Angkutan Pengumpan (Feeder) Trans Intan Banjar dalam Semangat ‘Banjar Ditata, Banjar Dijaga’ pada Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar.
Linkalimantan.com, Martapura
Dilakukan uji coba pada awal Desember 2024 sebagai feeder angkutan umum Buy The Service (BTS) yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Bus Tayo Hijau, hingga resmi diluncurkan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur pada 17 November 2025, Feeder Trans Intan Banjar menjadi wujud nyata program penataan transportasi yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Program yang dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar tersebut sejalan dengan upaya menata Kabupaten Banjar agar semakin maju, sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Banjar, yakni Maju, Mandiri, dan Agamis (Manis).
Hal tersebut memperkuat pernyataan Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Kabupaten Banjar di DPRD Kabupaten Banjar dengan mengusung tema “Banjar Ditata, Banjar Dijaga” sebagai bentuk eskalasi sekaligus komitmen bersama dalam membangun daerah.
“Banjar Ditata mengandung makna bahwa pembangunan harus dipijakkan pada perencanaan yang matang, tata kelola pemerintahan yang kuat, pelayanan publik yang tepat, serta infrastruktur dan perekonomian yang produktif,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Dalam konteks tema “Banjar Ditata”, pengoperasian Feeder Trans Intan Banjar menjadi wujud nyata penataan sistem transportasi darat yang terstruktur. Infrastruktur layanan ini menata mobilitas publik agar lebih teratur, mengurangi kesemrawutan, serta menghubungkan pusat aktivitas masyarakat secara terintegrasi.
Sedangkan dalam konteks “Banjar Dijaga”, kehadiran angkutan gratis ini turut berfungsi menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah pada sektor transportasi. Program ini juga turut menjaga lingkungan dengan menekan tingkat emisi melalui peralihan bertahap dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Banjar I Gusti Nyoman Yudiana melalui Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Jalan Wahyudi memastikan program tersebut telah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banjar 2025–2029.

“Saat ini ada sebanyak 36 armada yang beroperasi di empat rute, yakni kode trayek A1: SMP Negeri 1 Martapura–PP Darul Hijrah Putra; trayek A2: Alun-alun RTH Ratu Zalecha–Simpang 3 Bincau; trayek A3: Simpang 3 Bincau–Kantor Kecamatan Karang Intan; dan kode trayek A4: Simpang 3 Bincau–Jalan Pendidikan–Jalan Sekumpul–Komplek PPS–Jalan Menteri Empat–Jalan Pangeran Hidayatullah (Komplek Perkantoran Setda Banjar), pulang-pergi,” jelasnya saat ditemui, Rabu (19/8/2026).
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghematan biaya transportasi per penumpang yang memanfaatkan layanan Feeder Trans Intan Banjar di empat rute pada triwulan I dan II, lanjut Wahyudi, penghematan mencapai Rp780.220.000 (tujuh ratus delapan puluh juta dua ratus dua puluh ribu rupiah) pada triwulan I dan Rp1.170.330.000 (satu miliar seratus tujuh puluh juta tiga ratus tiga puluh ribu rupiah) pada triwulan II, dengan total 78.022 penumpang yang terangkut.
“Jadi, program ini tidak hanya berfungsi meningkatkan layanan publik di sektor transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pendukung stabilitas ekonomi daerah dan kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Banjar,” katanya.
Keberadaan program Feeder Trans Intan Banjar juga mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Banjar, khususnya Komisi III yang diketuai Abdul Razak. Namun, karena berada di tengah efisiensi anggaran, masih belum dapat dipastikan apakah akan ada penambahan rute baru hingga menjangkau wilayah Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, dan Kecamatan Aluh-Aluh.
Sementara itu, realisasi anggaran dari total pagu sebesar Rp3,4 miliar pada triwulan I dan II mencapai Rp1,8 miliar atau terserap 54,26 persen. (znd/link)


