Beranda blog Halaman 216

Wujudkan Pengelolaan Sampah Yang Modern, PUPR Kalsel Gelar Bimtek 

0
Bimtek pengelolaan sampah

Link, Banjarbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah Berkelanjutan tahun 2025, dengan mengusung tema “Strategi Keberlanjutan Operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Provinsi Kalsel.”

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berwawasan lingkungan.

Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, H. Wahid Ramadani, yang diwakili oleh Plt Kabid Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, membuka kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta dari berbagai instansi kabupaten/kota se-Kalsel.

Dalam sambutannya, Ryan menekankan bahwa permasalahan sampah saat ini bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan sudah menjadi krisis lingkungan dan sosial yang mendesak.

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan sistem lama ‘angkut dan buang’. Sudah waktunya kita beralih ke strategi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, mulai dari pengurangan di sumber (reduce), penggunaan kembali (reuse), hingga daur ulang (recycle),” ujar Ryan, Rabu (18/6/2025).

Menurtnya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, praktik open dumping atau pembuangan terbuka dilarang karena menimbulkan dampak lingkungan serius. Sayangnya, sebagian besar TPA di Kalsel masih menggunakan sistem ini.

Bahkan tiga TPA di daerah TPA Hatiwin (Kab. Tapin), TPA Cahaya Kencana (Kab. Banjar), dan TPA Basirih (Kota Banjarmasin) telah mendapatkan surat teguran karena kelebihan kapasitas dan pencemaran yang ditimbulkan.

Bimtek ini diharapkan menjadi sarana koordinasi, konsultasi, dan berbagi informasi antar pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Teknis Penyehetan Lingkungan Permukiman Air Minum dan Bangunan (PLP, Irwan Yunizar, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan kebijakan, proses, dan sanksi penutupan TPA sampah.

Meningkatkan pemahaman tentang rehabilitasi dan revitalisasi lahan bekas TPA. Menyampaikan strategi pasca-penutupan TPA Basirih. Melatih peserta dalam penilaian risiko lingkungan dan karakteristik sampah melalui metode IRBA.

Dengan kondisi eksisting penanganan sampah rumah tangga di Kalsel baru mencapai 57,88% dari target 71% (Jakstrada 2024), maka keberlanjutan operasional TPA menjadi tantangan nyata.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah penggunaan TPS3R dan TPST secara lebih optimal, serta pemanfaatan sampah menjadi energi.

“Bimtek ini adalah langkah konkret kita. Sudah saatnya Kalimantan Selatan bertransformasi dari metode lama menuju pengelolaan sampah yang cerdas, berkelanjutan, dan sesuai regulasi,” tegas Irwan.

Selain teknologi, keberhasilan pengelolaan sampah juga sangat ditentukan oleh regulasi dan kebijakan dari hulu ke hilir. Pemerintah provinsi menekankan pentingnya penerapan aturan yang tegas dan implementasi kebijakan yang nyata, baik dari sisi teknis, lingkungan, hingga sosial.

“Dengan Bimtek ini, Kalimantan Selatan berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mempercepat transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (tri)

Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Akan Dilantik Gubernur Minggu Ini

0
Persiapan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih
Rapat koordinasi persiapan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih. (ft/banjarbarutv)

Link, Banjarbaru – Setelah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, pada rapat Pleno Rabu (28/5/2025) lalu. Pemenang pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024. Pasangan Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Lisa Halaby dan Wartono akan dilantik pada Sabtu (21/6/2025) mendatang, bertempat di Aula Idham Chalid Banjarbaru.

Perihal adanya pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih, Pemerintah Kota Banjarbaru tengah mempersiapkan dan melaksanakan koordinasi bersama Provinsi Kalimantan Selatan dan SKPD terkait.

“Pelantikannya di tanggal 21 Juni 2025 di Idham Chalid Banjarbaru jam 10.00 Wita dilantik langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan,” ungkap Pj Walikota Banjarbaru, Subhan Noor Yaumil.

Ia berharap, pelaksanaan pelantikan dapat berjalan dengan lancar. Ia juga menghimbau, jika ada yang ingin memberikan ucapan selamat agar dapat mengirimkan tanaman hidup.

“Harapannya juga sesuai dengan pesan ibu Lisa, bagi yang ingin memberikan ucapan selamat pelantikan dapat mengirimkan tanaman hidup seperti pohon, sehingga itu bisa lebih bermanfaat kedepannya,” katanya.

Usai dilantik Wali Kota Banjarbaru terpilih, rencananya akan langsung mengikuti retreat pada 22 Juni 2025 yang akan dilepas langsung oleh Mendagri di Jakarta.

“Rencananya 21 Juni 2025 sore, Bu Wali berangkat langsung ke Jakarta mengikuti pelepasan retreat yang dilepas Mendagri, karena 22 Juni 2025 langsung melaksanakan retreat selama 5 hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Tim Transisi mewakili Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru terpilih, Darmawan Jaya mengatakan segala persiapan dilakukan dengan matang dan mengikuti peraturan yang ditetapkan Protokol Pemkot dan Pemprov.

“Menjelang pelantikan, kepala daerah Lisa – Wartono tentunya menyiapkan secara fisik dan mental supaya pada saat dilantik, kondisi fisik dalam kondisi baik,” sebutnya.

Jaya berharap segala perencanaan dan persiapan menjelang pelantikan pemimpin daerah dapat terlaksana dengan baik.

“Serta memberikan kesan yang baik dengan para tamu undangan,” imbuhnya. (wahyu)

Aneh, DKPP Banjar Baru Tau Status Kepemilikan Pasar Ikan

0
DKPP Kabupaten Banjar
DKPP Banjar baru mengetahui jika Pasar Ikan terbengkalai masih jadi aset mereka.

Link, Martapura – Sudah belasan tahun tercatat sebagai aset Pemkab Banjar, namun anehnya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar mengaku baru mengetahui jika aset bangunan Pasar Ikan di sisi Kali Mati, Kelurahan Murung Keraton yang terbengkalai belasan tahun masih tercatat sebagai aset Dinas Perikanan.

Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah melalui Irwan selaku Pengurus Barang DKPP Kabupaten Banjar setelah melakukan penelusuran sejumlah dokumen terkait proses hibah bangunan Pasar Ikan dari Kementerian melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Memang untuk pengelolaannya berada di Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kabupaten Banjar. Karena asetnya masih tercatat pada DKPP Banjar, sehingga Perumda Pasar tidak dapat melakukan perbaikan,” ujarnya pada Selasa (17/6/2025).

Irwan juga mengakui perihal tersebut terjadi dikarenakan kelalaian Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar yang tidak mengetahui kalau aset Pasar Ikan yang sempat resmi beroperasi pada 2012 lalu  tersebut masih belum dihapus.

“Kita segera bersurat ke Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar agar aset tersebut dihapuskan, dan mengajukan surat usulan agar dijadikan penyertaan modal untuk Perumda Pasar,” katanya.

Sebab, lanjut Irwan, terkait pengelolaan Pasar Ikan bukan tugas, pokok, dan fungsi (Tupoksi) Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar.

“Karena bangunan tersebut merupakan bantuan hibah dari kementerian melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, sehingga saat proses pembangunan leading sektornya berada di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar. Tapi terkait pengelolaan tepatnya di Perumda Pasar,” ucapnya.

Agar Perumda PBB Kabupaten Banjar dapat melakukan pengelolaan sepenuhnya, papar Irwan, sehingga harus dijadikan sebagai penyertaan modal. “Jadi ini memang kelalaian kami sehingga masih tercatat sebagai aset DKPP Kabupaten Banjar,” tutupnya. (zainuddin/BBAM)

Bangunan Pasar Ikan Memang Aset DKPP Kabupaten Banjar

0
Bangunan Pasar Ikan
Bangunan Pasar Ikan terbengkali ini memang aset Pemkab Banjar.

Link, Martapura – Bangunan Pasar Ikan di sisi Kali Mati, Kelurahan Murung Keraton yang sudah belasan tahun terbengkalai ternyata benar tercatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah (Kabid PBMD) Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar M Fahroel Razy.

“Aset bangunan Pasar Ikan di sisi Kali Mati yang rampung dibangun dan sempat resmi beroperasi pada 2012 lalu tersebut sudah dihibahkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) ke Pemkab Banjar pada 2021 lalu,” jelasnya saat dikonfirmasi , Selasa (17/6/2025)..

Kenapa baru tahun 2021 dihibahkan? Razy pun menjelaskan, kemungkinan karena ada berbagai proses administrasi yang harus dilengkapi dan lain sebagainya. Tentunya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mengetahui terkait aset tersebut karena dihibahkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel.

Selain memastikan aset bangunan Pasar Ikan tercatat pada BPKPAD Kabupaten Banjar. Fahroel juga memastikan DKPP Kabupaten Banjar juga sudah mengantongi dokumen kelengkapan aset tersebut pasca menerima hibah.

Kendati demikian, saat ditanya apakah ada sanksi yang dikenakan terhadap Pemkab Banjar yang sudah belasan tahun membiarkan aset yang diperoleh dari hibah Kementerian melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel tersebut terbengkalai tanpa pemeliharaan?

Fahroel tak dapat memastikannya. “Sebenarnya dalam perjanjian tidak ada sanksi. Tapi kalau bicara anggaran, karena tidak termanfaatkan dengan baik, kemungkinan hanya berdampak pada anggaran. Memang secara umum merugikan, tapi bukan kerugian negara,” ujarnya.

Karena bangunan Pasar Ikan berada di kawasan Pasar Tradisional Martapura yang dikelola Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kabupaten Banjar, lanjut Fahroel, sebaiknya DKPP Kabupaten Banjar mengusulkan agar aset tersebut menjadi penyertaan modal untuk Perumda Pasar agar dapat dikelola.

“Karena tanahnya sudah masuk sebagai penyertaan modal. Memang, kalau masih tercatat sebagai aset Dinas Perikanan, mestinya biaya pemeliharaan kewenangan mereka. Tapi terkait pengelolaannya lebih tepat ke Perumda Pasar,” tutupnya. (zainuddin/BBAM)

Menteri UMKM Tiba di Kalsel, Akan Hadiri Re-Opening Mama Khas Banjar

0
Menteri UMKM tiba di kalsel, akan hadiri re opening mama khas banjar

Link, Banjarbaru – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman kembali datang ke Kalimantan Selatan dalam rangka kunjungan kerja. Kedatangannya disambut Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Isharwanto di VIP Room Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru, pada Selasa (17/6/2025) malam.

Tiba pada Pukul 22.25 WITA, kedatangan Menteri UMKM RI disambut Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Isharwanto dan juga didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Drs. Gt. Yanuar Noor Rifai dalam penyambutan tersebut.

Tampak terlihat juga jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel yakni Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rofiqi; Anggota DPR RI, Hj. Mariana; Ketua DPRD Kalsel, Supian HK; Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Suparjo; Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Emi Lasari dan sebagainya.

Di dalam ruangan, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H. Isharwanto tengah duduk bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman beserta jajaran lainnya itu tengah menikmati sajian Soto Banjar, Bakso, Ayam Goreng dan sebagainya.

Sebagai informasi bahwa agenda kunjungan kerja Menteri UMKM Maman Abdurrahman dijadwalkan akan menghadiri langsung Re-Opening Toko Mama Khas Banjar pada Pukul 14.00 WITA di Jalan Trikora, Banjarbaru, pada Rabu 18 Juni 2025.

Diketahui bahwa sosok Firli Norachim, sang owner Toko Mama Khas Banjar itu divonis lepas (onslag van rechtvervolging) dalam sidang putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru yang digelar pada Senin (16/6/2025) lalu. (tri)

 

Puskesmas Martapura 2 Terbengkalai, Dinas PUPR Berkilah Belum Terima SLF

0
Tak ada dokuman SLF
Genap sudah dua tahun, kondisi bangunan dua lantai UPT Puskesmas Martapura 2, Jalan Pangeran Abdurrahman, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura hingga kini tak difungsikan lantaran belum ada SLF.

Link, Martapura – Keseriusan Pemkab Banjar untuk memperbaiki bangunan UPT Peskesmas Martapura 2 patut disoal. Nyatanya genap sudah dua tahun, kondisi bangunan di Jalan Pangeran Abdurrahman, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura hingga kini tak difungsikan pasca mengalami keretakan dan terpaksa di kosongkan pada 19 Juli 2023 lalu lantaran belum dilengkapi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Yudi Riswandi selaku Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang dan Pengawasan Bangunan (Wasbang) pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar saat dikonfirmasi menjelaskan, memang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar sudah mengajukan atau menyampaikan surat permohonan untuk Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Untuk mengkaji bangunan tersebut tentunya harus ada konsultan SLF bangunan UPT Puskesmas Martapura 2, dan dokumen kelengkapannya sehingga dapat dilakukan penilaian terkait status SLF bangunan tersebut,” ujarnya pada Selasa (17/6/2025).

Kendati demikian, sudah dua tahun berlalu, kelengkapan data dukung dokumen untuk melakukan analisa terhadap bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 yang dibangun CV Aulia Rahman dengan pagu anggaran sebesar Rp2.400.000.000,00 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 lalu tersebut tak kunjung diterima Dinas PUPRP Kabupaten Banjar.

“Dinas Kesehatan memang meminta penilaian terhadap bangunannya. Tapi dokumen kelengkapan dari Konsultan SLF untuk proses penilaian bangunan masih belum disampaikan. Sehingga apa yang bisa kami nilai,” katanya.

Yudi pun berharap, Konsultan SLF dapat segera memberikan kelengkapan dokumen data dukung bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 sehingga dapat dilakukan penilaian.

“Sifatnya kami menunggu dokumen kelengkapannya dari konsultan. Mudah-mudahan konsultan SLF bisa segera menyampaikan sehingga dapat ditindaklanjuti,” harapnya.

Tak hanya itu, ketidaklengkapan dokumen sebagai data dukung pembangunan UPT Puskesmas Martapura 2 ini juga menjadi salah satu faktor dilimpahkannya pengusutan kasus retaknya bangunan Puskesmas Martapura 2 yang sempat bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar hingga sempat dilakukan perpanjangan waku sebelum akhirnya, yakni pada 9 November 2023 lalu dilimpahkan ke ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk penyelesaiannya. Meski sebanyak 18 orang termasuk Kepala Dinkes Kabupaten Banjar, Yasna Khairina sudah memenuhi pemanggilan dari Kejari Kabupaten Banjar untuk dimintai keterangan. (zainuddin/BBAM)

Boca Juniors vs Benfica Berakhir Imbang, Skor 2-2

0
Boca Juniors vs Benfica Berakhir Imbang, Skor 2-2
Wasit Cesar Arturo Ramos Palazuelos memberikan kartu merah kepada penyerang Benfica, Andrea Belotti (19) saat melawan Boca Juniors di Piala Dunia Antarklub 2025. (c) AP Photo/Marta Lavandier

Link, Jakarta – Laga panas penuh drama pada pertandingan Boca Juniors vs Benfica  di Hard Rock Stadium, Miami, Selasa (17/6/2025) berakhir imbang 2-2.  Pertandingan ini menjadi tontonan seru setelah Lionel Messi memukau dalam laga pembuka Piala Dunia Antarklub 2025 sehari sebelumnya.

Suasana di stadion berubah layaknya Buenos Aires mini berkat dukungan fanatik suporter Boca Juniors. Mereka memenuhi tribun dengan nyanyian sepanjang laga, menciptakan atmosfer yang membara.

Hasil ini membuat Boca Juniors berada di posisi kedua Grup C, di bawah Bayern Munchen yang sebelumnya menghancurkan Auckland City 10-0. Sementara itu, Benfica harus puas dengan satu poin setelah sempat tertinggal dua gol.

Laga ini juga diwarnai dua kartu merah untuk kedua tim, menambah tensi pertandingan yang sudah panas sejak awal. Kedua tim kini harus bersiap menghadapi laga berikutnya dengan komposisi pemain yang berkurang.

Jalannya Pertandingan

Boca Juniors membuka keunggulan di menit ke-21 melalui gol Miguel Merentiel yang menyambut umpan rendah Lautaro Blanco. Enam menit berselang, Rodrigo Battaglia menggandakan keunggulan dengan sundulan kepala yang memukau.

Benfica yang sempat tertekan akhirnya membalas lewat penalti Angel Di Maria di akhir babak pertama. Gol ini menjadi penyeimbang setelah Nicolas Otamendi dirubung di kotak penalti dan wasit memutuskan penalti usai review VAR.

Situasi semakin memanas ketika Ander Herrera, yang baru saja ditarik karena cedera, mendapat kartu merah saat istirahat akibat protes keras atas keputusan VAR. Di babak kedua, Andrea Belotti juga diusir wasit setelah melakukan tendangan tinggi ke kepala Ayrton Costa pada menit ke-70.

Meski kalah jumlah, Benfica justru tampil lebih agresif. Mereka terus menekan pertahanan Boca Juniors dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan lewat gol sundulan Otamendi di menit ke-84.

Upaya Boca Juniors untuk bangkit dan menang semakin sulit setelah Nicolas Figal juga mendapat kartu merah pada menit ke-88. Alhasil, laga berakhir imbang 2-2 dengan kedua tim kehilangan satu pemain.

Susunan Pemain

Boca Juniors: Marchesin; Advincula, Figal, Costa, Blanco; Battaglia, Ander Herrera (Belmonta 20′), Zenon, Palacios (Alarcon 65′), Velasco (Gimenez 58′); Merentiel (Zeballos 65′).

Benfica: Trubin; Antonio Silva, Otamendi, Alvaro Carreras; Florentino Luis, Renato Sanches (Kokcu61′), Dahl (Belotti 46′), Aursnes; Di Maria (Prestianni 77′), Bruma (Akturkoglu 61′), Pavlidis.

Flamengo Taklukkan Esperance de Tunis dengan Skor 2-0

0
Flamengo Taklukkan Esperance de Tunis dengan Skor 2-0
Pemain Flamengo, Guillermo Varela (kanan) berebut bola dengan pemain Esperance de Tunis, Chiheb Jebali, dalam laga Piala Dunia Antarklub, Selasa, 17 Juni 2025. (c) AP Photo/Derik Hamilton

Link, Jakarta – Flamengo sukses menaklukkan Esperance de Tunis dengan skor 2-0 pada laga pertama Grup D Piala Dunia Antarklub 2025. Pertandingan digelar di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Selasa (17/6/2025) pukul 08.00 WIB.

Giorgian de Arrascaeta mencetak gol pertama Flamengo pada paruh awal laga. Luiz Araujo menyusul dengan gol kedua yang mengunci kemenangan tim asal Brasil tersebut.

Dengan hasil tersebut, Flamengo menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup D dengan tiga poin. Mereka memiliki poin yang sama dengan Chelsea yang berada di puncak.

Penampilan tim asuhan Filipe Luis patut diacungi jempol. Mereka tampil solid dan menunjukkan ambisi besar sejak awal turnamen.

Jalannya Pertandingan

Giorgian de Arrascaeta membuka skor lebih dulu pada menit ke-17. Ia memanfaatkan umpan dari Luiz Araujo dan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper.

Esperance mencoba memberikan respons lewat serangan balik. Namun, barisan belakang Flamengo bermain rapat dan disiplin.

Pada babak kedua, Pedro sempat hampir menambah keunggulan. Tapi penyelamatan gemilang dari Bechir Ben Said menggagalkan peluang tersebut.

Gol kedua Flamengo datang di menit ke-70 lewat kaki Luiz Araujo. Ia menyambut assist terukur dari Jorginho dan mencetak gol ke pojok kiri bawah gawang.

Esperance tak mampu memberi tekanan berarti hingga laga usai. Flamengo pun menguasai permainan hingga peluit panjang berbunyi.

Susunan Pemain

Flamengo: Agustin Rossi; Guillermo Varela, Leo Ortiz, Leo Pereira, Ayrton Lucas; Jorginho, Erick Pulgar; Luiz Araujo, Giorgian De Arrascaeta, Gerson; Pedro.

Pelatih: Filipe Luis

Esperance de Tunis: Bechir Ben Said; Mohamed Ben Ali, Yassine Meriah, Mohamed Amine Tougai, Mohamed Amine Ben Hamida; Khalil Guenichi, Onuche Ogbelu; Yan Sasse, Chiheb Jebali, Youcef Belaili; Rodrigo Rodrigues.

Pelatih: Maher Kanzari

Prabowo Putuskan Empat Pulau Milik Provinsi Aceh

0
sengketa empat pulau
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat melalui video conference terkait penandatanganan kesepakatan bersama Gubernur Aceh dan Gubernur Sumatra Utara pada Selasa, 17 Juni 2025. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Link, Jakarta – Sengketa kepemilikan empat pulau yang selama ini menjadi pembahasan antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, tuntas. Hal itu setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan pulau pulau tersebut secara resmi menjadi bagian dari wilayah Provinsi Aceh.

Keputusan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat melalui video conference terkait penandatanganan kesepakatan bersama kedua gubernur pada Selasa, 17 Juni 2025.

Pulau-pulau yang dimaksud adalah Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Pulau Panjang. Penandatanganan “Kesepakatan Bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara Mengenai Penyelesaian Permasalahan Pulau Mangkir Gadang,  Mangkir Ketek, Lipan, dan Pulau Panjang” dilakukan oleh Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam rapat resmi di Wisma Negara, Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam sesi video conference tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melaporkan bahwa keputusan Presiden ini didasarkan pada temuan dokumen lama Keputusan Menteri Dalam Negeri yang menegaskan keempat pulau tersebut berada dalam wilayah Aceh.

“Jadi kami telah membicarakan soal 4 pulau dan alhamdulillah tadi berdasarkan temuan baru dari Pak Mendagri, kita ketemu dokumen lama Keputusan Mendagri tentang kesepakatan dua gubernur yang pada waktu itu ditandatangani oleh Raja Inal Siregar, Gubernur Sumatra Utara, yang menyepakati bahwa 4 pulau itu masuk ke dalam wilayah Aceh, Pak,” terang Dasco.

Presiden Prabowo pun menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Saya kira prinsip bahwa kita satu, karena NKRI saya kira itu selalu jadi pegangan kita, tapi Alhamdulillah kalau memang dengan cepat sudah ada pemahaman bersama penyelesaian saya kira baik sekali,” ucap Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga meminta agar penjelasan kepada publik dilakukan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi. “Suasana kita sangat bagus, jadi kita sangat perlu suatu penerangan terhadap rakyat. Kondisi kita baik, kondisi ekonomi kita baik, pertumbuhan kita baik, produksi pertanian kita baik. Saya lihat kemajuan di semua bidang, jadi kita semua perlu untuk terus menjaga kondisi ini,” tutur Presiden Prabowo.

Melalui keputusan ini menandai babak baru penyelesaian administratif wilayah yang sempat menjadi pembahasan antarprovinsi, sekaligus mencerminkan komitmen Presiden Prabowo untuk menyelesaikan persoalan secara damai dan berdasarkan bukti hukum yang sah. (spy)

Pastikan Penyelenggaraan Haji Lancar, Amirulhaj Kembali ke Tanah Air

0
Amirulhaj
Menteri Agama sekaligus Amirulhaj, Nasaruddin Umar

Link, Jeddah – Usai memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M berjalan lancar dan stabil, rombongan Amirulhaj Indonesia yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Tanah Air.

“Kami tidak akan meninggalkan jemaah jika masih ada potensi masalah. Tapi setelah melihat kondisi di lapangan, alhamdulillah, sistem layanan sudah berjalan baik dan tidak ada persoalan yang bersifat prinsipil. InsyaAllah sebentar lagi kami akan kembali ke Tanah Air,” ujar Menag di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Selasa (17/6/2025).

Jelang kepulangannya, Menteri Agama sekaligus Amirulhaj, Nasaruddin Umar, menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jemaah, terutama terkait stamina, keselamatan, dan spiritualitas menjelang kepulangan.

Ia mengimbau jemaah, khususnya yang tergabung dalam gelombang kedua dan akan bergerak menuju Madinah, agar tidak memaksakan diri melakukan umrah sunnah secara berlebihan. Menurutnya, suhu ekstrem yang mencapai 52 derajat Celsius bisa berdampak serius pada kesehatan jemaah, terlebih yang berusia lanjut.

“Ada jemaah yang umrah sampai 20 bahkan 25 kali. Kami imbau cukup satu atau dua kali saja. Umrah memang berpahala, tapi jangan sampai mengorbankan keselamatan dan kebugaran fisik,” tegasnya.

Amirulhaj juga mengingatkan jemaah untuk mengatur tenaga selama di Madinah, apalagi bagi mereka yang berniat menyempurnakan salat arbain (salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi). “Jika merasa kelelahan atau kurang sehat, sebaiknya tidak memaksakan diri. Ibadah tetap penting, tapi menjaga kesehatan juga bagian dari ikhtiar ibadah,” ujarnya.

Terkait data kesehatan jemaah, Menag menyampaikan bahwa jumlah jemaah wafat hingga saat ini tercatat 210 orang. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama pada musim haji 2024 yang mencapai 221 orang. Penurunan ini, kata Menag, mencerminkan perbaikan sistem perlindungan jemaah dan koordinasi layanan kesehatan.

Di akhir pesannya, Menag mengajak jemaah untuk menjadikan pengalaman berhaji sebagai titik balik kehidupan. Ia menekankan pentingnya merawat kemabruran haji melalui perubahan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke Tanah Air.

“Terakhir ingin saya sampaikan, mari kita merawat kemabruran haji. Mari perbaiki karakter kita. Sekembalinya kita di Tanah air apakah berubah atau tidak karakternya itu ditentukan oleh kita semua,” pungkasnya. (spy)