Peletakan Batu Pertama Tugu Nol Kilometer

Facebook
Twitter
LinkedIn
peletakan batu pertama tugu nol kilometer

Link, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melakukan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan tugu nol kilometer yang berada di RTH Kantor Gubernur di Banjarmasin, Senin (15/08/2022) usai peringatan puncak hari jadi ke -72 Provinsi setempat.

Setelah Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini melakukan peletakan batu pertama, kemudian disusul Wagub H. Muhidin, Guru Wildan Salman dan KH Hasanuddin Badruddin.

 

“Alhamdulilah pencanangan pembangunan Tugu Nol Kilometer kita mulai. Ini akan menjadi penggerak ekonomi warga Kalsel,” kata Paman Birin.

 

Paman Birin menyebut, Tugu Nol Kilometer akan menjadi ikon Kalsel dan nantinya akan menjadi pusat pariwisata untuk orang datang ke banua.

 

“Kalau di Jakarta ada monas, nanti ke Kalsel kalau belum ke Tugu Nol Kilometer belum ke Kalsel,” kata Paman Birin.

 

Paman Birin juga menambahkan, di era sekarang, perlu upaya untuk mentrasformasi sumber daya alam tak terbarukan ke terbarukan. Salah satunya adalah pariwisata.

Baca Juga  43 Perempuan Kalsel Terdata Positif Kanker Serviks

 

Tugu yang dirancang dengan tinggi 66,6 meter ini akan dilengkapi empat sampai lima titik areal yang bisa dimanfaatkan penjualan UMKM lokal banua serta ada lokasi bazar, dan restorant atau cafe.

 

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan mengatakan, tahap awal akan dibangun pondasi dan kawasan penunjang bagi UKMK yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp27 miliar. Bangunan berikutnya dilakukan dengan sistem tahun jamak (multy year).

Bangunan yang direncanakan selesai 2024 itu, diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp160 miliar. Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Agung Dewanto menambahkan, untuk tahap pertama ini, yang dibangun adalah fondasi dan areal lanscape dengan pola desgin rancang bangun.
Diperkirakannya, dari lanscape Ruang Terbuka Hijau dan fondasi tower itu bakal digarap lima bulan. (wahyu)