Banjar dalam kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi bisa terdata dengan akurat dan valid,” ujarnya.

Agus berharap, ke depan seluruh perangkat daerah melakukan pengkajian sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, karena kajian pascabencana sangat penting bagi perangkat daerah. Jangan hanya berharap satu sumber dana karena jitupasna bisa masuk ke APBD, jadi daerah nantinya bisa menggunakan dana provinsi maupun APBN serta bisa mendapatkan bantuan dari CSR bahkan dana desa.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan diskusi dan tanya jawab pemaparan materi peran jitupasna dan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi serta dampak psikologis bencana oleh narasumber kepada peserta perwakilan kepala SKPD, kecamatan, kelurahan maupun desa mengenai penanganan pascabencana di Kabupaten Banjar. (wahyu)

Tingkatkan Kemampuan TRC dan Relawan Ikuti Pelatihan Water Rescue 

0

Link, Martapura – Sejumlah anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar dan relawan ikuti pelatihan Water Rescue (Penyelamatan di Air), di Pendopo Tengger Tahura Sultan Adam Mandiangin, Karang Intan, Rabu (13/11/2024) pagi.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Agus Siswanto, yang membuka kegiatan mengatakan, pelatihan merupakan salah satu langkah nyata dalam upaya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Khususnya yang berkaitan dengan kejadian-kejadian yang melibatkan ancaman keselamatan di perairan, seperti banjir, tenggelam, ataupun kecelakaan air lainnya.

Sebagai bagian dari struktur penanggulangan bencana daerah, TRC dan relawan lanjut Agus memegang peranan yang sangat vital dalam memberikan respons cepat dan tepat di lapangan.

“Oleh karena itu, kemampuan untuk menyelamatkan jiwa dan harta benda pada kondisi berbahaya, terutama yang melibatkan air, sangatlah penting,” ujarnya.

Pelatihan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan solidaritas diantara semua. Sebagai relawan dan anggota TRC, dituntut untuk selalu siap siaga dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana dengan cara yang aman dan efektif.

“Kepada peserta perhatikan keselamatan diri sendiri dalam setiap tahap pelatihan, jangan ragu bertanya dan berdiskusi dengan para instruktur, karena pelatihan ini bukan hanya untuk menambah wawasan, tetapi juga untuk memastikan bahwa kita benar-benar siap jika harus menghadapi situasi darurat di lapangan,” pintanya.

Pelatihan penyelamatan di air tersebut menghadirkan narasumber dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin. Berlangsung selama dua hari hingga 14 November 2024 didua lokasi, Mandiangin Kecamatan Karang Intan dan Bukit Batu Kecamatan Aranio. (wahyu)

Bawaslu Gelar Rakor Bersama Media dan Kehumasan

0
rakor bersama Media dan kehumasan
Tingkat Sinergitas Jelang Masa Tenang, Bawaslu Gelar Rakor Pengawasan Bersama Media dan Kehumasan

Link, Martapura – Jelang masa tenang,  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banjar gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan dengan Media dan Kehumasan selama dua hari, yakni pada 14 -15 November 2024.

Mengusung tagline “Peran Media dalam Mendukung Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2024′. Kegiatan rakor yang dihadiri seluruh Pengawas Kecamatan (Panwascam), Organisasi Kepemudaan (OKP), dan Kehumasan Polres Banjar, serta Kehumasan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar secara resmi dibuka Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar di salah satu hotel Kota Banjarbaru pada, Kamis (14/11/2024).

Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar Muhammad Hafizh Ridha mengatakan kegiatan rakor tersebut dibawah Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Humas Bawaslu Kabupaten Banjar.

“Kami secara internal ingin memaksimalkan peran media yang kami punya, baik media sosial (medsos) dan website milik Bawaslu agar dapat menginformasikan semua hal yang kami kerjakan dengan baik dan benar, tentunya harus sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Hafizh Ridha berharap, dengan adanya kegiatan Rakor Pengawasan dengan Media dan Kehumasan tersebut, selain menjadi ajang silaturrahmi dengan semua pihak, kegiatan tersebut sekaligus sebagai ajang diskusi bersama pihak eksternal seperti lembaga partisipatif, OKP, lembaga institusi, dan awak media.

“Dengan adanya diskusi hari ini, pemberitaan juga bisa disampaikan dengan baik dan semua kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu dapat menginformasikan sesuai fakta yang ada,” ucapnya.

Turut serta menambahkan, Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Banjar Muhaimin menjelaskan, dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan pelaksanaan Program Penyelenggaraan Pengawasan Pilkada 2024, tentunya sangat penting untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan awak media. (zainuddin/BBAM)

FTBI Bahasa Banjar 2024 Kenalkan Sastra Daerah Pada Generasi Muda

0

Link, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hj. Husnul Hatimah menutup kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar Tahun 2024 bagi Siswa SD dan SMP se-Provinsi Kalimantan Selatan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin pada Rabu (13/11) malam.

Dalam momentum itu, sejumlah siswa dan siswi dari masing-masing kelompok perwakilan di 13 Kabupaten/Kota melakukan yel-yel. Dengan ciri khasnya sendiri, keceriaan tergambar di acara penutupan tersebut.

Kemudian acara itu dibuka secara ceremony oleh Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, kesembilan perempuan berpakaian Dayak itu menampilkan Tari Gaprak Piring. Terlihat 60 Piala Tunas Bahasa di atas meja, dengan total hadiah sebesar Rp 135 juta.

Tampak hadir sejumlah pejabat daerah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Kalsel. Dan sederet juri yakni Ali Syamsudin Arsi, Abdurrahman El Husaini, Ersis Warmansyah Abbas, Hadani Had, Zulfaisal Putera, Gusti Indra Setiawan, Rezqie Atmanegara, Hatmiati Masy’ud dan Nailiya Nikmah.

“Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat hadir bersama di sini untuk menutup rangkaian acara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar tingkat provinsi yang penuh semangat dan antusiasme ini,” ucap Plh. Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Staf Ahli, Husnul Hatimah.

Husnul menyebut festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang berharga dalam melestarikan Bahasa Banjar sebagai bagian penting dari budaya kita. Menurutnya, bahasa Banjar adalah warisan yang telah turun-temurun diwariskan oleh leluhur kita.

Dalam kesempatan itu, Husnul menganggap kegiatan ini bagian salah satu merawat identitas budaya yang harus kita jaga agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman.

“Sebagai generasi penerus, baginya seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak kita memiliki tanggung jawab besar untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan bahasa ini,” tegasnya.

Melalui kegiatan seperti festival tunas bahasa ibu ini, Husnul menginginkan agar kita tidak hanya mengenalkan bahasa dan sastra daerah kepada generasi muda, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa cinta budaya dalam diri mereka.

“Maka dari itu, saya sangat bangga mendengar bahwa sebanyak 130 siswa SD dan SMP dari seluruh pelosok Kalimantan Selatan telah ikut berpartisipasi dalam festival ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Drs. Imam Budi Utomo mengapresiasi kepada guru pendamping bahasa, akademisi, budayawan dan sastrawan yang ada di Kalsel.

“Inilah puncak dari implementasi tunas bahasa ibu dari bahasa daerah. Kami ucapkan yang sangat tulus kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam melestarikan bahasa daerah,” ungkap Imam.

Imam menjelaskan bahwa festival tunas bahasa ibu telah masuk dalam kebijakan nasional agar setiap daerah dapat memperoleh sertifikat bahasa.

Sedangkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid mengaku bangga kepada tunas-tunas muda yang telah melestarikan bahasa daerah. Dia menyebut ada tiga bahasa yang dilestarikan yaitu bahasa Banjar, bahasa Bakumpai dan bahasa Daerah.

“Pada malam ini, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2024 merupakan program dari revitalisasi bahasa daerah. Jadi, kegiatan ini melestarikan tiga bahasa itu,” tandasnya.

Diakhir, pembagian sebuah pigura dalam bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang berkontribusi dalam pengembangan tunas bahasa ibu. (tri)