‘Wujudkan Banjarbaru EMAS, Pembangunan harus berbasis data yang akurat dan terintegrasi’
Linkalimantan.com, Banjarbaru
Diambil sumpah janjinya pada 21 Juni 2025 lalu, Hj Erna Lisa Halaby – Wartono sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2025–2030 membawa harapan baru untuk masyarakat. Visinya, Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) lima tahun ke depan.
Mewujudkan visi tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Banjarbaru tentunya memegang peran penting dan sangat strategis, yakni mewujudkannya melalui penguatan perencanaan pembangunan berbasis data yang terintegrasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebagai instansi kunci yang memastikan seluruh arah kebijakan pembangunan daerah berjalan terukur, sinkron, dan berbasis indikator kinerja yang jelas. Setiap program OPD diarahkan agar tidak berjalan sektoral, melainkan dalam satu sistem perencanaan yang saling terhubung.
Sebagai pusat integrasi data dan perencanaan pembangunan daerah, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby telah menegaskan, Bapperida untuk memastikan visi Banjarbaru EMAS dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh sektor pembangunan.
Tanpa sistem perencanaan yang kuat, pembangunan berisiko tidak tepat sasaran dan sulit diukur dampaknya terhadap masyarakat.
“Pembangunan harus berbasis data yang akurat dan terintegrasi. Bapperida menjadi penghubung utama agar semua OPD bergerak dalam satu arah yang sama,” katanya
Seluruh data dari OPD, mulai dari kependudukan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi, dihimpun dalam satu sistem terpadu, dan diolah menjadi dasar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, yang Peraturannya disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/2025 tentang RPJMD Kota Banjarbaru 2025 – 2029 pada 14 Oktober 2025 lalu.
Menjadi payung hukum arah pembangunan Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Lisa – Wartono, setiap kebijakan pembangunan memiliki arah yang jelas dan dapat dievaluasi secara terukur.
Pendekatan berbasis data yang diterapkan Bapperida juga menjadi dasar penting dalam mewujudkan pembangunan yang efektif. Indikator seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, serta capaian layanan publik digunakan sebagai acuan utama dalam perencanaan.
Hasilnya, pada 2025 IPM Kota Banjarbaru tercatat mencapai 82,20 dan masuk kategori tertinggi di Kalimantan Selatan, begitu juga angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,44 persen, menunjukkan hasil dari perencanaan yang lebih terarah, dan penguatan integrasi data lintas OPD yang semakin konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Sebab, setiap perangkat daerah diwajibkan menyusun program berdasarkan data yang telah terintegrasi dalam sistem perencanaan daerah, dan kebijakan pembangunan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam satu kerangka besar visi Banjarbaru EMAS.
Begitu juga terkait transformasi tata kelola pembangunan. Bapperida memiliki peran dalam memperkuat sistem perencanaan berbasis digital dan data. Seluruh proses perencanaan kini diarahkan pada sistem yang lebih transparan, terukur, dan mudah dievaluasi.
Peran yang semakin strategis, menjadikan Bapperida sebagai salah satu penopang utama dalam mewujudkan visi Banjarbaru EMAS, yakni sebagai pengendali arah pembangunan berbasis data di seluruh sektor.
Lisa Halaby menjelaskan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh konsistensi perencanaan yang dijalankan Bapperida bersama seluruh OPD.
“Bapperida memastikan pembangunan kita tidak berjalan tanpa arah. Semua berbasis data, terukur, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Dengan sistem ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk membangun daerah secara terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan dalam bingkai visi Banjarbaru EMAS.(zainuddin/link)






