Gelap, RTH Masjid Agung Disalahgunakan

Facebook
Twitter
LinkedIn
RTH Masjid Agung gelap gulita di malam hari

Link, Banjarbaru – Miris, gelapnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung Banjarbaru di malam hari belakangan tersiar khabar telah disalahgunakan. Kegiatan asusila acapkali kedapatan dilakukan di taman gelap dan sepi tersebut.

“Orang berdua-duaan sering terlihat di banguku-bangku taman. Biasanya setelah waktu Shalat Isya ada saja yang duduk gelap-gelapan di taman. Terkada ada juga rombongan remaja mabuk-mabukan di sana,” ungkap warga kepada Linkalimantan.com, Jumat 3 Juni 2022.

Ironis, karena saat hal itu dikonfirmasi kepada salah seorang security Masjid Agung di Jalan Trikora membenarkan informasi tersebut.

“Saya juga kerap mendapati pemandangan laki-laki dan perempuan duduk di bangku-bangku taman pada larut malam. Ya kalau pas jagaan saya mereka langsung saya tegur dan saya usir,” ujar Rochman, security yang kebetulan jaga siang hari.

Menurut dia, aktivitas asusila yang kerap terlihat di taman karena didukung minimnya pencahayaan. Padahal taman yang dibangun Dinas PUPR Kota Banjarbaru tersebut dilengkapi dengan instalasi listrik mumpuni.

“Dari puluhan tiang lampu yang ada hanya beberapa saja yang nyala. Masih banyak gelapnya daripada terangnya,” ujarnya.

Sementara itu dari pantauan Linkalimantan.com, di malam hari kondisi taman seluas satu hektare lebih tersebut memang sangat gelap. Dibatasi pagar menyatu dengan pagar utama masjid, taman yang berisikan pohon-pohon mahal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas. Kursi yang berjejer di jalan-jalan taman hingga sarana bermain ada di sana.

Baca Juga  Harga Cabai Keriting Petani Alami Kenaikan

Hanya lampu sisi pagar yang berbatasan dengan Jalan Trikora saja tampak menyala. Sementara lampu-lampu solar cell yang ada di tengah-tengah taman tak satu pun nyala.

Kadis Lingkungan Hidup Pemko Banjarbaru Sirajoni saat dikonfirmasi tak menampik jika penerangan RTH Masjid Agung sedang bermasalah.

“Memang kami akui penerangan di sana sedang bermasalah. Kami sudah melakukan maintenance namun sejauh ini hasilnya belum maksimal. Listriknya itukan menggunakan tenaga solar cell dengan sistem jaringan kabel bawah tanah dan kabelnya pun tidak bisa kabel asal asalan,” ujarnya.

Saat dibongkar ungkapnya lebih jauh, ternyata kabel bawah tanahnya lah yang bermasalah. Seharusnya sebut dia kabel bawah tanah solar cell tidak boleh ada sambungan.

“Ternyata ada beberapa kabel bawah tanah yang disambung. Akibatnya rentan terjadinya konsleting arus listrik. Masalahnya sudah ketahuan, hanya saja untuk menggantinya dibutuhkan anggaran yang lumayan besar. Nah saat ini belum ada alokasi anggaran yang bisa disisihkan untuk itu,” jelasnya.

Sebelumnya ungkap pejabat ramah ini, Dinas LH Banjarbaru sudah melakukan maintenance dengan mengganti lampunya. Namun tidak bertahan lama, lampu-lampu yang harganya lumayan mahal tersebut kembali putus. (spy)