Rabu, Februari 11, 2026
Google search engine
BerandaLinkEntertainmentRomi Jahat Berpulang, Jejak Panjang Vokalis Punk yang Konsisten Mengkritik Sosial

Romi Jahat Berpulang, Jejak Panjang Vokalis Punk yang Konsisten Mengkritik Sosial

Link, Jakarta – Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia setelah Romi Jahat meninggal dunia, Selasa, 10 Februari 2026. Romi dikenal sebagai vokalis ‘Romi & The Jahats’ dan figur penting di dunia musik punk nasional.‎

‎Kabar wafatnya Romi Jahat dikonfirmasi melalui unggahan resmi Instagram Romi & The Jahats. Pihak band menyampaikan belasungkawa dan doa atas kepergian Romi Jahat.‎

“Romi Jahat, Babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan, Al-Fatihah,” tulis akun resmi @rtjofficial, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

BACA JUGA :  Emily Armstrong Vokalis Baru 'Linkin Park', Ini Sosoknya

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyakit yang diderita Romi Jahat. Namun kondisi kesehatannya disebut menurun dalam beberapa pekan terakhir.

‎Sekitar tiga pekan sebelum wafat, ‘Romi & The Jahats’ membatalkan sejumlah agenda panggung. Pembatalan dilakukan karena kondisi fisik Romi Jahat tidak memungkinkan tampil.

‎“Kami terpaksa absen menyapa kalian karena kondisi kesehatan vokalis kami tidak memungkinkan tampil. Kondisinya membutuhkan perawatan lebih lanjut,” tulis pihak band

‎Romi Jahat memiliki nama asli Adie Indra Dwiyanto dan aktif bermusik sejak akhir 1990-an. Ia dikenal sebagai vokalis awal band punk legendaris ‘Marjinal’ pada 1997.

BACA JUGA :  Keterlibatan Baru Zayn Malik Picu Isu Reuni One Direction

‎Setelah hengkang dari ‘Marjinal’, Romi mendirikan Romi & The Jahats pada 2008. Band tersebut dikenal lewat karya punk rock yang lugas dan sarat kritik sosial.

‎Selama hampir 18 tahun berkarya, ‘Romi & The Jahats’ merilis lima album penuh. Album terakhir bertajuk Teman diluncurkan pada April 2025.

‎Kepergian Romi Jahat meninggalkan duka mendalam bagi komunitas musik punk Indonesia. Karyanya dikenang sebagai suara perlawanan dan kegelisahan sosial.

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU