Beranda blog Halaman 94

Sanae Takaichi Jadi PM Wanita Pertama Jepang

0
Sanae Takaichi Jadi PM Wanita Pertama Jepang
Mantan Menteri Dalam Negeri Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan pidato pada pembukaan kampanye pemilihan presiden LDP di Tokyo, Jepang, 22 September 2025. (via REUTERS/Franck Robichon)

Link, Jakarta – Panggung politik Jepang bersiap untuk menyambut era baru dengan terpilihnya Sanae Takaichi sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa. Kemenangannya pada hari Sabtu, membukakan jalan baginya untuk menjadi Perdana Menteri (PM) wanita pertama dalam sejarah Jepang.

Wanita berusia 64 tahun ini dikenal sebagai seorang politisi veteran dengan pandangan konservatif yang kuat. Takaichi sering kali menyamakan dirinya dengan mantan PM Inggris, Margaret Thatcher, dan merupakan anak didik dari mendiang PM Shinzo Abe, seorang tokoh yang sangat dihormatinya.

Pandangan politiknya yang tanpa kompromi dan seringkali kontroversial telah membentuk citranya di kancah politik domestik maupun internasional. “Tujuan saya adalah menjadi Wanita Besi,” katanya kepada sekelompok anak sekolah selama kampanye terbarunya dikutip BBC News.

Profil Sanae Takaichi

Lahir di Nara, sebuah kota di pusat Jepang, Takaichi menempuh jalur yang tidak biasa dalam dunia politik Jepang yang seringkali didominasi oleh dinasti politik. Dengan latar belakang keluarga yang tidak memiliki koneksi politik-ibunya seorang perwira polisi dan ayahnya bekerja di sebuah perusahaan mobil-ia membangun karirnya dari bawah.

Masa mudanya diwarnai dengan minat pada musik heavy metal. Di mana ia menjadi seorang drummer, dan kegemarannya mengendarai sepeda motor.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Kobe, Takaichi mendapatkan pengalaman politik pertamanya di Amerika Serikat (AS) sebagai staf magang untuk mantan anggota Kongres Patricia Schroeder. Pengalaman ini membentuk pandangan awalnya tentang dunia politik sebelum ia kembali ke Jepang.

Ia kemudian pertama kali terpilih menjadi anggota Parlemen pada tahun 1993. Kariernya menanjak seiring kedekatannya dengan Shinzo Abe pada tahun 2000-an.

Sepanjang kariernya, Takaichi telah memegang berbagai posisi menteri yang strategis, termasuk Menteri Keamanan Ekonomi serta Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi. Ia telah dua kali mencalonkan diri sebagai pemimpin LDP, yaitu pada tahun 2021 dan 2024, sebelum akhirnya berhasil meraih kemenangan pada tahun ini.

Kemenangannya dipandang sebagai konsolidasi kekuatan faksi konservatif di dalam partai pasca-Abe.

Kontroversi

Secara ideologis, Takaichi digambarkan sebagai seorang politisi garis keras, ultranasionalis, dan kritikus vokal terhadap China. Ia secara terbuka mengkritik upaya Beijing untuk menunjukkan dominasi militer dan ekonominya di kawasan.

Sebagai tanggapan, ia menyerukan penguatan kemampuan pertahanan Jepang dan merupakan pendukung setia kembalinya kebijakan “Abenomics”. Ini merujuk kebijakan sang mendiang PM, sebuah platform yang mengandalkan suku bunga rendah dan belanja pemerintah yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam kebijakan luar negeri, Takaichi mengusung pendekatan “Jepang Pertama (Japan First), yang menekankan pentingnya aliansi keamanan yang kuat dengan Amerika sambil tetap memprioritaskan kepentingan nasional Jepang. Sikapnya yang hawkish kemungkinan akan memengaruhi dinamika hubungan Tokyo dengan negara-negara tetangganya, terutama China dan Korea Selatan.

Di bidang sosial, pandangan Takaichi sangat konservatif. Ia menentang gagasan untuk mengizinkan pasangan suami istri memiliki nama keluarga yang berbeda, sebuah isu yang populer di kalangan masyarakat namun dianggapnya dapat merusak nilai-nilai keluarga tradisional.

Selain itu, ia juga menentang pernikahan sesama jenis dan suksesi tahta kekaisaran dari garis keturunan perempuan. Salah satu aspek yang paling sering menjadi sorotan dari profil Takaichi adalah pandangan revisionisnya terhadap sejarah masa perang Jepang.

Ia berpendapat bahwa kekejaman yang dilakukan oleh Jepang selama Perang Dunia II telah dibesar-besarkan. Pandangan ini diperkuat dengan kunjungannya yang rutin ke Kuil Yasukuni, sebuah monumen di Tokyo yang menghormati para pahlawan perang Jepang, termasuk penjahat perang Kelas A.

Selain kunjungannya ke Yasukuni, Takaichi juga pernah terlibat dalam kontroversi lain. Sebuah foto dirinya bersama dengan pemimpin partai neo-Nazi Jepang pernah beredar, meskipun ia menyangkal memiliki hubungan dengan individu tersebut.

Tak hanya itu, sebagai Menteri Komunikasi, ia pernah menyarankan bahwa lisensi stasiun televisi dapat dicabut jika mereka menyiarkan program yang dianggap bias secara politik. Pernyataannya ini sempat menuai kecaman sebagai upaya pembungkaman kebebasan berpendapat.

‘Sanaenomics’

Di sisi ekonomi, Takaichi telah mengusulkan sebuah rencana yang disebut “Sanaenomics” yang berfokus pada kebijakan moneter yang ekspansif, belanja fiskal yang fleksibel, dan investasi besar-besaran dalam manajemen krisis dan pertumbuhan. Ia secara khusus menargetkan investasi di sektor-sektor strategis seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, dan pertahanan.

Menurut laporan Nomura Securities yang dikutip Futuun.com, kerangka inti “Sanaenomics” terdiri dari tiga pilar, yang mengingatkan pada “tiga anak panah” dalam “Abenomics”. Pilar pertama melibatkan penguatan kemampuan manajemen krisis nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

Kedua, kebijakan fiskal ekspansif akan diterapkan. Ketiga, pemerintah akan secara eksplisit memikul tanggung jawab atas kebijakan moneter, sementara Bank of Japan akan tetap mempertahankan otonomi dalam memilih instrumen kebijakan tertentu.

Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun kedua kerangka kerja tersebut memiliki kesamaan struktural, fokusnya berbeda. Abenomics memprioritaskan pelonggaran moneter yang agresif, sementara ‘Sanaeconomics’ tampaknya lebih terkonsentrasi pada ekspansi fiskal, khususnya menekankan ‘langkah-langkah anti-inflasi’, seperti meningkatkan subsidi kepada pemerintah daerah dan memperkenalkan kredit pajak yang dapat dikembalikan. (CNBCIndonesia).

Sejarah dan Makna Lomba Panjat Pinang di Indonesia

0
Sejarah dan Makna Lomba Panjat Pinang di Indonesia
Lomba panjat pinang (Foto: Pinterest)

Link, Banjarbaru – Panjat pinang menjadi salah satu lomba paling ditunggu setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba ini selalu menghadirkan keceriaan sekaligus semangat gotong royong di tengah masyarakat. Namun di balik keseruannya, panjat pinang memiliki sejarah panjang dan makna yang mendalam dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Menurut buku Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal karya Fandy Hutari, panjat pinang sebenarnya berasal dari budaya Tionghoa kuno. Permainan ini dikenal dengan nama Qiang Gu dan telah ada sejak masa Dinasti Ming. Awalnya, panjat pinang dilakukan dalam rangkaian Festival Hantu, sebuah tradisi untuk menghormati arwah leluhur.

Permainan ini kemudian masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1930. Pada masa itu, panjat pinang bukanlah lomba rakyat seperti sekarang, melainkan hiburan bagi kalangan kolonial Belanda. Orang-orang pribumi dipaksa memanjat batang pinang yang telah dilumuri minyak sambil disaksikan oleh para penjajah yang tertawa melihat kesulitan mereka.

Hadiah yang diperebutkan pun bukan hadiah biasa. Dalam catatan sejarah, hadiah panjat pinang di masa kolonial berupa makanan mewah seperti keju, gula, dan pakaian mahal — barang yang sangat bernilai bagi rakyat pribumi saat itu. Sementara orang Belanda menikmati tontonan tersebut, bagi rakyat Indonesia lomba itu mencerminkan ketimpangan sosial dan penjajahan yang menindas.

Namun, seiring berjalannya waktu, makna panjat pinang berubah. Setelah Indonesia merdeka, masyarakat mengadopsi permainan ini sebagai simbol perjuangan dan kebersamaan. Pohon pinang yang licin menggambarkan perjuangan berat menuju kemerdekaan, sementara hadiah di puncak pohon menjadi lambang hasil kemerdekaan yang harus diraih bersama dengan semangat kerja sama.

Dalam lomba panjat pinang, peserta harus saling menopang agar rekan mereka bisa mencapai puncak. Nilai ini mengajarkan pentingnya gotong royong, solidaritas, dan kesetaraan. Setelah hadiah diraih, hasilnya dibagi rata kepada seluruh peserta — simbol dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kini, panjat pinang bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari warisan budaya bangsa yang mencerminkan semangat juang, persatuan, dan kerja sama. Lomba ini terus dilestarikan setiap tahun sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan rakyat Indonesia untuk meraih kemerdekaan dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Indonesia Pekan Ini

0
Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Indonesia Pekan Ini
Dua orang wanita sedang berjalan saat Hari Tanpa Bayangan (Foto: Freepik)

Link, Banjarbaru – Hari tanpa bayangan atau kulminasi adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi tertinggi di langit. Uniknya, fenomena hari tanpa bayangan ini bisa diamati di berbagai wilayah Indonesia pada pekan ini 7-15 Oktober 2025.

Mengutip laman BMKG, momen ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai ‘Kulminasi Utama’. Saat Matahari tepat berada di atas kepala pengamat, bayangan benda tegak akan tampak ‘menghilang’.

Hal Ini karenakan bayangan bertumpuk dengan benda itu sendiri. Maka itu, kulminasi utama akhirnya dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

Alasan Bisa Terjadi Hari Tanpa Bayangan

Fenomena ini terjadi karena bidang ekuator Bumi/bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika. Demikian mengutip Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator. Kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.

Pada 2025, Matahari tepat berada di atas Kota Pontianak pada 20 Maret 2025 pukul 11.50 WIB. Dan 23 September 2025 pukul 11.35 WIB.

Sementara pada 21 Juni 2025 pukul 09.40 WIB Matahari berada di titik balik Utara. Dan pada 21 Desember 2025 pukul 22.02 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.

Daftar Wilayah yang Bisa Mengamati Hari Tanpa Bayangan Oktober 2025

Bandar Lampung: 7 Oktober 2025 pukul 11.46.49 WIB
Kepulauan Seribu: 7 Oktober 2025 pukul 11.41.24 WIB
Serang: 8 Oktober 2025 pukul 11.42.56 WIB
Jakarta Utara: 8 Oktober 2025 pukul 11.39.54 WIB
Jakarta Pusat: 9 Oktober 2025 pukul 11.39.58 WIB
Jakarta Barat: 9 Oktober 2025 pukul 11.40.20 WIB
Jakarta Selatan: 9 Oktober 2025 pukul 11.40.05 WIB
Jakarta Timur: 9 Oktober 2025 pukul 11.39.45 WIB
Sofifi: 9 Oktober 2025 pukul 12.22.53 WIT
Bandung: 11 Oktober 2025 pukul 11.36.20 WIB
Semarang: 11 Oktober 2025 pukul 11.24.58 WIB
Surabaya: 12 Oktober 2025 pukul 11.15.39 WIB
Yogyakarta: 13 Oktober 2025 pukul 11.24.47 WIB
Denpasar: 15 Oktober 2025 pukul 12.04.57 WITA
Mataram: 15 Oktober 2025 pukul 12.01.24 WITA
Merauke: 15 Oktober 2025 pukul 11.51.16 WIT.

sumber : rri.co.id

Sektor Perkebunan dan Peternakan di Kalsel Tunjukkan Tren Positif

0

Link, Banjarbaru – Kinerja sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Selatan pada September 2025 naik signifikan sebesar 1,69 persen dibanding bulan sebelumnya, mencapai angka 117,11.

Peningkatan tersebut menegaskan daya beli dan kesejahteraan petani di Bumi Lambung Mangkurat terus membaik. Dua subsektor utama yakni tanaman perkebunan rakyat dan peternakan menjadi motor penggerak utama kenaikan NTP tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha.

“Kenaikan NTP ini tidak hanya mencerminkan naiknya harga komoditas, tetapi juga bukti bahwa petani dan pekebun kita semakin berdaya. Pemerintah provinsi melalui Disbunnak terus berkomitmen memperkuat produktivitas, kualitas hasil, dan stabilitas harga di tingkat petani,” jelas Suparmi.

Dalam subsektor perkebunan rakyat, NTP naik dari 142,93 menjadi 147,99 atau tumbuh 3,54 persen. Komoditas karet dan kelapa sawit menjadi penyumbang utama kenaikan ini. Harga karet dengan kadar karet kering (K3) 100 persen tercatat mencapai Rp24.000,00 – Rp25.000,00/kg, sementara kadar 60 persen – 65 persen berada dikisaran Rp14.713,00 – Rp15.939,00/kg.

Adapun harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit juga menunjukkan peningkatan, dengan harga tertinggi mencapai Rp3.434,80/kg pada September 2025. Kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi petani sawit di Kalimantan Selatan.

Subsektor peternakan turut memperkuat capaian tersebut, dengan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) tumbuh 4,26 persen. Kenaikan harga ayam ras pedaging menjadi faktor dominan yang mendorong perbaikan daya saing peternak lokal.

Suparmi menambahkan, pihaknya akan terus mengawal program peningkatan produktivitas dan efisiensi di lapangan melalui pendampingan teknis, kemitraan dengan industri, serta penguatan akses pasar.

“Kami ingin memastikan petani dan peternak Kalsel mendapatkan nilai ekonomi yang adil dari jerih payah mereka. Kenaikan NTP ini harus diikuti dengan upaya berkelanjutan agar kesejahteraan petani semakin kokoh,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya saing pertanian di wilayah selatan Pulau Kalimantan. (tri)

Jelang Lawan Arab Saudi, Ole Romeny Siap Tampil Lagi

0
Jelang Lawan Arab Saudi, Ole Romeny Siap Tampil Lagi
Selebrasi gol Ole Romeney pada laga Timnas Indonesia lawan Australia (c) AP Photo/Mark Baker

Link, Jakarta – Timnas Indonesia akan menjalani dua laga penentuan yang sangat krusial di Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan pertama mempertemukan skuad Garuda dengan tuan rumah Timnas Arab Saudi pada Kamis, 9 Oktober 2025 dini hari WIB di King Abdullah Sports City, Jeddah.

Laga ini menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk menjaga asa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Pelatih Patrick Kluivert membawa 29 pemain terbaiknya, termasuk sejumlah bintang utama dan pemain yang baru pulih dari cedera, seperti penyerang Ole Romeny.

Kehadiran Romeny menjadi kabar baik bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Penyerang berusia 25 tahun ini telah pulih sepenuhnya dari cedera engkel yang sempat membuatnya absen sejak Juli lalu. Sebelumnya, ia tampil gemilang dengan mencetak tiga gol dalam empat pertandingan bersama Timnas Indonesia. Ketajamannya di lini depan diharapkan menjadi pembeda dalam laga kontra Arab Saudi.

Romeny dikenal sebagai striker haus gol dengan kemampuan membaca ruang dan penyelesaian akhir yang tajam. Cedera yang didapat saat membela Oxford di Piala Presiden 2025 sempat membuatnya diragukan tampil di kualifikasi kali ini. Namun, pemulihan cepat dan kerja kerasnya membuat ia kembali dalam kondisi fit.

Pelatih Patrick Kluivert mengakui bahwa Ole Romeny memiliki peran sentral dalam skema permainan Timnas Indonesia. Sejak debutnya melawan Australia, Romeny selalu menjadi pilihan utama di posisi striker. “Ole adalah pemain penting yang sudah lama absen, dan kini ia kembali dengan kondisi yang sangat baik,” ujar Kluivert.

Meski begitu, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan akan memantau kondisi Romeny hingga jelang pertandingan melawan Arab Saudi. Ia ingin memastikan sang penyerang benar-benar siap secara fisik dan mental sebelum diturunkan sejak awal. Romeny juga menunjukkan performa positif dalam sesi latihan dan diyakini siap tampil optimal.

Timnas Indonesia akan menghadapi dua laga penting, melawan Arab Saudi dan Irak, untuk menentukan langkah menuju Piala Dunia 2026. Kedua pertandingan digelar di King Abdullah Sports City, stadion megah yang menjadi saksi perjuangan skuad Garuda.

Kemenangan atas Arab Saudi dan Irak akan membuka peluang besar bagi Indonesia melangkah ke putaran final. Patrick Kluivert membawa kombinasi pemain senior dan muda, termasuk Jordi Amat, Jay Idzes, Rizky Ridho, Maarten Paes, dan Kevin Diks, untuk memastikan tim tampil solid.

Seluruh pemain dan staf pelatih berkomitmen penuh memberikan performa terbaik demi lambang Garuda di dada. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia diharapkan menjadi energi tambahan agar Timnas mampu menorehkan sejarah besar melangkah ke Piala Dunia 2026.

Puncak Hari Anak Nasional 2025 Diperingati di Loksado

0
Hari Anak Nasional 2025
‎Puncak Hari Anak Nasional 2025 di Loksado HSS, Gubernur H. Muhidin dan Hj. Fathul Jannah Harapkan Anak Generasi Cerdas, Kreatif dan Berkembang

Hulu Sungai Selatan— Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah membuka kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang diselenggarakan di kawasan wisata alam Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), pada Selasa (7/10/2025) pagi.

‎Hari Anak Nasional 2025 ke 41 ini mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, dan pelaksanaannya di Loksado memberikan pesan kuat: bahwa anak-anak berhak menikmati masa kecil yang bahagia, di tengah alam yang lestari dan budaya yang hidup. Dan acara ini menjadi momen istimewa yang menggabungkan edukasi, permainan, dan pelestarian budaya lokal dalam balutan pesona alam pegunungan Meratus.

‎‎”Dan kami hormati dan banggakan yaitu anak-anak yang hadir pada kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 ini. Generasi penerus bangsa yang kita harapkan di masa depan, mudah-mudahan bubuhan Pian diberkahi seberataan,” ujar Gubernur Kalsel, H. Muhidin dalam sambutannya di atas panggung.

‎‎Dalam kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin ingin tumbuh kembang anak di daerah terus didorong oleh seluruh pihak sehingga elemen masyarakat juga menyadari betapa pentingnya sosok anak di generasi mendatang.

‎‎Dengan begitu, Gubernur H. Muhidin menyebut bahwa tema yang diangkat tahun ini, maka diharapkan generasi anak sekarang menjadi cerdas, kreatif dan berkembang di kemudian hari. Dalam peringatan ini, pihaknya ingin adanya kesadaran terhadap hari anak di seluruh belahan daerah agar hak-haknya dipenuhi.

‎‎”Sebenarnya peringatan HAN 2025 ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2025 lalu. Walaupun demikian, bukan berarti berkurang makna hari anak tersebut tetapi pesan terpenting merayakan bersama dalam menumbuhkan kesadaran di seluruh daerah,” ungkapnya.

‎‎ Muhidin mengatakan bahwa kita perlu memastikan anak-anak dapat bersekolah, dan tumbuh dengan anak khalayak lainnya. Orang nomor satu di Kalsel itu juga memastikan bahwa mereka memiliki akta kelahiran yang jelas dan mampu meningkatkan kemampuan dirinya dalam bermain.

‎‎”Saya berharap kepada semua pihak, khususnya orangtua, pendidik, tokoh adat maupun tokoh masyarakat serta jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, kecamatan bahkan tingkat desa. Dalam aspek perbaikan pemenuhan hak-hak anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Kemen PPPA Pribudiarta mengatakan, pendekatan orangtua sangat penting sekali dalam pertumbuhan hidupnya, karena pihaknya menilai bahwa setiap anak bercerita kemudian didengar. Menurutnya, masyarakat itu semakin kuat dengan generasi anak di masa mendatang.

‎”Mereka lah harapan kita ke depan, sebab anak-anak sekaranglah yang menggantikan kita di kemudian hari. Bapak dan ibu sekalian, seluruh daerah yang berhadir pada hari ini maka berterima kasih telah mengikuti perayaan Hari Anak Nasional 2025 ini,” tandasnya. (tri)

Komoditas Daging Ayam dan Telur di Kalsel Alami Surplus

0

Link, Banjarbaru – Kondisi komoditas daging ayam dan telur di Kalimantan Selatan, mengalami surplus di September 2025. Ini berdasarkan hasil analisis data ketersediaan dan kebutuhan pangan strategis, Provinsi Kalsel. Kondisi ini menandakan bahwa pasokan pangan hewani di daerah tersebut berada dalam keadaan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dari hasil perhitungan, ketersediaan daging ayam ras mencapai 6.844.956 kilogram, sementara kebutuhan masyarakat hanya sebesar 4.239.052 kilogram, sehingga terdapat surplus sebesar 2.605.904 kilogram. Adapun untuk telur ayam ras, ketersediaannya tercatat 9.612.630 kilogram dengan kebutuhan masyarakat sebesar 4.058.554 kilogram, menghasilkan surplus sebesar 5.554.076 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menyampaikan bahwa capaian surplus ini tidak terlepas dari kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, peternak, dan pelaku usaha perunggasan dalam menjaga keseimbangan produksi dan distribusi.

“Kami terus memantau keseimbangan antara produksi dan kebutuhan agar harga di tingkat produsen maupun konsumen tetap stabil. Surplus ini merupakan bukti nyata kerja sama yang baik antara seluruh pihak dalam menjaga ketahanan pangan hewani di Kalimantan Selatan,” ujar Suparmi di Banjarbaru, Selasa (7/10/2025).

Lebih lanjut, Suparmi menjelaskan bahwa dengan capaian tersebut, stok daging dan telur ayam ras di Kalsel dinilai aman dan mencukupi hingga beberapa bulan ke depan, bahkan berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan pangan untuk program strategis pemerintah seperti penanganan stunting dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, surplus juga membuka peluang bagi Kalsel untuk menopang pasokan ke daerah lain apabila dibutuhkan.

“Kami akan terus mendorong peningkatan produktivitas peternak lokal melalui pendampingan, penguatan kemitraan, serta pengendalian harga agar kesejahteraan peternak tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan akses pangan bergizi dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Dengan kondisi ini, Kalsel semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang mampu menjaga ketahanan pangan hewani secara berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya kemandirian pangan di tingkat regional maupun nasional. (tri)

Wagub Kalsel Hasnuryadi Hadiri Audiensi APPSI dengan Menkeu

0
APPSI audensi dengan Menkeu Purbaya
Bahas Isu Strategis TKD, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Audiensi APPSI dengan Menteri Keuangan Purbaya

Link, Jakarta – Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar audiensi bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025). Termasuk Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman.

Pertemuan ini dihadiri oleh para gubernur dari seluruh Indonesia, termasuk Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang turut hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan agenda utama  membahas sinergi fiskal antara pusat dan daerah, terutama melalui mekanisme Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Audiensi ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh seluruh gubernur anggota APPSI, sedangkan sesi kedua dihadiri oleh gubernur dari provinsi penghasil migas dan energi terbarukan yang tergabung dalam ADPMET.

Rapat berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB, dan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan RI.

Dalam pertemuan tersebut, APPSI mengangkat sejumlah isu penting terkait Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), serta perkembangan kondisi sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia.

Audiensi ini juga menjadi wadah diskusi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan kebijakan serta mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di tingkat provinsi.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan bahwa forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi antara daerah dan pusat.

“Daerah memerlukan ruang seperti ini agar bisa menyampaikan langsung kondisi dan tantangan di lapangan, sekaligus mencari solusi bersama pemerintah pusat,” ujarnya usai pertemuan.

Selain membahas kebijakan fiskal dan alokasi anggaran, audiensi ini juga menyoroti pentingnya sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kinerja pembangunan di berbagai sektor.

Para peserta APPSI tampak antusias mengikuti diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antardaerah serta memperkokoh komitmen APPSI dalam mendorong kemajuan pembangunan nasional melalui kolaborasi yang solid antara pusat dan daerah.

Sementara itu, pada pertemuan itu, Menteri Keuangan  Purbaya menjelaskan kondisi saat ini keuangan pemerintah dan daerah. Sekaligus membahas dana bagi hasil (DBH).

DBH merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN, yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. (tri)

Pemerintah Luncurkan Sekolah Garuda di 16 Lokasi

0
Pemerintah Luncurkan Sekolah Garuda di 16 Lokasi
Pemerintah bersiap meluncurkan Sekolah Garuda, program strategis pendidikan unggulan yang akan dikenalkan serentak pada Rabu, 8 Oktober 2025, di 16 titik di seluruh Indonesia. (Foto: Istimewa)

Link, Jakarta – Pemerintah bersiap meluncurkan Sekolah Garuda, program strategis pendidikan unggulan yang akan dikenalkan serentak pada Rabu, 8 Oktober 2025, di 16 titik di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, sebagai langkah nyata pemerataan akses pendidikan berkualitas di setiap pelosok negeri.

Sekolah Garuda dirancang untuk membuka jalan bagi anak-anak Indonesia berprestasi dari seluruh daerah agar mampu menembus kampus-kampus terbaik dunia. “Sekolah Garuda menjadi penyempurna orkestrasi transformasi pendidikan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Menurut Stella, inisiatif ini merupakan realisasi visi besar Presiden Prabowo untuk melahirkan generasi unggul sains dan teknologi yang siap membawa Indonesia menuju Generasi Emas 2045.

“Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi di penjuru negeri,” tambahnya.

Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya melahirkan insan cerdas dan berdaya saing global, tetapi juga berjiwa kepemimpinan dan berorientasi pengabdian kepada bangsa.

Pengenalan serentak Sekolah Garuda akan dilakukan di 12 Sekolah Garuda Transformasi dan empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Dua belas Sekolah Garuda Transformasi meliputi: SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan), MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).

Sementara empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru berada di Belitung Timur (Babel), Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sultra), dan Bulungan (Kaltara).

Hingga 2029, pemerintah menargetkan 80 sekolah menjadi bagian dari Sekolah Garuda Transformasi serta membangun 20 Sekolah Garuda Baru di daerah prioritas.

Stella menjelaskan, Sekolah Garuda berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, penyeimbang akses, yakni pemerataan kesempatan bagi semua anak Indonesia untuk berprestasi tanpa batas wilayah, Kedua, inkubator kepemimpinan, yang menanamkan karakter dan nilai kebangsaan bagi calon pemimpin masa depan, dan Ketiga, penguatan prestasi dan pengabdian, yakni membentuk siswa berprestasi akademik tinggi sekaligus memiliki semangat kembali mengabdi untuk negeri.

“Selain unggul secara akademik, siswa Sekolah Garuda diharapkan tetap memiliki semangat melayani dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Stella.

Keberadaan Sekolah Garuda menjadi bagian penting dari strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Berdasarkan Human Capital Index, rata-rata siswa Indonesia baru memanfaatkan 54 persen dari potensi utuhnya. Karena itu, pemerintah mendorong pendidikan yang mampu mengoptimalkan talenta nasional secara menyeluruh.

Program Sekolah Garuda juga melanjutkan keberhasilan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang telah mengantarkan 143 siswa Indonesia berkuliah di 100 perguruan tinggi terbaik dunia pada 2024.

Dengan pendekatan transformasi dan pemerataan, Sekolah Garuda diharapkan menjadi pusat unggulan sains dan teknologi nasional yang melahirkan talenta dari seluruh pelosok negeri—dari Aceh hingga Papua.

“Sekolah Garuda adalah simbol bahwa tidak ada batas bagi anak Indonesia untuk bermimpi besar dan menggapai dunia,” pungkas Stella.

Pemerintah Luncurkan Master Plan Produktivitas Nasional

0
Pemerintah Luncurkan Master Plan Produktivitas Nasional
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas, Eka Chandra Buana dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029. (Foto: Kementerian PPN/Bappenas)

Link, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029, di Jakarta, Selasa (7/10/2025). 

Dokumen strategis ini menjadi pijakan penting dalam mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, yakni Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, dan berpendapatan tinggi.

Peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi melalui pertumbuhan berbasis produktivitas. Dokumen ini disusun bersama ASEAN Productivity Organization (APO), juga Kemnaker, dan menjadi bagian integral dari implementasi RPJPN 2025–2045 serta RPJMN 2025–2029.

Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas, Eka Chandra Buana, menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas bukan semata-mata berbicara tentang efisiensi ekonomi, melainkan juga kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja layak. “Master Plan ini diharapkan menjadi acuan bersama bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan akademisi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis produktivitas,” ujar Eka.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa produktivitas nasional yang kuat menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Proses penyusunan Master Plan Produktivitas Nasional telah dimulai sejak Februari 2024, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bappenas dan APO di Osaka, Jepang. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan riset lapangan di berbagai sektor, termasuk pertanian dan industri, serta forum konsultatif lintas kementerian/lembaga.

Setelah melalui proses konsultasi publik dan validasi kebijakan, dokumen akhir didiseminasikan pada 28 Agustus 2025. Peluncuran resminya dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 di Jakarta. “Mulai 2026, Master Plan ini akan masuk tahap implementasi, penguatan regulasi, serta diplomasi kebijakan untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih produktif dan inklusif,” jelas Eka Chandra Buana.

Acara peluncuran dihadiri oleh lebih dari 150 peserta luring yang mewakili 35 kementerian/lembaga, asosiasi dunia usaha, dan mitra pembangunan. Selain itu, sekitar 250 peserta daring dari pemerintah daerah dan perguruan tinggi turut berpartisipasi aktif.

Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi kebijakan pembangunan nasional. Bappenas menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Master Plan Produktivitas Nasional memerlukan peran kolektif seluruh pemangku kepentingan dari sektor publik, swasta, hingga akademisi dan masyarakat.

Menuju Indonesia Emas 2045

Pemerintah berkomitmen menjadikan peningkatan produktivitas nasional sebagai agenda prioritas dalam RPJMN 2025–2029, dengan menitikberatkan pada inovasi, efisiensi, dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Melalui kolaborasi dengan APO, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai negara dengan ekonomi tangguh dan berdaya saing di kawasan Asia Tenggara. “Dengan adanya Master Plan Produktivitas Nasional 2025–2029, Indonesia menegaskan langkah strategis menuju transformasi ekonomi berkelanjutan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan daya saing global,” tutupnya.(infopublik).