Warga Keluhkan Kondisi 13 Jembatan Tua Memprihatinkan

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Martapura – Kondisi 13 jembatan di Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, nulai memprihatinkan. Warga pun mengeluh lantaran 30 tahun berlalu jembatan tak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

 

Dari 15 unit jembatan kayu ulin yang ada di Desa Sungai Pinang Baru, 13 jembatan kayu ulin kondisinya sudah lapuk, bahkan tidak sedikit masyarakat yang melintasi jembatan kayu ulin yang keropos tersebut terperosok dan terjatuh.

Rubiansyah, Kepala Desa (Kades) Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk mengatakan, 13 unit jembatan kayu ulin yang menghubungkan Desa Sungai Pinang Lama dengan Sungai Lulut tersebut sudah 30 tahun belum pernah dilakukan perbaikan oleh pemerintah.
“Ketika lantai jembatan patah, perbaikan hanya dilakukan masyarakat secara swadaya,” ujarnya pada, Senin (29/8/2022).

 

Tak hanya itu, Rubiansyah pun mengaku sudah sering mengadukan permasalahan tersebut kepada dinas terkait, mengingat status jembatan tersebut berada di ruas jalan kabupaten. Namun, faktanya hingga saat ini 13 unit jembatan kayu ulin yang keropos tersebut belum juga dilakukan perbaikan.

 

“Untungnya, dari total 15 unit jembatan kayu ulin yang keropos, dua unit jembatan sudah dilakukan perbaikan oleh pihak TNI pada 2019 dan 2021 lalu. Sehingga masih tersisa 13 jembatan yang memang kondisinya sangat memprihatikan dan menuai keluhan warga,” akunya.

Baca Juga  Menjaga Kelestarian Kedepankan Kearifan Lokal

 

Karena aduannya tak pernah digubris Pemkab Banjar, Rubiansyah pun akhirnya menyampaikan keluhannya masyarakat tersebut kepada Ketua DPRD Kabupaten Banjar, HM Rofiqi.

 

Pasca mendengar aduan tersebut, Ketua DPRD dari fraksi Gerindra ini pun lantas heran. Mengingat, kendaraan 13 unit jembatan tersebut sangat vital untuk mendukung kelancaran kegiatan masyarakat, khususnya dalam sektor perekonomian di desa.

 

“Mestinya, dalam melakukan pembangunan infrastruktur Pemkab Banjar melihat dulu mana yang skala prioritas. Karena itu, dalam waktu dekat ini kita akan terjun langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana realita di lapangan sekaligus mendengarkan langsung keluhan masyarakat,” pungkasnya.

 

Selain Kades Sungai Pinang Lama, Ketua DPRD Kabupaten Banjar tersebut juga menampung beberapa aspirasi masyarakat yang disampaikan beberapa Kades di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk yang langsung bertandang ke DPRD Kabupaten Banjar.(zaibudin/BBAM)