Potongan Retribusi Berakhir, Pedagang Mulai Resah

Facebook
Twitter
LinkedIn
pedagang mulai protes

Link, Banjarbaru – Berakhirnya potongan retribusi sewa toko dan los Pasar Bauntung Banjarbaru pada 30 Juni 2022 oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menimbulkan penolakan. Pedagang berharap diskon tersebut diperpanjang kembali dan diberikan secara merata.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang pasar Bauntung, Lia mengatakan, pemberian potongan retribusi tersebut tidak merata kepada seluruh pedagang. Sebab, dirinya salah satu yang tidak mendapatkan diskon itu.

“Diskon ini tidak menyeluruh, semoga kembali diperpanjang untuk meringankan pedagang. Apalagi sekarang bahan pokok serba mahal,” tuturnya kepada linkalimantan.com pada Sabtu (2/7/2022).

Lia mengaku, menolak pemberhentian pemotongan diskon itu, karena selama 6 bulan terakhir pengunjung Pasar Bauntung masih terlihat sepi.

“Kalau senin sampai Jum’at pengunjung pasti sepi mbak, Sabtu dan Minggu lumayan ramai tapi kami minta kepada pemerintah mencarikan solusi agar pasar bisa jadi ramai,” katanya.

Sementara itu, pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pada awal pemberian potongan retribusi oleh UPT Pasar Bauntung hanya diberitahukan lewat mulut ke mulut saja, bukan langsung di umumkan secara terbuka di kawasan pasar.

Baca Juga  Asumsi Makro RAPBN 2023 Disepakati

“Diskonnya hanya lewat mulut ke mulut tidak diumumkan secara langsung sehingga sedikit yang tau, yang menerima kertas dari UPT saja yang mendapat diskon,” tuturnya

Sependapat dengan Lia, dirinya juga mengharapkan dapat diberikan diskon merata bagi pedagang secara adil. Kemudian, terkait penyampaian informasi langsung lewat pengeras suara pasar, sebab tidak semua orang menurutnya memilik HP android.

“Memang grupnya ada, cuman tidak semua orang memiliki HP android, pihak UPT seharusnya memberikan informasi langsung saja diumumkan lewat Toa pasar agar diskon ini diberikan secara merata,” harapnya.

Dirinya menilai, tidak ada langkah tegas dari Pemko Banjarbaru dalam relokasi Pasar Bauntung ini, sebab pedagang di Pasar Bauntung di kawasan lama masih ada.

“Di sini tidak ramai karena pasar di sana masih banyak yang berdagang. Pembeli pasti berbelanja di sana karena dekat dan sudah terbiasa,” tuturnya. (juwita/BBAM)