Beranda blog Halaman 77

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025: Menjaga Kekayaan Hayati Nusantara

0
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2025: Menjaga Kekayaan Hayati Nusantara
Poster Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (Foto: Frepik)

Link, Bail – Indonesia memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) setiap tahun pada tanggal 5 November. Peringatan ini pertama kali digagas oleh Presiden Republik Indonesia menjabat kala itu yakni Soeharto pada tahun 1993.

Hal itu tertuang melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Merujuk situs resmi Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, peringatan HCPSN bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, dan pelestarian puspa serta satwa nasional.

Selain itu, momen ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran puspa dan satwa dalam kehidupan manusia. Berdasarkan Keppres Nomor 4 Tahun 1993, ditetapkan tiga jenis satwa dan tiga jenis puspa sebagai simbol nasional Indonesia.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional merupakan momentum bagi individu, komunitas, maupun pemerintah untuk mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Melestarikan puspa dan satwa berarti menjaga keanekaragaman hayati, yang merupakan modal penting bagi keseimbangan ekosistem serta keberlangsungan hidup manusia.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2025 ini mengusung tema ‘Menjaga Kekayaan Hayati Nusantara’. Tema mengajak semua orang, dari anak sekolah sampai dewasa, untuk bertindak nyata untuk ikut kampanye anti plastik atau tanam bibit puspa di lingkungan.

Tema tersebut relevan karena Indonesia punya ribuan spesies unik, namun banyak yang terancam oleh perubahan iklim. Dengan tema ini, 5 November memperingati hari apa punya makna lebih dalam: hari untuk aksi, bukan hanya ucapan.

Gubernur Pimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025

0

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan memimpin Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, yang berlangsung di halaman RTMC Ditlantas Polda Kalsel, KM 21 Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (4/11/2025) pagi.

Apel tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari Polda Kalsel, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, BASARNAS, BNPB serta berbagai stakeholder terkait lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari apel siaga yang digelar serentak secara nasional dalam rangka menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.

BMKG melaporkan bahwa sekitar 44 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan potensi meningkatnya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi. Fenomena La Niña yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2026 juga menjadi perhatian serius bagi seluruh unsur penanggulangan bencana.

Pada kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan melakukan pemeriksaan pasukan sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan tanggap darurat di lapangan.

Dalam amanatnya, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan merupakan bentuk pengecekan kekuatan personel serta sarana dan prasarana dalam menghadapi bencana. Langkah ini penting agar seluruh unsur dapat bergerak cepat, tepat, dan bersinergi ketika menghadapi situasi darurat.

“Kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor utama keberhasilan dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa harus siap siaga menghadapi setiap potensi bencana demi menjamin keselamatan masyarakat,” tegas Kapolri dalam amanat yang dibacakan Gubernur Kalsel.

Disebutkan pula bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia, karena berada di wilayah Ring of Fire.

Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, telah terjadi 2.606 kejadian bencana alam nasional yang mengakibatkan korban jiwa, kerugian ekonomi, serta kerusakan fasilitas umum.

Melalui apel tersebut, Kapolri menekankan delapan poin penting yang harus menjadi pedoman bagi TNI, Polri, dan seluruh stakeholder. Di antaranya adalah peningkatan deteksi dini, memastikan kesiapan sarana-prasarana, memberikan edukasi kepada masyarakat, melaksanakan simulasi secara berkala, serta memperkuat empati dalam pelayanan kepada korban bencana.

“Kita diberi amanah oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya, termasuk ancaman bencana. Negara harus selalu hadir dalam setiap situasi,” kutip Gubernur Kalsel dalam amanat Kapolri.

Usai Apel, Gubernur Kalsel, H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kabinda Kalsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Dandrem 101/Antasari, Danlanud Syamsudin noor Banjarmasin, Kepala BPBD Kalsel, Basarnas, BPPB meninjau secara langsung peralatan SAR dan fasilitas penanggulangan bencana yang akan digunakan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kalsel.

Kegiatan apel ini diakhiri dengan sesi foto sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat menghadapi musim penghujan tahun 2025–2026.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin ditemui usai kegiatan menegaskan pentingnya langkah pencegahan dan kesiapsiagaan bersama menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di daerah ini.

“Mudah-mudahan kita siap bersama-sama menghadapi bencana ekstrem seperti banjir, sehingga dampaknya tidak terlalu besar bagi masyarakat Kalsel,” ujarnya.

Selain itu, Ia menambahkan, salah satu langkah konkret yang segera dilakukan adalah perbaikan dan normalisasi saluran air di berbagai titik rawan genangan.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, guna memastikan tidak ada saluran air yang tersumbat atau mengalami hambatan.

“Dengan koordinasi dan gotong royong, kita harap upaya pencegahan ini bisa meminimalkan risiko bencana,” tutupnya. (tri)

MoU BRIN dan NRF Singapura: Sinergi Riset Menuju Masa Depan Inovatif

0
MoU BRIN dan NRF Singapura: Sinergi Riset Menuju Masa Depan Inovatif
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko (kiri) dan CEO NRF, John Lim (kanan) (Foto: BRIN)

Lnk, Jakarta – BRIN dan National Research Foundation (NRF) Singapura telah menandatangani Nota Kesepahaman mengenai kerja sama bidang riset dan inovasi. Penandatanganan ini berlangsung di Gedung BJ Habibie, Jakarta, pada Selasa (4/11/2025).

Naskah ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama riset internasional, mempercepat transfer teknologi, dan mendorong inovasi nasional berdaya saing global. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyatakan MoU ini membuka babak baru kolaborasi ilmiah antara kedua negara.

“MoU ini merupakan langkah untuk memajukan ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujarnya. Ia berharap, kerja sama ini dapat memperkuat dan memperluas program-program yang sudah berjalan, termasuk ekspedisi riset.

CEO NRF, John Lim, menjelaskan bahwa kesepakatan ini berakar dari Research and Innovation Ministerial Meeting di forum G20. Lim menilai MoU tersebut sebagai cerminan komitmen bersama Indonesia untuk memperkuat hubungan di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

Fondasi MoU ini dibangun antara NRF dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekitar lima tahun lalu. Melalui kesepakatan yang baru, cakupan kemitraan dapat diperluas dan memperkuat tujuan.

Diketahui, kerjasama kedua lembaga ini telah membuahkan banyak hasil. Lim menjelaskan bahwa dalam periode sebelumnya, Indonesia dan Singapura telah melakukan sejumlah kolaborasi penting.

Contohnya adalah ekspedisi biodiversitas laut dalam di Laut Jawa dan kerja sama riset kelautan dengan OceanX pada tahun 2023. “Hasil dari ekspedisi tersebut sangat berharga dan telah memperdalam pemahaman tentang ekosistem laut,” kata Lim.

Prabowo Bahas Solusi untuk UMKM dan Penertiban Barang Bekas Impor

0
barang bekas impor
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan keterangannya usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 5 November 2025. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Link, Jakarta – Perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk penindakan terhadap impor barang-barang bekas impor serta percepatan sistem digitalisasi UMKM nasional jadi perhatian khusus Presiden Prabowo.

Melalui rapat terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 4 November 2025, Prabowo secara khusus memberikan sejumlah arahan penting.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa salah satu arahan utama Presiden Prabowo adalah memastikan langkah penertiban terhadap barang-barang bekas impor tidak berdampak negatif terhadap pelaku usaha kecil. Presiden Prabowo, kata Maman, meminta agar pemerintah menyiapkan solusi konkret berupa substitusi produk lokal yang dapat dijual oleh para pedagang yang selama ini bergantung pada barang bekas.

“Salah satu petunjuk dan arahan dari Presiden adalah bahwa pada saat kita melakukan penindakan pembatasan terhadap barang-barang bekas, baju-baju bekas yang masuk, arahan dari Pak Presiden juga mempertimbangkan dan memikirkan substitusi produk,” ujar Maman dalam keterangan pers kepada awak media usai rapat.

Maman menambahkan bahwa Presiden Prabowo menugaskan Kementerian UMKM untuk memastikan pedagang thrifting tetap bisa berusaha dengan menjual produk-produk buatan dalam negeri. Maman menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mematikan aktivitas ekonomi pedagang thrifting, tetapi mengarahkannya untuk mendukung industri lokal.

“Pemerintah juga tidak bisa membiarkan begitu saja kepada pengusaha-pengusaha yang memang sudah menjalankan. Jadi petunjuk dari Pak Presiden kepada Kementerian UMKM dalam hal ini saya, dikomandani oleh beliau, Pak Menko, agar menyiapkan solusi agar mereka tetap bisa berjualan. Namun diarahkan yang dijual adalah produk-produk dalam negeri kita,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi dalam pelayanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Presiden Prabowo meminta agar sistem satu data terintegrasi, yakni Sapa UMKM, segera direalisasikan untuk mempermudah berbagai layanan bagi para pelaku usaha.

“Pak Presiden menyampaikan ada 57 juta pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di Indonesia tentunya tidak bisa dengan metode konvensional kembali. Jadi harus menggunakan metode teknologi dan digitalisasi untuk memberikan pelayanan dan perlindungan,” tutur Maman.

Melalui Sapa UMKM, berbagai layanan seperti perizinan, pembiayaan, hingga akses pemasaran produk akan diintegrasikan dalam satu sistem nasional berbasis digital. “Pak Presiden tadi menegaskan segera direalisasikan, insyaallah akan kita realisasikan segera dengan cepat,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian pada peningkatan daya saing UMKM melalui kemudahan akses perizinan dan sertifikasi. Menurut Maman, Presiden meminta agar proses sertifikasi halal, izin BPOM, PIRT, hingga Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat dipercepat dan disederhanakan.

“Petunjuk dari Pak Presiden juga terkait kemudahan akses perizinan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah terkait sertifikasi, terkait bagaimana bisa mendapatkan izin BPOM, mempercepat sertifikasi halal, lalu bagaimana PIRT-nya, SNI, dan lain sebagainya. Supaya apa? Supaya UMKM kita daya saingnya juga meningkat,” ucapnya.

Di samping itu, Presiden juga meminta agar program penghapusan piutang UMKM segera ditindaklanjuti sesuai dengan rencana awal. Berdasarkan data sementara, sekitar 67 ribu UMKM telah tercatat dalam program ini, namun jumlah potensialnya jauh lebih besar.

“Kalau sementara kan masih di angka 67 ribu UMKM. Berdasarkan data dari Bank Himbara kita ada kurang lebih 1 juta usaha mikro kecil menengah yang memang bisa dihapus tagihkan dan dihapus bukukan. Nah itu yang kita akan tindak lanjuti,” kata Maman. (spy)

Berdayakan Umat, Kemenag Siapkan Regulasi Pengelolaan Dana Sosial Keagamaan

0
dana sosial
Menag Nasaruddin Umar dan Sekjen Kamaruddin Amin Memberikan Arahan Pada Rapat Rutin Internal yang Digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (4/11/2025)

Link, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan perhatian khusus pada pengelolaan dana sosial keagamaan untuk pemberdayaan umat. Menag menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan tata kelola dana sosial keagamaan agar berdaya guna bagi pemberdayaan ekonomi umat.

Hal ini disampaikan Menag dalam rapat rutin internal yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (4/11/2025). “Potensi zakat nasional ratusan triliun rupiah per tahun. Namun, yang baru terealisasi sekitar Rp41 triliun,” ungkap Menag.

“Angka ini menunjukkan masih besarnya ruang yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” sambungnya.

Selain zakat, Menag juga menyoroti potensi besar dana sosial keagamaan lainnya, seperti wakaf, dam, aqiqah, dan fidyah. Menurutnya, dana tersebut perlu memiliki payung hukum dan mekanisme yang jelas agar dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya minta Ditjen Bimas Islam bersama Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri segera menyiapkan rancangan pedoman pengelolaan dana sosial keagamaan ini. Harus ada mekanisme yang terstruktur, sehingga bisa menjadi acuan bagi seluruh Kanwil Kemenag dan Kankemenag kabupaten/kota,” tegas Menag.

Lebih lanjut, Menag menilai bahwa dana sosial keagamaan dapat menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi umat, jika dikelola dengan prinsip transparansi dan profesionalisme.

“Program pemberdayaan ekonomi berbasis dana sosial keagamaan ini harus berjalan berkesinambungan. Jangan hanya bersifat karitatif, tapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi umat,” imbuhnya.

Menag juga menekankan pentingnya sinergi lintas unit kerja dan kolaborasi dengan lembaga zakat serta ormas keagamaan. “Saya ingin agar Kementerian Agama hadir sebagai fasilitator dan penggerak ekosistem filantropi Islam yang kuat dan berkeadilan,” tutupnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyambut baik arahan Menag dan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola internal dalam implementasi kebijakan tersebut.

“Instrumen regulasi yang kuat akan menjadi pondasi bagi pengelolaan dana sosial keagamaan yang transparan dan terukur. Kami akan memastikan setiap unit kerja di pusat maupun daerah memiliki panduan operasional yang jelas,” ujar Sekjen.

Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Agama siap memperkuat koordinasi lintas unit untuk memastikan pemanfaatan dana keagamaan berjalan efektif dan sesuai tujuan. “Dengan sinergi antar unit dan dukungan seluruh jajaran, kita bisa menjadikan potensi ini sebagai kekuatan besar dalam menggerakkan ekonomi umat,” tandasnya. (spy)

Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Halaman Kantor Setda Banjar Dikebut

0
halaman kantor
Kabag Umum Setda Kabupaten Banjar, Khairullah Anshari optimis rehabilitasi halaman kantor Setda Banjar tepat waktu.

Link, Martapura – Dikejar waktu, pelaksanaan Proyek rehabilitasi halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar dikebut siang malam. Dengan begitu diharapkan pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu.

Meski berada di tengah musim penghujan proyek 90 hari kalender sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yakni terhitung dari 1 Oktober, Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Banjar, Khairullah Anshari optimis kegiatan rehabilitasi halaman kantor Setda yang dilaksanakan CV REKAYASA JAISH TECHNIC dengan nilai kontrak Rp397 Juta rampung tepat waktu.

“Progres perbaikan halaman teras kantor Setda Kabupaten Banjar yang sebelumnya bergelombang dan diratakan dengan metode batu sikat hari ini sudah mencapai 35 persen. Karena dikerjakan siang dan malam,” ujarnya pada Selasa (4/11/2025).

Selain faktor cuaca yang kerap turun hujan. Dikebutnya pengerjaan pemasangan batu sikat, yakni teknik melapisi lantai dengan campuran semen dan batu koral halus yang disusun membentuk pola artistik tersebut dikarenakan mendekati tutup buku tahun anggaran.

“Sehingga proses pembayarannya juga bisa lebih cepat atau sebelum kas daerah tutup buku. Kita lihat progres pengerjaan dan perubahannya terlihat signifikan, dan disepanjang kanstin nantinya akan ada taman, seperti bunga asoka,” beber Khairullah.

Ia juga menjelaskan, ada beberapa opsi untuk penanganan teras kantor Setda Kabupaten Banjar yang sebelumnya menggunakan paving block, yakni menggunakan metode pengaspalan dan metode pemasangan batu andesit.

“Tapi tentunya akan menambah kondisi halaman kantor Setda terasa semakin panas, karena itu kita pilih batu sikat. Selain itu tampilan logo Kabupaten Banjar akan terlihat lebih jelas saat mengambil gambar menggunakan drone,” tutupnya.(zainuddin)

Giliran Dishub dan MPP Disambangi Bupati Kotabaru

0
Bupati kotabaru kunjungi dishub dan MPP
(ft/mckotabaru)

Link, Kotabaru- Setelah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotabaru, kini Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, kembali melakukan kunjungan kerja. Yakni, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kotabaru, pada Selasa (4/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan memastikan pelayanan publik di masing-masing instansi berjalan optimal, sekaligus mempererat silaturahmi dengan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Dalam kunjungannya ke Dinas Perhubungan, Muhammad Rusli menyampaikan pentingnya kebersamaan dan komunikasi langsung antara pimpinan dan jajaran pegawai agar pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif dan sejalan dengan visi misi daerah.

“Saya bangga karena kita masih bisa bersilaturahmi serta duduk bersama. Ada program-program yang saya sampaikan kepada Kadishub yang berkaitan dengan visi misi kita, seperti penanda rambu-rambu jalan dan pembangunan dermaga di beberapa titik kepulauan,” ujar Bupati Muhammad Rusli.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru, Khairian Ansari, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan kepala daerah tersebut.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami. Kehadiran Bupati kami manfaatkan untuk meminta arahan terkait optimalisasi tugas dan fungsi Dinas Perhubungan, serta langkah-langkah dalam mengimplementasikan visi misi kepala daerah lima tahun ke depan,” ucapnya.

Setelah dari Dishub, Bupati melanjutkan kunjungan ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kotabaru. Di sana, beliau meninjau secara langsung berbagai jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Fuad Fahruddin, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan prinsip Senyum, Sapa, dan Ramah.

“Kami berusaha memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Harapan kami, seluruh SKPD yang berkaitan dengan pelayanan publik dapat terus berinovasi untuk meningkatkan mutu layanan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah,” ungkap Fuad.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati H. Muhammad Rusli turut didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pimpinan daerah dan perangkat kerja, guna mewujudkan pelayanan publik yang profesional, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat kotabaru. (wahyu)

Perkuat Kualitas Pendidikan, Hasnuryadi Sulaiman Audiensi dengan Rektor UNAIR

0

Link, Surabaya- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjalin silaturahmi dan audiensi dengan pimpinan Universitas Airlangga (UNAIR) di Kampus UNAIR, Surabaya, dalam rangka memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari visi pembangunan daerah “Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religius, dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan”, sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan 2025–2029.

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bersama istri drg. Ellyana Trisya, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Kalimantan Selatan. Turut hadir Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., para Wakil Rektor Unair, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra, M.Sc.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini mengusung tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan di Provinsi Kalimantan Selatan.”

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan menyampaikan rasa bahagia dapat bersilaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami sangat berbahagia bisa bertemu dengan Bapak Wakil Gubernur beserta jajaran. Saat ini Universitas Airlangga menempati peringkat 287 dunia (World Class University), dan kami terus berkomitmen memperluas kontribusi untuk kemajuan pendidikan di seluruh daerah Indonesia,” ujar Prof. Madyan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan bahwa audiensi ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga langkah konkret memperkuat arah pembangunan pendidikan di Kalimantan Selatan.

“Selain silaturahmi dengan Rektor dan pihak rektorat, kita berharap ke depan Kalimantan Selatan memiliki program yang terarah untuk peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Universitas Airlangga dapat terus berkembang, melahirkan kolaborasi nyata yang berkontribusi bagi peningkatan mutu sumber daya manusia di Banua. (tri)

Indonesia U-17 Takluk 1-3 dari Zambia di Laga Pembuka Piala Dunia U-17 2025

0
Indonesia U-17 Takluk 1-3 dari Zambia di Laga Pembuka Piala Dunia U-17 2025
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Zambia U-17 pada matchday pertama Grup H Piala Dunia 2025 (c) Dok. Timnas Indonesia

Link, Jakarta – Timnas Indonesia U-17 memulai perjalanan di Piala Dunia U-17 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Pada laga perdana Grup H di Al Rayyan, Selasa (4/11/2025) malam WIB, Garuda Muda kalah 1-3 dari Zambia U-17, meski sempat unggul lebih dulu.

Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat gol Zahaby Gholy yang memanfaatkan bola liar hasil umpan Evandra Florasta. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Zambia membalas lewat dua gol cepat Abel Nyirongo pada menit ke-35 dan ke-37, disusul gol ketiga dari Lukonde Mwale di menit ke-42.

Di babak kedua, pelatih Nova Arianto melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan tempo permainan. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk peluang emas Mierza Firjatullah dan Rafi Rasyiq, namun belum berbuah gol.

Indonesia sempat mendapat hadiah penalti pada menit ke-61, tetapi keputusan dibatalkan setelah tinjauan VAR, dan Evandra justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan diving. Hingga akhir laga, skor 3-1 untuk Zambia bertahan.

Garuda Muda selanjutnya akan menghadapi laga penting berikutnya demi menjaga peluang lolos dari fase grup.

Susunan Pemain

Indonesia U-17 : Dafa Algasemi; Fabio Azkairawan, I Putu Panji, Mathew Baker; Eizar Tanjung, Lucas Lee, Evandra Florasta, Nazriel Alvaro, Zahaby Gholy; Mierza Firjatullah, Fadly Alberto.

Zambia U-1 : Christo Chitambala; Levyson Banda, Andrew Mwape, Lukonde Mwale, Jonathan Kalimina, James Sibeene; Bongani Ndhlovu, Felix Phiri, Mapalo Simute, Kelvin Chipelu; Abel Nyirongo.

Oktober 2025 Inflasi Kalsel Alami Peningkatan, Ini Sebabnya

0

Link, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memantau perkembangan inflasi di daerah seiring dengan meningkatnya harga sejumlah komoditas pada Oktober 2025.

Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong laju inflasi, sebagaimana disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Miftahul Chair, usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri, di Command Center Kalsel, Banjarbaru, Selasa (4/11/2025).

“Rapat inflasi tadi dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Pak Tito Karnavian. Dari hasil rapat itu terlihat bahwa hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami kenaikan inflasi, khususnya disebabkan oleh naiknya harga emas,” jelas Miftahul.

Menurutnya, kenaikan harga emas terjadi secara global dan berdampak pada inflasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan.

“Di Kalsel, komoditas emas memberikan andil cukup besar terhadap inflasi bulan Oktober, yakni sebesar 3,1 persen,” ujarnya.

Selain emas, Miftahul menyebutkan beberapa komoditas bahan pokok lain juga turut mempengaruhi pergerakan inflasi di daerah.

“Beberapa bahan pokok seperti cabai merah dan daging ayam juga mengalami kenaikan harga. Namun, alhamdulillah untuk komoditas beras kondisinya masih relatif aman di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama kabupaten/kota dan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengantisipasi potensi inflasi menjelang akhir tahun. (tri)