76 Tahun Kabupaten Banjar, berbagai indikator hasil kerja keras pemerintah bersama masyarakat menunjukkan peningkatan. Salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mencapai 75,11, termasuk dari sisi perekonomian. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,07 persen sepanjang 2025 dan pada triwulan I 2026 kembali menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan mencapai 5,37 persen.
Linkalimantan.com, Martapura
Peningkatan berbagai capaian indikator tersebut diungkapkan Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Kabupaten Banjar yang mengusung tema “Banjar Ditata, Banjar Dijaga” di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Jumat (14/8/2026) pagi.
“Saya yakin dengan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, target pembangunan yang kita cita-citakan dalam RPJMD dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.
Berbagai peningkatan capaian indikator tersebut tentunya tak terlepas dari program yang dijalankan Pemkab Banjar melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait. Salah satunya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar melalui program pembangunan dan rekonstruksi dermaga di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar yang berdampak terhadap peningkatan perekonomian melalui penguatan konektivitas.
Selain itu, terdapat program angkutan gratis, yakni Angkutan Pengumpan (Feeder) Trans Intan Banjar juga berdampak terhadap penguatan perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi wujud pelayanan publik pemerintah yang efektif.
Dalam upaya meningkatkan layanan publik di sektor transportasi yang menjadi instrumen pendukung stabilitas ekonomi daerah dan kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Banjar, Dishub Kabupaten Banjar juga melakukan penataan dan pembangunan halte di wilayah Kabupaten Banjar.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kabupaten Banjar, Dadang Hadi Saputra, melalui Kepala Seksi (Kasi) Sarpras Dishub Banjar, F Rozi, mengungkapkan realisasi pembangunan halte transportasi hingga tahun berjalan menunjukkan progres signifikan dalam mendukung efektivitas dan konektivitas pengguna layanan feeder sesuai target RPJMD.
“Dari total target 30 unit halte yang direncanakan untuk memperkuat jaringan transportasi massal, sebanyak 16 unit halte telah berhasil dirampungkan dan beroperasi,” katanya.
Rozi juga menjelaskan, fokus pembangunan 16 halte diarahkan secara taktis pada titik-titik krusial yang menghubungkan rute Feeder Trans Intan Banjar dengan koridor utama transportasi darat. Sementara itu, sisa target pembangunan sebanyak 14 unit terus dikejar.
“Capaian fisik saat ini telah berhasil memangkas waktu tunggu transit, memperluas jangkauan layanan angkutan lingkungan, dan memastikan perpindahan penumpang berjalan lebih lancar serta efisien. Keberhasilan pembangunan 16 halte ini membawa dampak nyata terhadap kenyamanan penumpang dan optimalisasi operasional armada feeder di lapangan sebagai simpul integrasi yang nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan penempatan titik secara presisi berdasarkan pola pergerakan penumpang, papar Rozi, produktivitas layanan feeder meningkat yang tercermin dari naiknya angka keterisian penumpang (load factor) setiap hari.
“Realisasi ini menjadi bukti konkret bahwa arah kebijakan target RPJMD berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan ekosistem transportasi publik yang modern, efektif, dan saling terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Sementara itu, guna memberikan informasi dan petunjuk kepada pengguna jalan, meningkatkan kewaspadaan pengendara, membantu mengurangi potensi kecelakaan, serta mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang aman dan tertib pada ruas-ruas jalan di wilayah Kabupaten Banjar, Adi Winoto selaku Kasi Jaringan dan Fasilitas Perhubungan Darat pada Dishub Banjar memastikan pihaknya telah melaksanakan kegiatan pemasangan rambu dan marka jalan.

Berdasarkan rekapitulasi, kebutuhan perlengkapan jalan mencapai 1.612 unit, sedangkan yang telah terpasang sebanyak 1.271 unit.
“Pemasangan ini berdasarkan hasil survei dan inventarisasi yang dilakukan oleh Bidang Sarpras Dishub Banjar, serta pemetaan bersama kepala desa/lurah dan pihak kecamatan setempat, khususnya untuk pemasangan Rambu Pendahuluan Petunjuk Jurusan (RPPJ),” pungkasnya. (znd/link)









