Setiap Jum’at Jl Sukaramai Martapura Ditertibkan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Jum'at khusyu Jalan Sukaramai dibuka

Link, Martapura – Setiap hari Jum’at Jl Sukaramai Pasar Martapura ditertibkan Perseroan Daerah Pasar Bauntung Batuah (Perseroda PBB), demi menegakkan Perda Jumat KHusyu.

Setiap menjelang ibadah Shalat Jum’at, aktivitas perdagangan di Jalan Sukaramai Pasar Martapura, Kabupaten Banjar dihentikan untuk sementara waktu.

Humas Perseroda PBB, Gt Andre kepada wartawan menjelaskan, aktivitas penertiban sepanjang jalur Jalan Sukaramai Pasar Martapura menuju pintu samping Masjid Agung Alkharomah Martapura sudah dilakukan sejak lama.

“Kegiatan rutin setiap hari Jum;at. Dimana sejak pukul 10.00 Wita seluruh aktivitas jual beli di sepanjang jalur ini dihentikan untuk sementara. Nanti usai shalat  aktivitas perdagangan kembali normal,” ujarnya, Jumat 12 Agustus 2022 pagi.

Andri pun menjelaskan, apa yang dilaksanakan pihaknya dalam rangka menegakkan Perda No 08 Tahun 2005 Tentang Jum’at Khusyu. Karena itu sejak pagi hari Bidang Penertiban Perseroda PBB sudah stanby di titik-titik yang sudah ditentukan.

“Aktivitas penertibannya meliputi penutupan aktivitas perdagangan. Kemudian mengosongkan lapak-lapak dari sarana milik pedagang. Seperti meja dan terpal penutup,” jelasnya.

Baca Juga  KPK-APP Mengaku Kecewa Kejari Terkesan Tak Serius

Di lain pihak, pedagang di Jalan Sukaramai yang jumlahnya ratusan orang dengan senang hati menutup dan merapikan dagangan.

“Karena rutin setiap Jum’at, maka kami sudah terbiasa merapikan dagangan. Pokoknya kalau sudah jam 10.00 saya dan pedagang lainnya mulai merapikan dagangan,” ujar salah seorang pedagang.

Setelah dagangan selesai dirapikan, baru fasilitas yang dirapikan. Seperti meja dan terpal penutup.

Sementara itu dari pantauan Linkalimantan.com, apa yang disebutkan Andre maupun pedagang bersesuaian dengan yang terjadi. Terpal-terpal yang menutupi Jalan Sukaramai Pasar Martapura diturunkan. Kendati tidak dilepas, namun hal itu membuat ruas jalan menuju Masjid Agung Alkharomah menjadi lebar.

Hanya saja sayangnya, meja maupun terpal tidak dirapikan sehingga kesan kumuh masih terlihat. Terpal hanya dilepas di bagian ujung dan dijadikan penutup barang dagangan yang menumpuk di pinggir jalan.

Selain itu tidak semua aktivitas perdagangan berhenti total. Karena ada satu dua pedagang yang masih beraktivitas, walau pun aktivitasnya tidak menempati lapak tetap.(spy)