Rabu, April 24, 2024

Giliran Pasar Tramo Maros Yang Dikunjungi Presiden

Link, Maros – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pasar Tramo, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (29/03/2023), untuk mengecek harga kebutuhan bahan pokok.

“Saya datang ke pasar di Maros ini untuk mengecek utamanya beras, karena di Sulawesi Selatan ini adalah lumbungnya beras, termasuk di Kabupaten Maros juga lumbungnya beras,” ujar Presiden usai peninjauan di Pasar Tramo.

Presiden mengungkapkan, harga beras di Pasar Tramo cukup stabil dan diharapkan dapat terus turun seiring dengan masa panen raya.

“Harganya tadi saya lihat Rp10.500, memang sudah turun, tapi dengan panen raya yang banyak saya kira turunnya harus lebih daripada itu, sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga yang baik,” ujar Presiden.

Selain beras, Presiden mengecek harga bawang merah dan bawang putih yang didapati juga cukup stabil. Saat peninjauan, Presiden juga membeli satu kilogram cabai yang dibanderol dengan harga Rp40 ribu.

“Cabai saya lihat di Jawa sudah harganya Rp90 ribu, Rp80 ribu, di sini masih Rp40 ribu, jadi saya coba pedas mana. Di sini sudah Rp40 ribu pedas, berarti baik, di Maros baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Pabrik Baterai PT HLI Kerawang Terbesar Di Asia Tenggara

Terkait minyak goreng, Presiden menyebutkan masih ada kekurangan pasokan. Untuk itu, ia meminta jajarannya untuk menambah suplai minyak goreng ke pasar di Maros tersebut.

“Yang kurang memang minyak, minyak yang Rp14 ribu, Rp15 ribu, Minyakita. Nanti akan saya telepon ke Jakarta untuk pasokan ke sini diperbanyak,” ujanrya.

Presiden pun mengingatkan jajaran terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pokok terutama dalam menyambut Lebaran tahun 2023 sehingga inflasi dapat terkendali.

“Saya ingin melihat betul-betul bahwa inflasi terkendali. Harga itu naik satu-dua barang biasa, kalau Lebaran pasti seperti itu, tapi memastikan bahwa pasokan itu harus ada,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden, antara lain, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. (spy/ft: setkab)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img