Virus Cacar Monyet, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Facebook
Twitter
LinkedIn
cacar monyet tak perlu kawatir
Dr Budi Simanungkalit

Link, Banjarbaru – Belum lama ini Indonesia mengumumkan penemuan kasus pertama cacar monyet atau monkeypox. Pasien tersebut diketahui tinggal di Jakarta dan sebelumnya melakukan perjalanan ke luar negeri.

 

Mengetahui hal ini tentu memicu rasa khawatir di tengah masyarakat tak terkecuali di Kota Banjarbaru. Terkait hal itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banjarbaru, Dr Budi Simanungkalit mengatakan, masyarakat Kota Banjarbaru tidak perlu khawatir, karena penularan cacar monyet jauh lebih sulit apabila dibandingkan Covid-19.

 

 

“Monkeypox adalah penyakit langka dan penularannya ini cukup sulit. Jadi masyarakat diluar Jakarta khususnya Banjarbaru jangan khawatir, terus patuhi prokes dan kebersihannya dijaga,” tuturnya saat ditemui di kantornya, Selasa (23/8/2022).

 

 

Dijelaskan Budi, penyakit cacar monyet dapat menular melalui kontak erat dengan hewan, manusia, atau benda yang terkontaminasi virus monkeypox.

Baca Juga  Keberadaan Rumah Kemasan Belum Maksimal

 

 

“Di antaranya adalah cairan tubuh, air liur, darah, lesi kulit, dan bagian lainnya,” tuturnya.

 

Budi mengaku, pihaknya sudah membuat surat edaran untuk semua puskesmas di Banjarbaru agar menjadi perhatian atau skrining para pasien yang mengarah ke penyakit itu.

 

“Artinya gejala-gejala yang mirip cacar itu harus ditangani dengan ketat. Sementara itu dulu, karena dari pusat belum ada surat edaran terbaru terkait penyakit ini,” ucapnya.

 

 

Terkait vaksin untuk cacar monyet, kata Budi, masih belum dilaksanakan karena tidak ditemukan penyebaran yang masif atau cepat dan tidak menggangu tatanan sistem masyarakat. (juwita/BBAM)