Beranda blog Halaman 1365

DPRD Banjarbaru Bahas Tiga Raperda Inisiasi Pemko Banjarbaru

0
DPRD Banjarbaru Bahas Tiga Raperda Inisiasi Pemko Banjarbaru

Link, Banjarbaru- Tidak ingin berlama-lama, tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemerintah Kota Banjarbaru, yang pekan kemarin diajukan, Selasa (18/01/2022) ini langsung dibahas DPRD Kota Banjarbaru. Melalui rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru sepakat inisiasi Pemko Banjarbaru tersebut masuk dalam tahap pembahasan.

Tiga raperda tersebut yaitu, Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 4 tahun 2013 tentang Bangunan Gedung dan Raperda tentang Retribusi Persampahan.

Lebih rinci, Reperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 77 tahun 2020, tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah.

Berikutnya, Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 4 Tahun 2013 tentang Bangunan Gedung diusulkan untuk sebagai bentuk penyesuaian terhadap isi materi guna menciptakan penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib, baik secara administratif maupun teknis.

Berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung. Bahwa bangunan gedung yang fungsional harus dapat menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan ataupun kemudahan pengguna, serta selaras dengan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Raperda tentang Retribusi Persampahan, Kota Banjarbaru sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan dan Pengelolaan Persampahan/Kebersihan yang kemudian diubah melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015.

“Mudah-mudahan secepatnya akan kita tindak lanjut dengan Perwali. Sehingga bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah, termasuk juga tata kelola pemerintahan baik, tata kelola kota yang bagus dalam mengimplementasikannya,” ucap Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin usai Rapat Paripurna.

Disisi lain, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mengatakan, tiga buah Reperda usulan tersebut akan berlanjut ketingkat Pansus pada tahap pembahasan.

“Mudahan reperda ini bisa kita bahas dan target dua setengah bulan bisa difinalisasi. Diharapkan dalam perubahan ini bisa menyesusaikan betul realita di lapangan,” ungkapnya.

Dapat diketahui, hasil rapat paripurna kali ini menghasilkan pendapat setuju dari seluruh fraksi-fraksi atas tiga buah reperda tersebut. (Diba/BBAM)

Pemko Banjarbaru Optimis Vaksinasi Anak Capai 90 Persen

0
Pemko Banjarbaru Optimis Vaksinasi Anak Capai 90 Persen

Link, Banjarbaru – Pemko Banjarbaru optimis target capaian 90 persen vaksinasi anak usia 6 sampai 11 akhir Januari ini bisa terpenuhi.

Sikap itu bukan tampa alasan, karena belakangan ini vaksinasi anak yang jumlah totoalnya 24.506 orang terus dilaksanakan.

Vaksinasi itu sendiri acap kali terlihal dilaksanakan di sekolah-sekolah SD dan Madrasah. Senin (17/01/2022) pagi misalnya, Wakil Walikota Banjarbaru  Wartono didampingi Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah meninjau kegiatan vaksinasi anak di SDN 3 Komet Banjarbaru pada. Sebanyak 264 siswa telah mendapatkan suntikan vaksin dengan jenis Sinovac.

“Mudah-mudahan diakhir bulan Januari ini target bisa tercapai minimal 90 persen. Dan alhamdulillah vaksinasi anak sampai hari ini berjalan lancar,” ungkap Wartono.

Wartono juga memberikan apresiasi untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, serta kepada para tenaga medis, guru dan kepala sekolah atas perjuangan dan mengapresiasi dalam terlaksananya vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun.

Senada dengan itu, Fadliansyah Akbar mengatakan, kegiatan vaksinasi ini sangat penting bagi warga untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Saya harapkan dengan vaksinasi yang dilaksanakan setiap hari ini bisa tercapai target 90 persen. Sehingga kita sudah mempunyai standar herd immunity di lingkungan sekolah,” katanya.

Diketahui, capaian vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun di Kota Banjarbaru tertinggi se Kalimantan Selatan dengan persentase 21,16 persen, berdasarkan data per Jumat (14/01/2022) kemaren. Untuk itu, Pemerintah Kota Banjarbaru sangat optimis target vaksinasi dosis 1 untuk anak usia 6 hingga 11 tahun tercapai diakhir bulan Januari 2022, menuju herd immunity di Kota Banjarbaru.(diba/BBAM)

Forkopimda Banjarbaru Nikmati Senja Tradisi “Mawarung”

0

Link, Banjarbaru – Mewarung, merupakan salah satu budaya masyarakat Banjar yang ada sejak dahulu. Biasanya kegiatan duduk-duduk santai di warung kopi dengan aneka jajanan tradisonal ini dilakukan di pagi hari, sore hari dan malam hari.

Kini, aktifitas yang masih bisa dinikamti di kampong-kampung tersebut sudah sangat jarang terlihat di perkotaan. Sebagai gantinya, utamanya anak-anak muda lebih memilih nongkrong di kafe yang mulai menjadi gaya pergaulan mereka.

Nah, ini pula yang tadi tersaji pada gelaran Parade Senja Pemko Banjarbaru. Selain sajian atraksi budaya,  Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, Wakil Wali Kota Wartono, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru Andri Irawan, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid, Komandan Kodim 1006/Martapura Letnan Kolonel Inf Imam Muchtarom dan Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah juga menikmati santai sambil mewarung.

Pada kesempatan senja itu, para tokoh sentral Kota Banjarbaru ini menyapa warga yang berkunjung dan menikmati waktu santai di kawasan Lapangan Murjani, Senin (17/1/2021).

“Kegiatan mawarung sendiri sudah sangat melekat bagi warga  Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru selalu kental akan suasana kekeluargaan dan persahabatan,” ujar Walikota Banjarbaru, HM Aditya Mufty Ariffin.

Tentu ini memiliki banyak hal positif tambahnya, seperti merekatkan kedekatan keluarga, menyegarkan fikiran dan sebagainya.

“Menikmati waktu santai tidak harus ke tempat-tempat eksklusif dan harus merogoh kocek cukup mahal. Menurut saya tradisi mawarung di Kota Banjarbaru selalu menjadi sarana yang paling tepat dalam menjalani silahturahmi baik terhadap keluarga maupun sahabat,” ujarnya

Menurut Aditya, kegiatan Mawarung juga membantu para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya.  Apalagi di tengah kondisi saat ini pasca dua tahun lebih lamanya dirundung pandemi Covid-19 turut menyebabkan penurunan ekonomi masyarakat.

“Secara tidak sadar dengan melakukan aktivitas mawarung kita sudah membantu perekonomian masyarakat maupun para pelaku usaha UMKM. Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meramaikan tradisi mawarung di Banjarbaru. Dimanapun tempatnya, ayo ajak kerabat-kerabat kita,” tuntasnya. (diba/BBAM)

Wawali Kota Banjarbaru Naik Singo Barong

0

Link, Banjarbaru- Parade Senja Pemko Banjarbaru setiap bulan Tanggal 17 kali ini terasa lebih istimewa. Selain menyajikan berbagai atraksi budaya perwakilan dari setiap paguyupan etnis yang ada di Kota Banjarbaru, pada event kali ini melibatkan aksi Wawali Kota Banjarbaru, Wartono.

Disaksikan Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarbaru, Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono didapuk untuk menaiki Singo Barong.

Aksi yang membutuhkan keberanian tersebut tersaji kala aktraksi Reok Ponorogo tersaji. Kontan hal itu membuat semua bergembira meski pun tak jarang juga terdengan teriakan was-was yang mengkhawatirkan sang Wawalikota terjatuh.

Meski terliat gugup Wartono tetap naik dan melambai kepada warga yang menyaksikannya.

“Dengan parade senja ini kita coba hidupkan kembali budaya dan kesenian. Jadi memang konsep parade senja kedepannya setiap bulan akan rutin terus diselenggarakan. Selain penurunan bendera juga menampilkan budaya yang ada di Kota Banjarbaru,” ungkap pejabat yang selalu tampil ramah ini.

Lebih lanjut, Wartono mengungkapkan Kota Banjarbaru ini diibaratkan Indonesia kecil, semua budaya ada di Kota Banjarbaru. Untuk itu, dengan melalui parade senja ini dapat menarik wisatawan untuk datang ke Kota Banjarbaru.

Sementara itu, selain Reog Ponorogo, atraksi budaya juga menampilkan Kesenian Sinoman Hadrah, serta Colorguard Diva Swara Dharma Pemkot Banjarbaru. (Diba/wahyu/BBAM)

Reog Ponorogo

0

[masterslider id=”3″]

Penampilan Reog Singo Budoyo Sukamara di parade senja Banjarbaru, pada 15 Janurai 2022, yang merupakan salah satu kesenian terdapat di Banjarbaru. Hal ini membuktikan, bahwa Banjarbaru adalah kota multi etnik. Dimana Reog Ponorogo merupakan salah satu dari sekian banyaknya kesenian yang ada di Indonesia. Kesenian rakyat yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini merupakan sebuah pertunjukan tari tradisional yang biasanya dilakukan di arena terbuka sambil diiringi alat musik tradisional seperti kendang dan juga gong.

Jembatan Pingaran Ilir segera Diperbaiki

0
Jembatan Pulau segera Diperbaiki
Plt Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly

Link, Martapura – Jembatan Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, yang ambruk pada Sabtu (15/1/2022), kini jadi perhatian serius Pemkab Banjar. Bahkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, segera melakukan perbaikan jembatan tersebut.

Rencana ini diungkapkan Plt Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly, saat meninjau ke lokasi jembatan yang menjadi akses penghubung RT03 dengan RT07 Desa Pingaran Ilir.

“Kami sudah melakukan penilaian terhadap kondisi jembatan yang menjadi akses penghubung RT03 dengan RT07 Desa Pingaran Ilir. Hasilnya, jembatan sudah tidak layak lagi untuk dilewati pejalan kaki. Jadi kami langsung memasang garis polisi dan rambu bahwa warga dilarang melintasi jembatan tersebut,” ungkap Riza yang didampingi Kabid Bina Marga, Jennita Adistya Putridan Ahmad Solhan, Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Sabtu (15/1/2022).

Berdasarkan asesmen pihaknya, lanjut pejabat yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Banjar ini, pihaknya akan segera melakukan pembongkaran konstruksi jembatan yang dikenal dengan sebutan ‘Jembatan Pulau’ tersebut.

“Besok akan kami lakukan pembongkaran, dan kemungkinan akses warga untuk menyeberang bertambah jauh, karena harus memutar ke Jalan Ahmad Yani menuju jembatan bailey di Desa Pingaran. Karena itu kami akan mengupayakan agar bangunan jembatan sepajang 70 Meter yang rusak cepat diganti dengan konstruksi bangunan jembatan yang lebih layak dan aman,” ujarnya.

Dikatakan Riza Dauly, dengan bentang jembatan sekitar 70 meter tersebut, berdasarkan cost planning pihaknya, kemungkinan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan tersebut sebesar Rp5 Miliar hingga Rp6 Miliar.

“Kami akan berupaya mencari sumber biaya lain. Entah menggunakan dana kedaruratan, APBD murni Kabupaten Banjar, ataupun dari Pemprov Kalsel, agar permasalahan ini dapat ditangani dengan cepat. Karena, bagaimana pun pemerintah harus bekerja cepat dan sesuai administrasinya. Hari ini kita sudah menyiapkan timnya, dan akan melakukan rekayasa lapangan, karena lokasi sulit diakses kendaraan roda empat.

Akibat ambruknya jembatan tersebut, warga RT07 dan RT07 Desa Pingaran Ilir yang berjumlah sekitar 140 Kepala Keluarga (KK) yang ingin menyeberang ke RT03 terpaksa harus mencari akses jalan lainnya. Yakni memutar ke Jalan Ahmad Yani menuju jembatan bailey di Desa Pingaran Ilir sejauh 3 kilometer. Atau menggunakan sampan kecil untuk menyeberang sungai.

Kendati instansi terkait telah memasang garis polisi dan rambu-rambu peringatan, namun masih ada saja warga di RT06 dan RT07 yang nekat menyeberang menggunakan jembatan tersebut, tak terkecuali anak yang ingin ke kekolah di RT03 Desa Pingaran Ilir. (zainuddin/linkalimantan.com)

Jembatan Putus, Warga Pulau Pingaran Ilir “Terisolir”

0

Link, Martapura – Setelah 5 hari dihantam air bah, Sabtu sekitar pukul 06.00 Wita, Jembatan Pulau Pibgaran Ilir tak kuasa lagi bertahan. Jembatan gantung berkontruksi ulin tersebut putus dan tudak memunkinkan lagi digunakan.

Dengan demikian, akses penghubung warga RT03 dengan RT07 Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul yang dihantam tumpukan berbagai meterial yang terbawa derasnya arus akibat luapan air Sungai Riam Kiwa sejak 11 Januari 2022 lalu, terputus.

Akibatnya, sekitar 140 lebih Kepala Keluarga (KK) yang berada di RT07 Desa Pingaran Ilir yang kerap memanfaatkan jembatan kayu ulin yang lebih dikenal warga setempat dengan sebutan ‘Jembatan Pulau’ itu harus mencari akses lain untuk menyeberang ke RT03. Yakni memutar melalui Jalan Ahmad Yani menuju jembatan bailey di Desa Pingaran.

“Sebenarnya tumpukan meterial ini sudah dilakukan pembersihan dinas terkait bersama warga setempat. Namun, tumpukan meterial datang lagi terbawa arus air dari Sungai Riam Kiwa. Tak kuat menahan dorongan tumpukan meterial, akhirnya jembatan pun ambruk pada pukul 06.00 Wita pagi,” ujar Fadilah warga Desa Pingaran Ilir.

Karena kondisi Jembatan Pulau sudah tidak memungkinkan untuk dilewati masyarakat setempat, papar Fadilah lebih jauh, akses penghubung RT03 dengan RT07 Desa Pingaran Ilir pun terpaksa harus dilakukan penutupan sementara.

“Kami pun berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan. Karena banyak juga anak-anak sekolah yang memanfaatkan jembatan ini untuk menyeberang,” harapnya.

Ditempat yang sama, Ahmad Zaini selaku Kepala Desa (Kades) Pingaran Ilir menjelaskan, sebelumnya jembatan pulau tersebut ambruk, sekitar pukul 4.30 Wita, meterial yang terbawa arus kembali menumpuk di badan jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Martapura.

“Alhamdulillah, saat kejadian tidak ada warga yang melintas. Namun, untuk akses menyebrang warga setempat sementara ini terpaksa menggunakan perahu kecil atau sampan milik warga masing-masing,” tuturnya.

Besok, lanjut Ahmad Zaini melanjutkan, Bidang Bina Marga dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar bersama Babinsa TNI akan melakukan pembongkaran kontruksi badan jembatan sepenuhnya.

Pasca mendapat informasi ambruknya jembatan Pulau Pingaran Ilir, Bidang Bina Marga dari Dinas PUPR, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, serta Koramil pun langsung meninjau kelokasi kejadian.(zainuddin/linkalimantan.com)

Pemko – Kemenag Banjarbaru Kerjasama Vaksinasi Madrasah Ibtidaiyah

0
Pemko - Kemenag Banjarbaru Kerjasama Vaksinasi Madrasah Ibtidaiyah

Link,Banjarbaru – Mendukung upaya percepatan vaksinasi anak 6 – 11 tahun, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru akan berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru. Tujuannya melakukan vakisinasi siswa yang bersekolah di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Disampaikan Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H Matnor saat audiensi dengan Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin, Jumat (14/1/2022) jumlah siswa madrasah ibtidaiyah di Kota Banjarbaru kurang lebih 3.989 anak. Jumlah itu pula yang menjadi target vaksinasi dari lingkungan Kemenag Kota Banjarbaru.

“Kami sudah melakukan rapat internal untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi usia 6 sampai 11 tahun. Dan pada intinya kami berupaya dengan semaksimal mungkin target dari pemerintah dapat terselesaikan,” kata H Matnor

Mendapat dukungan dari Kantor Kemenag Kota Banjarbaru dalam percepatan vaksinasi anak 6 -11 tahun, Wali Kota Aditya Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin mengucap syukur.

“Alhamdulillah pihak Kemenag Kota Banjarbaru siap membantu menyukseskan program pemerintah, agar upaya vaksinasi ini bisa berjalan sesuai dengan harapakan kita semua,” kata Wali Kota Aditya. (diba/linkalimantan.com)

Banjarbaru segera Lakukan Vaksinasi Booster

0

Link, BANJARBARU – Beberapa bulan belakangan ini Kota Banjarbaru memang nol kasus Covid-19. Namun bukan berarti kewaspadaan terhadap ancaman penularan wabah yang diperkirakan masih berpotensi terjadi kendur. Vakisinasi masih terus dilaksanakan.

Nah, setelah vaksinasi dosis pertama dan kedua disuntikkan, kini pemerintah pusat mengeluarkan perintah kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan vaksinasi booster. Tujuannya untuk lebih memperkuat kekebalan tubuh dan imun.

“Arahan dari pemerintah pusat, pelaksanaan vaksinasi booster segera saja dilaksanakan. Dimana vaksinasi ini merupakan penyuntikan dosis ketiga,” ungkap Rizana Mirza, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Jumat(14/1/2022).

Ia menjelaskan, vaksinasi booster ini yang diprioritaskan adalah lansia, dan juga orang-orang yang rentan terhadap virus. Penyuntikan vaksinasi booster ini, dilakukan setelah mendapat dosis kedua dalam jangka waktu 6 bulan.

“Semua jenis vaksin akan mendapatkan vaksin booster ini, dan jenis vaksin yang disuntikkan berbeda dengan jenis dosis pertama dan kedua,” jelas Rizana.

Rizana menambah, Kota Banjarbaru akan segera melakukan vaksinasi booster. Namun, dalam minggu-minggu ini pihaknya masih fokus, dalam melakukan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

BPS Bersama PLN Martapura Bahas Pelaksanaan Sensus Ekonomi dan Penguatan Integrasi Data Lintas Sektor

0
Link, Martapura - Dukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta penguatan integrasi data lintas sektor, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar dan PLN Unit Layanan...

Perkuat Sinergi Pembangunan Ekonomi, KADIN Lakukan Audiensi dengan Bupati Banjar

0
Link, Martapura - Perkuat sinergi pembangunan ekonomi, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, bertempat di...
Bupati Tulungagung

KPK Tetapkan Bupati Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

0
Link, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030 berinisial GSW sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan...