Beranda blog Halaman 119

Pansus I DPRD Rekomendasi Bentuk Satgas Untuk Penyelesaian Sengketa Tanah Gunung Kupang 

0

Link, Banjarbaru – Terkait tumpang tindih lahan antara warga dengan TNI di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Panitia Khusus (Pansus) I menyampaikan rekomendasi pada rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Senin (15/9/2025). Dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono dan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), Sirajoni rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera.

Dipaparkan Gusti Rizky, Pansus I telah bekerja selama enam bulan. Selama itu, telah dilakukan verifikasi, fasilitasi, dan pengumpulan data dan fakta lapangan. Meski demikian, belum ada hasil atas sengketa lahan antara warga Gunung kupang yang umumnya transmigran dengan TNI AD.

Karena itu, lanjutnya, penyelesaian permasalahan ini harus diselesaikan jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas). Ini agar penyelesaian sengketa lahan dapat dilanjutkan dengan tetap mengedepankan hak-hak dan kepentingan masyarakat.

“DPRD menyimpulkan bahwa permasalahan ini masih perlu ditindaklanjuti. Karena masa kerja Pansus I telah berakhir, kami merekomendasikan agar Pemerintah Kota melanjutkan upaya penyelesaian ini dengan membentuk Satgas,” kata Gusti Rizky.

Meski pansus menangani sengketa lahan ini sudah tak lagi ada, namun menurutnya, jajarannya di legislatif tetap mendorong proses penyelesaian sengketa lahan hingga ada solusi dan kejelasan penyelesaian permasalahan.

Bahkan jika perlu, lanjutnya, permasalahan ini dibawa ke DPRD RI. Pun jika memang dewan tetap dilibatkan dalam satgas, pihaknya tetap siap mengambil peran dan mengawal penyelesaian permasalahan ini. “Sesuai kewenangan dan fungsi lembaga legislasi,” kata Gusti Rizky. (wahyu)

Terus Bertambah, Kini PTAM Intan Banjar Miliki 117.331 Pelanggan

0
komposisi pelanggan

Semula PT AM Intan Banjar hanya milik Pemkab Banjar saja, namun setelah terjadi pemekaran wilayah kini perusahaan daerah ini melayani masyarakat di dua wilayah sebagai pelanggan. Yakni Kabupaten Banjar dan Kota Banjabaru.

“Pada prinsipnya, area pelayanan kami dibagi menjadi 10 wilayah. Yaitu ; BNA (Martapura & Banjarbaru), Karang Intan, Landasan Ulin, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Tambak Sirang, Astambul, Mataraman, Simpang Empat, Dan Pengaron,” ungkap Kabag Hubungan pelanggan, Azwar.

Azwar pun merinci hingga saat ini total pelanggan s/d Agustus 2025 sebanyak 117.331 sambungan langganan (SL) dengan rincian sambungan  Kabupaten Banjar, 62.742 SL dan Kota Banjarbaru, 54.589 SL.

“Sedangkan untuk cakupan pelayanan (Cover age),persentasinya Kabupaten Banjar 53,5% dan Kota Banjarbaru 46,5%,” katanya.

Sementara terkait pelayanan yang diberikan kepada pelanggan seperti pembayaran tagihan rekening air. Dimana pelanggan tidak mesti datang ke kantor untuk melakukan pembayaran.

“Kami telah mengembangkan sistem untuk memudahkan para pelanggan membayar tagihan rekening air. Diantaranya melalui online bank daerah, bank BUMN, dan ada bebeberapa bank swasta. Kemudian bisa juga melalui setor PT.Pos Indonesia. Ada juga melalui aplikaso E. Commerce dan E wallet/dompet digital. Dan bagi pelanggan yang ingin setor melalui loket-loket pembayaran di kantor juga bisa dilakukan,” jelasnya.

PTAM Intan Banjar paparnya lebih jauh, juga rutin membuka promo pemasangan baru.

“Kalau program promo pemasangan jaringan baru kami memberikan diskon atau melalui cicilan pembayaran. Ini rutin kami laksanakan setiap tahunnya,” katanya.

Kapan waktunya? Azwar pun mengungkapkan promo biasa dilaksanakan pada momen-moment  tertentu. Seperti pada saat HUT PT.AM Intan Banjar, HUT RI, Harjad Provinsi, Kabupaten dan Kota Bjb (Expo)

“Intinya sangat mudah. Dan kami juga memiliki sarana informasi bagı pelanggan atau masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan/pegaduan tentang Layanan PT AM Intan Banjar. yakni melalui  Line telpon 0511 4772061 dan Chat What App 08528800011. Bisa jua melalui Website dan Instagram” sebutnya. (***)

Wali Kota Banjarbaru Banggakan Kader Posyandu Berprestasi

0
Wali Kota Banjarbaru Banggakan Kader Posyandu Berprestasi
Sosialisasi pemantapan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang diiikuti kader-kader Posyandu di Kota Banjarbaru, Minggu (14/9/2025). Foto: Dok.MC Banjarbaru

Link, Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby,  memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para kader Posyandu, dengan diraihnya prestasi Juara 3 Kampung Berkualitas Tingkat Nasional.

Hal tersebut disampaikan Erna Lisa, dalam sosialisasi pemantapan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, pada Minggu (14/9/2025) sebagaimana dilansir dari infipublik.id

Kegiatan itu menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Mariana SAB.

Erna Lisa juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras, dan pengabdian para kader Posyandu yang tak kenal lelah di lapangan.

Ia mengharapkan, agar semangat dan komitmen tersebut dapat terus terjaga untuk memastikan kesinambungan program.

“Mari kita jaga bersama semangat dan kerja keras ini. Melalui Program Bangga Kencana, kita wujudkan pembangunan yang maju dan berkelanjutan,” katanya.

Pada tahun 2025, dedikasi kader Posyandu telah membuahkan hasil yang membanggakan, dengan diraihnya prestasi Juara 3 Kampung Berkualitas Tingkat Nasional oleh Kota Banjarbaru.

Prestasi itu sekaligus menobatkan Banjarbaru sebagai daerah percontohan untuk program yang sama di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Sejarah Berdirinya Kantor PTAM Intan Banjar Sekarang

0

KANTOR PTAM Intan Banjar saat ini menjadi salah satu kantor megah di antara sekian banyak perkantoran yang di Kota Banjarbaru. Tentu saja itu semua tidak serta merta terjadi tanpa kerja keras manajemen perusahaan daerah tersebut.

Didampingi Mahyuni, sebagai Kasubbag Humas dan Hukum PTAM Intan Banjar, Direktur Umum PTAM Intan Banjar (perseroda) Abdullah Saraji menceritakan, apa yang ada saat ini tidak terlepas dari sejarah panggang perusahaan yang semula bernama PDAM Banjar ini.

“Awalnya bermula dari adanya perkembangan/ pertumbuhan penduduk Kabupaten Dati II Banjar yang mulai pesat di Kota Martapura dan Kota Administrasi Banjarbaru yang mana akan kebutuhan air bersih mulai terasa sangat diperlukan dengan suatu pengelolaan yang terintegrasi atau satu pengelolaan, maka Pemerintah Kabupaten dati II Banjar melalui Pemerintah Pusat yang yang di inisiasi melalui Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen Cipta Karya – yang di perpanjang tangan kepada Proyek Prasarana Air Bersih (PPSAB) Kalimantan Selatan maka dimulailah pekerjaan Penyediaan Air Bersih di Kabupaten Dati II Banjar,” ungkanya.

Lebih jauh, Saraji menjelaskan prosesnya dimulai tahun 1979, Pembangunan pertama Instalasi Pengolahan Air dengan Sistem Aerasi yang terletak di Jalan STM Banjarbaru, saat itu sumber air baku di ambil dari 8 buah sumur Bor dalam dengan kapasitas masing masing 10 hingga 15 l/dt. Layanan ini dioperasionalkan langsung dengan perpompaan dan grafitasi melalui Tower, termasuk jaringan perpipaan yang meliputi Kota Martapura dan Banjarbaru.

Dengan terbangunnya semua prasarana pelayanan air bersih tentunya dalam hal pengelolaan perlu suatu bangunan penunjang untuk tempat pengelolaan secara menyeluruh yaitu Kantor Pelayanan yang mana harus ditempatkan diwilayah yang strategis untuk melayani Masyarakat Kota Martapura dan Banjarbaru, maka dibangunlah di Jalan. P. Hidayatullah no 24 Banjarbaru yang sekaligus juga berjejeran dengan kantor kantor Pemerintahan.

Pada tanggal 8 Pebruari 1982 pengelolaan pelayanan air bersih tersebut didirikan dengan nama Badan Pengelolaan Air Minuma atau BPAM dengan dasar hukum Keputusan Direktur Jendral Cipta Karya Depertemen Pekerjaan Umum Nomor.014/KPTS/CK/1982 tentang pembentukan Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM) Kabupaten Daerah Tingkat II Banjar, berubah lagi menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Daerah Tingkat II Banjar, berubah lagi menjadi Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar.

“Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Banjar dan terlebih Kota Administrasi Banjarbaru tentunya peningkatan pelayanan yang terus meningkat memerlukan sarana Gedung kantor pelayanan yang lebih baik, baik untuk pelayanan maupun aktivitas pegawai yang memberikan pelayanan itu sendiri,” katanya.

Hingga pada tahun 1987 yang dulu hanya punya satu Gedung ukuran 12 m x 6 m, maka ditambahlah lagi satu Gedung Kantor PTAM Intan Banjar untuk pelayanan Tekhnik dan pergudangan.

Pada tahun 2000 Bangunan Perkantoran Pelayanan mulai terlihat tidak presentative sebagai sebuah kantor pelayanan, maka mulai dilakukan pembenahan/ perubahan ruangan dan tampak muka tanpa merubah struktur bangunan yang asli.

“Seiring waktu dan pertumbuhan akan suatu pelayanan yang maksimal baik dengan jumlah Masyarakat/pelanggan yang dilayani terlebih pegawai yang secara Rasio juga bertambah, ruang ruang kerja yang sudah tidak bisa menampung jumlah pegawai sesuai standar ruangan, terlebih apabila ada Masyarakat yang berurusan akan pelayanan sehingga terkesan kumuh dan tidak nyaman,” paparnya.

Dengan melihat dan merasakan kondisi seperti itu kenangnya, Direksi PDAM Intan Banjar bapak Syaiful Anwar, S.AP,.M.AP melalui Dewan Pengawas mengusulkan Pembangunan Gedung Baru Kantor PTAM Intan Banjar yang lebih presentative yang dirancang dengan Paduan modern dan tradisional bentuk atap rumah Banjar Gajah Manyusu.

“Pada saat itu disamping tanah dan bangunan kantor PDAM berdiri perkantoran Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar yang yang bertepatan pindah ke Gedung baru di Bincau Martapura di Area Perkantoran Pelayanan Kabupaten Banjar. Nah, asset tanah bangunan tersebut diserahkan ke PDAM Intan Banjar dan mulai Tahun 2016 dibangunlah Gedung Pusat Pelayanan yang saat ini bernama PT. AM Intan Banjar (Perseroda),” paparnya.

Dibagian lain, Kasugbag Humas dan Hukum PTAM Intan Banjar, Mahyuni menjelaskan, tata pengelolaan dan peraturan PTAM Intan Banjar (perseroda) dibuat berdasarkan Peraturan Bupati Banjar No. 4 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banjar tanggal 31 Januari 2005.

“Kemudian diperbaharui oleh Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2006 tentang Kepengurusan dan Kepegawaian PDAM Intan Banjar. Kemudian terakhir diperbaharui kembali oleh Perda Kabupaten Banjar Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Air Minum Intan Banjar (Perseroda). (***).

Perjalanan Panjang PTAM Intan Banjar Dari Masa ke Masa

0
perjalanan panjang
Kini PTAM Intan Banjar telah memiliki kantor megah.

BERDIRI megah di antara sekian banyak perkantoran milik pemerintah daerah (Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarbaru) Kantor Pusat PT. Air Minum Intan Banjar (Perseroda) tampak mencolok. Namun dibalik sukses yang kini diraih perusahaan yang semula milik Pemkab Banjar ini tak lepas dari perjalanan panjang seluruh komponen yang terlibat didalamnya.

“Untuk menuju pada kondisi sekarang ini tentu rintangan, hambatan dalam yang dihadapi PTAM Intan Banjar ini. Alhamdulillah, seiring membaiknya manajemen dan tentu saja dukungan para pemilik melalui Dewan Komisaris semua itu bisa kami lewati dan atasi,” ungkap Direktur Umum Abdullah Sairaji SE MM, Didampingi Kabag Hubungan Pelanggan Azwar dan Humas PTAM Intan Banjar M Mahyuni saat berbincang dengan Linkalimantan.com, Rabu 10 September 2025.

Dirum yang akrab disapa Saraji pun lantas menjelaskan, perusahaan yang kini bernama PT. AM Intan Banjar (Perseroda) merupakan BUMD yang melayani dua wilayah, yakni Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

“Sebelumnya dua daerah ini merupakan satu wilayah yakni Kabupaten Banjar, namun sejak Tahun 1999 terjadi pemekaran wilayah dengan menjadikan Kota Banjarbaru sebagai kota dibawah kepemimpinan Walikota Kota Banjarbaru,” jelasnya.

Namun jauh sebelum itu paparnya lebih lanjut, dimulai tahun 1979, pembangunan pertama Instalasi Pengolahan Air dengan Sistem Aerasi yang terletak di jalan STM Banjarbaru. Saat itu, sumber air baku diambil dari 8 buah sumur bor dalam, dengan kapasitas masing-masing 10 liter hingga 15 liter per detik. Layanan ini dioperasionalkan langsung dengan perpompaan dan grafitasi melalui tower.

Pada tanggal 8 Februari 1982 pengelolaan pelayanan air bersih tersebut didirikan dengan nama Badan Pengelolaan Air Minum atau BPAM, dengan dasar hukum Keputusan Direktur Jendral Cipta Karya Depertemen Pekerjaan Umum No. 014/KPTS/CK/1982 tentang Pembentukan Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM) Kabupaten Dati II Banjar.

“Di tahun 1988, BPAM kemudian dirubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Dati II Banjar berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 1988. Seiring perkembangan, PDAM Kabupaten Dati II Banjar, berubah menjadi PDAM Kabupaten Banjar, dan berubah lagi melalui Perda Kabupaten Banjar Nomor 8 tahun 2001 tentang Perusahaan Daerah Air Minum serta dengan adanya Peynertaan Modal Pemerintah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Pemrintah Provinsi maka Perda tersebut direvisi kembali dengan Perda nomor 1 tahun 2006 dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar,” jelasnya.

Kemudian tambahnya lebih lanjut, sebagaimana diamanatkan dalam UU Pemerintah Daerah Nomor 23 tahun 2014 dan turunannya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Permendagri No 37 Tahun 2018 tentang BUMD, dan juga Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar Nomor 9 Tahun 2021, Tentang Perubahan Bentuk Hukum Perusahaan Daerah Air Minum Intan Banjar menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Air Minum Intan Banjar (Perseroda), sehingga PDAM Intan Banjar resmi menjadi PT. Air Minum Intan Banjar pada 10 Desember 2021. (***)

Kemkomdigi: Bioskop Efektif untuk Informasi Publik

0
Kemkomdigi: Bioskop Efektif untuk Informasi Publik
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya. (Foto: Muhammad Nafi Djanes Ditjen KPM Kemkomdigi)

Link, Jakarta – Video di Bioskop kini menjadi salah satu kanal komunikasi publik pemerintah, selain koran, televisi, radio, hingga media sosial, untuk memperluas penyampaian informasi resmi terkait capaian kerja selama ini.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, terkait penayangan video Presiden Prabowo Subianto di Bioskop.

“Komunikasi publik pada era digital tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang penting dapat tersampaikan kepada publik secara luas, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Sepanjang tidak melanggar aturan bioskop medium yang sah dan wajar untuk dipilih,” ujar Fifi di Jakarta, pada Minggu (14/9/2025).

Fifi menjelaskan, bioskop dipilih karena mampu menghadirkan pengalaman visual dan audio yang kuat sehingga pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah dapat diterima lebih utuh oleh audiens.

Substansi informasi yang disampaikan pemerintah di vieo bioskop dipastikan  tetap sama dengan di media lainnya, yakni berupa pesan pembangunan, kebijakan, maupun ajakan positif bagi masyarakat.

“Konteksnya adalah bagaimana negara hadir dengan informasi yang benar dan terukur. Jadi, ini bagian dari komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Dirjen KPM Kemkomdigi mengajak publik untuk melihat penayangan video di bioskop sebagai upaya memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, resmi, dan mudah dipahami, sehingga mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap agenda pembangunan nasional.

Pembangunan Tanggul Program OPLAH di Sungai Kitano Dikeluhkan Warga

0
Pembangunan tanggul
Warga Desa Kitano keluhkan pelaksanaan Pembangunan Tanggul Program OPLAH tanpa koordinasi dengan warga.

Link, Martapura – Pembangunan tanggul dan tabat atau pintu air program Optimasi Lahan (OPLAH) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Desa Sungai Kitano, Kecamatan Martapura Timur dikeluhkan warga. Pasalnya persegeran titik nol pembangunan tanggul tanpa koordinasi dengan warga.

Salah satu warga Desa Sungai Kitano, Ibas mengatakan, dirinya sangat mendukung terhadap program OPLAH dari Kementan RI yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

“Sayangnya pergeseran titik nol pembangunan tanggul tanpa musyawarah. Memang kontraktor pelaksana telah mengakomodir keinginan warga agar tanggul tersebut dapat terhubung dengan Jalan Provinsi sesuai perencanaan awal atau titik nol awal. Tapi jalan sepanjang 50 meter yang mereka akomodir lebarnya hanya sekitar 1 meter lebih, eksisting itu lebar 4 meter,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (7/9/2025) kemarin.

Jika jalan pintu masuk ke lahan pertanian hanya selebar 1 meter lebih, lanjut Ibas, tentunya tidak dapat dilalui traktor dan combine.

“Jalan inikan pintu masuknya, kalau hanya selebar 1 meter kendaraan roda dua saja berpapasan sulit. Ditambah gundukan tanah tidak dirapikan, karena itu kami bergotongroyong merapikannya agar dapat dilalui, terlebih mendekati masa panen,” keluhnya.

Tak hanya itu, Ibas juga heran, pembangunan tanggul tidak membuatkan saluran pembuangan air sehingga air menggenangi tanaman padi para petani. “Agar tidak gagal panen, petani terpaksa membongkar tanggul untuk keperluan saluran pembangunan air. Karena pipa pembuangan yang ada sebelumnya dihancurkan tanpa dibuatkan kembali,” ucapnya.

Ia juga meragukan kekuatan konstruksi tabat atau pintu air yang telah dibangun. Sebab, dasar sungai yang menjadi titik pembangunan tabat tidak dilakukan pengerukan, padahal sedimen atau endapan lumpur sungai sudah setebal 100 Cm. Ditambah hanya menggunakan besi beton berukuran 10 milimeter.

“Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada Kepala Desa (Kades/Pambakal). Tapi kata kepala desa, kalau proyeknya sudah selesai, warga bisa bergotongroyong melabarkan jalan pintu masuk ke lahan pertanian itu menjadi 4 meter,” katanya.

Dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Kades Sungai Kitano, Mahlan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan Program OPLAH dari Kementan RI melalui Brigade Pangan, sehingga Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Kitano tak mengetahui bagaimana teknis penanganan serta anggarannya, karena tidak ada papan proyeknya.

“Memang Brigade Pangan ada melakukan koordinasi dengan Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), jadi mereka ingin tahu apa saja kebutuhan para petani, sehingga diusulkanlah program normalisasi Sungai Simpang dan pembangunan pintu air untuk sistem pengairan lahan pertanian,” jelasnya.

Ia juga mengaku mengetahui terkait keluhan warga yang mempertanyakan titik nol proyek tersebut.

“Kegiatan yang dilaksanakan itu normalisasi sungai, dan buangan tanahnya ditumpuk di satu sisi sungai untuk sekalian meninggikan jalan menuju akses pertanian. Memang titik nolnya tidak sampai mendekati ruas Jalan Provinsi. Karena fokus normalisasi sungai dari belakang  (titik pembangunan pintu air-Red),” beber Mahlan.

Karena ada permintaan warga, papar Mahlan, kontraktor mengakomodirnya dan menempatkan buangan tanah hasil pengerukan di tanggul sepanjang 50 meter.

“Kata kontraktor itu hanya bonus. Itukan tanah lumpur, kalau sudah mengeras bisa saja diperlebar, saat ini masih belum bisa. Agar tetap bisa dilewati masyarakat bergotongroyong meratakan gundukan tanah dan menghampar batu split menggunakan dana pribadi,” pungkasnya.(zainuddin)

Derby Manchester: City Bantai United 3-0, Haaland Menggila

0
Derby Manchester: City Bantai United 3-0, Haaland Menggila
Erling Haaland cetak dua gol, Manchester City kalahkan Manchester United 3-0. (REUTERS/Phil Noble)

Link, Jakarta – Manchester City menunjukkan dominasinya saat menjamu Manchester United pada laga pekan ke-4 Premier League 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025) malam WIB. Pasukan Pep Guardiola tampil superior dengan kemenangan telak 3-0, di mana Erling Haaland menjadi bintang lewat dua golnya, sementara Phil Foden membuka pesta gol lebih dulu.

Sejak menit awal, City langsung menekan pertahanan Setan Merah. Peluang emas tercipta ketika Jeremy Doku berhasil menusuk dari sisi kiri, namun tembakan Haaland masih melebar tipis. Tekanan tak berhenti, hingga akhirnya pada menit ke-18, Doku mengirim umpan silang akurat yang diselesaikan dengan sundulan tajam oleh Foden.

United berusaha bangkit, tetapi lini tengah mereka kalah dominasi menghadapi pressing intens City. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah.

Di paruh kedua, dominasi City semakin menjadi. Haaland mencetak gol kedua pada menit ke-53 lewat umpan matang Doku. Hanya berselang 15 menit, striker Norwegia itu kembali menjebol gawang Altay Bayindir setelah menerima assist Bernardo Silva.

United sempat mengancam lewat aksi Mbeumo, namun Gianluigi Donnarumma tampil solid di bawah mistar. Hingga peluit akhir berbunyi, skor 3-0 bertahan. Dengan hasil ini, City naik ke posisi delapan klasemen dengan enam poin, sementara United harus puas turun ke peringkat 14 dengan empat angka.

Marc Marquez Juara MotoGP San Marino Usai Redam Bezzecchi

0
Marc Marquez Juara MotoGP San Marino Usai Redam Bezzecchi
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

Link, Jakarta – Marc Marquez akhirnya kembali meraih kemenangan di MotoGP San Marino 2025 yang berlangsung di Sirkuit Misano, Minggu (14/9/2025). Pebalap asal Spanyol itu sukses mengalahkan Marco Bezzecchi dalam pertarungan ketat yang menjadi sorotan balapan.

Memulai lomba dari posisi keempat, Marquez langsung tampil agresif. Ia sempat membayangi Bezzecchi yang menguasai jalannya balapan sejak awal. Berbeda dengan Sprint Race sebelumnya di mana ia terjatuh, kali ini Marquez tampil lebih sabar menunggu momen. Kesempatan emas datang saat Bezzecchi melebar di Tikungan 8, yang dimanfaatkan Marquez untuk merebut posisi terdepan.

Meski Bezzecchi sempat memberi perlawanan ketat hingga sepuluh lap terakhir, Marquez tetap mampu menjaga ritme dan mengunci kemenangan pertamanya setelah sekian lama.

Di belakang mereka, Alex Marquez tampil konsisten dan mengamankan podium ketiga untuk tim Gresini Racing. Sementara itu, Pedro Acosta yang sempat menyalip Fabio Quartararo dan duo VR46 gagal finis akibat masalah rantai pada motornya.

Hasil ini menegaskan bahwa Marc Marquez masih menjadi kekuatan besar di MotoGP, bahkan di tengah dominasi Ducati dan Aprilia. Kemenangan di Misano pun menghidupkan kembali asa juara dunia delapan kali itu untuk bersaing di klasemen musim ini.

Hasil MotoGP San Marino 2025

1. Marc Marquez 41 menit 20,89 detik
2. Marco Bezzecchi +0,568
3. Alex Marquez +7,734
4. Franco Morbidelli +10,379
5. Fabio Di Giannantonio 11,330
6. Fermin Aldeguer +16,069
7. Luca Marini +17,965
8. Fabio Quartararo +20,964
9. Miguel Oliveira +21,565
10. Brad Binder +23,109

Hasnuryadi Hadiri Haul ke 13 Guru Bakrie, Terkenang Pesan untuk Mengabdi kepada Masyarakat Banua

0
Hasnuryadi Hadiri Haul ke 13 Guru Bakrie, Terkenang Pesan untuk Mengabdi kepada Masyarakat Banua

Link, Martapura – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turut membaur dengan para habib, ulama, guru-guru agama, tokoh dan ribuan jamaah dari berbagai daerah dalam prosesi haul ke-13 KH Ahmad Bakrie, Minggu (14/9/2025) di area Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut, Kabupaten Banjar.

Diawal sambutannya, Wagub Hasnuryadi menyampaikan salam hormat Gubernur Kalsel H Muhidin yang menugaskannya untuk berhadir di haul KH Bakrie atau biasa dipanggil Guru Bakrie ini.

Teriring doa Gubernur H Muhidin untuk semua jamaah dan masyarakat Banua, semoga diberikan keselamatan dan dikabulkan semua hajat-hajat oleh Allah SWT.

Doa khusus juga disampaikan kepada almarhum Guru Ahmad Bakrie, semoga mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT dan para keturunannya, didoakan semoga diberikan kekuatan untuk melanjutkan menjalankan kebaikan-kebaikan untuk umat muslim di Kalsel khususnya.

Wagub Hasnuryadi juga mengingatkan salah satu pesan almarhum Guru Ahmad Bakrie, agar mengabdi kepada masyarakat Banua Kalimantan Selatan tercinta, nusa dan bangsa.

“Kami juga mengenal Almarhum Guru Ahmad Bakrie dan almarhum Abah (H Abdusamad Sulaiman HB,red) juga berguru kepada Guru Bakrie sewaktu beliau masih hidup. Semua sangat berharap bahwa seluruh keturunan beliau bisa meneruskan apa yang menjadi kebaikan-kebaikan dari Guru Bakrie,” ujar Hasnuryadi.

Dalam salah satu catatan manaqib (riwayat hidup) Guru Ahmad Bakrie disebutkan, ulama kelahiran Bitin, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu, 20 Mei 1959 ini menjalani pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah “Shalatiyah” Bitin. Tahun 1977, Guru Bakrie melanjutkan pendidikannya agama ke Ponpes Darussalam Martapura dan berguru ke beberapa ulama besar, diantaranya KH Syukri Unus dan KH. Muhammad Zaini Ghani (Guru Sekumpul).

Setelah menyelesaikan pendidikan, dalam perjalanan dakwahnya, Guru Bakrie mendirikan Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut.

Dalam aktivitas keagamaan, di samping mengelola pondok, Guru Ahmad Bakrie juga sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin dan mengisi pengajian rutin di masjid itu.

Guru Ahmad Bakrie meninggal dunia pada hari Jum’at, 1 Februari 2013 masehi atau 20 Rabi’ul Awwal 1434 hijriyah dan dimakamkan di area Ponpes Al-Mursyidul Amin Gambut.

Sementara itu, tausiyah disampaikan KH muhammad Sholehan, Pimpinan Ponpes Darul Nasihin.

Dalam salah satu catatan manaqib Guru Ahmad Bakrie adalah ulama yang cinta kepada Rasulullah, ulama, guru guru, dan berjuang untuk mencetak orang orang saleh melalui ceramah ceramahnya dan mendirikan pondok pesantren.

Selanjutnya, KH Muhammad Sholehin menyampaikan sebuah cerita dari seorang ulama bernama Imam Abbul Haraz Alhamdani, saat berada di salah satu masjid di Kota Basrah, bertema dengan seorang pemuda yang sedang menulis.

Setelah ditanya Imam Abbul Haraz, ternyata pemuda itu mencatat nama-nama orang yang cinta dengan Allah SWT, Rasullah SWT dan para ulama.

Lanjut ditanya Imam Abul Haraz, apalah ia masuk dalam catat itu, dijawab tidak ada dalam catatan pemuda itu dan langsung dia menangis cukup lama.

Ditanya sang pemuda kenapa ia menangis, dijawab Abbul Haraz, bahwa dia meminta kepada Allah agar namanya dicatat. Tiba-tiba ada suara yang menyeru “ya Imam sesungguhnya Allah mengampuni dosa dosa kamu sebab ucapan kamu tulislah namaku di golongan orang yang cinta kepada Allah, Rasulullah dan orang saleh.

Pembelajaran yang bisa diambil dari cerita ini ujar KH Muhammad Sholehin, bahwa, Imam Abbul Haraz mendapat ampunan dosa dari Allah SWT lantaran ia mencintai Rasulullah dan para ulama. Hal demikian diharapkan bagi para jamaah dan kaum muslimin, semoga kuga mendapatkan ampunan dan kasih sayang Allah SWT berkat mencintai Rasulullah dan para ulama. (tri)