Link, Martapura – Memasuki awal Oktober, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama stakeholder terkait terus melakukan upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar.
Pada 4 Oktober saja, BPBD Kabupaten Banjar mencatat dalam satu hari terdeteksi sembilan titik api di beberapa wilayah, salah satunya di Jalan Tembikar Kanan, Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.
Mencegah bencana karhutla agar tidak meluas, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha memastikan pihaknya terus mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.
“Wilayah di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi, Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar memang menjadi wilayah pantauan yang rawan karhutla,” ujarnya pada Minggu (4/10/2026).
Sedangkan peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Tembikar Kanan, Desa Simpang Empat, yang dikenal warga setempat dengan nama Tatah Pelatar, lanjut Wasis, terjadi secara beruntun sejak Kamis malam, 1 Oktober, dan api kembali membara pada 2 Oktober hingga 3 Oktober.

“Lahan yang terbakar didominasi lahan kering dan persawahan. Tadi siang lahan gambut di kawasan tersebut kembali terbakar, dan api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.20 Wita,” ungkapnya.
Meski penanggulangan bencana karhutla dilakukan melalui Satgas Darat maupun dukungan udara, Wasis mengakui masih didapati beberapa kendala di lapangan.
“Sejumlah penanganan karhutla masih menghadapi kendala, terutama sulitnya mendapatkan sumber air dan akses menuju titik api,” tegasnya.
Berdasarkan data BPBD Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga 4 Oktober, tercatat sudah 972 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 6.590 hektare di Kabupaten Banjar. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 1.547,09 hektare yang bisa ditangani petugas. (znd/link)







