Beranda blog Halaman 96

Baek Se-hee Penulis I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki Meninggal

0
Baek Se-hee
Penulis Korea Selatan Baek Se-hee meninggal diusia 35 tahun.

Baek Se-hee, penulis asal Korea Selatan yang terkenal lewat buku I Want to Die But I Want to Eat Tteokbokki  meninggal di usia 35 tahun. Khabar ini menjadi duka bagi dunia sastra Korea Selatan.

Baek Se-hee memulai perjalanannya sebagai seorang pencinta buku sejak usia muda, yang kemudian membawanya untuk mendalami bidang penulisan kreatif jurusan sastra di universitas. Setelah lulus ia sempat bekerja selama lima tahun di sebuah perusahaan penerbitan.

Titik balik dalam hidupnya terjadi ketika ia memutuskan untuk merekam dan mentranskripsikan sesi konselingnya dengan psikiater untuk mengatasi depresi yang ia alami. Berawal dari catatan inilah yang kemudian menjadi dasar dari karya debutnya yang banyak menginspirasi.

Pada tahun 2018, Se-hee merilis karya debutnya berjudul ‘I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki’ yang meledak di pasaran. Buku ini mendapat sambutan luar biasa karena kejujurannya dalam membahas perjuangan kesehatan mental, sebuah topik yang seringkali dianggap tabu.

Kesuksesan buku tersebut tidak hanya terjadi di Korea Selatan, tetapi juga meluas ke panggung internasional dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa bahkan terbit lebih dari 25 negara. Karyanya berhasil membuka dialog penting mengenai depresi dan kecemasan di kalangan anak muda di seluruh dunia.

Setelah itu, Se-hee kembali berkolaborasi dengan penulis lain berjudul ‘No One Will Ever Love You as Much as I Do’ pada tahun 2021. Selang setahun sesudahnya, kembali merilis buku ‘ I Want to Write, I Don’t Want to Write’.

Karya terakhirnya, rilis pada Juni 2025 lalu berjudul ‘A Will From Barcelona’. Dilansir dari laman The Korea Herald, sebelum meninggal dunia Se-hee meninggalkan warisan dengan mendonorkan lima organ (jantung, paru-paru, hati, hingga kedua ginjal) tubuhnya.

Badan Donasi Organ Korea membenarkan kabar tersebut. “Saya mendonasikan jantung, paru-paru, hati, dan kedua ginjal saya melalui donasi organ mati otak demi menyelamatkan lima nyawa,” ungkap Direktur Badan Donasi Organ Korea, Lee Sam Yeol, menjelaskan isi wasiat Baek.

“Saya berterima kasih kepada pendonor Baek Sehee dan keluarga yang ditinggalkan atas kasih dan dedikasi mereka yang hangat,” tukasnya. (bbs)

Fenomena Langka: Macan Kumbang di Pegunungan Sanggabuana

0
Fenomena Langka: Macan Kumbang di Pegunungan Sanggabuana
Foto: Macan kumbang membawa dua anak kumbang dan tutul. (Dok. Dok Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) via Detikcom)

Link, Jakarta – Ahli buka suara soal fenomena aneh tertangkap kamera di Pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Karawang. Induk macan kumbang tertangkap dalam kamera jebak membawa dua anaknya yang memiliki corak berbeda.

Salah satu anaknya terlihat memiliki corak khas macan tutul, sedangkan anak lainnya memiliki warna kulit hitam pekat (melanistik).

“Iya untuk penampakan macan tutul dari Pegunungan Sanggabuana membawa satu ekor anak macan kumbang dan tutul itu memang benar hasil ekspedisi kami,” kata Peneliti dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta, dikutip dari Detikcom.

Bernard mengatakan fenomena itu wajar, sebab macan kumbang dan macan tutul berasal dari jenis yang sama yakni Panthera Pardus Melas.

“Pertanyaannya apakah bisa macan kumbang melahirkan anak macan tutul? Apa mungkin macan kumbang kawin dengan macan tutul hingga anaknya kumbang dan tutul? Itu hal yang wajar terjadi, sebab macan tutul dan macan kumbang adalah spesies atau jenis yang sama, bukan 2 jenis yang berbeda sehingga keduanya kawin kemudian melahirkan 2 anak yang berbeda juga mungkin terjadi,” kata dia.

Lebih lanjut, Bernard menjelaskan macan kumbang disebut pula sebagai melanistik karena warnanya hitam yang diakibatkan faktor pigmen. Di sisi lain, macan tutul memiliki warna kuning dengan tambahan motif tutul.

Menurutnya perkawinan silang umum terjadi di kawasan hutan liar. Begitu juga yang terlihat di Pegunungan Sanggabuana.

“Di kawasan hutan liar seperti kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, umum terjadi perkawinan antara macan kumbang dan macan tutul,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, kemungkinan induk macan kumbang melanistik kawin dengan pejantan macan tutul berwarna normal.

“Ini yang satu normal dan yang satu melanistik. Jadi bisa dipastikan kalau induk macan tutul melanistik atau kumbang tersebut kawin dengan pejantan macan tutul normal,” pungkasnya. (CNBC Indonesia).

‘No One Saw Us Leave’, Thriller Meksiko Berdasarkan Kisah Nyata

0
‘No One Saw Us Leave’, Thriller Meksiko Berdasarkan Kisah Nyata
Adegan dalam serial thriller Netflix 'No One Saw Us Leave' (Foto: Tudum by Netflix)

‘No One Saw Us Leave’ adalah thriller Meksiko yang diangkat dari kisah nyata. Serial tersebut menceritakan perjuangan seorang ibu untuk bersatu kembali dengan anak-anaknya, dilansir dari Tudum by Netflix, Kamis (16/10/2025).

Cerita berlangsung pada 1960-an, seorang istri dan ibu muda bekerja sama dengan mantan agen Mossad. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mencari anak-anaknya yang diculik oleh suaminya.

Valeria Goldberg, tokoh utama, ditolak oleh komunitas Yahudi Meksiko tempat ia dibesarkan. Karena itu, peluangnya untuk menemukan anak-anaknya menjadi sangat kecil.

Serial ini diadaptasi dari memoar ‘Nadie nos vio partir’ karya Tamara Trottner. Tessa Ia memerankan Valeria Goldberg, Emiliano Zurita berperan sebagai Leo Saltzman, dan Juan Manuel Bernal memerankan Samuel Saltzman.

Pemeran lain dalam serial ini termasuk Gustavo Bassani sebagai Carlos dan Ari Brickman sebagai Elías. Selain itu, Alexander Varela memerankan Isaac Saltzman dan Marion Siro berperan sebagai Tamara Saltzman.

Valeria Goldberg hidup dalam “sangkar emas” dari pernikahan yang diatur dengan Leo Saltzman, putra pengusaha berpengaruh Samuel Saltzman. Ketika Valeria melakukan kesalahan yang tak termaafkan, keluarga Saltzman berbalik melawannya.

Mereka merencanakan untuk memisahkan Valeria dari anak-anaknya sekaligus menghancurkan reputasinya di komunitas yang kaya dan tertutup. Leo kemudian membawa kedua anak mereka, Tamara dan Isaac, ke Eropa tanpa memberi tahu Valeria.

Mengetahui anak-anaknya hilang, Valeria meminta bantuan Elías, mantan agen Mossad yang kini menjadi detektif swasta, untuk melacak mereka. Valeria dan Elías mengejar Leo dan anak-anaknya di berbagai negara.

Sementara itu, upaya keluarga mertuanya memutarbalikkan komunitas melawan Valeria menambah tekanan dan keputusasaan. Serial ini menampilkan konflik, ketegangan, dan situasi dramatis, mengikuti kisah penculikan yang mengguncang komunitas Yahudi-Meksiko pada tahun 1968.

Memoar Trottner menceritakan pengalaman dirinya dan saudaranya sebagai korban penculikan. Mereka dipisahkan dari ibu mereka selama tiga tahun dan dipindahkan ke beberapa negara.

Memoar Trottner berfokus pada pengalamannya sendiri sebagai korban penculikan. Berbeda dari itu, adaptasi Netflix menyoroti pencarian ibu Trottner untuk menemukan anak-anaknya. (rri.co.id).

BNPB Pantau Sejumlah Bencana di Indonesia, Masyarakat Dihimbau Tingkatkan Kesiapsiagaan

0
BNPB Pantau Sejumlah Bencana di Indonesia, Masyarakat Dihimbau Tingkatkan Kesiapsiagaan

Link, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode Kamis (16/10/2025) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (17/10/2025) pukul 07.00 WIB. Dalam periode tersebut, tercatat telah terjadi gempa bumi serta beberapa bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.

“Laporan pertama, gempa bumi dengan magnitudo 6,6 mengguncang Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, pada Kamis (16/10). Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 18 kilometer. Guncangan gempa dirasakan di lima distrik, yakni Sarmi Kota, Sarmi Selatan, Pantai Timur Bagian Barat, Tor Atas, dan Pantai Barat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keteranganya, Jumat (17/10/2025).

Berdasarkan pendataan hingga pukul 23.00 WIB, sebanyak 19 kepala keluarga dilaporkan terdampak, enam di antaranya mengungsi mandiri ke lokasi yang lebih aman. Peristiwa tersebut juga menyebabkan kerusakan 20 unit rumah rusak berat, 30 unit rumah rusak ringan, serta merusak tiga gereja, dua jembatan, dua pasar, dan 13 bangunan lainnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi bersama instansi terkait telah menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dini hari tadi telah bertolak menuju wilayah terdampak. Tim juga dilaporkan telah tiba di Jayapura dan akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sarmi untuk mendampingi BPBD setempat dalam pelaksanaan kaji cepat pascagempa.

Di wilayah lain, banjir menggenangi dua desa di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (16/10/2025) pukul 05.00 WIB menyebabkan meluapnya sejumlah drainase yang tidak mampu menampung debit air, sehingga merendam 891 unit rumah warga di Desa Sampali dan Tembung.

BPBD Kabupaten Deli Serdang bersama lintas sektor segera melakukan penanganan, termasuk mendirikan dapur umum dan melakukan pemantauan di lokasi terdampak. Kondisi terkini, banjir di Desa Sampali telah surut total, sementara Desa Tembung masih terendam dengan ketinggian air 15–20 sentimeter.

Sementara itu, di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebanyak 245 kepala keluarga atau 1.372 jiwa di Kecamatan Soromandi dan Palibelo mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

BPBD Kabupaten Bima berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendistribusikan 15.000 liter air bersih kepada warga dan mengimbau agar masyarakat menggunakan air secara hemat mengingat musim kemarau masih berlangsung.

Abdul Muhari, mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing. “Apabila terjadi gempa bumi, masyarakat diimbau untuk tidak panik, berlindung di bawah meja, menjauhi kaca atau jendela yang berpotensi pecah, dan segera menuju lokasi terbuka saat situasi memungkinkan. Tetap ikuti petunjuk dari pihak berwenang,” kata dia.

Ia juga mengingatkan masyarakat di daerah rawan banjir untuk rutin membersihkan saluran drainase dan sungai agar air dapat mengalir lancar dan tidak tersumbat, yang dapat mengakibatkan luapan air. “Untuk wilayah rawan kekeringan, gunakan air secara bijak, tampung air hujan sebagai cadangan, serta perbanyak area resapan air yang dapat dimanfaatkan saat musim kering,” ujar Abdul Muhari. (infopublik).

Langkah Cepat Dinkes Kalsel Pastikan Keamanan MBG 

0

Link, Banjarmasin – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dr. Diauddin, angkat bicara terkait kejadian dugaan keracunan yang menimpa sejumlah anak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, Dinas Kesehatan bersama lintas sektor tengah melakukan langkah cepat untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kita sudah melihat langsung situasinya dan bertemu dengan pengolah makanannya. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala berarti, namun tetap harus kita evaluasi,” ujarnya, Banjarmasin, Jumat (17/10/2025).

Menurutnya, sampel makanan maupun sampel dari anak-anak yang terdampak telah diambil untuk diuji di laboratorium kesehatan. “Prosesnya sebenarnya cepat, tinggal menunggu hasil dari laboratorium yang berwenang. Setelah keluar, baru bisa kita pastikan penyebab pastinya,” jelasnya.

Selain pemeriksaan laboratorium, pihaknya juga akan menggelar inspeksi ke dapur-dapur pengolah makanan setelah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM/BGN).

“Tujuan kami hanya satu: memberi jaminan keamanan kepada masyarakat bahwa makanan yang diberikan aman dikonsumsi oleh anak-anak. Kita ingin memastikan betul-betul tidak ada lagi kejadian serupa,” tegasnya.

Diauddin juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap prosedur pengolahan pangan.

“Pesan saya bukan hanya untuk pengelola dapur, tapi juga kepala sekolah dan guru. Semua harus ikut mengawasi. Jangan lalai. Cek makanan sebelum dibagikan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis disebutnya memiliki tujuan mulia untuk mendukung kesehatan anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga agar tetap aman dan terpercaya. (tri)

Kalsel Miliki Sekolah Garuda, SMAN Banua Siap Cetak Siswa Berkelas Dunia

0
Kalsel Miliki Sekolah Garuda, SMAN Banua Siap Cetak Siswa Berkelas Dunia
Sejumlah siswi SMAN Banua, Banjarbaru, Kalimatan Selatan menyelesaikan tugas mandiri yang diberikan gurunya/DITPM/InfoPublik/Bismo Agung

Link, Banjarbaru – Sekolah Garuda resmi diperkenalkan kepada masyarakat sebagai satuan pendidikan yang berfokus mencetak siswa unggul di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

Salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Banua Bilingual Boarding School (BBS) Kalimantan Selatan (Kalsel).

SMAN Banua menjadi satu dari 12 sekolah di Indonesia yang masuk dalam program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra menyampaikan bahwa program Sekolah Garuda Transformasi menjadi upaya pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

“Program ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dan melanjutkan studi ke luar negeri,” ujar Galuh , Kamis (16/10/2025).

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung program tersebut, antara lain dengan memfasilitasi berbagai kebutuhan sekolah.

“Meskipun ada tantangan dalam meningkatkan minat siswa dan orang tua,” tambahnya.

Galuh menjelaskan, pemilihan SMAN Banua didasari keseriusan pihak sekolah yang cepat melengkapi seluruh dokumen persyaratan, termasuk prestasi akademis dan infrastruktur yang dimiliki.

“Saya mengapresiasi, pada saat itu kita mengundang semua SMA dan ada beberapa persyaratan yang memang harus disiapkan, termasuk komitmen dari pemerintah provinsi,” tuturnya.

Ia mengakui tidak semua SMA di Kalsel bersedia mengikuti seleksi program ini. Pemerintah provinsi, lanjutnya, hanya berperan memfasilitasi dan mendorong sekolah-sekolah yang berminat untuk berpartisipasi.

“Ternyata begitu masuk ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Sekolah Banua yang disetujui,” ujar dia.

Galuh menyampaikan rasa bangganya karena SMAN Banua terpilih sebagai salah satu dari 12 Sekolah Garuda Transformasi dan empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Adapun 12 Sekolah Garuda Transformasi tersebut meliputi SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan), MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).

“Saya menganggap ini sebuah pencapaian yang cukup baik. Kami merasa senang sekali program nasional bisa masuk di Kalimantan Selatan,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu tujuan pendirian Sekolah Garuda adalah mempersiapkan peserta didik agar mampu berkuliah di luar negeri. Dengan demikian, SMAN Banua tidak hanya berkompetisi di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional menuju panggung dunia.

Menurut dia, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada semangat siswa dan guru, tetapi juga dukungan fasilitas yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran yang menyeluruh.

SMAN Banua memiliki fasilitas lengkap, meliputi laboratorium fisika, kimia, biologi, komputer, dan bahasa, serta perpustakaan, poliklinik, gymnasium, ruang audio visual, asrama, ruang makan, dan balairung.

Seluruh fasilitas tersebut mendukung kegiatan belajar mengajar, terutama bagi siswa berasrama.

Kehadiran Sekolah Garuda Transformasi di Banua menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses pendidikan unggul di Indonesia bagian tengah.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, dunia industri, serta semangat siswa dan guru, SMAN Banua siap menjadi pusat inovasi pendidikan, pengembangan karakter, dan pembibitan talenta sains masa depan. (infopublik).

Peletakan Batu Pertama Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Pemerataan Ekonomi Nasional

0
Peletakan Batu Pertama Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Pemerataan Ekonomi Nasional

Link, Bekasi – Pemerintah memulai tahap pembangunan fisik 80.000 gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui kegiatan peletakan batu pertama yang berlangsung di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/10/2025).

Acara tersebut menandai dimulainya tahap operasional dari pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kegiatan dihadiri oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto; Direktur Utama Agrinas Pangan Persero, Joao Angelo De Sousa Mota; Wakil Panglima TNI, serta sejumlah pejabat kementerian, pemerintah daerah, dan unsur TNI.

Tahap Operasional Koperasi Desa Dimulai

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, peletakan batu pertama ini merupakan awal dari tahap operasional setelah seluruh legalitas 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diselesaikan pada bulan Juli 2025.

“Peletakan batu pertama ini menandakan mulainya tahap operasional dari pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah dicanangkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan juga Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025,” ujarnya.

Ferry menambahkan, pada tahap awal akan dibangun 800 unit fisik koperasi desa, yang selanjutnya akan diperluas secara bertahap di seluruh Indonesia. “Bersamaan dengan hari ulang tahun Bapak Presiden tanggal 17 Oktober 2025, kita mulai pembangunan gudang-gudang, gerai-gerai, dan kelengkapan pendukung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebanyak 800, dan ini akan diikuti terus hingga puluhan ribu di seluruh tanah air,” katanya.

Ia menyebut, kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan TNI, BUMN, dan pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan pembangunan koperasi ini. “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan adanya dukungan unsur TNI ini bukan sekadar program pemerintah, tetapi kita maknai sebagai sebuah gerakan negara. Semua pihak saling mendukung demi cita-cita besar agar koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian nasional,” tukas Menkop.

Menteri Ferry juga menekankan bahwa koperasi desa akan berfungsi sebagai pusat ekonomi rakyat yang mampu menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menampung hasil produksi petani dan pelaku UMKM. “Koperasi desa ini akan menyalurkan barang kebutuhan masyarakat, membeli hasil produk dari masyarakat desa, dan menjadi instrumen agar program pemerintah tepat sasaran. Ketika itu terjadi, manfaatnya akan betul-betul dirasakan oleh rakyat,” jelasnya.

Sinergi Desa dan Pemerintah untuk Ekonomi Berdaulat

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa Yandri Susanto menyampaikan apresiasi dan doa bagi Presiden Prabowo Subianto yang berulang tahun ke-74. “Kita ucapkan selamat ulang tahun buat Bapak Haji Prabowo Subianto yang ke-74. Kita doakan beliau sehat walafiat, penuh keberdayaan, dan terus semangat untuk membawa Indonesia bebas dari korupsi, kemiskinan, dan kebodohan,” ucapnya.

Ia menegaskan, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan instrumen penting dalam pemerataan ekonomi desa dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional. “Koperasi desa merah putih ini solusi terbaik dari Bapak Presiden yang akan menghadirkan pusat ekonomi terbaik di tingkat desa. Ini harus kita sukseskan dan tidak boleh ada perpecahan di antara kita,” tegas Yandri.

Mendes PDT juga mencontohkan sinergi koperasi dengan desa tematik binaan Kemendes, seperti desa ikan nila, desa lele, desa ayam petelur, desa wisata, dan desa ekspor. “Dengan koperasi desa merah putih, produksi di desa akan aman dari sisi produksi, distribusi, dan harga terbaik bagi para petani,” ujarnya.

Cita-Cita Gotong Royong Nasional

Sementara itu, Dirut Agrinas Pangan Persero Joao Angelo De Sousa Mota menyebut acara ini sebagai tonggak sejarah pembangunan ekonomi gotong royong nasional. “Hari ini adalah tonggak sejarah bagi kita dan suatu awal yang baik bagi kita. Dengan dukungan seluruh kementerian, kami yakin program luar biasa ini bisa terwujud bersama untuk Indonesia Maju,” ujarnya.

Joao menambahkan, kerja sama antara Agrinas Pangan Nusantara, Kementerian Koperasi, dan TNI merupakan langkah awal membangun ekonomi desa dari bawah. “Harapan kita sangat besar bahwa ekonomi Indonesia akan bangkit bersama dengan masyarakat desa, sebagai wujud cita-cita para proklamator untuk mewujudkan ekonomi Pancasila yang berasaskan gotong royong,” pungkasnya. (infopublik).

Gubernur Kalsel Apresiasi ULM dalam Komitmen Menjaga Ekosistem Mangrove

0

Link, Banjarmasin – Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Dinansyah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan konferensi internasional bertema “Borneo’s Mangroves: A Nexus of Biodiversity, Sustainable Futures, and Carbon Sequestration.”

Dalam sambutannya pada malam ramah tamah konferensi tersebut, Dinansyah menyebut kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi lintas bidang.

“Malam ini menjadi momentum bagi kita semua untuk beristirahat sejenak dari padatnya diskusi ilmiah, sambil mempererat silaturahmi diantara kita semua,” kata Dinansyah, Banjarmasin, Kamis (16/10/2025).

Lebih lanjut, Dinansyah menegaskan relevansi tema konferensi dengan arah pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Ia menyoroti pentingnya menjaga komitmen terhadap pelestarian ekosistem pesisir dan hutan mangrove, yang memiliki peran vital dalam perlindungan lingkungan serta mitigasi perubahan iklim.

“Mangrove bukan hanya benteng alami dari abrasi, tetapi juga penyerap karbon yang mendorong transisi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon, sejalan dengan upaya nasional menuju Net Zero Emission tahun 2060,” tegasnya.

Dirinya juga menilai, Universitas Lambung Mangkurat merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam pengembangan riset, inovasi kebijakan publik, serta ketahanan lingkungan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Hasil-hasil riset dari kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan berharga bagi perencanaan pembangunan daerah dan memperkuat daya saing ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.

Selain itu, Dinansyah mendorong agar forum ilmiah semacam ini dimanfaatkan untuk memperluas jejaring internasional bagi ULM dan peneliti muda di Kalimantan Selatan.

“Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk bertukar gagasan dan menimba pengalaman dari berbagai negara dan institusi terkemuka di dunia,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dinansyah menyampaikan harapan agar semangat kolaborasi yang terbangun dalam konferensi tersebut dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.

Kalimantan Selatan Miliki Potensi Zakat Rp2,8 Triliun, BAZNAS Siap Maksimalkan Dampaknya

0
Kalimantan Selatan Miliki Potensi Zakat Rp2,8 Triliun, BAZNAS Siap Maksimalkan Dampaknya

Link, Banjarbaru – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia mendorong optimalisasi potensi zakat di Kalimantan Selatan yang mencapai Rp2,8 triliun agar dapat menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan ini juga menjadi ajang peluncuran Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) Wilayah Kalimantan Selatan.

“Potensi zakat di Kalimantan Selatan cukup besar, mencapai sekitar Rp2,8 triliun. Namun belum semua sektor tergarap optimal, seperti pertanian, perkebunan, hingga jasa. Padahal zakat dapat menjadi instrumen efektif untuk mempercepat kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, meski Kalsel telah menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Indonesia, masih terdapat sekitar 129 ribu warga yang perlu dientaskan.

Dana zakat yang dikelola secara profesional dan kolaboratif diyakini mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan tersebut.

“Kita ingin agar zakat yang dihimpun dari masyarakat Kalimantan Selatan benar-benar kembali untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalsel, Irhamsyah Safari, menjelaskan bahwa Rakorda kali ini merupakan tindak lanjut dari Rakornas BAZNAS Indonesia di Jakarta yang menghasilkan sembilan resolusi penguatan tata kelola zakat untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Irhamsyah juga mengungkapkan capaian BAZNAS Kalsel tahun 2025. Dari target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp105,7 miliar, hingga Oktober telah terealisasi sekitar Rp73,5 miliar atau 74 persen, dengan penyaluran mencapai Rp55,1 miliar atau sekitar 70 persen dari target tahun berjalan.

“Kami optimistis hingga akhir tahun target pengumpulan dan penyaluran dapat terealisasi maksimal. Capaian ini tidak lepas dari sinergi BAZNAS kabupaten/kota dan dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” jelasnya.

BAZNAS RI juga mencatat hasil Indeks Zakat Nasional dan Kajian Dampak Zakat 2024 untuk BAZNAS Provinsi Kalsel dengan skor 0,56, menunjukkan tata kelola dan dampak zakat yang baik, terutama dalam meningkatkan kemandirian mustahik menjadi muzakki.

“Secara makro, regulasi dan pelaksanaan regulasi sangat baik, juga koordinasi eksternal dan pelayanan sosialisasi zakat cukup baik,” tuturnya.

Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Selatan berlangsung selama tiga hari, 15–17 Oktober 2025, dan turut diisi dengan penyerahan Anugerah BAZNAS Kinerja Tahun 2024–2025 serta simbolis penyaluran ZIS dan program pemberdayaan umat.

Kalsel Tutup Pornas Korpri XVII dengan 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu, Siap Hadapi 2027

0
Kalsel Tutup Pornas Korpri XVII dengan 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu, Siap Hadapi 2027

Link, Sumsel – Kontingen Kalimantan Selatan menutup keikutsertaan mereka di Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII di Palembang dengan torehan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Raihan tersebut sama seperti capaian dua tahun lalu di Jawa Tengah, namun dengan cabang olahraga yang berbeda.

Menurut Sekretaris Bapor Korpri Kalimantan Selatan sekaligus Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Budiono ajang Pornas kali ini bukan sekadar arena mengejar prestasi, melainkan momentum memperkuat silaturahmi dan semangat kebersamaan di antara ASN seluruh Indonesia.

“Tujuan utama Pornas Korpri memang bukan semata prestasi, tapi kebersamaan. Namun capaian kita tetap membanggakan, karena bisa mempertahankan hasil dari Pornas sebelumnya,” kata Budiono, Kamis (16/10/2025)

Ia menambahkan, penyelenggaraan Pornas Korpri di Palembang berjalan cukup baik. Fasilitas venue dan pelayanan tuan rumah dinilai memadai, meski masih ada hal-hal kecil yang bisa menjadi catatan untuk penyelenggaraan berikutnya.

“Kita banyak belajar dari Sumatera Selatan. Dari sisi pelayanan, kesiapan venue, dan sistem kompetisi, semua bisa jadi bahan evaluasi. Jadi kalau nanti Kalimantan Selatan dipercaya menjadi tuan rumah, kita sudah punya bekal,” tambahnya.

Budiono menjelaskan, ke depan Bapor Korpri Kalsel akan menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi Pornas Korpri XVIII di Lampung pada 2027. Salah satunya melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Korpri tingkat provinsi yang direncanakan digelar bertahap pada 2025–2026.

Ajang tersebut, katanya, akan menjadi sarana pemetaan potensi atlet ASN di berbagai cabang olahraga sehingga proses seleksi kontingen menjadi lebih efisien.

“Kita akan gelar event tingkat provinsi untuk menjaring dan memetakan potensi. Jadi saat seleksi nanti, kita sudah tahu siapa saja atlet potensial. Lebih efektif dan terarah,” tuturnya.

Dengan semangat evaluasi dan perbaikan, Budiono yakin Kalsel mampu tampil lebih siap di ajang nasional mendatang. Bahkan, bukan tidak mungkin jika suatu saat Kalimantan Selatan bisa dipercaya menjadi tuan rumah Pornas Korpri berikutnya.

“Kalau melihat kesiapan sarana dan semangat teman-teman, kita optimistis. Kalimantan Selatan itu mampu, tinggal bagaimana kesiapan dan dukungan semua pihak,” pungkasnya