Peringati Hari Bumi Sedunia, Walhi Bagikan Bibit dan Takjil

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Banjarbaru – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan ikut memperingati hari bumi dengan membagikan bibit tanaman dan takjil di Jalan Ahmad Yani depan taman Van Der Vijl Kota Banjarbaru, Jum’at (22/4/2022).

Koordinator Lapangan M. Jefry Raharja mengatakan, antusias masyarakat dalam hal ini sangat tinggi sehingga dari semua bibit dan takjil yang disediakan telah habis terbagi.

“Alhamdulillah peringatan hari bumi ini berjalan dengan lancar, dan antusias masyarakat sangat tinggi. Ada sekitar 300 bibit tanaman jambu mete dan jengkol, ditambah 500 takjil habis dibagikan,” ucapnya.

Ia berharap, agar masyarakat peduli terhadap lingkungan dengan melakukan hal sederhana seperti menanam bibit tanaman untuk pulihkan bumi.

“Kami harap dari hal kecil mengajak masyarakat khususnya Kalsel pulihkan bumi ini. Sesuai dengan tema Pulihkan Bumi Tolak Investasi Kotor,” tuturnya.

Sementara itu dalam orasinya Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo menegaskan, aksi tersebut selain peringatan hari bumi sedunia, agenda ini juga merupakan respon atas kerusakan lingkungan yang semakin masif terjadi.

Di Kalsel sendiri sebutnya, ada berbagai kejadian lingkungan salah satunya banjir yang terjadi di tahun 2021 kemarin. Bencana ekologis yang terjadi lainnya seperti longsor dan perubahan kontur tanah di area tambang. Kenaikan air laut juga memperparah banjir kiriman dari hulu yang dapat merendam lebih lama.

Baca Juga  Tambang Ilegal, LSM KPK-APP Ancam Demo

“Semua bencana itu adalah dampak dari perubahan iklim atau pemanasan global yang merupakan akumulasi dari kerusakan lingkungan. Seperti eksploitasi oleh pertambangan, kebakaran hutan dan lahan, pembakaran bahan bakar fosil, PLTU Batubara, perkebunan monokultur skala besar, dan bentuk eksploitasi alam lainnya,” katanya.

Dalam laporan yang dirilir Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) paparnya, salah satunya menggambarkan hubungan aktivitas manusia dan perubahan iklim secara tegas dan mengatakan suhu global telah meningkat 1,1° celcius sejak abad ke- 19.

“Bukti riset seperti itulah yang membuat Walhi dengan tegas menolak investasi kotor yang hanya akan menambah potensi perubahan iklim semakin parah. Bumi lagi sakit, jangan sampai kita manusia menjadi spesies yang paling bodoh dan jahat karena merusak rumahnya sendiri yaitu bumi,” tegasnya.(ita/BBAM)