Minggu, Maret 3, 2024

TPID Banjar Hadiri Rakoor Pengendalian Inflasi

Link, Martapura – Pengendalian inflasi masih terus digalakkan. Koordinasi pusat – daerah tak kalah gencar gilaksanakan demi pengendalikan inflasi yang saat ini masih menjadi momok.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah beserta Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banjar, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 secara virtual, di Command Center Manis Martapura, Selasa (04/4/2023) pagi.

“Kenaikan komoditas harga bahan pangan menjelang hari raya Idul Fitri 1444 H harus diwaspadai. Karena itu bagi kabupaten/kota yang belum mengirimkan data tentang operasi pasar murah dan sidak pasar agar secepatnya dikirim,” ungkap Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tomsi Tahir Balaw yang memimpin rakoor.

Karena data tersebut ungkap Tomsi, sangat  dibutuhkan untuk melakukan pemetaan penanganan terhadap daerah yang bersangkutan.

“Bagi kepala daerah yang tidak mengirimkan data, maka akan dianggap kebutuhan komoditas menjelang lebaran telah terpenuhi,” ungkapnya.

Sementara itu Deputi Bidang Statistik Disribusi dan Jasa Puji Ismartini menerangkan, di bulan Ramadan dan menjelang lebaran. Inflasi bulan Maret 2023 lebih rendah dari tahun sebelumnya. Ia mengingatkan agar waspada terhadap kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak tingginya permintaan menjelang lebaran, seperti tarif angkutan udara, daging sapi dan daging ayam ras, bawang merah dll.

Baca Juga  Produk UMKM Kalsel Tampil di Pameran Kriyanusa 2023

” Inflasi Maret 2023, 65 kota mengalami inflasi, serta 23 kota mengalami deflasi. Di pulau Jawa inflasi tertinggi di kota Sumenep 0.67 persen, sedangkan di pulau Kalimantan ada di Tanjung  sebesar 0,93 persen. Adapun komoditas andil terbesar yakni tarif air minum PAM 0,56 persen, ikan segar 0,10 persen, beras 0.08 persen serta bensin dan cabai rawit 0,06 persen,” rincinya.

Sedangkan menurut laporan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok  (SP2KP) Kemendagri, komoditas utama yang mempengaruhi peruban indeks perkembangan harga. Yaitu cabai rawit mengalami kenaikan harga di 143 kabupaten/kota, beras menyumbang kenaikan di 98 kabupaten/kota, Sedangkan cabai merah penyumbang penurunan harga di 113 kabupaten/kota. (oetaya/BBAM)

BERITA POPULER