Beranda blog Halaman 853

BappedaLitbang Kawal Rencana Kerja Forum Komunikasi TSP

0
BappedaLitbang Kawal Rencana Kerja Forum Komunikasi TSP
BappedaLitbang Kabupaten Banjar mengadakan Rapat Forum Komunikasi TSP

LINK, MARTAPURA – Forum Komunikasi Tangggung jawab Sosial Perusahaan (TSP) merupakan salah satu mitra kerja Bappedalitbang Kabupaten Banjar. Untuk lebih sinergis, Forum Komunikasi TSP pun berinisiatif membentuk sebuah wadah.

Forum Komunikasi TSP membentuk satu wadah. Tujuannya untuk menyusun rencana kerja bersama dalam bersinergi antara pemerintah dengan perusahaan di wilayah kerjanya.

“Ini semua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program TSP/CSR. Sehingga dapat membantu kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan akses terhadap pekerjaan,” ungkap Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Litbang Kabupaten Banjar Santi Nurlaela usai pengukuhan Forum Komunikasi TSP Periode 2024-2029 di Hotel Tree Park Kertak Hanyar, Jumat (29/9/2023) pagi.

Dikatakannya, peran Bappedalitbang dalam forum ini adalah sebagai mitra, yang nantinya ikut mengawal serta mendampingi sejauh mana prioritas daerah bisa diintervensi oleh perusahaan. Diakuinya, peran Bappedalitbang diantaranya adalah menyampaikan data dan informasi yang menjadi prioritas daerah.

“ Dari 49 perusahaan yang diundang, sekitar 40 lebih perusahaan yang hadir dan dikukuhkan. Namun perusahaan yang tidak hadir tersebut sudah termuat di dalam SK ,” ungkapnya.

Santi menyebut, selain pihak perusahaan juga hadir dari SKPD Pemkab Banjar yang merupakan tim Koordinasi Fasilitasi TSP yang nantinya sebagai mitra yang mendampingi serta mengawal rencana kerja TSP/Corporate Social Responsibility (CSR) kedepannya.

Sementara Nor Qomariyah Specialist CSR PT Banjar Bumi Persada (BBP) dan PT Mitra Agro Semesta (MAS) menyampaikan, tahun lalu pihaknya sudah memulai program CSR terutama di Kecamatan Simpang Empat, Mataraman dan Cintapuri Darussalam yang ada di 6 desa termasuk dilingkup operasional kerjanya. (zainuddin/BBAM)

Guru Tungkal Jambi dan Muammar ZA Meriahkan Gema Maulid ke-14

0
Guru Tungkal Jambi dan Muammar ZA Meriahkan Gema Maulid ke-14
Lingkungan Mahligai Pancasila dipenuhi ribuan jamaah Gema Maulid Ke-14

LINK, BANJARMASIN – Gema Maulid hari ke-14 di Mahligai Pancasila Banjarmasin terasa istimewa pada Jumat (29/9) malam.  Bahkan Guru Tungkal dan Qori Internasional, KH. Muammar ZA menghadiri Gema Maulid yang digagas Gubernur Kalsel ini.

Pada Gema Maulid hari terakhir itu, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin secara khusus mengundang ulama KH. Fakhruddin dari Kuala Tungkal Jambi atau biasa disapa Guru Tungkal serta Qori Internasional, KH. Muammar ZA.

Dihadiri ribuan jamaah yang warga serta ASN dan karyawan-karyawati lingkup Pemprov Kalsel, para jamaah pun tampak khusyuk dan seksama mengikuti dari awal hingga akhir  peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw yang bertajuk Gema Maulid 14 Malam 1445 H di Mahligai Pancasila.

Setelah mendengarkan lantunan maulid Habsyi dari Martapura, peringatan maulid dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Dinas PUPR,Ahmad Solhan dalam sambutannya  menyampiakan bahwa, setelah berbagai musibah terjadi di banua, sekarang kembali diuji dengan musibah kemarau yang cukup panjang, dimana dampaknya dapat dirasakan hingga sekarang.

Seperti kebakaran hutan dan lahan, yang berakibat pada terjadinya kabut asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Selain itu, sebagian masyarakat Kalsel juga mengalami krisis air bersih.

“Berbagai musibah yang diberikan kepada kita, mengingatkan kita semua, untuk lebih bersyukur, atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, baik itu berupa rezeki, kesehatan, dan berbagai kenikmatan hidup lainnya,” sampainya.

Sementara itu, Guru Tungkal Jambi dalam tausiyahnya menyampaikan  kecerdasan dan kejeniusan Imam Syafi’i sudah tampak sejak kecil. Diusia 7 tahun, Imam Syafi’i sudah dapat menghafal Al-Quran. Kemudian diusia 10 tahun, ia hafal kitab Al-Muwatha karya Imam Malik dan diusia 15 tahun ia sudah mampu berfatwa memenuhi permintaan para ulama lain dan siapa saja yang membutuhkan.

Guru Tungkal juga  menyebut, amalan masuk surga menurut Imam Syafi’i diantaranya meagungkan kelahiran Rasulullah SAW, mengerjakan perintah Allah dengan ikhlas dan semua kebaikan walaupun tidak wajib.

Guru Tungkal  juga menyampiakan pesan agar hidup tenang, yaitu dengan tidak memikirkan apa yang tidak perlu dipikirkan, mengejar kehidupan dunia, ingat sangat berbahaya karena jika terlalu mengejar dunia maka akan semakin jauh dengan Allah SWT.

Selain itu, agar hidup tenang juga jangan suka untuk menyusahkan orang lain.

“Jangan mangalihi urang, nyaman tu hidup,” sampainya yang disambut tepuk tangan dan tawa oleh para jemaah.

Sementara itu selepas tausiyah itu, jamaah pun disajikan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh Qori kH Muammar ZA.

Mendengar lantunan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dengan merdu menentramkan hati para  jamaah yang hadir.

Turut hadir dalam peringatan maulid ini, Ketua DPRD Provinsi Kalsel. H. Supian, HK, perwakilan pimpinan Forkopimda Kalsel, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (tri)

STQN 2023 di Jambi, Ini Target Kalsel

0
STQN 2023 di Jambi
Provinsi Kalsel memasang target 3 besar STQN 2023 di Jambi

LINK, BANJARMASIN – Provinsi Kalsel memastikan diri untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran tingkat Nasional  (STQN) di Jambi pada 27 Oktober sampai 5 November 2023. Persiapan pun dimaksimalkan untuk meraih prestasi yang telah ditargetkan.

Pemprov Kalsel melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menggelar Training Center (TC) Tahap II Kafilah STQN Kalsel tahun 2023. Itu dilakukan sebagai persiapan keikutsertaan Kalsel di STQN 2023 di Jambi.

“InsyaAllah TC diikuti 20 peserta. Pelaksanaannya , mulai tanggal 29 September sampai 3 Oktober 2023 di Banjarmasin. Target Kalsel di STQN  ke 27 di Jambi ini kita masuk dalam 3 besar,” Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Muhammad Tambrin Jumat (29/09).

Sementara itu, Gubernur Paman Birin dalam sambutannya yang dibacakan Sekdaprov Roy, menyebutkan bahwa STQN adalah even nasional yang melibatkan kafilah-kafikah terbaik di tiap provinsi.

Begitu juga Kalsel, akan mengutus mereka yang terbaik untuk mencapai sukses nantikan, sekaligus pembuktian bahwa Kalsel adalah daerah agamis yang telah melahirkan banyak ulama besar, seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan) dan KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).

Tak lupa disampaikan, apresiasi Paman Birin kepada semua pihak terlibat dalam penyelenggaraan TC ini.

Diharapkan, kebersamaan dan kekompakan terus terpelihara hingga pertandingan nanti.

“Terus meningkat kemampuan dan berlatih, tingkatkan keharmonisan peserta dengan pelatih, tampilkan mental juara, disiplin. Dengan itu semua saya yakin sukses bisa diraih,” pesan Paman Birin

Sekdaprov Roy yang juga Ketua LPTQ Kalsel ini menambahkan, pihaknya berusaha semaksimalnya, untuk mencapai target 3 besar dalam STQN nanti. Salah satunya dengan memantapkan kemampuan kafilah melalui pelatihan atau TC yang diselanggarakan sebanyak dua kali ini.

Sebagai informasi, STQN tahun ini berlangsung di Provinsi Jambi, dijadwalkan pada 27 Oktober sampai 5 November 2023.

Berdasarkan hasil Technical Meeting dan Penetapan Peserta STQH Nasional 2023, di Kantor Kementerian Agama Jakarta, Rabu (20/9/2023), ditetapkan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 736 orang, terdiri dari  590 peserta inti dan 146 cadangan.

736 peserta ini mencakup 132 peserta kategori Seni Baca Al Qur’an, 39 peserta Tafsir Al Qur’an, 104 peserta Hadist, 315 peserta Hafalan Al-Qur’an, dan 146 peserta cadangan dari 13 provinsi seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Kalsel. (tri)

Karhutla Membakar 561,32 Hektare di Kabupaten Banjar

0
Karhutla Membakar 561,32 Hektare di Kabupaten Banjar
Karhutla Membakar 561,32 Hektare di Kabupaten Banjar

LINK, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat hingga 28 September 2023, luasan lahan yang terdampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai  561,32 hektare

“ Total luasan lahan yang terbakar di 17 kecamatan hingga 28 September sore 561,32 hektare,” ungkap Warsita Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar .

Dijelaskannya, karhutla masih terus terjadi. Terutama di wilayah-wilayah kecamatan yang memiliki kawasan rawa dan hutan. Seperti di Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat dan Kecamatan Cinta Puri.

Sementara karhuta kembali terjadi  di sekitar Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, Kamis, (28/9/2023) siang, lagi-lagi berkabut lantaran asap tebal kebakaran hutan dan lahan yang terjadi,

Karhutla yang membakar semak belukar dan pepohonan tersebut ditangani oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Banjar. Antara lain DPKP, Tagana, Polri, sejumlah BPK swasta dan relawan lainnya.

Dilengkapi sarana 2 mobil pick up, 2 mesin pemadam api, 2 nozzle, 2 tandon air dan 3 rol selang, Tim gabungan bahu membahu melakukan pemadaman api yang berkobar dan melumat semak belukar yang megering akibat cuaca panas. Penanganan oleh tim gabungan selama hampir 3 jam berhasil memadamkan api. Sementara luasan lahan yang hangus sekitar 3 hektare.

Karhutla yang membakar vegetasi yang sama juga terjadi di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk.

“ Setelah selesai penanganan di Jalan Gubernur Syarkawi, tim gabungan yang ada di Abumbun Jaya juga melakukan penanganan karhutla,” ucap Warsita yang langsung memimpin penanganan.

Warsita menyebut, tim gabungan yang melakukan pemadaman di Desa Abumbun Jaya sejak siang hari juga dibantu oleh warga sekitar. Pemadaman berakhir setelah 4 jam lebih penanganan dengan luasan lahan yang terbakar sekitar 6 hektare.

Sementara di Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat, api yang membakar semak belukar, ilalang serta pohon galam pada malam hari tersebut berhasil ditangani oleh tim sekitar setengah jam lebih dengan luasan lahan yang terbakar sekitar 0,4 hektare.

Tim gabungan yang melakukan penanganan di Desa Sungai Batang, BPBD, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigadehut), Polhut, KPH Kayu Tangi dan sejumlah BPK swasta. (zainuddin/BBAM)

Pembangunan Puskesmas Sungai Tabuk 1 Lamban, Ini Penjelasannya

0
Pembangunan Puskesmas Sungai Tabuk 1 Lamban, Ini Penjelasannya
Proyek Pembangunan UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1 diakui terjadi perlambatan.

LINK, MARTAPURA – Dikerjakan sejak 11 Juli 2023 sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pelaksanaan Proyek Pembangunan Puskesmas Sungai Tabuk 1 terkesan lamban. Dinas Kesehatan Banjar pun turun tangan.

Proyek Pembangunan Puskesmas Sungai Tabuk 1 dengan nilai pagu anggaran Rp10 M dikhawatirkan tidak bisa selesai sampai batas waktu normalnya.

Jingga Septyandi selaku Kepala Seksi (Kasi) Fasilitas Kesehatan (Faskes) pada Dinkes Kabupaten Banjar saat dikonfirmasi mengakui progres pembangunan relokasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sungai Tabuk 1 tersebut terjadi perlambatan.

“Memang adanya keterlambatan ini tidak dapat dipungkiri, tapi keterlambatan pengerjaan masih di bawah 5 persen. Hal ini terjadi karena saya mengingatkan kepada pihak penyedia jasa konstruksi dan pengawasan agar tidak main-main dalam melakukan pekerjaan konstruksi pondasi, agar kejadian UPT Puskesmas Martapura 2 tidak terulang,” ujarnya pada, Jumat (29/9/2023).

Jingga mengaku sudah menekankan kepada CV Sukmaha Borneo Mandiri selaku penyedia, dan CV Haded Barakat Utama selaku pengawas, adanya permintaan perkuatan pondasi tersebut jangan dijadikan alasan penyebab keterlambatan progres pembangunan UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1 yang dikerjakan sejak 11 Juli 2023 sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

“Insya Allah dapat dirampungkan sesuai target, yakni pada 18 Desember 2023 mendatang. Kami berharap agar kawan-kawan media dan LSM juga dapat memberi masukan-masukan yang baik dan ikut memantau progres pengerjaannya,” ucapnya.

Tak hanya itu, Jingga Septyandi juga mengakui progres pembangunannya dengan nilai kontrak Rp9.557.784.789,78 tersebut dikerjakan secara lembur untuk mengejar keterlambatan.

“Memang dalam satu bulan ini dilakukan pengerjaan siang dan malam dengan sistem shift, usai melakukan pengerjaan tiang pancang galam sebanyak 17.000 batang dengan kedalaman 9 meter. Jadi, penyedia menerjunkan sebanyak 20 orang pekerja pada siang hari dan 20 orang pekerja pada malam hari agar progresnya lebih cepat,” katanya. (zainuddin/BBAM)

Tingkatkan Pelayanan Gedung Kejari Banjar Direhab

0
Tingkatkan Pelayanan Gedung Kejari Banjar Direhab
Kajari Kabupaten Banjar M Bardan turut mengawasi pekerjaan rehab gedung kejari.

LINK, MARTAPURAGedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar direhabilitasi. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kejari Kabupaten Banjar Muhammad Bardan mengatakan,  perombakan Gedung Kejari Kabupaten Banjar itu dilakukannya tiada lain agar pelayanan pihaknya kepada masyarakat lebih nyaman.

“Alhamdulillah kita bisa lakukan perombakan setelah mungkin 10 tahun lebih tidak adanya perbaikan, dan rehab bangunan ini akan berfungsi untuk pelayanan terpadu satu pintu ,” ungkapnya kepada Linkalimantan.com Kamis 28 September 2023.

Pada bagian ruangan yang direhab itu beber Bardan ada untuk meja pelayanan kemudian juga 6 ruangan lainnya seperti ruangan kordinasi, difersi, laktasi, pps, ppn, vegtasi hukum, dan lainnya.

“Jadi kami disini berusaha untuk membuat Gedung Kejari  lebih bagus lagi sehingga pelayanan juga bisa lebih maksimal dilakukan,” harapnya.

Tidak hanya rehab ruangan saja tetapi kata Bardan yang baru menjabat Kejari 1,6 tahun itu menyampaikan bahwa mereka juga telah membangun mes untuk pegawai.

“Adapun untuk anggaran tersebut masing-masing berbeda kalau untuk Rehan Ruangan kisaran 200 Jutaan sementara untuk Mes 400 jutaan semuanya menggunakan APBD,” Sebutnya.

Dengan adanya perbaikan yang ada tersebut Bardan sangat berterimakasih dengan pemerintah Kab Banjar, ini membuktikan kepedulian pemerintah kepada pihak APH.

“Mudah-mudahan dengan adanya bangunan baru ini bisa berguna untuk kedepannya,” bebernya.

Nantinya setelah semua selesai maka bangunan tersebut kemungkinan akan diresmikan langusng oleh pihak Kejati.

“Nanti kalau selesai bisa kita resmikan,” akhirnya. (oetaya/BBAM)

Sejarah Peringatan Hari Batik Nasional Pada 2 Oktober

0
Sejarah Peringatan Hari Batik Nasional Pada 2 Oktober
Peringatan Hari Batik Nasional Pada 2 Oktober

LINKALIMANTAN.COM – Tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Hari penting ini memperingati tanggal diakuinya Batik sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu.

Mengutip repository Universitas Kristen Satya Wacana, batik sudah ada sejak zaman nenek moyang Indonesia pada abad ke XVII, yang ditulis dan dilukis menggunakan daun lontar. Kata batik berasal dari bahasa Jawa yaitu amba yang berarti menulis dan nitik. Oleh karena itu, batik sangat erat kaitannya dengan budaya Jawa pada zaman Raden Wijaya.

Namun, penggunaan batik mulai populer pada akhir abad ke-XVIII. Batik mulai tersebar ke seluruh daerah Indonesia khususnya suku Jawa.

Sejarah Hari Batik Nasional

Mengutip laman DPMPTSP Kabupaten Cianjur, sejarah Hari Batik Nasional dapat dirunut sampai ke Kerajaan Majapahit. Dulu, batik digunakan sebagai pakaian yang khas dari kerajaan.

Batik biasa dipakai oleh keluarga kerajaan dan pegawai di sana. Akhirnya digelar kegiatan membatik di luar kerajaan, yang diajarkan oleh pegawai kerajaan yang pulang ke rumah.

Dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, diterangkan bahwa batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto. Tepatnya saat ia mengikuti konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kemudian pada 4 September 2008, batik Indonesia didaftarkan untuk mendapat status intangible cultural heritage (ICH) melalui kantor UNESCO di Jakarta, oleh kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat mewakili Pemerintah Indonesia dan Komunitas Batik Indonesia.

Lalu pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi. Batik lalu dikukuhkan pada sidang keempat Komite Antar-Pemerintah tentang Warisan Budaya Nonbendawi yang diselenggarakan UNESCO di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009. Pada sidang tersebut, batik resmi terdaftar sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi di UNESCO.

Pemerintah Indonesia kemudian menerbitkan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapkan Hari Batik Nasional. Itu dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.

Sekretaris Jenderal Menteri Dalam Negeri Hadi Prabowo menandatangani Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang Pemakaian Baju Batik dalam Rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019.

Berdasarkan surat edaran tersebut, Kementerian Dalam Negeri mengimbau seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, untuk menggunakan baju batik pada hari Rabu.

Pada zaman dahulu, batik dikenal dengan motif yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Buddhisme, Hinduisme. Tetapi seiring perkembangan zaman, motif batik makin beragam.

Cara pembuatannya juga tidak hanya ditulis menggunakan canting dengan waktu yang lama. Kini dapat dibuat dengan teknik printing, cap, dan lain sebagainya.

Itu sebagai bentuk dari pemanfaatan teknologi yang semakin canggih dan memenuhi permintaan pasar. Saat ini, setiap daerah di Indonesia khususnya Jawa, telah memiliki motif batik tersendiri seperti motif bunga, buah, hewan, geometris, manusia, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa contoh motif batik dari Jawa Timur. Di Banyuwangi ada motif Gajah Oling. Sidoarjo punya motif Merak, dan Bojonegoro punya motif Rancak Thengul. Motif batik yang dimiliki setiap daerah memiliki filosofi masing-masing. (bbs)

Bantuan Terdampak Karhutla Menunggu Koordinasi

0
Bantuan Terdampak Karhutla Menunggu Koordinasi
(ft/ist)

LINK, BANJARBARU – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru, telah berdampak kepada masyarakat Banjarbaru. Selain udara yang tercemar asap, beberapa karhutla juga sempat menghanguskan rumah warga di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Namun, sampai saat ini Pemerintah Kota (Pemko) masih mengkoordinasikan mengenai bantuan untuk para terdampak Karhutla ini.

“Untuk masalah tersebut, tentu saja kami akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu BPBD,” ujar Rokhyat Riyadi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarbaru, Jumat (29/9/2023).

Untuk langkah awal, ujar Rokhyat lebih jauh, bahwa pihaknya akan mendata berapa jumlah yang terdampak bencana karhutla. Sehingga, nantinya bisa disesuaikan untuk bantuan logistik yang tersedia di Dinsos Kota Banjarbaru.

“Dari data itulah, nantinya bantuan logistik akan didistribusikan sesuai dengan data di lapangan,” tambahnya.

Sementara ini, menurut Rokhyat, pihaknya menggunakan Lumbung Sosial yang berada di Landasan Ulin untuk menyalurkan bantuan untuk warga terdampak.

“Misalnya ada yang terdampak kebakaran, bisa disalurkan lewat Lumbung Sosial, seperti matras, kasur dan lain-lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Said Abdullah Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru mengatakan bahwa saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru dan UPT Damkar telah mendapat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah perubahan.

“Sehingga kami akan mengoptimalkan dana tersebut, jika dari SKPD yang menangani merasa yakin, maka kami siap menyetujui,” ungkapnya. (wahyu/BBAM)

Bulan Rabiul Awal, Siang Malam Gema Maulid Tersaji

0

Bismillahhirrahmanirrahim…
Bulan Rabiul Awal Hijriah atau dikenal dengan Bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, bagi masyarakat Banjar merupakan bulan sakral. Berbagai ritual adat dan budaya Banjar padat dilaksanakan di waktu mulia ini.


SAPARIYANSYAH, BUDAYAWAN SPIRITUAL
Renungan di Beranda Kota Martapura

Sudah menjadi adat dan budaya setiap bulan Rabiul Awal Hijriah ummat muslim memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Demikian juga di Kabupaten Banjar, siang dan malam kegiatan religius peringatan maulid dilaksanakan, baik perorangan maupun kelompok-kelompok majelis.

Selain ritual-ritual peringatan maulid, diantaranya ummat Muslim di Beranda Kota Martapura juga menggelar ritual-ritual religi lainnya. Memperingati haul sejumlah tuan guru, Baayun Maulid hingga ritual-ritual lainnya.

Menjadi sesuatu yang luar biasa, karena ritual-ritual adat dan budaya tersebut, syair-syair tetang kemuliaan dan  kebesaran Nabi Besar Muhammad SAW  menjadi sajian utama yang tak tergantikan. Hingga sampai di penghujung ritual, acara makan-makan menjadi menu penutupnya. Sungguh sebuah sajian silaturahmi yang begitu indah.

Ya sungguh istimewa. Begitulah para alim ulama, Waliallah dan tokoh-tokoh masyarakat Banjar ratusan tahun silam telah mewariskannya kepada kita semua. Alhamdulillah, hingga saat ini ritual-ritual itu masih terjaga. Hanya saja ancaman ajaran-ajaran sekuler juga tak kalah hebatnya masuk dalam kehidupan.

Begitu dahsyatnya ajaran-ajaran sekuler telah menggerogoti kemurnian warisan adat dan budaya Banjar, hingga terjadilah degradasi terhadap kultur warisan para pendiri negeri. Pada gilirannya tidak sedikit orang (disadari atau tidak) telah menjauh dari landasan kehidupan yang telah diwariskan Nabi Besar Muhammad SAW yakni Al quran dan sunnah nya.

Mengumbar aib sesama muslim, saling tindas, tipu menipu, berebut kekuasaan secara kannibal, yang lemah dibuat semakin lemah dan yang kuat berbuat semena-mena. Ironis, karena perilaku sekuler seperti ini telah merasuki sendi-sendi kehidupan di negeri ini. Hingga muncullah faham-faham sekuler yang jelas-jelas bukan ajaran yang diwariskan Nabi Besar Muhammad SAW kepada ummat Nya.

Diskusi kami di Beranda Kota Martapura, kalau sudah menjauh dari orbit landasan kehidupan sama halnya manusia telah kehilangan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, Sang Pemilik Hak.

Nikmat apa saja yang Allah berikan kepada kita itu?

Allah berfirman dalam Surat Lukman ayat 20:
ALAM TARAU ANNALLOHA SAKHKHORO LAKUM MA FIS-SAMAWATI WA MA FilARDI  WAS BAGHO ‘ALAIKUM NI AMAHU ZHOHIROTAW WABATIHAH…
Tidakkah kamu melihat Allah yang menciptakan apa yang di langit dan di bumi dan mencurahkan pada kalian nikmat-nikmatnya lahir dan bathin.

Pada sebuah hadis Riwayat Ibnu Abbas pernah bertanya kepada Rosullah SAW. apakah nikmat zhohir itu? dan apakah nikitat bathin itu?. Rosul Menjawab nikmat yang zhohir itu Islam (keselamatan, kedamaian, ketentraman). Kemudian bagaimana Allah menyempurnakan bentuk ciptaan dan bagaimana Allah memberikan Rizki kepada ciptaan Nya itulah nikmat yang zhohir.

Mikmat yang bathin itu adalah bagaimana Allah menutupi kejelekan-kejelekan (aib) dan tidak mempermalukan kamu di hadapan orang lain.

KKP Segel Ikan Impor Asal Tiongkok di Banjarmasin, Ini Sebabnya

0
ikan impor
Petugas KKP melakukan penyegelan terhadap 4.050 kg ikan salem (Pacific Mackerel) asal Tiongkok di Kota Banjarmasin. (Foto KKP/infopublik)

LINK, BANJARMASINKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penyegelan terhadap 4.050 kg ikan salem (Pacific Mackerel) asal Tiongkok di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penyegelan tersebut dilakukan lantaran ikan-ikan tersebut beredar tidak sesuai peruntukan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Adin Nurawaluddin, M. Han menyatakan, penyegelan ikan impor dari Tiongkok ini merupakan aksi cepat KKP dalam menindaklanjuti laporan masyarakat akan dugaan penyalahgunaan penjualan ikan salem di pasaran lokal.

“Menyikapi laporan masyarakat akan dugaan rembesnya ikan impor di pasar lokal, KKP melalui Ditjen PSDKP segera melakukan penyegelan dan pemasangan garis pengawas perikanan sebagai langkah cepat perlindungan terhadap nelayan,” ungkap Adin.

Berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat setempat, ikan impor tersebut dijual dengan harga Rp20.000 sampai dengan Rp22.000 per kg. Jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran ikan layang lokal dari nelayan yaitu Rp25.000 hingga Rp30.000 per kg.

Untuk itu, sebanyak 450 dus atau 4.050 kg ikan salem beku di gudang es (cold storage) milik AR yang berlokasi di Kelurahan Basirih telah disita oleh Pengawas Perikanan Stasiun PSDKP Tarakan per tanggal 23 September 2023.

Adin mengatakan secara tegas bahwa berdasarkan aturan yang berlaku, produk impor ikan salem diperuntukkan untuk memenuhi bahan baku industri pemindangan. Sehingga ikan salem impor dilarang untuk dijual belikan di pasaran lokal.

“Produk importasi perikanan berbentuk ikan salem pada dasarnya peruntukannya untuk memenuhi bahan baku industri pemindangan, yang kuota sudah dipatok atau ditarget oleh Kementerian Perdagangan berdasarkan rekomendasi Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP,” ujar Adin.

Berdasarkan keterangan sementara dari pemilik gudang, ikan salem tersebut dibeli dari broker atau perantara yang berada di Jakarta, yang diperoleh dari salah satu perusahaan importir besar di Jakarta. Ikan tersebut diduga dijual tidak sesuai peruntukannya sebagai pemindang sebab di Banjarmasin tidak terdapat industri pemindangan.

“Kita akan melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut kepada pemilik gudang ikan beku dan terhadap Unit Pengolah Ikan lainnya yang berada di Kalimantan Selatan, termasuk importir besar yang berdomisili di Jakarta untuk mendalami kasus ini lebih lanjut,” tegas Adin.

DItjen PSDKP juga akan melakukan pendalaman terhadap asal usul ikan impor dan keberadaan ikan apabila dari hasil pendalaman ditemukan adanya dugaan pelanggaran peruntukan impor tersebut, mulai dari data penjualan, data distribusi, dan kegiatan penjualan ikan impor di Banjarmasin.

Apabila hasil pendalaman ditemukan adanya dugaan pelanggaran peruntukan importasi komoditas perikanan, maka akan dilakukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Di sinilah bentuk perlindungan terhadap nelayan, jangan sampai produk ikan hasil tangkap nelayan lokal Banjarmasin tidak bisa bersaing akibat rembesnya ikan salem impor di pasaran,” jelas Adin.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan pendapatan atau nilai tukar nelayan, Pemerintah wajib melindungi produk nelayan lokal sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam.

Oleh sebab itu, KKP tidak akan segan memberlakukan sanksi administratif berupa penghentian sementara, pembekuan perizinan berusaha, denda administratif, paksaan pemerintah, hingga pencabutan perizinan berusaha terhadap setiap orang yang mengancam kesejahteraan nelayan, termasuk menjual belikan ikan impor di pasaran lokal. (tri/infokom)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Workshop

Menekan Angka Kematian Neotal, RSD Idaman Gelar Workshop Resusitasi Neonatus 

0
Link, Banjarbaru - Melalui Lembaga Diklat, Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Resusitasi Neonatus. Kegiatan yang berlangsung di Aula Besar...
El Nino

Kementan Perkuat Mitigasi Hadapi Potensi El Nino Mulai April

0
Link, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kesiapan menghadapi potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan mulai berdampak pada April . Berbekal pengalaman menghadapi El...
Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Cepat di Sulut dan Malut

0
Link, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merespons kejadian yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, khususnya di Kota Bitung, Kota...