Link, Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, belum sepenuhnya mereda. Meski jumlah titik panas atau hotspot mulai berkurang, luas lahan terdampak dalam dua bulan terakhir mencapai 1.263,2 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru Zaini Syahranie mengatakan, penurunan jumlah titik panas menjadi indikasi positif dalam penanganan karhutla. Namun, kondisi belum sepenuhnya aman karena masih muncul titik panas baru, terutama di Kecamatan Cempaka.
“Yang jelas (titik api) pasti berkurang, akan tetapi ada lagi hotspot (titik panas) baru yang timbul di daerah Kecamatan Cempaka,” ujar Zaini, Rabu (2/9/2026) sebagaimana dikutip dari MC Banjarbaru.
Berdasarkan data BPBD Kota Banjarbaru, terdapat dua titik panas kategori tinggi di Kecamatan Cempaka. Sementara itu, titik panas kategori sedang masih terpantau di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang.
Untuk memperkuat penanganan, BPBD Kota Banjarbaru telah membentuk tiga posko karhutla. Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh, sedangkan dua lainnya berada di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang.
“Dua (posko) di Pal 21 yang dikelola oleh kawan-kawan komunitas Liang Anggang. Nah, di sana dia bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” katanya.
Kabut Asap Kembali Menyelimuti Sejumlah Wilayah
Di tengah upaya penanganan karhutla, dampak asap masih dirasakan masyarakat. Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru pada Rabu pagi.
Zaini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada pagi hari. BPBD juga terus menyosialisasikan dampak paparan asap karhutla dan mengingatkan warga menggunakan masker pada waktu tertentu.
“Kami sudah menyosialisasikan pada warga untuk menggunakan masker di waktu-waktu atau jam-jam tertentu, seperti kegiatan aktivitas pagi,” ujarnya.
Dengan luas lahan terdampak yang telah mencapai lebih dari 1.200 hektare, BPBD mengingatkan bahwa berkurangnya titik panas tidak berarti karhutla telah berakhir.
Masyarakat diminta tetap waspada dan ikut mencegah munculnya titik panas baru agar kebakaran tidak kembali meluas dan memperburuk dampak asap di Banjarbaru.







