Beranda blog Halaman 5

Hadiri Pelantikan DPD KNPI, Gubernur : Pemprov Kalsel Siap Membantu

0

Link, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin hadiri pelantikan dan pengukuhan Andi Rustianto sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel Periode 2026–2029 beserta pengurus lainnya, pada Rabu malam (20/05/2026), di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Kepengurusan dilantik dan dikukuhkan oleh Ketum DPP KNPI Muhammad Riyano Panjaitan yang sebelumnya dibacakan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia Nomor: KEP.948/DPP-KNPI/V/2026 tentang susunan kepengurusan DPD KNPI Kalimantan Selatan periode 2026–2029.

Gubernur H Muhidin menegaskan kepada pengurus yang mencapai 397 orang itu, bahwa pihaknya siap membantu kegiatan generasi muda Banua yang tergabung dalam KNPI Kalsel.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap membantu,” ucap gubernur.

Begitu pun dengan aset bangunan atau gedung yang dulu dipakai KNPI Kalsel di Banjarmasin, dipersilahkan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Tapi jangan salah penggunaan, jika salah saya ambil kembali,” pesan Gubernur.

Tak lupa Gubernur H Muhidin menyampaikan bahwa pihaknya terbuka kepada semua pihak, atas masukan dan saran demi perbaikan dan kelancaran pembangunan.

“Kedepannya kita bisa bergandeng tangan untuk Kalimantan Selatan yang lebih baik, ” tegasnya.

Dihadapan pengurus KNPI Kalsel, Gubernur H Muhidin menceritakan perjalanan karier politiknya, mulai sebagai guru olahraga, kemudian menjadi anggota DPRD Tapin, anggota DPRD Provinsi Kalsel, lanjut menjadi Walikota Banjarmasin dan Wakil Gubernur, hingga terakhir sebagai Gubernur Kalsel.

Pada Kesempatan itu, Ketum DPP KNPI Muhammad Riyano Panjaitan memang berharap dukungan pemerintah daerah jika program KNPI setempat memberikan dampak positif bagi kepemudaan di daerah.

Riano pun memotivasi jajaran KNPI Provinsi Kalsel, berpikir optimis dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini.

Sementara iru, Ketua KNPI Kalsel Andi Rustianto dalam sambutannya, antara lain mengingatkan jajarannya terkait tantangan generasi muda yang dihadapi sekarang yakni bonus demografi dan arus globalisasi – digitalisasi.

Dalam kepemimpinannya, Andi Rustianto mengusung semangat “Pemuda Bertumbuh, Banua Maju” sebagai arah gerakan KNPI Kalsel ke depan.

Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pemuda yang aktif, progresif, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

KNPI Kalsel juga diharapkan menjadi wadah pemersatu organisasi kepemudaan, ruang kaderisasi generasi muda, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun Kalsel yang lebih maju dan berdaya saing.

Turut hadir, unsur forkopimda, mantan pengurus KNPI Kalsel, bupati/walikota atau yang mewakili, Ketua DPRD se Kalsel atau yang mewakili, pengurus DPP KNPI Pusat serta KNPI dari 13 kabupaten/kota se Kalsel. (tri)

PTAM Komitmen Perbaiki Jalan Desa Pematang Panjang yang Rusak Pascapemasangan Pipa

0
PTAM

Link, Martapura – Tanggapi keluhan warga terkait kerusakan badan jalan di RT 03, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah desa (Pemdes) dan Perseroan Daerah Air Minum (PTAM) Intan Banjar pada Rabu (20/5/2026).

Keluhan warga tersebut mencuat pasca kondisi badan jalan di RT 03 dengan panjang kurang lebih 800 meter yang sebelumnya sudah padat dan keras sehingga aman dilintasi kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat, maupun kendaraan lainnya, tiba-tiba menjadi lembek usai adanya kegiatan pemasangan jaringan pipa oleh PTAM Intan Banjar (Perseroda) pada penghujung 2024 dan rampung pada awal 2025 lalu.

Mewakili warganya, Kepala Desa (Kades/Pambakal) Pematang Panjang, Achmadi, menyampaikan permasalahan yang terjadi di desanya dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Lauhul Mahfudz, dengan menghadirkan PTAM Intan Banjar.

“Hari ini kami sudah menindaklanjuti laporan terkait persoalan yang terjadi di Desa Pematang Panjang. Alhamdulillah, PTAM Intan Banjar sudah berkomitmen untuk menindaklanjutinya, bahkan akan langsung melakukan aksi di lapangan,” ujar Lauhul Mahfudz.

Tanggapi keluhan warga terkait kerusakan badan jalan di RT 03, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menggelar RDP bersama Pemdes dan PTAM Intan Banjar pada Rabu (20/5/2026).

Politisi muda Partai NasDem Kabupaten Banjar ini pun mengapresiasi komitmen yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, untuk segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Komitmennya sangat bagus, dan pihak desa juga sudah sepakat. Namun, dalam pelaksanaannya Pemdes dan PTAM diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan Komisi II, khususnya melalui anggota Komisi II DPRD yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) IV,” ucapnya.

Selain menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan jalan di RT 03, Desa Pematang Panjang, Dirut PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, juga memastikan dalam beberapa hari ke depan akan langsung melakukan peninjauan di lapangan.

“Sabtu nanti kami akan langsung melakukan aksi di lapangan. Kami juga menyarankan pemerintah desa untuk bersurat ke PTAM guna memudahkan pertanggungjawaban kami. Intinya, kita semua memiliki niat baik,” tutupnya.(znd/link)

Jalan Desa Pematang Panjang Rusak Pascapemasangan Pipa PTAM

0
Jalan Desa Pematang Panjang

Link, Martapura – Badan jalan di RT 03, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk mengalami kerusakan akibat pengerjaan pemasangan pipa oleh Perseroan Daerah Air Minum (PTAM) Intan Banjar. Pemerintah desa (Pemdes) mengadu ke DPRD Kabupaten Banjar pada Rabu (20/5/2026).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Banjar, Lauhul Mahfudz, dan menghadirkan PTAM Intan Banjar, Kepala Desa (Kades/Pambakal) Pematang Panjang, Achmadi menjelaskan bahwa struktur badan jalan sebelum dilakukan pemasangan jaringan perpipaan pada akhir 2024 sudah sangat padat dan aman dilintasi kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat, maupun kendaraan besar lainnya.

“Setelah ada pemasangan pipa dari PTAM yang selesai pada awal 2025, kondisi badan jalan kurang lebih sepanjang 800 meter menjadi lembek hingga membuat roda kendaraan bermotor yang melintas terperosok,” ujarnya.

Karena proses pengerasan jalan dilakukan warga secara swadaya, lanjut Achmadi, warga sempat ingin melakukan demonstrasi, tetapi masih mampu diredam Pemdes Pematang Panjang.

“Selaku pambakal desa, saya berinisiatif untuk berkoordinasi dengan Ibu Rusdiana, anggota Komisi II, dan Kantor Cabang PTAM di Sungai Tabuk. Memang langsung ditindaklanjuti dengan melakukan survei, namun setelah itu tidak ada kabarnya lagi,” katanya.

Atas dasar tersebut, Pemdes Pematang Panjang melayangkan surat ke PTAM Intan Banjar dan ditembuskan ke Kecamatan Sungai Tabuk serta DPRD.

“Alhamdulillah Komisi II DPRD langsung memberikan respons dan mengadakan RDP bersama PTAM. Memang distribusi air dari PTAM berjalan lancar, namun warga ingin infrastruktur jalannya dikembalikan seperti semula,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PTAM Intan Banjar (Perseroda), Syaiful Anwar memastikan, akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut karena selama pengerjaan pemasangan jaringan perpipaan di wilayah Gambut dan Sungai Lulut berjalan dengan baik.

“Intinya, kami akan segera memperbaiki melalui pihak ketiga. Kalau hasilnya belum maksimal, Pemdes dapat langsung berkoordinasi ke PTAM karena kami ingin semuanya berjalan dengan baik,” ucapnya.(znd/link)

Pemkab Banjar Gelar Rakor Tata Kelola Perizinan Lingkungan MBLB

0
Pemkab Banjar

Link, Martapura – Aktivitas galian C atau pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang tidak terkelola dengan baik tentunya berdampak pada kerusakan lingkungan.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Tata Kelola Perizinan Lingkungan Kegiatan MBLB) bersama pelaku usaha dan menghadirkan pemateri dari DLH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Rabu (20/5/2026).

Bertempat di Aula DPRKPLH, Rakor Tata Kelola Perizinan Lingkungan Kegiatan MBLB tersebut secara resmi dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Banjar, Ikhwansyah didampingi Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala DPRKPLH, Sutiyono.

“Sektor pertambangan MBLB memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama penyediaan material infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Ikhwansyah.

Pemkab Banjar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Tata Kelola Perizinan Lingkungan Kegiatan MBLB) bersama pelaku usaha dan menghadirkan pemateri dari DLH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Rabu (20/5/2026).

Kendati demikian, lanjutnya lebih jauh, aktivitas pertambangan juga memiliki potensi dampak lingkungan apabila tidak dikelola sesuai ketentuan perundang-undangan. “Karena itu aspek perizinan lingkungan menjadi instrumen penting agar kegiatan usaha tetap berjalan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Ikhwansyah juga memastikan, Pemkab Banjar tentunya mendukung investasi dan kegiatan usaha yang menaati aturan, khususnya yang memiliki komitmen terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Kepatuhan terhadap dokumen lingkungan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Rahman Hadi Priyanto selaku Kepala Bidang (Kabid) Penataan, Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup menyebutkan, sebagian besar perizinan usaha galian C merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan terhadap kewajiban pelaporan dan kepatuhan dokumen lingkungan para pelaku usaha.

“Yang kami tekankan saat ini adalah ketaatan pelaporan serta masa berlaku dokumen lingkungan mereka. Karena pelaku usaha memiliki kewajiban menyampaikan laporan secara berkala,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, 51 perusahaan MBLB yang diundang dalam rakoor tersebut masih memiliki izin aktif dan legal beroperasi, dan berharap melalui kegiatan tersebut dapat terjalin sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha agar investasi tetap berjalan tanpa mengabaikan aturan lingkungan.

“Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya di Kabupaten Banjar, tetapi tetap harus mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.(znd/link)

Bupati dan DPRD Sepakati Raperda Pengelolaan Sampah Jadi Perda

0
Perda tentang Pengelolaan Sampah

Link, Martapura – Legislatif dan eksekutif sepakat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah disahkan menjadi Perda dalam rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan dan pendapat akhir Bupati pada Rabu (20/5/2026).

Dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora, masing-masing juru bicara (jubir) fraksi di DPRD telah menyetujui raperda tersebut untuk dijadikan perda.

Bupati dan DPRD Kabupaten Banjar sepakat Raperda tentang Pengelolaan Sampah disahkan menjadi Perda dalam rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan dan pendapat akhir pada Rabu (20/5/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur mengatakan, keberadaan Perda Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banjar diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta mendukung implementasi target nasional, sekaligus menjalankan fungsi pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan secara sinergis dan terukur.

“Adanya perda ini juga diharapkan dapat mendorong perubahan paradigma pengelolaan sampah dari pola kumpul-angkut-buang menjadi pendekatan ekonomi sirkular yang mampu memberikan nilai ekonomi dari proses pengolahan sampah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Saidi Mansyur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi di DPRD yang telah menyetujui dua raperda usulan eksekutif, yakni Raperda Penyertaan Modal berupa Barang Milik Daerah untuk Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) dan Raperda Perubahan Ketiga atas Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah untuk dibahas ke tahap selanjutnya.

“Berbagai saran dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi menjadi perhatian penting pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, salah satunya seperti raperda penyertaan modal yang harus dilandasi perencanaan matang, pengawasan, target capaian yang jelas, konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Mengingat, papar Saidi Mansyur lebih jauh, keberadaan Perumda PBB Kabupaten Banjar memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui peningkatan pelayanan pasar rakyat, pemberdayaan pedagang kecil, serta optimalisasi pengelolaan aset daerah yang produktif dan berdaya guna.(znd/link)

Hari Kebangkitan Nasional, PTAM Intan Banjar Gaungkan Semangat Nasionalisme 

0

Link, Banjarbaru – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei 2026, PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia sekaligus mengajak untuk terus menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, PTAM Intan Banjar mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang harus dijaga, dididik, dan dipersiapkan dengan baik.

Direksi dan seluruh jajaran PTAM Intan Banjar menilai semangat kebangkitan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dihidupkan di tengah berbagai tantangan zaman.

Tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air minum, PTAM Intan Banjar berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik guna mendukung kehidupan masyarakat yang sehat dan produktif.

Ketersediaan air bersih yang berkualitas dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan generasi yang kuat dan berdaya saing.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat semangat gotong royong, persatuan, dan rasa cinta tanah air dalam membangun daerah maupun bangsa.

“Selamat Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026. Mari bersama menjaga tunas bangsa demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera,” demikian pesan yang disampaikan PTAM Intan Banjar.

Semangat kebangkitan yang terus dipelihara diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama membangun Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)

Perkuat Kualitas Pendidikan, 102 Kepala Sekolah Dilantik

0
Perkuat kualitas pendidikan

Link, Martapura – Perkuat kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melantik 102 kepala sekolah bertempat di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Selasa (19/5/2026) pagi.

Pengambilan sumpah janji jabatan ratusan kepala sekolah sebagai bagian dari langkah strategis penyegaran organisasi sekaligus penguatan tata kelola pendidikan di daerah tersebut dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) H Yudi Andrea mewakili Bupati Banjar, H Saidi Mansyur.

“Penugasan kepala sekolah bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan amanah besar untuk menghadirkan perubahan dan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Banjar,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Perkuat kualitas pendidikan, Pemkab Banjar melantik 102 kepala sekolah bertempat di Aula BKPSDM, Selasa (19/5/2026) pagi.

Selain menegaskan pelantikan tersebut sebagai bentuk penyegaran dan penguatan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Yudi Andrea juga mengungkapkan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Banjar dalam membangun birokrasi dan dunia pendidikan yang bersih, profesional, berwibawa, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Seluruh penugasan yang diberikan kepada para kepala sekolah telah melalui pertimbangan kompetensi, dedikasi, dan kelayakan. Kepada kepala sekolah yang baru dilantik agar segera melakukan pemetaan terhadap potensi dan tantangan di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Tak hanya itu, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Liana Penny, Yudi Andrea juga meminta kepada kepala sekolah yang baru dilantik agar menghadirkan inovasi pendidikan guna menciptakan generasi muda Kabupaten Banjar yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak.

“Dua pilar utama yang wajib dimiliki setiap kepala sekolah, yakni integritas dan kemampuan manajerial. Integritas merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan pendidikan. Kepala sekolah harus menjadi teladan moral dan etika,” tegasnya.

Ratusan kepala sekolah yang baru dilantik juga diharapkan menjadi role model dalam implementasi nilai budaya kerja Core Values ASN BerAKHLAK di lingkungan sekolah. Adapun 102 kepala sekolah yang dilantik terdiri atas 74 promosi dan 28 mutasi atau perpindahan penugasan. (znd/link)

POPDA Tingkat Provinsi 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Sampaikan Pesan dan Harapan

0

Link, Banjarmasin – Para atlet pelajar dari 13 kabupaten/kota se- Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) adu kebolehan di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Provinsi Tahun 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 18–24 Mei 2026 di Kota Banjarmasin.

Kompetisi olahraga antar-pelajar ini dibuka Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Dinansyah, pada Senin (18/05/2026), di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Pada kesempatan itu, disampaikan Dinansyah pesan-pesan dan harapan Gubernur H Muhidin kepada peserta POPDA.

Disampaikan Gubernur, melalui POPDA ini, potensi atlet muda terbaik di Banua bertanding dan menentukan prestasi masing-masing.

Namun diingatkan, ajang ini tidak hanya mencari juara, tapi sebagai wahana menanamkan jiwa kebersamaan dan sikap sportivitas.

Disampaikan juga bahwa, POPDA merupakan seleksi awal dari atlet pelajar yang nantinya akan menjadi wakil daerah ke ajang di tingkat nasional yaitu Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

Oleh karena itu, event POPDA Kalsel 2026 ini harus dilaksanak secara profesional dan sprotif, serta menjadi wadah seleksi yang obyektif, transaparan, dan menjunjung tinggi mutu pembinaan.

Diarena POPDA ini juga, harap Gubernur lahirnya atlet pelajar Banua yang unggul dan memiliki daya saing tanggung. Karena , atlet sejati bukan hanya hebat di arena, tapi juga di luar arena.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana merangkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, Febriadin Hafiz menyebutkan, kompetisi olahraga antar-pelajar ini mempertandingkan empat cabang olahraga beregu yakni sepak bola, bola basket, bola voli, dan sepak takraw.

Popda tingkat Provinsi tahun 2026 diikuti 997 peserta dari unsur pelajar, pelatih dan official, terbagi dalam 13 kontingen. Prosesi opening ceremony dilakukan dengan penekanan LCD atau layar touchscreen menandai dibukanya Popda Kalsel 2026 dengan tema ” Sportif, Tangguh, Raih Prestasi untuk Banua”. (tri)

103 Atlet Banjarbaru Berlaga di Popda Kalsel, DPRD Siap Kawal Bonus

0
Bonus atlet
Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri

Link, Banjarbaru – 103 atlet Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Banjarbaru siap bertanding di Popda Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026. DPRD Kota Banjarbaru memberikan dukungan penuh, khususnya terkait pemberian bonus bagi atlet.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri, usai mengikuti kegiatan pelepasan 140 orang Kontingen Popda Kota Banjarbaru yang terdiri dari 25 atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola, 36 atlet cabor basket, 30 atlet cabor voli, dan 12 atlet sepak takraw, serta 37 orang dari unsur ofisial dan tim penunjang, yakni 11 tenaga medis, 5 orang sekretariat, 8 pendamping, dan 13 koordinator lapangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru di GOR Rudy Resnawan pada Senin (18/5/2026).

Syamsuri mengatakan legislatif Banjarbaru memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga pelajar di Kota Banjarbaru, khususnya dalam keikutsertaan kontingen Popda Kalsel 2026 yang akan berlangsung pada 18 hingga 24 Mei 2026 di Banjarmasin.

“Mereka tidak hanya mewakili nama sekolah masing-masing, tetapi juga menjadi representasi untuk membawa nama baik Kota Banjarbaru di tingkat provinsi,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini juga berharap para atlet dapat menorehkan prestasi dan memboyong medali di ajang Popda Kalsel 2026, terlebih Pemko telah menyiapkan apresiasi berupa bonus bagi para atlet yang mengharumkan nama Kota Banjarbaru.

“Bonus ini berlaku bagi semua kategori juara dalam berbagai kejuaraan olahraga, baik peraih medali emas, perak, maupun perunggu,” ucapnya.

Tak hanya itu, Syamsuri juga memastikan DPRD akan mengawal realisasi bonus bagi para atlet kontingen Popda Banjarbaru yang berprestasi seperti atlet pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya.

“Untuk bonus atlet Porprov kemarin, Insyaallah sekitar September atau Oktober sudah bisa cair. Tentunya kami di DPRD akan mendukung dan terus mengawal,” pungkasnya.(znd/link)

Kisah Nenek Jumariah, Perjalanan Panjang Menuju Ka’bah yang Mengharukan

0
Jumariah

Link, Makkah – Dada Jumariah berdebar kencang saat kakinya melangkah memasuki pelataran Masjidil Haram, Minggu (10/5/2026). Di bawah terik langit Makkah, perempuan lanjut usia itu berulang kali mengusap wajahnya dengan ujung kerudung hitam yang ia kenakan.

Lalu, momen magis itu tiba. Ketika bangunan kubus terbungkus kain kiswah hitam megah itu tegak berdiri persis di depan matanya, pertahanan Jumariah runtuh. Air matanya tumpah ruah.

Itulah pemandangan yang ia langitkan dalam doa selama puluhan tahun silam. Sebuah mimpi yang ia rawat dalam kesendirian, sejak ia berpisah dengan sang suami dan menjalani hidup sebatang kara.

“Saya senang bisa melihat Ka’bah,” ucapnya lirih saat ditemui di Hotel Asrar al Tayseer, Makkah, tempat menginapnya bersama jemaah haji Embarkasi Makassar Kloter 14, atau UPG-14. Kenangan melihat Baitullah itu kembali membuat matanya berkaca-kaca, sebelum jemari rentanya dengan cepat menyeka air mata itu lagi.

Sunyi di Maros, Ramai di Doa

Jumariah adalah jemaah haji lansia asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ingatannya tak lagi tajam untuk merinci angka pasti usianya, ia hanya mengingat dirinya kini berada di kisaran 70-an tahun.

Di kampung halamannya, sunyi adalah teman akrab Jumariah sehari-hari. Saban pagi usai fajar menyingsing, ia memulai ritual hidupnya: memberi makan ayam-ayam peliharaan, membersihkan rumah panggungnya, dan memasak sarapan untuk dirinya sendiri.

Tepat pukul 9 pagi, ia mulai menguji fisiknya. Bermodal sabit, Jumariah merawat kebun ubi milik tetangganya, lalu berjalan 50 meter lagi menuju sawah miliknya yang hanya seluas 15 are untuk menyiangi padi.

“Saya tanam sendiri, rawat sendiri, panen sendiri. Dulu pakai sabit, kalau sekarang sudah dibantu mesin,” kenangnya seraya melempar senyum manis.

Namun, di balik kesendirian itu, Jumariah sadar ia tidak pernah benar-benar sebatang kara. Ada Tuhan yang selalu menemaninya. Iman itulah yang menggerakkan tekadnya untuk menginjakkan kaki di rumah-Nya, sekecil apa pun celah kesempatan yang ia miliki.

Rp50 Ribu di Dalam Ember

Jumariah tidak bisa membaca maupun menulis. Jangankan ijazah, ia bahkan tak pernah sedetik pun mengecap bangku sekolah. Namun, ketidakberdayaan itu kalah oleh keteguhan niatnya yang dimulai 20 tahun lalu.

Secara sembunyi-sembunyi, Jumariyah mengumpulkan pundi-pundi uang hasil keringatnya di dalam sebuah ember di rumahnya. “Saya kumpul uangku sedikit-sedikit di ember,” tuturnya polos.

“Kalau saya dapat Rp110 ribu, saya simpan Rp50 ribu,” ujarnya.

Pada tahun 2011, setelah isi embernya menyentuh angka Rp25 juta, ia memberanikan diri mendaftar haji, dituntun oleh kemenakan jauhnya. Sejak hari pendaftaran itu, ritme menabungnya justru kian menggila demi melunasi sisa biaya pelunasan.

Ketika namanya resmi tercantum sebagai jemaah yang berangkat pada musim haji 2026, semangatnya meledak. Jarak 15 kilometer dari rumah menuju lokasi manasik tak dipedulikannya. Lebih dari 80 kali sesi manasik yang digelar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ia lahap tanpa absen sekalipun. Jumariah selalu duduk di barisan paling depan, menyimak lamat-lamat setiap arahan muthawwif.

Kegigihan sang nenek akhirnya mengetuk pintu perhatian Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Profilnya yang luar biasa diajukan ke Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebagai pemeran dalam video dokumenter “Makkah Route”.

“Pertimbangannya karena kesehariannya. Dia hidup sendiri, sebatang kara, tinggal di daerah terpencil, namun sangat menginspirasi,” ungkap Sitti Hawaisyah, Ketua Kloter UPG-14.

Hanya butuh waktu empat jam bagi tim dokumenter untuk merekam kehidupan bersahaja Jumariah di Maros. Siapa sangka, video singkat tentang nenek pencari ubi ini kini bertransformasi menjadi materi promosi internasional Kerajaan Arab Saudi untuk menyambut musim Haji 2026. Jumariyah telah menjadi ikon.

Fisik Baja di Usia Senja

Tiga hari setelah dokumenter itu dibuat, Jumariah mencicipi pengalaman pertamanya terbang ke angkasa, langsung menuju Madinah. “Sempat ada rasa takut waktu naik (pesawat), tapi setelah itu nyaman,” katanya memamerkan deretan gigi tuanya.

Di Kota Nabi, fisiknya bak anak muda. Ia sanggup beriktikaf di Masjid Nabawi dari azan Asar hingga salat Isya berjamaah usai. Berkat bantuan rombongan kloternya yang sigap menggandengnya tanpa ponsel, Jumariah juga sukses bersujud di Raudhah.

Ketangguhan itu berlanjut di Makkah. Sejak tiba pada Sabtu (9/5/2026), Jumariyah tercatat telah menuntaskan tiga kali umrah—satu umrah wajib dan dua umrah sunnah. Hebatnya lagi, ia tak pernah mengeluh sakit.

“Di tanda pengenal saya ini ada tanda merah, artinya saya punya riwayat sakit. Tapi di gelang Nenek Jumariah bersih, dia sehat total,” puji Sitti Hawaisyah keheranan.

Marwati, tetangga sekaligus rekan sekloternya dari Maros, ikut geleng-geleng kepala. “Selama umrah beliau paling semangat. Kita yang muda ini sudah kecapekan, beliau masih mau jalan.”

Saat ditanya apa resep rahasia di balik tubuh bajanya, Jumariah menjawab ringkas: “Ke sawah setiap hari, dan banyak minum air.” Selain itu, ia selalu menjaga hati dan pikirannya dari stres, serta melahap makanan apa pun yang disediakan petugas tanpa pilih-pilih, terutama udang—makanan favoritnya.

Kini, langkah kaki Jumariyah sedang bersiap menuju rute terakhir dari penantian panjangnya: wukuf di Padang Arafah. Kurang dari sepuluh hari lagi, di bawah hamparan langit Arafah, janda sebatang kara ini akan berdialog langsung dengan Tuhannya, menuntaskan kerinduan yang selama puluhan tahun ini terkunci rapat di dalam sebuah ember tabungan.