KLink, Martapura – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat total kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar terus mengalami peningkatan. Dari sebelumnya tercatat 178 kejadian, kini meningkat menjadi 281 kejadian.
Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, usai menghadiri Rapat Gabungan Komisi I dan Komisi IV DPRD bersama stakeholder terkait pengawasan dan evaluasi penanganan Karhutla di daerah, Senin (31/8/2026).

“Total kejadian Karhutla sudah 281 kejadian dengan lokasi terdampak 66 desa yang tersebar di 13 kecamatan, terhitung sejak didirikan Posko Siaga Karhutla. Sedangkan total luasan lahan yang terbakar 1.170 hektare, dengan tren peningkatan kejadian terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, dan Kecamatan Cintapuri Darussalam,” ujarnya.
Untuk menanggulangi terus meluasnya bencana Karhutla, Wasis memastikan BPBD Banjar mulai melakukan pergeseran titik Posko Siaga Karhutla dan menempatkan petugas lebih dekat dengan titik-titik rawan Karhutla.
“Salah satunya seperti di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, sehingga petugas dapat mengakses penanganan Karhutla di tiga kecamatan. Hal itu sebagai rekayasa yang kita lakukan dalam pemadaman Karhutla,” katanya.
Sedangkan mengenai kebutuhan sarana dan prasarana, lanjut Wasis, BPBD Banjar telah mendapatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), baik berupa Alat Pelindung Diri (APD), mesin alkon, selang, maupun kolam portabel untuk menunjang penanganan Karhutla.
“Di dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Status Siaga Darurat Karhutla, dana yang tersedia hanya untuk dua bulan, terhitung sejak pertengahan Juli hingga September. Karena itu, kami usulkan lagi penambahan anggaran untuk pertengahan September hingga Oktober,” tutupnya.
Perlu diketahui, berdasarkan data rekapitulasi yang diperoleh pewarta pada 25 Agustus 2026, BPBD Banjar mencatat ada 178 kejadian dengan total 1.011,958 hektare lahan dan 31 hektare hutan terbakar di 59 desa yang tersebar di 12 kecamatan, yakni Kecamatan Aranio, Beruntung Baru, Cintapuri Darussalam, Gambut, Karang Intan, Kertak Hanyar, Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Pengaron, Sungai Tabuk, dan Kecamatan Tatah Makmur.
Sedangkan total luas lahan yang tertangani mencapai 370,675 hektare. (znd/link)







