BerandaHeadlineLebih dari 1.000 Hektare Lahan dan Hutan Terbakar, Salat Istisqa Jadi Ikhtiar

Lebih dari 1.000 Hektare Lahan dan Hutan Terbakar, Salat Istisqa Jadi Ikhtiar

Link, Martapura – Selain melakukan berbagai upaya dalam memitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta krisis air bersih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar juga melaksanakan Salat Sunnah Istisqa dan doa bersama seluruh lapisan masyarakat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura sebagai salah satu ikhtiar untuk memohon diturunkannya hujan pada Selasa (25/8/2026) pagi.

SALAT ISTISQA: Pemkab Banjar melaksanakan Salat Sunnah Istisqa dan doa bersama seluruh lapisan masyarakat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura sebagai salah satu ikhtiar untuk memohon diturunkannya hujan pada Selasa (25/8/2026) pagi.

Atas terselenggaranya Salat Sunnah Istisqa dan doa bersama seluruh lapisan masyarakat yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, memberikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Banjar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk mengatasi bencana Karhutla dan kekeringan di tengah musim kemarau ekstrem.

“Berdasarkan hasil pemantauan kita dan data rekapitulasi Karhutla, tercatat ada 178 kejadian dengan total 1.011,958 hektare lahan dan 31 hektare hutan terbakar di 59 desa yang tersebar di 12 kecamatan, yakni Kecamatan Aranio, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, Gambut, Karang Intan, Kertak Hanyar, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Pengaron, Sungai Tabuk, dan Kecamatan Tatah Makmur. Sedangkan total luas lahan yang tertangani mencapai 370,675 hektare,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Banjar Beri Apresiasi JPTP Purna Tugas

Sedangkan mengenai titik panas atau hotspot di tengah kondisi cuaca panas ekstrem saat ini, lanjut Wasis, jumlahnya bersifat fluktuatif, yakni terkadang terdeteksi sebanyak 20 hingga 50 hotspot.

“Tapi tidak semua menjadi kejadian kebakaran. Yang jelas, kami bersama Satuan Tugas (Satgas) serta stakeholder terkait terus melakukan upaya mitigasi dan pemadaman hutan dan lahan yang terbakar. Berdasarkan hasil pemantauan saat ini, titik rawan kebakaran berada di Desa Abumbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk, dan wilayah Jalan Pemanjatan, Kecamatan Gambut,” katanya.

BACA JUGA :  Program YESS untuk Petani Milenial
Kalak BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha.

Wasis juga menyebutkan, beberapa wilayah di Kabupaten Banjar mulai terdampak kekeringan dan krisis air bersih akibat kemarau ekstrem.

“Untuk wilayah yang terdampak kekeringan dominan terjadi di Kecamatan Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, dan mulai menyasar ke wilayah Kecamatan Astambul serta Kecamatan Martapura Barat,” jelasnya.

Untuk menanggulangi permasalahan kekeringan dan krisis air bersih, Wasis memastikan BPBD bersama stakeholder terkait telah melaksanakan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak. Kegiatan tersebut telah berjalan selama satu bulan.

“Selain mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air bersih, kita juga mendistribusikannya ke beberapa sekolah dan pondok pesantren yang memang mengalami kesulitan air bersih,” pungkasnya. (znd/link)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BACA JUGA