Link, Martapura – Proyek Peningkatan Kualitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Komplek Rizky Pesona IV, RT009, Jalan Muhibbin, Kelurahan Sekumpul yang menggelontorkan dana Rp586.600.000,00 dari total pagu anggaran Rp715 Juta tak selesai dikerjakan.
Dilaksanakan selama 45 hari kalender, yakni terhitung sejak 31 Oktober – 15 Desember 2025. Ternyata CV Barigas Jaya Utama selaku kontraktor pelaksana tak mampu merampungkan pengerjaan peningkatan kualitas PSU Perumahan Berkat Pesona IV, dengan total panjang penanganan kurang lebih 485,8 meter, hingga menuai keluhan warga.
Hamid selaku Ketua Komplek Rizky Pesona IV berharap, proyek peningkatan kualitas PSU berupa pembangunan jalan rigid beton yang berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora dapat dilanjutkan hingga selesai.
“Berdasarkan informasi awal pengerjaan jalan cor beton ini akan diselesaikan sebelum pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul. Tapi hingga saat ini hanya sampai di tahap pekerasan badan jalannya saja. Harapan kami dapat kembali dilanjutkan, entah dengan pengaspalan atau cor beton,” ujarnya pada Senin (9/2/2026) kemarin.
Dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Akhmad Bayhaqie membenarkan bahwa pengerjaan jalan tersebut belum selesai dilaksanakan.
“Item pengerjaannya jalan rigid beton. Penyedia tidak sanggup menyelesaikan pengerjaan dengan durasi 45 hari, selain faktor cuaca. Jadi hanya sampai di tahap lapisan pondasi agregat saja atau baru sekitar 18 persen, sehingga mereka masuk dalam daftar hitam atau di-blacklist,” ucapnya.
Tak hanya itu, Akhmad Bayhaqie memastikan proses lelang atau tender sepenuh menjadi kewenangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Banjar, dan mengaku tidak mengetahui bahwa kontraktor tersebut telah di blacklist Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.
“Saya tidak mendapatkan informasi itu, karena mereka ikut lelang secara normal dan saya tidak mengetahui bagaimana proses di ULP (Unit Layanan Pengadaan), mudah-mudahan hal itu berjalan sebagaimana mekanismenya,” katanya.
Tak mampu dirampungkan di penghujung 2025, Akhmad Bayhaqie memastikan akan kembali memprogram peningkatan kualitas PSU Perumahan Berkat Pesona IV tersebut.
Karena persolan tersebutlah Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora mengungkapkan rasa kekecewaannya dalam rapat evaluasi kegiatan tahun anggaran 2025 di DPRD pada 7 Februari 2026 kemarin, dampak Pokir-nya tak dapat direalisasikan di penghujung tahun.
“Teman-teman di DPRD berharap adanya komitmen dari Pemerintah Daerah (Pemda) segera mengambil langkah untuk memperbaiki sejumlah permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. Kita berharap Inspektorat juga segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan melakukan evaluasi beberapa kegiatan yang bermasalah,” harapnya.
Politisi Gerindra ini juga mengingatkan agar Pemda agar melakukan evaluasi kinerja Tim Kelompok Kerja (Pokja) guna mencegah kejadian serupa. “Karena ada statement dari Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) mereka tidak dilibatkan, tiba-tiba hanya disodori si pemenang lelang. Jangan sampai teman-teman pada SOPD mendapatkan kucing dalam karung,” tegasnya.(zainuddin)

