Beranda blog Halaman 132

APDESI Martapura Barat Sebut Proses PBJ Desa Tidak Ada Intervensi

0
Proses PBJ
Ketua APDESI Kecamatan Martapura Barat, Nur Ipansyah klaim tidak ada intervensi pada pelaksanaan PBJ di 13 di tempatnya.

Link, Martapura – Dugaan terjadinya penyimpangan pada proses Pengadaan barang dan jasa (PBJ) desa se Kabupaten Banjar terus bergulir. Selain isu adanya list barang dan jasa yang telah disediakan hingga banyaknya saling silang pendapat dari para pihak terkait. Pun demikian Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Martapura Barat, Nur Ipansyah klaim tidak ada intervensi pada pelaksanaan PBJ di 13 di tempatnya.

“Proses dilaksanakan melalui berbagai tahapan mulai dari musyawarah di tingkat RT, Pra Musyawarah Desa (Musdes), Musdes, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPdes), hingga penetapan APBDes,” jelasnya kepada pewarta, Rabu 3 September 2025  .

Jadi tidak ada list tegasnya sembari menegaskan semua sudah sesuai hasil Musdes, dan ada beberapa tahapan yang dilaksanakan hingga penetapan.

“Pengadaan pada 2025 ini berdasarkan hasil perencanaan pada 2024, tentunya sesuai dengan kebutuhan desa, kalau tidak sesuai kebutuhan kami tidak mau,” ujarnya.

Selain proses PBJ dilaksanakan Pemdes sesuai kebutuhan. Kades Penggalaman ini juga mengklaim Proses PBJ dilaksanakan secara transparan.

“Setiap laporan APBDes kita diketahui semua RT. Pengadaan TV LED, Laptop, Peta Bidang Tanah dan Toponimi, sound system, dan hal lainnya yang bertujuan meningkatkan pelayanan di kantor desa sesuai kebutuhan desa dan tidak dirapatkan lagi ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APDESI kabupaten,” akunya.

Lagi, Ipansyah memastikan proses PBJ yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di 13 desa yang ada di Kecamatan Martapura Barat bukan berdasarkan inisiatif dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar melainkan usulan desa.

“Pengadaan ini bukan inisiatif Dinas PMD dan tidak ada intervensi dari APDESI kabupaten yang mengharuskan membeli barang sesuai daftar yang ditentukan. Seperti baju Alat Pelindung Diri (APD) Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), karena kami tidak membutuhkan jadi tidak membelinya,” katanya.

Begitu juga untuk menentukan pihak ketiga atau penyedia barang pengadaan jasa, Ipansyah menyebutkan telah ditentukan desa masing-masing, meski dalam proses mencari pihak ketiga tetap dibantu APDESI kabupaten, dan merek jenis barang yang dibeli sama.

“Proses pengadaan memang harus sesuai aturan, mulai dari penawaran, cek harga, spesifikasi barang dan hal lainnya yang tentunya dibantu APDESI kabupaten. Karena wawasan desa inikan terbatas dan pasti kita bingung harus kemana,” tuturnya.

Sedangkan mengenai adanya Surat Keputusan (SK) Bupati dalam proses PBJ, Nur Ipansyah menuturkan hal tersebut wajar dalam penggunaan ADD terkecuali DD.

“Begitu juga kalau ada dana tambahan dari kabupaten itu harus ada SK, terkecuali DD karena sudah ada petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat dan harus diikuti. Penggunaan anggaran ADD dan DD tentunya diketahui Dinas PMD dan Pemerintah kecamatan yang melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) APBDes tiga bulan sekali sebagai fungsi pengawasan,” beber Ipansyah.

Sayangnya terkait perihal ini, Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani enggan mengomentarinya. (zainuddin)

Jalan Tani di Desa Labuan Tabu Bahayakan Keselamatan

0
jalan tani
Kondisi jalan tani di RT01, Gang Mundam, Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura kini kondisnya mulai rusak hingga amblas

Link, Martapura – Kondisi jalan tani di RT01, Gang Mundam, Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura kini kondisinya mulai rusak hingga amblas tanpa dilakukan perbaikan dari Pemerintah Desa (Pemdes), dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu warga yang kesehariannya bertani, yakni Mahmud mengatakan, sudah enam bulan lamanya kerusakan pondasi bahu jalan tani dengan lebar sekitar 1,5 meter di RT01 belum ada upaya dari Pemdes untuk melakukan perbaikan hingga ada badan jalan yang mengalami penurunan, begitu juga untuk kondisi jembatan konstruksi kayu ulin yang mulai mengalami kerusakan.

“Karena kondisi jalan dan jembatan seperti ini, kalau tidak salah sudah dua kali kejadian warga yang mengendarai motor roda duanya terjungkal saat mau menuju ladang mereka. Beruntung tidak jatuh ke sungai, karena di samping jalan inikan sungai dan sangat membahayakan,” ujarnya pada 2 September kemarin.

Keberadaan infrastruktur jalan tani tentunya sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi para petani karena dapat mempermudah mobilitas, mempercepat distribusi hasil pertanian, hingga mengurangi biaya produksi dan transportasi. “Apalagi ini memasuki musim panen, harapan kami dapat segera dilakukan perbaikan. Jadi warga di RT01 jangan dianaktirikan,” ucapnya.

Dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, Kepala Desa (Kades/Pambakal) Labuan Tabu, Syahrian memastikan tidak ada warga yang dianaktirikan, dan mengungkapkan hanya terjadi miskomunikasi saja.

“Buktinya Pemdes telah membangun jembatan jalan tani yang berada di depan dekat jalan kabupaten pada 2024 lalu. Tapi, setelah mendapat informasi dari Kepala Lingkungan (Kaling) kami bahwa akan dilakukan perbaikan menggunakan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Banjar, sehingga tidak perlu lagi di-handle desa,” katanya pada Rabu (3/9/2025).

Ditambah, papar Syahrian, berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat dana 20 persen untuk ketahanan pangan bersumber dari Dana Desa (DD) pada 2025 ini tidak boleh lagi digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tani, jembatan, dan saluran air sehingga tidak masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPdes).

“Jadi tidak ada istilah menganaktirikan. Informasi tentang ada Pokir dewan yang ditempatkan di RT01 itu juga kami dapatkan melalui via telepon. Bahkan, kabar bahwa konsultan proyek sudah melakukan pengukuran juga kami dapatkan dari Kelompok Tani (Poktan) yang sudah bertemu dengan anggota dewan,” ungkapnya.

Karena tidak pernah dilakukan pertemuan dengan Pemdes, sehingga Syahrian mengaku tidak mengetahui bagaimana perencanaannya, dan panjang penanganan, hingga permalasahan yang di hadapi di lapangan.

“Kabarnya akan dilakukan pelebaran yang semula hanya selebar 1,5 meter menjadi 2 meter, sedangkan total panjang jalan sekitar 300 meter lebih. Mestinya rencana pengerjaan jalan tani yang kabarnya senilai Rp150 Juta ini dilakukan koordinasi dengan Pemdes, karena Pemdes pasti mendukung dan terbuka jika ada Pokir yang di tempat di desa kita dari siapa saja,” pungkasnya.(zainuddin)

Indonesia U-23 Ditahan Imbang Laos di Kualifikasi Piala Asia 2026

0
Aksi Robi Darwis dalam laga Timnas Indonesia U-23 vs Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Rabu (3/9/2025). (c) Wahyu Pratama

Link, Sidoarjo – Timnas Indonesia U-23 harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 0-0 oleh Laos pada laga perdana Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025) malam WIB. Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, Garuda Muda gagal menembus pertahanan rapat lawan.

Sejak menit awal, skuad asuhan Gerald Vanenburg langsung mengambil inisiatif serangan. Bahkan, Jens Raven sempat membuka skor cepat pada menit kelima, namun gol tersebut dianulir wasit karena offside. Setelah itu, peluang demi peluang lahir lewat Dony Tri Pamungkas, Toni Firmansyah, hingga sundulan Kadek Arel, tetapi semuanya belum menemui sasaran.

Menjelang akhir babak pertama, Raven kembali mendapat kesempatan emas, namun tembakannya masih melebar tipis dari gawang Laos yang dikawal Kop Lokphathip. Kiper Laos itu tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial.

Memasuki babak kedua, Vanenburg memasukkan Hokky Caraka dan Ricky Pratama untuk menambah daya dobrak. Namun, upaya Arkhan Fikri maupun Rafael Struick tetap buntu di hadapan lini belakang Laos yang solid. Bahkan, duet bek tengah Indonesia, Kadek Arel dan Muhammad Ferarri, juga mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tanpa gol. Indonesia U-23 harus menerima hasil imbang di laga perdana meski mendapat dukungan penuh dari ribuan suporter.

Susunan Pemain

Indonesia: Cahya Supriadi, Kakang Rudianto, Muhammad Ferarri, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, Toni Firmansyah, Robi Darwis, Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, Jens Raven, Rafael Struick.

Laos: Kop Lokphathip; Phouttvahong Sangvilay, Khammanh Thapaseut, Anantaza Siphongphan, Phetdavanh Somsanid, Phoulaung Vinnavong, Khonesavanh Keonuchanh, Sonevilay Phetviengsy, Oun Phetvongsa, Peeter Phanthavong, Souksavanh Hopchakkavan.

Erick Thohir Sambut Miliano Jonathans Resmi Jadi WNI

0
Erick Thohir Sambut Miliano Jonathans Resmi Jadi WNI

Link, Jakarta – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut dengan optimisme proses pengambilan sumpah kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Miliano Jonathans. Prosesi berlangsung di Gedung Setjen Kementerian Hukum dan HAM RI, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

“Ini hari yang luar biasa. Tidak mungkin momen ini terwujud tanpa dukungan penuh dari pemerintah, termasuk dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Saya juga mengapresiasi Menteri Hukum, Bapak Supratman Andi Agtas, yang telah memimpin langsung pengambilan sumpah Miliano,” ujar Erick Thohir di Jakarta.

Miliano, pemuda berdarah Depok, Jawa Barat, kini resmi menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Ia menempati posisi penyerang—posisi yang sangat dibutuhkan Timnas saat ini. Erick menegaskan bahwa naturalisasi Miliano bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi besar PSSI dalam memperkuat skuad Garuda.

“Naturalisasi Miliano Jonathans adalah langkah konkret untuk memperkuat Timnas Indonesia. PSSI terus bekerja keras mewujudkan impian bersama: Indonesia lolos ke Piala Dunia. Kami siapkan pemainnya, kami siapkan uji cobanya, dan kami jaga marwah bangsa. Kami juga dorong diaspora untuk terus mengibarkan Merah Putih di panggung internasional,” tambah Erick.

Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, turut menyampaikan selamat kepada Miliano dan menegaskan bahwa naturalisasi adalah komitmen pemerintah dalam mendukung prestasi olahraga nasional. “Langkah ini strategis untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026, Piala Asia 2027, dan mencapai target masuk 100 besar dunia serta 10 besar Asia,” ujarnya.

Dengan resminya Miliano menjadi WNI, ia akan langsung bergabung dengan timnas senior Indonesia yang tengah bersiap menjalani dua laga FIFA Matchday melawan Tiongkok Taipei dan Lebanon di Surabaya.

“Dimainkan atau tidak tergantung kondisi fisik. Keputusan itu ada di coaching staff,” tambah Erick Thohir.

Miliano lahir di Arnhem, Belanda, 5 April 2025. Darah Indonesianya berasal dari kakeknya yang lahir di Depok dengan marga Jonathans. Marga Jonathans adalah satu dari 12 marga Belanda di Depok yang pada 1714 mendapatkan warisan dari Cornelis Chastelein, pemilik tanah Depok.

Korsel U-23 Libas Makau 5-0 di Kualifikasi Piala Asia

0
Korsel U-23 Libas Makau 5-0 di Kualifikasi Piala Asia
Fans Korea Selatan U-23 di Piala Asia Uu-23 2024 (c) AFC

Link, Sidoarjo – Timnas Korea Selatan U-23 membuka perjalanan mereka di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan hasil sempurna. Skuad Taegeuk Warriors mengalahkan Makau U-23 dengan skor telak 5-0 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (3/9/2025) sore WIB.

Pasukan Le Min-sun sama sekali tidak menemui kesulitan sepanjang jalannya pertandingan. Sejak awal mereka tampil dominan dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat gol Jeong Jae-sang.

Korea Selatan kemudian menguasai permainan dengan tenang tanpa terburu-buru menambah gol. Jelang turun minum, Park Seung-ho mencetak gol pada menit 45+4 untuk membawa timnya menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan Korea Selatan tetap terjaga. Hanya empat menit setelah kick-off, Jeong Jae-sang kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Unggul 3-0 tak membuat mereka mengendur. Pada menit ke-58, giliran Kang Seong-jin yang menambah gol. Kemudian, pemain pengganti Seo Jae-min melengkapi pesta gol dengan torehan di menit ke-88.

Kemenangan ini menempatkan Korea Selatan di posisi teratas klasemen Grup J dengan koleksi tiga poin dan selisih gol +5. Hasil tersebut sekaligus memberi tekanan tambahan bagi Timnas Indonesia U-23, yang akan menghadapi Laos di laga perdananya, demi meraih kemenangan dengan margin besar.

Susunan Pemain

Korea Selatan U-23 (4-3-3): Moon Hyunho; Choi Woojin, Choi Seok Hyun, Lee Hyunyong, Jeong Kangmin; Park Junseo, Hwang Doyun, Lee Seungwon; Park Seungho, Kang Seongjin, Jeong Jaesang.

Pelatih: Lee Min Sung.

Makau U-23 (3-4-3): Alex Ao; Lam Weng Kin, Sou Hin Nang, Huang Cho Fong; Kou Pak San, Ieong Lek Hang, Wong U Hin, Leong Wai Hin; Vong Sai Hou, Si Hou In, Pan Si Kit.

Pelatih: Kwok Kar Lok Kenneth.

Dua Masjid Besar di Tanah Laut Diresmikan Gubernur Kalsel

0

Link, Pelaihari – Sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mendukung pembangunan infrastruktur keagamaan dan memperkuat kehidupan spiritual masyarakat Banua, Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman meresmikan 2 (dua) masjid besar di Kabupaten Tanah Laut, Rabu (3/9/2025) pagi.

Dua masjid yang diresmikan tersebut adalah Masjid Jami Nurusyar’ie di kawasan Pondok Pesantren Babussalam, Kecamatan Jorong, dan Masjid Besar Al-Ikhlash Assyarr’ie di Kecamatan Kintap.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur H. Muhidin, yang menjadi simbol pengukuhan kedua rumah ibadah sebagai salah satu pusat syiar Islam di Kalsel.

Kegiatan peresmian tersebut juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, yang diselenggarakan dalam satu rangkaian kegiatan penuh kekhidmatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan unsur Forkopimda Kalsel dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel H. M. Tambrin.

Setibanya di lokasi, rombongan Gubernur Kalsel dan Wakil Gubernur Kalsel disambut hangat oleh para habaib, pimpinan pondok pesantren, alim ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang telah memadati area masjid sejak pagi hari.

Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan iringan sinoman hadrah yang melantunkan salawat sebagai bentuk penghormatan dan suka cita atas kehadiran pemimpin daerah di tengah masyarakat.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin dalam sambutannya melalui Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman mengajak seluruh umat Islam menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen untuk memperkuat keteladanan dan memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Dihadapan para jamaah, Gubernur juga mengingatkan pentingnya peran para habaib dan guru agama dalam membimbing umat menuju kehidupan yang diridhai Allah SWT.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita tidak hanya mengenang, tapi juga meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah. Mari kita muliakan para guru dan habaib yang telah membimbing kita untuk tumbuh dalam cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga memohon doa kepada seluruh yang hadir agar Kalsel senantiasa dilimpahi keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan.

Gubernur juga menekankan bahwa kekuatan spiritual masyarakat sangat berperan dalam menjaga harmoni daerah.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak masyarakat memakmurkan masjid yang baru diresmikan tersebut.

“Ulun mengajak kepada seluruh masyarakat, mari kita jadikan Masjid-mesjid ini sebagai pusat peribadahan dan ilmu pengetahuan. Kita makmurkan dengan salat berjamaah, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya. Insya Allah, lingkungan yang seperti ini akan menghadirkan keberkahan dan kemakmuran,” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Taklim Zikir dan Salawat Al-Muhtar, Tuan Guru Haji Safriansyah, Dalam tausiahnya, beliau mengajak jemaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam segala aspek kehidupan, mulai dari keluarga hingga bermasyarakat.

“Rasulullah SAW adalah suri teladan bagi umat manusia. Keteladanan beliau dalam bersikap, berakhlak, dan menjalani kehidupan harus kita ikuti agar kita menjadi umat yang mulia dan diridhai,” tutur Tuan Guru Safriansyah.

Tuan Guru juga Safriansyah, mengajak jemaah untuk memperbanyak salawat, memperkuat majelis ilmu, dan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.

“Mari kita perbanyak salawat, jaga silaturahmi, dan hidupkan masjid dengan majelis-majelis ilmu. Dengan meneladani Rasulullah, kita tidak hanya memperbaiki diri, tetapi juga membangun masyarakat yang penuh keberkahan,” pesannya.

Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti majelis saat lantunan salawat dan doa-doa dipanjatkan.

Tausiah Tuan Guru H. Safriansyah menjadi penutup dalam rangkaian peresmian dan peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh masyarakat Kabupaten Tanah Laut dengan penuh antusias.

Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mukri Yunus, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan umat, kemajuan daerah, serta keberkahan bagi bangsa dan negara.(tri)

Hadiri Kick Off Harjad ke 499 Banjarmasin, Hasnuryadi Tinjau Stand UMKM Bakul Fest

0

Link, Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman didampingi istri, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, menghadiri acara Kick Off Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin yang digelar di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Selasa (2/9) malam.

Acara yang mengusung tema ‘Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera’ dibuka dengan penampilan kesenian madihin dan tari tradisional, yang memeriahkan suasana peringatan hari jadi kota tertua di Kalimantan Selatan tersebut.

Pada acara kick off harjad itu pula Wagub Hasnuryadi ditemani Istri, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, didampingi Walikota Banjarmasin, HM Yamin HR beserta Istri, Hj Neli Listriani terlihat meninjau stand-stand UMKM peserta Bakul Fest.

Terlihat Wagub Hasnuryadi Sulaiman beberapa kali berhenti untuk meramaikan dan membeli dagangan para pedagang dan pelaku UMKM, sembari menyempatkan waktu untuk bersua dan berfoto bersama masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan salam dan harapan dari Gubernur H Muhidin agar Kota Banjarmasin semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.

“Tidak banyak kota di Indonesia yang setua Banjarmasin. Selama berabad-abad kota ini telah menjadi pusat perdagangan, kebudayaan, dan peradaban. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga warisan sejarah sekaligus mendorong inovasi agar kota ini semakin modern, maju, dan sejahtera,” ungkapnya.

Sebagai warga Kota Banjarmasin yang juga lahir di kota ini, Wagub Hasnuryadi menyampaikan harapan dan tak lupa menegaskan pentingnya kekompakan dalam membangun Banjarmasin.

“Sebagai warga Kota Banjarmasin yang juga lahir di kota ini, saya berharap Banjarmasin akan menjadi kota yang semakin indah, bersih, nyaman dan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas, agar kota ini dapat dinikmati oleh semuanya,” harapnya.

“Jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin ini ibarat tim Barito Putera yang penuh pemain bintang, baik itu Walikota, Wakil Walikota hingga Pimpinan DPRD. Untuk itu, satu hal yang diperlukan hanyalah kekompakan. Saya yakin dengan kebersamaan, semua hal baik yang kita harapkan bisa tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, HM Yamin HR, yang hadir bersama istri, Hj Neli Listriani, menyampaikan rasa bangganya atas dukungan dan kehadiran Wakil Gubernur Kalsel.

“Melalui sinergi yang terus terjalin, kita berharap pembangunan di Kota Banjarmasin dapat berjalan optimal dan memberi kontribusi besar bagi Provinsi Kalimantan Selatan. Mari kita rayakan kebersamaan ini dengan penuh suka cita, menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan, serta menyongsong Hari Jadi ke-499 dengan semangat ‘Bekerja Bersama, Merangkul Semua, Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera’,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, M Ihsan Budiman, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk merefleksikan sejarah panjang kota, meneguhkan jati diri, serta memperkuat semangat kebersamaan.

“Dengan mengusung semangat ‘Banjarmasin Maju Sejahtera’, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sepanjang 2 hingga 30 September akan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai seni budaya, olahraga, ekonomi kreatif dan UMKM, hingga kegiatan sosial dan keagamaan,” jelasnya.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Keprak secara simbolis, yang menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

Dalam acara ini juga dilaksanakan penyerahan hadiah kepada Pemenang Lomba Desain Logo Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-499 oleh Walikota Banjarmasin.

Usai acara berakhir, Wagub Hasnuryadi ditemani Istri, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, didampingi Walikota Banjarmasin, HM Yamin HR beserta Istri, Hj Neli Listriani terlihat meninjau stand-stand UMKM peserta Bakul Fest.

Terlihat Wagub Hasnuryadi Sulaiman beberapa kali berhenti untuk meramaikan dan membeli dagangan para pedagang dan pelaku UMKM, sembari menyempatkan waktu untuk bersua dan berfoto bersama masyarakat.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda, jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin, pimpinan instansi vertikal, anggota DPRD Kota Banjarmasin, para kepala SKPD, camat dan lurah se-Kota Banjarmasin, serta masyarakat yang juga memadati area Balai Kota sekaligus menyaksikan pembukaan Bakul Fest. (tri)

Di Tengah Tantangan Cuaca Progres Proyek Strategis Masih Positif

0

Link, Banjarbaru – Percepatan pembangunan infrastruktur, seperti gedung perkantoran dan fasilitas penunjang layanan publik terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Seperti beberapa proyek strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel menunjukan perkembangan positif, di tengah tantangan cuaca.

Plt Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, mengungkapkan bahwa beberapa proyek tengah berjalan, baik di dalam kawasan perkantoran maupun di luar kawasan tersebut.

“Sebetulnya kita ada beberapa proyek baik di kawasan perkantoran maupun di luar kawasan perkantoran. Progresnya terus kita pantau dan dorong,” jelas Ryan mewakili Plt Kadis PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib di Banjarbaru, Selasa (2/9/2025).

Ia mengatakan, seperti pada proyek pembangunan Kantor Dinas Perhubungan yang kini telah mencapai progres 27 persen. Saat ini, proyek berada pada tahap kedua, dengan fokus pengerjaan lantai satu yang akan difungsikan sebagai lahan parkir.

“Memang masih dalam tahap penyelesaian lantai satu. Ada beberapa penyesuaian teknis di lapangan, tapi secara umum pekerjaan berjalan dan kami terus upayakan percepatannya,” kata Ryan.

Ia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan daerah, sangat penting dalam mempercepat proses penyelesaian proyek-proyek tersebut.

“Dengan dukungan pimpinan, kita optimistis penyelesaian proyek seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Laboratorium Lingkungan Hidup bisa kita tuntaskan tahun ini, setidaknya untuk bangunan fisiknya,” ungkapnya.

Sementara itu, pembangunan Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas LH Provinsi Kalsel (Lab LH) juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Saat ini proyek tersebut telah memasuki minggu ke-9 dengan progres 15,39 persen dan deviasi positif +0,02 persen, yang berarti masih sesuai dengan target waktu yang ditetapkan.

“Progres Lab LH sejauh ini sesuai dengan jadwal kita. Ini menjadi indikator positif, apalagi melihat kondisi cuaca yang tidak menentu,” ungkap Ryan.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, tim di lapangan telah mengambil langkah mitigasi terhadap kendala cuaca, seperti memaksimalkan pekerjaan saat cuaca cerah dan menggunakan pelindung seperti tenda ketika hujan turun.

“Meskipun sudah masuk musim kemarau, ternyata hujan masih turun. Tapi kami tetap berupaya agar progres tidak terhambat,” tambahnya.

Ryan menegaskan, pembangunan Lab LH akan difokuskan pada penyelesaian bangunan utama dan fasilitas penting lainnya, seperti powerhouse. Meskipun area landscape mungkin belum sepenuhnya diselesaikan tahun ini, gedung tersebut ditargetkan sudah dapat dimanfaatkan.

“Lab LH ini ditargetkan sampai bangunannya bisa digunakan. Mulai dari bangunan utama sampai powerhouse, sementara untuk landscape bisa menyusul. Untuk itu pihak terus berkoordinasi dengan user (pengguna bangunan) terkait rencana pemanfaatan dan operasional bangunan gedung nantinya. Termasuk koordinasi tentang skema pengelolaan limbah yg akan dihasilkan dari laboratorium yg bersangkutan,” tutupnya. (tri)

Destructive Fishing Meningkat, Polda Kalsel Gelar FGD

0
destructive fishing
POLDA Kalsel menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Penanganan Destructive Fishing dalam Rangka Menjaga Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Perairan Kalsel” yang dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.

Link, Banjarbaru – Menyikapi meningkatnya potensi konflik antarnelayan dan maraknya praktik penangkapan ikan merusak (destructive fishing) di perairan Kalsel, POLDA Kalsel  menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Penanganan Destructive Fishing dalam Rangka Menjaga Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Perairan Kalsel” yang dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di Auditorium Bhara Dhaksa Polda Kalsel, Banjarbaru, Selasa (2/9/2025) pagi.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolda Kalsel ini diikuti berbagai unsur Forkopimda, instansi terkait, akademisi, pelaku usaha, organisasi nelayan, serta tokoh masyarakat, sebagai bentuk komitmen bersama dalam

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalsel mencatat telah melakukan 6.117 kegiatan patroli, pembinaan, dan sosialisasi selama triwulan I 2025. Dalam dua tahun terakhir, 15 tersangka kasus destructive fishing ditangkap dengan kerugian negara mencapai Rp150 juta.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Kalimantan Selatan beserta seluruh jajaran, khususnya Ditpolairud, atas inisiatif dan dedikasi dalam menyelenggarakan kegiatan strategis ini.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Kalsel beserta jajaran, khususnya Ditpolairud Polda Kalsel, yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk nyata komitmen dalam menjaga ketertiban dan kelestarian wilayah perairan kita,” ujar Gubernur Muhidin.

Lebih lanjut, Gubernur Kalsel menekankan pentingnya menjaga wilayah perairan Kalsel yang tidak hanya berperan sebagai jalur transportasi dan perdagangan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas perikanan dan kelautan yang menopang kehidupan ribuan keluarga nelayan serta turut menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya berharap forum diskusi ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan bersama, terutama dalam merumuskan kebijakan penanganan destructive fishing dan meredam potensi konflik sosial di lapangan,” tambah Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD ini dilatarbelakangi oleh beberapa konflik yang terjadi antara nelayan Kalimantan Selatan dengan nelayan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Konflik tersebut, menurutnya, berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jika tidak segera direspons dengan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif.

“Perbedaan metode penangkapan, wilayah operasi, dan persepsi terhadap batas laut kerap menjadi sumber gesekan antarnelayan. Oleh karena itu, forum ini penting untuk menyatukan langkah dan menyusun kesepakatan bersama dalam pemanfaatan sumber daya laut secara berkeadilan,” ungkap Irjen Pol Rosyanto.

Lebih lanjut, Irjen Pol Rosyanto menekankan bahwa laut Indonesia merupakan kekayaan bersama yang harus dimanfaatkan secara bijak, bukan justru menjadi pemicu konflik antardaerah.

“Melalui FGD ini, kami ingin menghadirkan titik temu antara nelayan Kalsel, Jatim, dan Jateng dalam membangun kesepahaman. Harapannya, kerja sama ini dapat mendorong pengelolaan laut yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan di seluruh wilayah,” tegasnya.

Dalam pembukaan FGD tersebut turut hadir Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK dan Kakor Polairud Baharkam Polri yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Kombes Pol Donny Carles Go, Dirjen PSDKP diwakili oleh Kepala Stasiun PSDKP Tarakan Yoki Jiliansyah serta Ditpolairud Polda Kalsel Kombes Pol DR Andi Adnan Syafruddin, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Organisasi Nelayan serta tamu undangan lainnya. (tri)

Menag: Pengadaan Barjas Jangan Ada Monopoli

0
monopoli
Menteri Agama Nasaruddin Umar

Link Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan agar tidak ada monopoli dalam pengadaan barang dan jasa. Semua proses harus bekerja sama dengan dan Inspektorat Jenderal untuk menjaga transparansi.

“ Utamanya para pejabat pengadaan barang dan jasa (barjas), saya minta proses pengadaan harus dilukakan secara transparan dan tidak boleh ada monopoli,” kata Menag dalam rapat koordinasi bersama para pimpinan satuan kerja Kementerian Agama dan pejabat fungsional Pengadaan Barang/Jasa se-Indonesia. Rapat digelar secara hybrid dan dipusatkan di kantor Kemenag, Jakarta.

Hadir mendampingi Menag, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Staf Ahl;i Menag Faisal, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, para Tenaga Ahli Menag, Kepala Biro Umum Aceng Abdul Azis, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

“Untuk masalah pengadaan barang dan jasa, mohon bekerja sama dengan Itjen agar meminimalisir adanya penyelewengan. Jangan sampai ada monopoli tertentu dalam kepentingan apapun,” tegas Menag di Jakarta, Selasa (2/9/25).

Menag juga menekankan efisiensi serta profesionalisme dalam tata kelola birokrasi, khususnya dalam pengelolaan layanan dan fasilitas di lingkungan Kemenag. “Kepala biro harus punya sense mana yang cukup, mana yang berlebihan. Jangan ada pemborosan. Kendaraan dinas, anggaran, hingga sumber keuangan non-APBN harus tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Menag juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung kinerja birokrasi yang lebih efisien. Menurut Menag, efisiensi itu bukan hanya soal uang, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan kerja yang lebih efisien waktu, biaya, tempat, dan juga tenaga.

“Kita harus menuju paperless office. Arsip dan laporan harus digital agar hemat waktu, hemat tempat, dan terkoordinasi dengan baik. Tidak perlu sampai laporan dengan bertemu langsung, kalau bisa harus berbasis sistem,” tandasnya. (spy)