BerandaHeadlineBawa Semangat Inovasi, Nilai Investasi Kota Banjarbaru Mencapai Rp1,029 Triliun

Bawa Semangat Inovasi, Nilai Investasi Kota Banjarbaru Mencapai Rp1,029 Triliun

‘Kami membawa semangat inovasi masyarakat untuk menciptakan ruang hidup yang berdaya, berkelanjutan, dan membahagiakan warganya’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Penggalan kalimat itu diucapkan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat menghadiri ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang berlangsung di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (08/11/2025) lalu.

Selain memperlihatkan eksistensi dan inovasinya di tingkat nasional, kalimat tersebut juga menjadi bukti komitmen Lisa Halaby bersama Wartono selaku Wakil Wali Kota untuk mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) yang diusung sejak pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 lalu.

Sejak ditetapkan sebagai ibu kota Kalimantan Selatan pada Maret 2022 lalu menggantikan Banjarmasin. Tentunya menjadi peluang bagi Kota Banjarbaru, termasuk peluang menggaet para pemilik modal untuk berinvestasi.

Peluang tersebut telah dilihat Lisa Halaby sejak pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru per 21 Juni 2025. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025–2029, peningkatan investasi daerah telah ditetapkan sebagai salah satu sasaran dalam misi keempat, yakni “Mewujudkan Transformasi Ekonomi yang Menyejahterakan”.

Pada tahun pertama periode kepemimpinannya bersama Wartono, nilai investasi yang masuk ke Kota Banjarbaru meroket. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, nilai investasi pada 2025 mencapai Rp1,029 triliun.

Nilai ini jauh melebihi target yang dipatok Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, yaitu Rp410 miliar, bahkan melampaui target Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan sebesar Rp710 miliar.

Hal tersebut membuktikan tingkat kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banjarbaru semakin kuat.

BACA JUGA :  Pelantikan Lisa-Wartono Diusulkan Dilaksanakan di Lapangan Murdjani

Capaian nilai investasi yang meningkat di atas target tentu bukan tanpa dasar, melainkan hasil kerja keras pada tahun pertama kepemimpinan Lisa–Wartono bersama jajaran DPMPTSP yang kini dipimpin Bambang Supriyanto sebagai kepala dinas.

Reformasi layanan dilakukan untuk memangkas hambatan klasik investasi, yakni birokrasi yang lambat dan tidak pasti. Melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan digitalisasi berbasis risiko, proses perizinan kini menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Banjarbaru semakin ramah terhadap dunia usaha.

Dengan inovasi digital, pengurusan izin kini dapat dilakukan dari mana saja tanpa harus antre di kantor. Langkah ini secara langsung memangkas waktu dan biaya—dua faktor yang selama ini menjadi keluhan utama pelaku usaha.

Gebrakan pelayanan terus dilakukan. DPMPTSP menghadirkan inovasi jemput bola bagi UMKM, layanan prioritas untuk difabel dan lansia, hingga integrasi layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Di Banjarbaru, lonjakan investasi didorong oleh beberapa sektor utama, yakni jasa, perdagangan, properti, dan konstruksi yang tumbuh pesat. Aktivitas transportasi dan logistik juga meningkat seiring bertambahnya mobilitas ekonomi. Di sisi lain, sektor potensial seperti ekonomi kreatif, kuliner, hingga pertanian di wilayah pinggiran mulai didorong untuk memperluas basis ekonomi Banjarbaru.

Dampak positif dari peningkatan investasi kian terasa. Lapangan kerja terbuka dan mobilitas ekonomi meningkat. Pergerakan ini juga berdampak positif pada pertumbuhan sektor lain, termasuk UMKM.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya kepastian tata ruang. Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), penyiapan proyek siap investasi, serta promosi potensi daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan.

BACA JUGA :  Pemko Banjarbaru Terima Penghargaan DIA

Termasuk dalam agenda tersebut adalah pengembangan kawasan Aero City yang saat ini tinggal menunggu penetapan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Aero City. RDTR WP Aero City telah disampaikan Wali Kota Erna Lisa Halaby kepada Kementerian ATR/BPN pada Agustus 2025.

WP Aero City merupakan konsep pengembangan seluas lebih dari 7.216 hektare di dua kecamatan, yakni Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang. Dua wilayah ini termasuk dalam kawasan Metropolitan Banjarbakula yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional.

Tingginya arus penumpang di Bandara Syamsudin Noor menjadi peluang besar bagi sektor transportasi, pergudangan, perdagangan, hingga pariwisata. Kawasan ini tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga pusat ekonomi baru.

Pengembangan utama kawasan Aero City akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur seperti pusat perdagangan, perkantoran, hingga Central Business District (CBD), dengan penekanan pada konsep Banjarbakula untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan resapan air.

WP Aero City juga pernah dipaparkan Wali Kota Lisa Halaby saat menjadi pembicara dalam ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang digelar di Malang, Jawa Timur, pada pekan pertama November 2025. ICCF menjadi wadah berbagi gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (zainuddin/link)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -

BERITA LAINNYA